
Vino menekan bel rumah Vitto menunggu seseorang yang ada di dalam membuka nya. Pelayan berlari dari dapur untuk membuka pintu. Saat pintu di buka, pelayan itu di sambut oleh senyum Vino, sontak kedatangan Vino membuatnya sangat terkejut karena saat ini Rana sedang ada di rumah ini, dan dia ingat perintah Vitto sebelumnya, jika Vino tidak boleh bertemu dengan Rana.
"Pagi Bi...! Vitto ada???" Tanya Vino.
"Eh tuan Vino, selamat pagi...!" Sapa nya balik. "Tuan Vitto ada, tetapi seperti nya sedang sibuk, silakan tunggu sebentar, saya panggilkan dulu...!"
"Tidak perlu Bi, biar saya saja yang menemui nya??? Dia ada dimana? Di kamarnya??? Aku akan kesana...!"
"Ah tidak tidak... Tidak perlu.. Tuan Vino silakan duduk disini, biar saya saja yang memanggil, tadi Tuan Vitto bilang tidak ingin di ganggu jadi daripada nanti beliau marah, lebih baik biar saya saja yang memanggilnya...!"
Vino mengernyit, tetapi dia menganggukkan kepala nya. Mungkin Vitto memang sedang tidak ingin di ganggu, daripada mengundang keributan, Vino akan memilih untuk menunggu pelayan itu memanggil Vitto saja. "Baiklah... Panggil dia dan suruh kesini cepat, aku ingin berbicara penting dengannya dan aku harus segera pergi setelah ini..." Ucap Vino
"Baik, silakan di tunggu, saya panggilkan sebentar...!" Dengan langkah cepat, pelayan itu lekas pergi ke bagian halaman belakang rumah dimana Vitto berada disana bersama dengan Rana.
Sampai di bagian belakang rumah, pelayan melihat Vitto dan Rana sedang asyik mengobrol, bergegas dia menghampiri kedua nya. "Maaf tuang Vitto...!" Ucaonya denga suara pelan tetapi kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya.
Vitto menoleh ke belakang. "Iya Bi... Kenapa??"
"Di depan... Ada Tuan Vino....!" Ucapnya dengan suara terbata.
Sontak mendengar itu, Vitto dan Rana terperanjat. "Vino...???!!!" Seru keduanya bersamaan.
"Kenapa dia kesini??" Tanya Vitto pada pelayan setengah baya itu.
"Kurang tahu, tetapi katanya ingin berbicara dengan anda...!"
__ADS_1
"Oh shiiittt... Kenapa si brengseem itu ada disini... Bagaimana jika dia melihatmu ada disini???"
"Bagaimana dong???" Gumam Rana panik.
Vitto mengusap kepala nya dengan kasar, Vino selalu saja datang merusak suasana yang menyenangkan ini. "Astaga... Dia dan aku sering mengobrol disini, bagaimana jika dia tiba-tiba kesini... Tidak ada jalan lain untuk masuk ke rumah selain lewat dapur dan ruang makan yang langsung terhubung dengan ruang tamu... Oh ya Ampun... Kenapa juga dia datang tanpa memberitahu...!"
"Aku harus bagaimana sayang???" Tanya Rana yang mulai panik.
"Biarkan non Rana di kamar saya sampai tuan Vino pergi, nona Rana bisa sembunyi disana dan beristirahat.. bagaimana???" Pelayan itu mencoba menawarkan solusi keoada Vitto dan Rana.
"Iya, aku seperti nya bersembunyi di kamar Bibi saja..!" Sahut Rana.
"Iya tuan Vitto, daripada nanti tuan Vino kesini..!"
Vitto mengangguk. "Baiklah... Sementara kau di kamar Bibi, aku akan memastikan Vino segera pergi dari sini...! Bi, antar Rana kesana dan segera kembali buatkan Vino minum, jangan samoai membuatnya curiga..!" Ujar Vitto dan pelayannya mengangguk kemudian mengajak Rana ke kamarnya yang berada di sisi kiri beberapa meter dari halaman belakang. Sementara Vitto lekas keluar untuk menemui Vino di dalam rumah.
Vitto menghampiri Vino yang sedang duduk di ruang tamu. "Kau kesini, ada perlu apa? Sampai tidak memberitahu ku???" Tanya Vitto pada Vino.
Vino terkekeh. "Alah Vit kau seperti tidak tahu saja biasanya aku bagaimana...!"
"Kau memang tidak punya sopan santun...! Dan selalu berbuat seenakmu." Gerutu Vitto.
Vino hanya tersenyum kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya datang kesini adalah untuk membahas langkah selanjutnya mengenai proses hukum yang sedang di jalani Angel sekarang. Vino berharap bisa membahasnya dengan Vitto sekarang mengingat besok Vitto tidak berada di rumah dan mungkin akan sulit untuk di hubungi.
Vino juga menjelaskan bahwa Shabella dan Jason sudah dalam pengawasan tetapi dia sedikit khawatir karena Angel sudah di tangkap dan Shabella serta Jason mengetahui nya lalu mereka kmebali merencanakan sesuatu. Vino berharap mereka juga bisa segera di tangkap sebelum mereka menyadari bahwa Angel sudah di tangkap lebih dulu.
__ADS_1
"Kau meragu???" Tanya Vitto.
"Sedikit, ya mengingat semalam banyak orang yang datang, yang nama nya pembicaraan itu lebih panjang daripada tali, aku hanya takut orang-orang membicarakan ini dan terdengar sampai ke Shabella dan Jason...!"
"Kau sendiri yang membuat rencana mempermalukan Angel di depan orang-orang, sekarang kau ketakutan..." Ucao Vitto.
."Bukan ketakutan hanya semoga saja kedua bajiingan itu segera tertangkap sebelum mendengar smyang terjadi malam tadi...!" Vitto menghela napasnya. "Vit, bersiaplah, ayo ikut aku sebentar saja untuk menenui Angel, pak Handika juga akan ada disana...!" Pinta Vino.
"Kau mengajakku??? Tidak tidak.. pergilah sendiri...!"
"Ayolah Vit.... Sebentar saja, aku hanya ingin kita berdua mengejek Angel dan juga untuk menyadarkan dia akan kesalahannya... Sebentar saja, tidak sampai 3 jam...!"
Vitto terdiam, jika dia menolak bisa jadi Vino akan curiga kepadanya tetapi jika dia menerima dia harus menghentikan obrolan persiapan pernikahannya dengan Rana.
"Baiklah... sebentar saja, karena aku juga harus bersiap-siap untuk keberangkatanku malam nanti...!
Vino mengangguk, dia hanya akan sebentar saja mengajak Vitto keluar. Vitto berdiri dan meminta Vino agar menunggu nya karena dia harus mengganti pakaiannya. Vittl merasa kesal sekali karena Vino lagi-lagi merusak waktu kosongnya. sangat menyebalkan.
Vitto masuk ke kamarnya dan mengunci nya kemudian dia menghubungi Rana karena dia harus berpamitan untuk pergi bersama Vino, dan meminta Rana menunggu karena dia tidak akan pergi lama nantinya.
"Iya sayang.. Ala Vino sudah pulang???" Tanya Rana langsung saat mengangkat panggilan dari Vitto.
"Belum sayang, dia masih disini, sekarang aku sedang berada di kamar, aku harus lergi untuk beberapa jam, kau di rumah saja dan jangan keljar kamarmu nanti, aku akan segera pergi karena Vino mengajakku, kau disana sebentar, nanti jika aku dan vino sudah pergi, kau bisa kembali ke kamar, ke kamarku saja dan menungguku pulang.."
"Oh kau mau pergi, iya aku akan menunggumu, hati-hati ya??"
__ADS_1
"Iya.." Jawab Vitto kemudian dia menutup panggilannya. Senyumnya tersungging. Dia nanti harus menyiaokan kata-kata untuk menjatuhkan mental Angel. Vitto senang sekali menghina Angel dengan ucapan pedasnya.