Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 135


__ADS_3

"Akhirnya aku tahu juga dimana Vitto tinggal....! Ini akan bagus untukku, tetapi aku harus berhati-hati karena Vitto memiliki bodyguard, hamlir saja aku ketahuan tadi....!" Gumam Mama Vitto dalam hati, saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang.


Usahanya ternyata tidak sia-sia karena dia berhasil membuntuti Vitto dan menemukan tempat tinggalnya. Meskipun itu apartemen tidak rumah Vitto yang pernah dilihatnya tetapi baginya itu sudah sangat cukuo. Setidaknya dia tahu dan bisa memikirkan sesuatu agar bisa tinggal bersama Vitto kemudian menjadikan putranya yang seorang aktor terkenal itu sebagai ladang uangnya. Tidak masalah jika saat ini Vitto masih marah dan membencunya tetapi Vita sangat yakin bahwasuatu hari dia pasti akan bisa mendaoatkan cinta lagi dari kedua anaknya yang kaya raya itu. Vitto sangat terkenal dan memiliki banyak uang dari pekerjaannya juga pembagian warisan yang sudah diuangkan oleh Vitto, nilainya juga tidak main-main. Sedangkan Vino adalah pimpinan perusahaan milik suaminya yang saat ini akan menjadi satu-satunya pewaris dari kerajaan bisnis Prakarsa Corporate. Perusahaan swasta terbesar kedua di negara ini dengan nilai investasi yang sangat luar biasa. Jika dia bisa mengambil hati Vino juga tentu akan banyak keuntungan yang akan dia dapatkan dari putra keduanya itu. Sekarang dia hanya perlu bersabar saja, pasti akan ada waktu untuknya bisa kembali masuk ke keluarganya.


*****


"Apa kau benar-benar yakin bahwa yang kau lihat adalah Mamanya Vitto???" Tanya Rana pada Mario.


"Aku tidak melihat begitu jelas tetapi dari perawakan dan sekelebatan sepertinya itu nyonya Vita, Mamanya tuan Vitto..."


"Bagaimana pakaiannya???" Tanya Vitto.


Mario kemudian menjelaskan jika pakaian Mama Vitto yang dilihatnya tadi adalah dress berwarna putih dengan corak bunga-bunga berwarna cokelat. Vitto langsung membenarkannya, berarti benar bahwa itu memang sang Mama. Tetapi untuk benar-benar meyakinkannya dia harus mengecel cctv. Vitto terlihat kesal dan mengumpat pada dirinya sendiri karena tidak berhati-hati. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya karena dia selalu waspada dan tidak seperti ini. Mamanya memang sudah keterlaluan sampai melakukan hal senekat ini. Entah apa yang sedang diinginkan olehnya saat ini.


"Rana, ku harap kau tidak keluar dari apartemen, aku tidak hisa menjamin jika Mama mungkin akan melakukan sesuatu misalnya mengawasiku diam-diam.... Ini akan berbahaya...!" Ucap Vitto.


"Iya... Tetapi alangkah lebih baiknya kau pastikan saja dulu, takutnya itu bukan Mamamu....!" Timpal Rana.


"Itu pasti dia....! Tidak akan salah lagi... Jika dia sudah tahu aku tinggal disini, maka tempat ini sudah tidak aman lagi untuk kita tinggali... Aku harus mencari tempat baru untukmu Ran...!"

__ADS_1


Rana meletakkan sendoknya dan menoleh ke arah Vitto yang ada di sebelahnya. "Vitto....! Kita tidak perlu mencari tempat baru, rumah untukku sudah di bangun itu sudah menghabiskan banyak uang, dan sekarang kau ingin mencari tempat tinggal baru, ku rasa tidak perlu....!"


"Tidak Rana... Kita harus tetap pindah, aku tidak akan membeli, kita bisa menyewa untuk beberapa bulan sampai rumahmu jadi.. Jangan pikirkan apapun, yang penting kenyamananmu dan bayimu, jangan sampai kekacauan ini merusak apa yang selama ini sudah kau lalui....! Kau sudah aman, nyaman, jika tidak segera pindah semua akan sia-sia....!" Ujar Vitto.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Vitto meminta Tania agar berjaga di depan, sementara dia dan Mario akan ke ruang kontroling dimana ada petugas pengawas cctv yang ada di apartemen ini untuk memastikan apakah benar itu memang Mamanya. "Langsung hubungi aku aau Mario jika terjadi sesuatu, dan kau Rana, kunci apartemen dari dalam dan jangan membukanya jika itu bukan aku...!"


Vitto dan Mario pergi keluar apartemen meninggalkan Rana dan Tania. Sementara itu Rana dibantu Tania membereskan meja makan. Rana tidak habis pikir permasalahan keluarga Vitto terlihat begitu berat. Kedatangan Mama Vitto justru semakin memperkeruh keadaan, padahal masalah Vitto, Vino dan Papanya belum sepenuhnya selesai, ditambah lagi dengan fakta mengenai Angel dan Jason yang juga belum tuntas sekarang justru masalah baru muncul lagi. Rana hanya bisa berharap bahwa masalah mereka bisa segera selesai dengan baik karena dia sangat kasihan melihat Papa Vitto yang sudah banyak mengalami kesakitan di masa tuanya. Juga kejahatan serta kelicikan yang Angel lakukan selama ini bisa segera terbongkar. Angel sudah terlalu banyak menyakiti keluarga Prakarsa, dan entah apa yang membuat Angel bisa melakukan penipuan yang begitu besar kepada mereka, mempermainkan mereka tanpa rasa bersalah sama sekali, dan itu berlanjut sampai sekarang.


Vitto dan Mario mendatangi ruangan dimana disana ada pantauan cctv. Vitto pun mengatakan niatnya datang kesini dengan meminta bantuan kepada petugas yang ada agar bisa menunjukkan rekaman cctv dari parkir basement hingga lift dan area unit miliknya sekitar setengah jam yang lalu.


Petugas mengijinkannya dan mencoba memutar rekaman dari tempat-tempat itu menyesuaikan jam yang di katakan oleh Vitto.


"Shiiiittt..... Kau benar itu memang Mama....!" Gumam Vitto.


Vitto kembali meminta agar rekaman di pindah ke lift dan lorong unit miliknya. Ya, memang tidak salah lagi itu adalah sang Mama. Tetapi Vitto kembali melanjutkan untuk melihat kemana Mamanya oergi setelah mengikutinya. Ternyata Mama Vitto kembali ke area parkir dan pergi meninggalkan tempat ini. Artinya Mamanya memilih pergi setelah mengetahui bahwa Vitto tinggal disini. Vitto terlihat kesal dan mengumpat dirinya sendiri juga sang Mama. Privasinya benar-benar sudah di rusak oleh Mamanya sendiri, dan jika ini berlanjut akan sangat berbahaya untuk Rana. Semua akan semakin rumit jika sampai Mamanya mengetahui tentang Rana yang tinggal bersamanya.


Vitto mengucaokan terima kasih kepada oetugas apartemen yang bersedia menunjukkan rekaman cctv itu, dia kemudian mengajak Mario untuk kembali ke apartemen lagi. Vitto berpikir keras dengan apa yang harus dilakukannya setelah ini. Dia harus lekas membawa Rana pergi dari apartemen ini, sebelum mamanya membuat masalah yang lebih besar lagi. Tetapi dia tidak mungkin membawa Rana kembali ke rumahnya karena dia tidak bisa menjamin, karena Vino bisa saja datang tiba-tiba kesana. 2 apartemen miliknya yang lain juga tidak cukup aman untuk ditinggali, dengan alasan yang sama, Vink tahu tentang tempat itu, dan biasanya jika Vino tidak menemukannya dirumah maka Vino akan datang ke apartemen itu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini juga tidak boleh diketahui Vino, karena jika Vino tahu, Vino pasti bertanya mengenai apartemen ini.


Vitto mengambil ponselnya dan mengetik nama seseorang disana lalu menghubunginya. Dalam deringan ke empat, panggilannya itu diangakat. "Hai Dit....!" Sapa Vitto.

__ADS_1


"Hai bro....! Sedang apa kau???" Tanya Aditya.


"Tidak sedang melakukan apapun, oh iya aku ingin bertanya padamu, apa menurutmu Ariel mau menemui seseorang di hari libur seperti ini???" Tanya Vitto.


"Ariel??? Menemui seseorang? Apa kau ingin mengenalkannya pada teman artismu??? Hahaha!"


Vitto tertawa. "Bukan...! Aku ingin menemuinya sekarang, aku ada sedikit keperluan dengannya...! Cukup mendesak, aku agak canggung ingin meneleponnya jadi ku pikir lebih baik tanya padamu lebih dulu...!"


"Ku pikir kau akan mengenalkannya dengan teman artismu atau teman modelmu hahaha... Eh Ariel sebenarnya akan kesini nanti mengantar putrinya mengunjungi anak-anakku, dia sekarang sedang ada urusan dan ketika selesai dia akan ke rumahku, lebih baik kau kesini saja, ajak Rana juga, Cahya pasti senang...! Kau bisa tenang, rumahku sangat aman kok tidak sembarang orang bisa masuk tanpa ijinku.... Kesini saja..!"


Vitto terdiam sejenak. Dia harus lekas membawa Rana pergi sekarang juga, dan tidak menunggu waktu terlalu lama. Sambil mengobrol dengan Ariel mungkin tidak ada salahnya mengajak Rana datang ke rumah Aditya. Temannya itu memiliki penjagaan yang super ketat dirumahnya dan sangat protektif mengenai keamanan rumah dan keluarganya jadi untuk waktu sebentar mungkin dia dan Rana bisa kesana sebelum berdiskusi mengenai tempat tinggal baru dengan Ariel. "Baiklah... Aku dan Rana akan kesana.. Aku akan mengabarimu nanti....!" Ujar Vitto.


"Oke... Aku tunggu kalian disini.... Aku juga akan memberitahu istriku, dia pasti senang mendengar kalau kau dan Rana akan datang...! Aku juga akan memberitahu Ariel bahwa kau ingin berbicara dengannya nanti...!"


"Thanks Dit.... sorry aku merepotkanmu lagi...."


"Hahaha selow saja Vitt... Oke aku tunggu ya....!"


"Ya.... Sampai jumpa...!" Vitto kemudian menutup teleponnya dan dia bergegas menuju lift untuk naik dan memberitahu Rana serta menyuruh perempuan itu bersiap untuk pindah. Hari ini dia akan mencari temlat tinggal baru dengan meminta bantuan Ariel sekaligus mengunjjngi Aditya dan Cahya di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2