Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 57


__ADS_3

Rana berdiri setelah menemukan ide yang bagus untuk menghindari kemarahan Vino. Dia kemudian mengembalikan foto yang di pegangnya ke tempat asalnya dengan kembali menyelipkan foto itu. Rana lalu mencari sebuah buku di rak besar itu. Setelah menemukannya Rana berbaring di sofa panjang dan membaca buku itu sebelum nanti seseorang datang menemukannya berada disini. Rana akan pura-pura tertidur sehingga dia bisa beralibi bahwa dia tertidur dan tidak tahu jika dia terkunci di dalam ruangan ini.


Rana menemukan ide itu setelah berpikir cukup lama, berharap nanti Vino tidak marah kepadanya. Rana juga berniat memanfaatkan sakitnya untuk menghindari siksaan Vino. Rana tahu bahwa Vino sepertinya menyerah untuk sementara waktu karena dia sakit.


Sementara itu Vino menambah kecepatan laju mobilnya setelah mendapat kabar jika Rana menghilang. Dengan penuh kemarahan Vino terus mengumpat ketika ada yang menghalangi jalannya dan beberapa kali terjebak lampu merah. Tetapi Vino juga tidak habis pikir bagaimana bisa Rana kabur dari villanya, sementara tidak ada jalan lain selain dari gerbang depan, dan disana penjaga juga berjaga selama 24jam. Vino juga merasa sedikit bersalah karena sudah memberikan Rana kebebasan untuk menjelajah rumah, Rana pasti akan mencari jalan untuk bisa keluar dari villanya.


"Shiiiitttt.....!!!" Guerutu Vino kesal.


Sampai akhirnya dia sampai juga di villa itu Vino keluar dari mobilnya dengan wajah penuh dengan kemarahan. Vino langsung dihampiri oleh kedua penjaga gerbang itu. Sontak Vino langsung memaki keduanya dan mengumpat mereka dengan teriakan yang sangat keras sekali. Kedua penjaga itu menjelaskan bahwa sejak tadi mereka tidak beranjak sama sekali dari tempat mereka, dan mereka juga sangat yakin bahwa tidak ada tanda-tanda Rana keluar dari rumah.


"Jika benar apa yang kalian ucapkan itu, aku akan memaafkan kalian, tetapi jika sampai Rana benar-benar tidak ada di villa ini aku akan memecat kalian karena kalian lalai dalam menjaga tempat ini...!" Vino melenggang meninggalkan dua penjaga dan langsung memasuki villa nya.


Melihat kedatangan Vino, 2 pelayan itu berlari tergopoh-gopoh menghampiri Vino. Walaupun mereka takut karena jelas dari wajah majikannya itu ada tatapan menyala penuh dengan kemarahan. "Bagaimana bisa kalian tidak mengawasinya.??? Bukankah aku sudah menyuruh kalian menjaga dan mengawasinya....!" Teriak Vino.


"Maaf tuan, tadi nona Rana duduk di taman belakang lalu naik, kami kira dia masuk ke dalam kamarnya, saya pergi ke belakang untuk mencuci pakaian" Ucap pelayan itu.


Sementara pelayan satunya lagi menjelaskan jika dia pergi berbelanja sebentar.

__ADS_1


"Seharuanya kalian bisa mengatur waktu, dan lihat kondisi, jangan sampai kalian berdua melakukan kesibukkan secara bersamaan dan harus bergantian.... Lalu apa kalian sudah mencari ke semua ruangan yang ada di tempat ini???" Tanya Vino.


"Sudah tuan...!"


"Apa kalian yakin??? Karena sangat tidak mungkin Rana bisa kabur dengan mudah dari tempat ini sementara para penjaga di depan tidak merasa melihat Rana keluar...!"


Kedua pelayan itu saling berpandangan dan mereka lalu menggeleng. Vino pun mengernyit dan ingin rasanya dia meledakkan seluruh emosinya kepada semua orang yang ada di tempat ini karena kelalaian mereka. Vino kemudian membalikkan tubuhnya karena merasa kesal sekali dan melangkah cepat menuju ruang kerjanya untuk mengecek cctv karena dia masih belum tahu jika saat ini listrik masih padam.


Vino membuka pintu ruang kerjanya dan dia langsung dikejutkan dengan keberadaan Rana yang terbaring di sofa dengan kedua tangan memegang sebuah buku dan menutup wajah perempuan itu.


"Astaga.... Dia ada disini rupanya....!" Gumam Vino menghela napasnya menunjukkan kelegaan yang luar biasa yang ditunjukkannya. Vino memdekati Rana dan mengambil buku yang menutupi wajah Rana dan menemukan perempuan itu tertidur dengan pulasnya.


"Astaga... Aku tidur cukup lama sekali... Lebih dari 2 jam, pasti ini efek obat...!" Timpalnya lagi.


Vino menatap Rana dalam diam dengan wajah datar dan dingin ciri khasnya. "Kenapa kau ada disini???" Tanyanya.


"Aku tidak sengaja masuk ketika aku melihat ruangan ini terbuka dan ada banyak buku tertata rapi di rak...! Aku penasaran dan ingin membaca buku disini, tidak boleh ya?? Aku pikir karena kau memberiku kebebasan berkeliling dirumah ini, kau juga mengijinkanku membaca buku disini....! Maaf jika aku lancang, aku tidak akan mengulanginya lagi....!"

__ADS_1


Rana kemudian berdiri dan hendak meninggalkan Vino. Dalam hatinya dia berharap bahwa laki-laki itu tidak akan memarahinya dan berkenan memakluminya.


"Rana....!" Teriak Vino.


Rana menoleh ke belakang dan menjumpai wajah lelaki itu masih datar. "Ya...!"


"Jangan keluar kamarmu, wajahmu masih pucat... Pergi dan beristirahatlah...!"


Rana mengangguk dan melenggang pergi meninggalkan Vino. Rana memejamkan matanya mengungkapkan kelegaannya karena Vino tidak marah kepadanya.


★★★★★


Sementara itu di tempat lain, Angel keluar dari sebuah mobil mewah bersama dengan seorang lelaki setengah baya, memasuki sebuah apartemen mewah di negara yang dijuluki gajah putih itu. Lelaki itu adalah pengusaha sukses dari negara kanguru yang sedang ada keperluan pekerjaan selama beberapa hari, dan Angel sendiri sudah lama mengenal lelaki tua itu, dia diam-diam sering pergi untuk menemaninya. Tentu saja Vino tidak tahu tentang hal itu, dan inilah pekerjaan Angel lainnya diluar dia sebagai seorang model. Ini adalah pekerjaan yang sangat menjajikan dengan bayaran cukup tinggi dan dia mendapatkan berbagai bonus besar juga jika mau menerima tawaran menemani pria-pria berduit seperti pria ini. Sangat menjajikan dan menyenangkan karena para pria itu tidak akan berpikir mereka harus kehilangan banyak uang hanya untuk bercinta dengan perempuan sepertinya. Para pria itu rela membayar Angel mahal sebesar 30.000 US$ untuk menemaninya selama satu minggu di negara itu, selain bayaran yang begitu tinggi, Angel juga akan menerima berbagai barang mewah seperti baju tas dan sepatu juga perhiasan.


Angel hanya harus selalu siap siaga selama 24jam ketika mereka menginginkannya. Itu tentu tidak masalah mengingat dia bebas untuk melakukannya, hanya saja Angel sangat berhati-hati dengan pekerjaan gelapnya itu agar tidak ketahuan oleh Vino. Jika lelaki itu sampai mengetahuinya tentu itu adalah masalah yang sangat besar sekali. Vino akan marah besar.


Sebenarnya selama ini Angel hanya memanfaatkan Vino saja, mencintai lelaki itu iya, dia mencintainya tetapi biasa saja. Vino begitu tergila-gila padanya sehingga lelaki itu tidak bisa lepas darinya, dan Angel memanfaatkan itu tentu untuk kesenangannya karena Vino selalu menghujaninya dengan banyak barang mewah dan uang, Angel tidak bisa jika harus kehilangan Vino begitu saja. Sleain itu Angek juga selalu menolak jika Vino mengajaknya untuk menikah karena Angel tahu itu pasti akan menjadi sesuatu yang sulit baginya nanti. Lagipula dia juga tidak ingin statusnya sebagai kekasih Vino tercium oleh pihak luar, karena bisa saja rahasia besarnya ini terbongkar.

__ADS_1


Pria itu memeluk Angel dan membawanya memasuki lift. Di dalam lift mereka berdua berciuman dengan penuh gairah. Dan Angel tahu bahwa mereka berdua setelah ini akan berakhir dengan percintaan yang panas. Meskipun sudah setengah abad, tetapi pria ini sungguh luar biasa, miliknya begitu besar bahkan jika dibandingkan dengan Vino, masih tidak ada apa-apanya, ukurannya 2x lipat dari milik Vino, walau Vino juga tidak kalah luar biasa ketika bercinta.


__ADS_2