Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 364


__ADS_3

Rana kembali masuk ke Bakery, dan Vitto ternyata sedang di wawancara oleh wartawan. Vitto memanggilnya Rana untuk berdiri di sebelahnya. Sampai akhirnya wawancara selesai juga.


"Kau dari mana??? Kenapa dari luar kalau ke toilet???" Tanya Vitto berbisik.


"Hanya keluar sebentar..!" Jawab Rana berbohong.


"Oh...!!!"


Rana tersenyum. "Aku ke dapur dulu.. Lanjutkan mengonrol nya.. " Rana pun meninggalkan Vitto dan menuju dapur untuk mengecek beberapa hal disana.


Waktu berlalu, dan hari sudah sore, Vitto mengajak Rana untuk pulang karena dia merasa lelah sekali. Dan ingin beristirahat. Vitto juga tahu Rana pasti merasa lelah juga sejak pagi berdiri. Rana bersiap dan Vitto menunggu nya. Acara berjalan dengan sangat lancar, dan banyak juga yang datang. Vitto merasa bersyukur karena dia bisa menghentikan kekonyolan nyangka akan di buat oleh Mama nya dan juga Clara. Vitto merasa lelah sekali harus terus menghadapi sikap Mama nya yang tidak pernah mau berubah. Dan semakin kesini, sikapnya semakin menjadi-jadi. Lelah, tetapi tidak banyak yang bisa dia lakukan, karena Mama nya memang sudah menutup hati nurani nya dan melupakan bahwa dalam hidup harus di isi dengan kebaikan.


"Ayo... " Rana menggandeng tangan Vitto dan mereka berjalan menuju tempat parkir di depan bakery. Vitto membukakan Rana pintu mobil. Setelah istrinya masuk, dia bergegas ke sisi kanan dan masuk juga lalu perlahan mobilnya mulai melaju.


"Kenapa tadi menemui Mama???" Tanya Vitto tiba-tiba.


Rana terlonjak dan memandang suami nya yang duduk mengemudikan mobil di sebelahnya. "Kau tahu???" Tanya Rana.


"Mario memberitahuku... Kau kenapa mengejar dan menemui Mama??? Apa yang kau bicarakan dengannya??? Dan kenapa tidak meminta ijinkan dulu untuk menemui nya? mm Bagaimana kalau dia berulah lagi, dan bagaimana jika dia tiba-tiba menyerangmu... Aku sudah berusaha melindungimu dan kau malah menemui nya tanpa memberitahu ku... Kenapa kau melakukan itu???"


"Kalau bertanya satu-satu, bagaimana aku bisa menjawabnya kalau pertanyaanmu seperti gerbong kereta...???" Rana meraih jemari Vitto. Menggenggamnya lalu mengecupnya. "Aku tidak pernah bertemu dengannya dan berbicara banyak dengannya, jadi aku ingin mengucapkan Terima kasih kepada nya karena sudah datang dan aku memberi nya bingkisan..."


"Kau mengobrol apa???" Tanya Vitto.


"Aku hanya ingin Mama tahu bahwa anak-anaknya adalah orang yang luar biasa dan sangat menyayangi nya... Aku hanya ingin Mama mengetahui segala nya, aku berusaha membuatnya mengerti bahwa anak-anaknya selalu menghormati nya dan memastikan kehidupannya terpenuhi dengan baik... "


"Sayang...??? Untuk apa melakukannya???? Hanya buang-buang tenaga saja... Sampai mulutmu berbusa, Mama tidak akan pernah bisa mengerti atau tidak akan mau tahu dengan apa yang kita sampaikan... Dia keras kepala dan menyebalkan.. "

__ADS_1


"Apa salahnya kita mencoba berusaha??? Jika usaha mu dan Vino selalu gagal untuk menyadarkan Mama, mungkin saja aku bisa melakukannya karena kami sama-sama perempuan dan bisa bicara dari hati ke hati... Tetapi kalaupun aku juga gagal ya mungkin Mama memang keras hati. Tetapi tidak ada salahnya mencoba melakukannya... "


"Harusnya kau memberitahuku, bagaana kalau terjadi sesuatu denganmu???"


"Ada Tania, ada Mario dan anak buahmu lainnya, mereka akan menjaga ku... Mama juga tidak banyak bicara dan mendengarkanku saja... Aku rasa pintu hati Mama sepertinya mulai terketuk, semoga saja.... "


"Seharusnya tidak perlu seperti itu, kau pasti hanya akan membuang tenaga mu saja..."


"Kalau masih tidak berhasil ya sudah, setidaknya sudah berusaha... " Gumam Rana. "Senang sekali rasanya, acara berjalan dengan sangat baik... Semua ini tidak terlepas dari bantuanmu... "


Vitto menoleh dan melempar senyum. "Ini kerja kerasmu dan aku hanya membantu saja.... Kau yang berkontribusi banyak dalam kelancaran acara nya..."


Rana menyandarkan kepala nya di pundak Vitto. "Aku senang sekali, bisa kembali beraktifitas seperti dulu, dan kau juga selalu jadi support system terbaik.... Sesuatu yang sudah lama aku impikan akhirnya bisa terwujud, thanks... "


"Kalau itu membuatmu bahagia, tentu aku akan memberikan dan mewujudkannya... Kau akan aku beri kebebasan melakukan apa yang kau inginkan tetapi tetap akan aku awasi dengan ketat, semangat untuk memulai bisnis mu lagi... "


Rana menganggukkan kepala nya. "Ya, tentu saja.. Terima kasih suamiku sayang.... Aku sangat mencintaimu... "


"Ya tidak masalah.... Selagi bersamamu, aku tinggal di mana pun tidak masalah.. "


Vitto masih berfokus mengendarai mobilnya menuju rumah. Dan Rana juga terus menyandarkan kepala nya di pundak Vitto. Semenjak kehadiran Vitto, hidupnya memang lebih berwarna dan hari nya selalu menyenangkan. Beginilah kehidupan rumah tangga yang di impikan nya sejak dulu.


Ponsel Vitto berbunyi, Rana mengambilkan handsfree dan memberikannya pada Vitto. "Ya, hallo Vin.... " Ucap Vitto, kemudian diam dan mendengarkan Vino berbicara.


"Kau serius.???" Ucap Vitto lagi dan diam lagi.


"Oke... Oke... Minta dia menghubungi ku satu jam lagi, aku sekarang sedang ada di jalan..."

__ADS_1


"Ya, berikan nomor kontakku, dan semua buktinya juga minta di kirim kepadaku, aku akan menyelesaikannya... " Vitto kembali diam mendengarkan adiknya berbicara.


"Besok??? Oke aku akan menemuinya, tapi ini benar sudah fix kan???". Tanya Vitto.


"Oke... Aku bertemu Ariel tadi tetapi seperti nya dia belum tahu, jadi dia tidak memberitahu apapun.. Oke oke..." Panggilan pun berakhir dan Vitto tersenyum.


"Kenapa??? Ada apa???" tanya Rana.


Vitto tersenyum lagi. "Besok aku akan menemui si nenek sihir itu di penjara... "


"Angel???? Untuk apa???"


Vitto menjelaskan kepada Rana kabar baik apa yang baru saja di laporkan oleh Vino. Dan besok dia akan menemui Angel untuk memberitahu sesuatu. Kali ini Angel tidak akan bisa berkutik dan tidak akan memiliki simpanan aset lagi. Dan Vitto juga akanenghubungi pengacara nya untuk mendiskusikan hal ini lagi, dan meminta pendapat dan saran mereka mengenai langkah yang harus di ambil.


★★★★


Keesokan hari nya........


Di sela jam makan siang nya, Vitto keluar kantor dan mendatangi tempat dimana Angel dan Mama nya di penjara. Dia datang sengaja membawa beberapa barang untuk di berikan kepada Angel. Vitto sudah tidak sabar bertemu dengan perempuan itu. Setelah melewati pemeriksaan, Vitto di ijinkan masuk dan di minta menunggu untuk di panggilkan Angel dan Mama nya.


Setelah menunggu beberapa saat, Angel dan Mama nya pun muncul, mereka berdua terlihat sangat terkejut mendapati Vitto ternyata yang menjenguk mereka. Angel enggan bertemu dengan Vitto, tetapi sipir memaksa nya untuk tetap menemui nya. Bagaimanapun Angel dan Mama nya harus menghormati orang yang mengunjungi nya demi kesopanan. Mau tidak mau Angel dan Mama nya duduk, berhadapan dengan Vitto. "Hai.... Apa kabar kalian berdua????" Tanya Vitto sambil melempar senyum.


Ange dan Mama nya saling melempar pandangan dengan wajah dingin dan tidak menjawab pertanyaan Vitto. Lelaki itu menyodorkan paperbag kepada Angel dan Mama nya. "Ini selimut, sandal dan beberapa pakaian serta handuk untuk kalian berdua... Aku tahu pasti kalian membutuhkan nya... Aku bingung mau membawa apa, jadi aku bawa ini saja... " Ucap Vitto lagi.


Angel membuang muka. "Ada apa kau kesini???" Tanya Angel jutek.


Vitto kembali melempar senyumnya. "Untuk bertemu kalian berdua lah, memangnya kalian pikir untuk apa...??? Aku sangat merindukan kalian berdua.. "

__ADS_1


"Berhentilah berbasa-basi, dan katakan apa tujuanmu datang kesini..."


Vitto kembali tersenyum dan mengeluarkan sesuatu. "Sunflower Residens number 49, Matilda hills, Portland USA!" Ucap Vitto sambil menunjukkan sebuah foto kepada Angel dan Mama nya. Sontak kedua nya saling berpandangan dan wajah mereka sangat terkejut sekali melihat apa yang ada di foto itu dan juga alamat yang baru saja di katakan oleh Vitto.


__ADS_2