Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 241


__ADS_3

"Mario....! Kita tidak usah ke Bakery, ayo putar balik saja, aku sedang merasa pusing...!" Pinta Rana pada Bodyguard nya yang sedang mengemudi.


"Tidak jadi ke Bakery??? " Tanya Mario memperjelas.


"Iya, kita putar balik saja, eh kita ke rumah Vitto saja sekalian mengantar kemeja yang tadi dia minta, aku akan istirahat disana dan juga menunggu nya pulang...! " Ujar Rana. Entah kenapa dia merasa kesal sekali setelah bertemu dengan Vino. Baru juga dia merasa senang karena bisa keluar untuk jalan-jalan, dia justru di hadapkan pada kenyataan harus bertemu dengan Vino. Dulu dia tdak lagi keluar rumah setelah hampir bertemu Angel di supermarket, dan sekarang dia baru memulai untuk pergi keluar rumah setelah sekian lama, dia kembali di hadapkan dengan hal yang sama sekali tidak ingin dia jumpai, yaitu Vino. Kesal, marah semua campur aduk hingga membuat migrain Rana kumat. Dia butuh istirahat dan juga sangat merindukan Vitto, lebih baik dia ke rumah lelaki itu, menunggu nya pulang kerja dan mengobrol, itu akan lebih baik.


"Baiklah nona Rana... Saya akan mencari jalur untuk bisa putar balik... Tapi apa anda yakin untuk pergi ke rumah Tuan Vitto?? Beliau kan tidak ada di rumah??? "


"Aku akan menunggunya pulang, tetapi aku akan menghubungi nya lebih dulu kalau aku akan kesana...! " Rana kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Vitto bahwa dia akan datang ke rumah lelaki itu serta akan menunggu nya karena Rana sangat merindukannya.


★★★★


Hingga akhirnya, Rana sampai juga di rumah Vitto. Mario memarkir mobil di halaman. Rana turun dan Tania lekas menyuruh Rana agar segera masuk. Rana di sambut oleh Art Vitto, yang ternyata sudah di hubungi oleh Vitto agar merapikan kamar sehingga bisa di pakai Rana untuk beristirahat. Juga agar menyiapkan makan malam nanti untuk Rana, karena Vitto akan pulang malam atau bahkan tengah malam, sehingga nanti Rana bisa makan malam lebih dulu.


"Saya sudah merapikan kamar Tuan Muda, tadi sedikit berantakan, mungkin non Rana tahu bahwa Tuan Muda suka sembarangan ketika melempar baju atau handuk yang B selesai di gunakan, jadi tadi saya merapikan kamarnya... Atau mungkin Non Rana mau istirahat di kamar tamu saja??? Biar saya ganti sprei nya, maaf karena Tuan Muda tadi menyuruh saya merapikan kamarnya, buka. kamar tamu. "


Rana tersenyum. "Tidak perlu Bi, saya istirahat di kamar Vitto saja, saya senang karena bisa menikmati udara sejuk melalui jendela nya yang terhubung dengan taman belakang.. Kalau di kamar tamu panas, karena tidak ada pohon atau tanaman di bagian luarnya..."


"Itu tadi juga yang di katakan Tuan Muda pada saya... Non silakan masuk dan istirahat saja di dalam...! "


"Oh iya Bi? Ada paracetamol tidak??? Kepala saya pusing sekali, dan biasanya akan mereda ketika saya meminum obat itu...! "


"Oh ada Non, saya akan ambilkan obatnya dan juga air, apa Non sudah makan??? Karena kalau belum lebih baik Non Rana makan dulu...!"

__ADS_1


"Eh pisang saja Bi jika ada...! " Ujar Rana, Art Vitto mengangguk dan meninggalkan Rana untuk mengambilkan Rana obat dan juga air.


Rana masuk ke kamar Vitto, meletakkan tasnya di atas sofa yang ada di kamar itu, kemudian berjalan ke tempat tidur Vitto. Rana duduk di atas tempat tidur, melepaskan sepatu nya. Tangan kanannya melepas sepatu sementara tangan kirinya memegang meja. Tidak sengaja Rana menyenggol sesuatu di atas meja, meninggalkan bunyi. Rana melihat ke arah barang yang di senggol nya. Ternyata sebuah bingkai foto yang di senggol nya. Rana mengambilnya dan membalik nya. Senyumnya langsung menghiasi wajah cantiknya karena ada foto nya bersama Vitto.



"Manis sekali... " Gumam Rana sambil tersenyum menatap foto itu. Ingatannya kembali ke beberapa waktu yang lalu dimana Vitto melamarnya serta liburan mereka yang begitu menyenangkan. Tempat yang indah, suasana yang juga tidak kalah indahnya. Hanya bahagia dan rasa suka cita yang Rana rasakan ketika berada disana bersama dengan Vitto. Sebentar lagi mereka juga akan menikah dan persiapan juga sudah di mulai. Vitto sudah menentukan tanggalnya tetapi tinggal meminta persetujuan kepada Papanya.


Sementara itu, Vino sampai di depan bakery Rana yang tampak sudah siap untuk di gunakan sepertinya. Tetapi masih belum sepenuhnya selesai di renovasi karena masih terlihat ada beberapa tukang yang mengerjakan sesuatu di lantai dua. Rasa bersalah kembali terbesit di hati Vino ketika melihat bangunan ini. Tempat dimana dia pertama kali bertemu dengan Rana secara langsung, berkenalan hingga akhirnya memutuskan untuk menikahi perempuan itu. Bakery ini seperti menjadi saksi dari kisahnya dan juga Rana. Sayangnya saat itu, dia di lingkupi dendam membara hingga membuatnya melupakan segala ketulusan dan cinta Rana kepadanya. Kemudian Bakery ini juga yang akhirnya Vino hancurkan untuk menambah penderitaan Rana, padahal ini adalah salah satu tempat bersejarah bagi Rana karena menjadi peninggalan dari orang tua nya dan menjadi sumber penghidupan Rana. Rasa bersalah Vino tidak akan pernah ada berakhirnya sampai nanti Rana benar-benar mau menerimanya lagi serta memaafkan segala kesalahan yang sudah di perbuat nya kemarin. Sayangnya sampai saat ini Rana masih tidak ingin bertemu dan melihatnya, itu membuat Vino semakin di kejar oleh rasa bersalah yang luar biasa. Bingung juga apa yang harus di lakukannya agar bisa berbicara dengan Rana. Perempuan itu selalu saja menghindarinya, semakin membuat Vino semakin bersedih.


Vino turun dari mobilnya dan berjalan menuju bakery itu. Dia akan menanyakan kepada para pekerja itu tentang Rana. Vino mempercepat langkahnya dan dia langsung menghampiri salah satu pekerja yang sedang mengangkat meja. "Sore Pak...! " Ucap Vino.


"Iya Pak... Ada apa ya??? " Tanya Tukang bangunan itu pada Vino.


"Pemilik??? Memangnya ada apa pak??? "


"Ah saya mau memastikan saja apa Bakery ini masih milik teman saya..! "


"Oh... Tapi maaf Pak saya kurang tahu siapa pemiliknya... Saya hanya bekerja disini.! "


"Apa bapak pernah melihat seorang perempuan yang datang kesini??? " Tanya Vino lagi tetapi tukang bangunan itu menggelengkan kepalanya kemudian lekas meninggalkan Vino untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Tukang bangunan itu lekas masuk dan dia memberitahu mandornya mengenai Vino. Dia ingat saat akan memulai kerja disini dimana dia dan teman-temannya di ingatkan oleh mandor agar bekerja dengan baik dan tidak memberikan informasi apapun tentang bakery ini ataupun tentang pemiliknya kepada orang luar karena itu adalah amanat yang di perintahkan oleh pemiliknya.

__ADS_1


Setelah menceritakan pada mandornya, tukang bangunan itu di puji karena melakukan hal yang benar dengan memilih meninggalkan orang yang mencoba bertanya tentang pemilik bakery ini.


Vino mengernyit karena usaha nya kembali gagal. Tetapi dia tidak menyerah dan akan bertanya ke tukang bangunan yang lainnya. Pasti di antara mereka ada yang tahu Rana karena mungkin saja Rana pernah berkunjung kesini untuk melihat progres pembangunan renovasi Bakery ini.


Vino kembali bertanya kepada tukang bangunan yang lainnya tetapi ternyata seperti sebelumnya, sikap dan jawaban mereka sama seperti yang tadi. Hal itu membuat Vino kesal sekali, dan usaha nya kembali gagal. Vino pun langsung meninggalkan Bakery itu dengan wajah muram dan penuh kemarahan.


★★★★★


Vitto sudah selesai dengan pekerjaannya, dia sekarang sudah dalam perjalanan pulang dan di antar oleh supirnya. Ini sudah jam sepuluh malam, dan Vitto merasa cukup lelah tetapi mengingat Rana saat ini ada di rumahnya, Vitto ingin segera sampai dan melihat paras cantik dari perempuan yang sangat di cintai nya itu.


"Hai Ed...! " Sapa Vitto ketika dia mendaoati Edward menghubungi nya.


"Hai Vit... Sorry menghubungimu di jam seperti ini, kau pasti sudah tidur ya??? " Tanya Edward.


"Ah tidak sama sekali Ed, aku baru selesai syuting sebuah acara, kenapa?? Ada apa??? Romannya ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku??? Katakan ada apa??? "


"Aku ingin mengabarkan jika kita sudah bisa melakukan sesi pertama foto prewedding hari Kamis nanti, kau beritahu Rana ya??? Dan jika bisa besok Rana harus melakukan fitting untuk gaun prewedding nya, desainer nya sudah menghubungiku tadi...! "


"Wah cepat juga... Hahaha baguslah.. Oke aku akan memberitahu Rana nanti, thanks Ed kau membuat semuanya lebih cepat dan lebih muda...! "


"Sudahkah Vit, kau terlalu banyak berterima kasih padaku, ya sudah aku hanya ingin memberitahu itu saja, aku juga akan mulai persiapan untuk pemotretan mulai dan Rana.. aku tutup dulu, selamat malam...! " Edward menutup teleponnya.


Sementara itu, Vitto tidak berhenti tersenyum. Hatinya berbunga-bunga membayangkan dia sebentar lagi akan menikah dengan Rana itu pasti luar biasa sekali. Besok dia juga akan mendatangi Aditya untuk membahas perihal villa milik Aditya yang akan dia gunakan untuk pernikahannya dengan Rana. Vitto juga sudah memikirkan berbagai tempat untuk tujuan bukan madu nya dengan Rana nanti. Vitto sudah tidak sabar sekali.

__ADS_1


__ADS_2