Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 308


__ADS_3

Mendengar itu, Vitto langsung bisa mengenali suara nya. "Mama???" Gumam Vitto.


"Iya... Ini Mamaa... Bagaimana kabarmu???"


"Aku baik...!" Jawab Vitto datar.


"Bagaimana kabar istrimu??? Sebegitu tega nya kau dan Vino pada Mama sampai menikah pun kalian berdua tidak mengundang Mama..."


"Aku lupa..." Gumam Vitto berbohong. Dia sebenarnya tidak lupa tetapi tidak mau mengambil resiko jika harus memberitahuama nya. Mengingat tabiat Mama nya yang sulit di tebak. Sejak kejadian fitnah itu, baik Vitto dan Vino sudah sepakat untuk tidak lagi berurusan dengan Mama nya. Mereka berdua masih sangat marah dengan kejadian itu, akan tetapi Vitto dan Vino juga sebenarnya diam-diam tetap mengirim orang untuk memantau keadaan Mama nya setelah Jason tertangkap dan semua kebusukan Jason terungkap.


Keadaan Vita memang memburuk setelah mengetahui segala nya. Tetapi Vita masih memiliki sebuah rumah di luar negeri yang dulu di tinggalin dengan Jason. Vitto dan Vino mengirim orang untuk memberi usul pada Vita agar menjual rumah itu sehingga bisa menggunakan uangnya untuk biaya kehidupannya disini. Dan rumah itu benar di jual oleh Vita. Hal itu membuat Vino dan Vitto merasa tenang karena Mama nya tidak akan mengalami kesulitan keuangan. Dan mereka berharap, Mama nya bisa memanfaatkannya dengan baik, karena rumah itu terjual dengan harga yang sangat tinggi. Semarah apapun mereka terhadap tingkah dan perilaku Mama nya, sebagai anak mereka tetap menaruh perhatian dan merasa masih memiliki rasa tanggung jawab sebagai seorang anak. Hanya saja, mereka melakukannya diam-diam dari belakang tanpa perlu memberitahu Vita, karena jika Vita tahu mereka ada di balik semua ini, Vita akan merasa besar kepala dan akan mencari cara untuk memanfaatkan keadaan. Itulah salah satu alasan yang membuat Vitto dan Vino enggan berurusan secara langsung dengan Mama mereka.


"Kau lupa atau memang sengaja tidak mengundang Mama???"


"Terserah Mama mau berpikir apa tentang hal itu..."


"Besok Mama di panggil untuk persidangan masalah Jason.."


"Ya datang saja..." Jawab Vitto datar.


"Kau dan juga Adikmu juga akan datang kan???"

__ADS_1


"Ini permasalahan keluarga tentu kami akan datang, apalagi Vino sebagai pelapor..."


"Mama ingin bertemu denganmu dan juga Vino.. Mama sangat merindukan kalian, jadi Mama juga pasti akan datang... Mama sangat menyesal Vit, ternyata Mama di tipu oleh Jason..!"


Vitto tersenyum masam. "Menyesal itu selalu di belakang, jika di depan itu pendaftaran... Dan percuma saja Mama mengatakan menyesal sekarang, tidak ada gunanya nya... Jika Mama bukan orang yang melahirkanku dan Vino, pasti kami juga akan menyeret Mama ke penjara atas apa yang sudah Mama lakukan dulu kepada Papa... Selain menghancurkan kebahagiaan Papa, Mama juga sudah menghancurkan kepercayaan kami semua hanya karena menuruti keegoisan Mama, bahkan Mama juga bisa kami sebut turut andil dalam kematian Vania... Tetapi ketahuilah bahwa kami bertiga masih memiliki hati untuk tidak membuat Mama bergabung dengan ketiga pengkhianat itu.. Oh iya, aku ada urusan jadi aku rasa sudah cukup kita berbicara.... Selamat pagi Ma..." Vitto langsung menutup telepon dari Mama nya. Dan saat menengok ke samping, dia mendapati Rana sedang berdiri di tangga, memandangnya dalam diam. Vitto melempar senyum lalu Rana mendekat menghampiri suaminya dan duduk di sebelahnya.


"Kau berbicara dengan Mama mu ya???" Tanya Rana langsung pada sangat suami.


"Dia yang menghubungiku... Dia mengatakan jika besok dia di panggil untuk jadi saksi... Aku sudah menduga nya bahwa dia pasti juga akan ikut di panggil..."


"Maaf aku tadi mendengar pembicaraan mu dengan Mama, dari ucapanmu seperti nya Mama menyesal.."


Vitto tersenyum dan memeluk Rana. "Ya itu yang dia katakan tadi, tetapi aku tidak tahu itu dari dalam hatinya atau hanya dari mulutnya... Aku ingin melihat apa yang terjadi besok.."


"Entahlah.... Kita lihat saja besok..."


Rana menyandarkan kepala nya di dada Vitto. Meskipun suaminya bersikap dingin jika membahas perihal Mama mertua nya, tetapi Rana tahu bahwa jauh di dalam hati suaminya itu ada cinta yang begitu besar untuk wanita yang sudah melahirkannya. Rana juga berharap suatu saat nanti, hubungan Vitto dan Vino bisa membaik dengan Mama mereka.


"Ahhh iya, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu..." Ucap Rana kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkannya pada Vitto.


Sebuah postingan di akun sosial media milik Arindah, dimana disana ada beberapa foto yang terlihat romantis. Dimana Arindah sedang berbisik di telinga Vino dan memberi sebuah caption yang juga di sesuaikan dengan foto itu.

__ADS_1





..."Ssssttttt.....I have liked you since first time I met you!!!"...


Begitulah yang tertulis di keterangan foto yang di up oleh Arindah. Kata-kata yang memiliki arti "Aku menyukaimu sejak pertama kali aku bertemu denganmu". Menandakan bahwa Arindah tidak memungkiri jika dia pernah memiliki perasaan pada Vino saat pertama kali melihat dan bertemu lelaki itu di jaman sekolah dulu.


"Manis sekali kan..????" Gumam Rana.


"Tadi Vino juga memposting seperti ini..." Vitto pun mengambil ponselnya dan menunjukkan postingan Vino ke Rana.


Postingan yang hampir sama dengan pakaian dan juga baground yang sama. Mereka yakin bahwa foto itu pasti baru saja di ambil beberapa saat yang lalu.


"Apa setelah melihat ini, kau berpikir bahwa hubungan mereka tidak berhasil??? Maksudku, mereka memposting hal yang hampir sama di waktu yang sama juga, menandakan bahwa mereka sepertinya sengaja melakukan hal itu... Aku yakin hubungan mereka berhasil..." Ucap Rana.


Vitto tersenyum. Menggelengkan kepala nya. "Aku tidak tahu dan tidak juga yakin... Bisa saja mereka melakukan itu karena sebuah alasan, mungkin sengaja agar Reino atau orang lain berpikir bahwa hubungan mereka memang sudah seperti suami istri pada umumnya... Bukannya bagaimana, tetapi aku melihat ada kesungguhan dari sikap yang akan di ambil Vino setelah menikahi Arindah...."


"Ya bisa saja alasannya karena hubungan mereka berhasil, entah kenapa aku berpikir seperti itu... Haha tapi ya sudahlah... Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka... Bisa kita pergi sekarang???" Tanya Rana, Vitto mengangguk dan mereka beranjak dari sofa untuk pergi.

__ADS_1


Rana benar-benar merasa senang dengan apa yang dilihatnya dari hubungan Vino dan Arindah. Mereka terlihat sangat serasi dan cocok. Lalu bisa saling melengkapi. Vino bisa melupakan segala masalalu nya dengan Angel, dan Arindah bisa melupakan kenangan buriknya bersama Reino. Arindah selama sudah cukup tersiksa dan semoga Vino bisa membahagiakan Arindah dengan sepenuh hati serta yang paling utama adalah bisa menyayangi Nauf serta menjadi Ayah sambung yang baik pula.


__ADS_2