Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 49


__ADS_3

Byuurrr.....


Rana langsung membuka matanya ketika wajahnya disiram segelas air. Rana terperanjat dan menemukan Vino memegang gelas berdiri di depannya. Rana melihat sekeliling dan mengumpulkan ingatannya bagaimana dia bisa berada di kamar Vino. Rana mengingat semuanya, dia datang untuk meminta penjelasan Vino tetapi hal memalukan justru terjadi dimana lelaki itu melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Angel. Rana memandangi Vino yang sedang memakai jubah tidur, begitu juga dengan Angel.


Rana melirik ke arah kanan dimana disana juga berdiri pelayan berwajah ketus itu. Vino kemudian menyuruh pelayan itu agar melepaskan ikatan di tangan dan kaki Rana lalu membawanya ke kamarnya sebelum Vitto kembali datang. Dengan sigap pelayan itu melepaskan ikatan di tangan Rana lebih dulu baru kemudian di kakinya.


"Rana...! Kau jangan mencoba menentangku lagi, atau aku akan terus menghukummu seperti semalam dan sebelum-sebelumnya lagi...! Pergi ke kamarmu, minum obatmu dan istirahatlah, aku akan terus mengawasimu dari cctv jadi jangan coba-coba menentangku....!" Ujar Vino.


Rana diam memandangi Vino dengan mata berkaca-kaca. Setelah ikatannya terlepas, pelayan hendak memaksanya untuk pergi ke kamar, tetapi Rana menolak dan dia melangkah cepat keluar dari kamar Vino. Lelaki itu kemudian meminta pelayannya agar mengikuti Rana dan mengunci pintu kamarnya dari luar. Pelayan itu mengangguk dan bergegas mengikuti Rana.


Sementara itu Rana langsung masuk ke kamarnya diikuti oleh pelayan itu. Diatas meja sudah ada segelas jus dan sandwich. Pelayan itu kemudian menyuruh Rana agar menyantap makanannya lalu meminum obatnya karena jika tidak Vino akan semakin marah, dan dia juga sudah membersihkan kamar Rana. Seperti perintah Vino pelayan itu keluar dan mengunci kedua pintu kamar itu, pintu tralis besi dan pintu kayu.

__ADS_1


Rana hanya menatap kepergian pelayan itu dalam diam. Dia sudah mulai menyadari situasi yang sedang dihadapinya bahwa memang Vino berniat untuk menyiksanya. Dan yang dilakukan Vino saat ini pastilah untuk menghindari Vitto. Rana sendiri masih tidak tahu sebenarnya apa hubungan Vino dan vitto tetapi Rana menyadari bahwa keduanya pastilah bersaudara mengingat Vitto sendiri memiliki nama belakang seperti Vino. Ya, Rana tahu bahwa Vitto adalah seorang aktor karena dia beberapa kali pernah menonton film yang dibintangi Vitto.


Rana bisa melihat bahwa sepertinya Vitto adalah laki-laki yang baik meskipun penampilannya santai tetapi Rana juga berusaha menepisnya karena dia juga sudah tertipu dengan peringai Vino yang dulu terlihat manis tetapi ternyata Vino adalah laki-laki berhati iblis yang menakutkan. Rana juga tidak yakin jika seandainya dia ada kesempatan untuk berbicara dengan Vitto, apakah laki-laki itu bisa menolongnya atau justru menjebaknya dan mengatakan pada Vino sehingga dia justru bisa masuk perangkap Vino lebih dalam lagi. Rana tidak ingin hal itu terjadi, dan dia akan lebih memilih untuk diam saja sementara ini sambil terus berpikir bagaimana caranya agar bisa pergi dari tempat yang menyesakkan dadanya ini.


Jeany?


Rana kembali teringat dengan sahabatnya itu. Rana sangat merindukan Jeany, ingin sekali Rana memeluk sahabatnya itu lagi dan meminta maaf atas kesalahan yang sudah dia perbuat. Mungkin ini adalah karma yang Tuhan berikan padanya, karena dia sudah mempercayai orang lain daripada sahabatnya sendiri yaitu Jeany, padahal Jeany sudah melakukan hal sebesar itu untuk menyelamatkannya dari jeratan Vino, sayangnya dia justru mengabaikan semua usaha Jeany dan meragukan kesetiaan sahabatnya itu. Rana benar-benar menyesal sekali atas apa yang sudah dilakukannya pada Jeany.


Vino sudah selesai mandi bersama dengan Angel. Tentu saja mereka tidak hanya sekedar mandi tetapi juga bercinta disana. Vino memutuskan untuk tidak oergi ke kantor lagi, bukan karena ada Angel melainkan dia harus terus mengawasi Rana dan mencegah perempuannitu bertemu dengan Vitto. Vino tahu bahwa dia sudah mengjnci Rana di dalam tetapi Vino tidak yakin dengan Vitto, Vino takut kakaknya itu justru akan mencari kevberadaan Rana dan bisa saja mendesak atau nekat melakukan apapun ketika tidak menemukan Rana atau ketika tahu Rana berada dimana, Vitto pasti tidak akan tinggal diam. Dan Vino semalam sudah melakukan sesuatu untuk membuat Vitto bisa segera pergi dari tempat ini, sayangnya Vino tidak terlalu yakin apakah usahanya itu akan berhasil, mengingat Vitto bisa seenaknya saja melakukan apapun tanla memperdulikan yang lainnya.


Setelah mengganti pakaiannya, Vino duduk di kursi kerjanya untuk memeriksa cctv kamar Rana, sementara Angel sibuk di depan meja rias. Vino menyalakan perangkat pc yang ada dikamarnya dan mulai mengulik menu di komputer itu, kemudian menatap diam layar monitornya. Terlihat Rana sedang duduk dan menyantap sarapannya. Vino tersenyum karena Rana memilih untuk menyerah sementara waktu. Vino berharap setelah ini Rana mau meminum obat tidur yang di berikannya dan bisa seharian tidur tanpa perluberteriak atau melawannya.

__ADS_1


Vino diam dan terus memperhatikan layar itu sampai Rana selesai makan. Vini kembali tersenyum ketika akhirnya keinginannya terwujud yaitu Rana terlihat mengambil sesuatu yang berada di dalam nampan itu yang bisa Vino pastikan bahwa itu adalah obat tidur yang diberikan oleh pelayan atas perintahnya.


Setelah selesai berganti pakaian dan memakai make up, Angel mendekati Vino dan ikut mengawasi seluruh kegiatan Fa na di kamar itu. Hingga kurang dari sepuluh menit selepas mengkonsumsi obat itu, Rana menguap dan terlihat mengantuk. Rana akahirnya menarik selimut dan bersiap untuk tidur. Vink menoleh ke belakang mendongakkan kepalanya memandang Angel dengan bahagia.


"Peremouan bodoh itu sudah tidur dan aku berharap usahaku untuk membuat Adri segera pergj dari sini berhasil..." Ujar Vino.


Angel duduk di atas paga kiri Vino dan mendaratkan ciuman di bibir lelaki itu. "Aku berharap juga seperti itu....! Lalu jika usahamu itu berhadsil apa yang akan kia lakukan lagi pada Rana???" Tanya Angel.


"Aku senang sekali semalam melihatnya marah kepada kita berdua, bagaimana jika kita melakukan itu lagi di depannya... Itu pasti akan menyenangkan sekali... Dan rencana selanjutnya bisa kita pikirkan lagi nanti..." Jawab Vino.


Sebuah ketukan pintu, mengalihkan Vino dan Angel. Pelayan memberitahu mereka jika Vitto sudah datang dan sarapan kebetulan juga sudah siap. Vino dan angel pun lekas keluar dan berharap Vitto hari ini bisa segera pergi dari Villa ini sehingga dia dan Angel bisa leluasa mengerjai Rana dan menyiksa perempuan itu baik secara fisik atau bathin. semua itu adalah bagian dari pembalasan mereka kepada Rana. Dan juga sangat menyenangkan bagi Vino melihat tangisan dan airmata Rana, peremluan itu mencova untuk menentangnya tetapi Rana yangalang itu tidak bisa menaklukkan keadaan.

__ADS_1


__ADS_2