
Teng...
Pisau itu seperti terhalang oleh sesuatu. Clara mencoba nya sekali lagi dan bunyi teng kembali terdengar. Rana langsung melihat ke arah bawah, dia terkejut ketika melihat Clara membawa sebuah pisau, reflek dia memundurkan langkahnya, menjauh dari Clara.
Clara memandang Rana dengan penuh kemarahan, mencoba menemukan jawaban kenapa pisau itu tidak menembus perut Rana. Dan dia sadar bahwa ada penghalang di perut Rana. Clara maju untuk mendekati dan memastikan dia bisa menusuk Rana. Jika ada penghalang di perut ariana maka sasaran nya kali ini tidak boleh perut, harus di bagian lainnya. Lehernya. Itulah yang akan di lakukan oleh Clara saat ini menyerang leher Rana
"Aku tidak akan mengampunimu.... " Geramnya sambil mendekati Rana dan Clara siap untuk menyerang Rana. Tetapi tiba-tiba seseorang menahan nya pergelangan tangannya dari belakang. Clara menoleh ke belakang dan mendapati Vitto menatapnya dengan tajam dan penuh kemarahan.
"Kau mau apa?????" Tanya Vitto. "Berani sekali kau ingin menyerang istriku?? Aku tidaklah bodoh dan bisa membiarkanmu melakukan hal itu..!" Vitto memelintir tangan Clara membuat perempuan itu berteriak kesakitan. Dan Vitto mengambil pisau itu dari tangan Clara dan memberikannya pada bodyguard nya.
"Aaauuuwwwhhh.... " Teriak Clara.
Vitto kemudian mendorong Clara dengan sangat keras hingga terjatuh ke tanah. "Aku selalu lebih terdepan melawan kebusukan orang seperti mu. Jangan pikir aku bodoh...! Sejak tadi kau sudah di awasi oleh orang-orangku, karena kau bodoh kau tidak menyadari itu, dan aku sudah tahu niat busukmu dan juga Mama ku sehingga aku sudah membekali istriku dengan pengamanan ekstra, termasuk memberi pelindung besi di tubuhnya.."
Vitto duduk berjongkok menatap nyala Clara. "Aku selangkah lebih cerdik darimu... " Ucap Vitto kemudian dia tersenyum mengejek dan sedetik kemudian mulut Clara di bekasi, tak lama Clara pun tidak sadarkan diri. "Bawa dia ke gudang bersama Mama... " Perintah Vitto pada anak buahnya. Clara pun lekas di angkat oleh seorang pria dan akan di bawah ke gudang seperti keinginan dari Vitto.
Vitto berdiri dan menghampiri Rana. "Kau tidak apa-apa????" Tanya Vitto.
Rana menggelengkan kepala nya. "Apa ini alasanmu menyuruhku memakai ini???" Tanya Rana dan Vitto mengangguk sambil tersenyum.
"Aku harus selalu memastikan keamanan istriku... Ayo kita ke depan lagi, jangan sampai membuat orang-orang menunggu kita... Kau bisa melepaskan itu sekarang, kau sudah aman.. "
"Ya, ini membuatku merasa tidak nyaman sebenarnya tetapi aku harus menurutmu.. Aku ke toilet sebentar... "
"Aku akan menunggumu.. "
***
Setelah melepaskan pelindung itu, Rana keluar dan Vitto menunggu nya di depan toilet. Mereka berdua kemudian berjalan keluar lagi untuk menemui tamu serta orang-orang yang datang. Vitto sudah menyiapkan pengamanan Rana sejak semalam dan mengkordinasi dengan baik anak buah nya yang akan dia beri tugas mengawasi Rana kemana pun Rana pergi, hingga mereka yang bertugas mengawasi Cla dan juga Mama Vitto. Dan tadi saat Mama nya baru masuk ke area tempat acara berlangsung, Anak buah Vitto langsung membekap nya hingga tidak sadarkan diri dan saat ini sudah di amankan di gudang. Vitto tidak ingin masalah besar muncul hingga dia harus melakukan itu. Sebenarnya di luar dugaannya bahwa Clara akan menyerang Rana, karena dari rencana sebelumnya Mama Vitto lah yang akan menyerang Rana. Tetapi karena Vitto sudah mempersiapkan Rana dengan pengamanan, maka siapapun yang berniat menyakiti Rana tidak akan bisa begitu saja terlaksana. Anak buahnya memberitahu jika Rana pergi bersama Clara ke area belakang cafe, saat itulah Vitto bergegas menyusulnya dan di belakangnya sm tentu ada anak buahnya yang stand by. Sehingga Vitto bisa menyelematkan Rana tepat waktu.
Vitto dan Rana kembali berbaur di tempat acara. Beberapa orang sudah selesai menikmati hidangan yang di sajikan, dan mereka mulai mengantri untuk membeli aneka bakery yang di jual dengan diskon, sehingga harga nya lebih murah. Vitto juga kembali melayani penggemarnya untuk meminta foto dan tanda tangan. Vitto menjadi bintang utama di acara ini, dan Rana memaklumi nya jika suami nya di kelilingi oleh penggemarnya yang kebanyakannya adalah perempuan.
__ADS_1
"Gila.... Yang hadir adalah para penggemar Vitto, hahahaha kau memang bagus menunjuk Vitto sebagai BA bakery mu... Hahaha sepertinya aku nanti saat membuka restoran baru ku akan melibatkan Vitto.. Supaya banyak yang datang.. " Ujar Jeany.
Rana terkekeh. "Kau akan rugi lebih dulu karena Vitto selalu meminta bayaran tinggi...."
"Kau kan sahabatku, kau harus membantu ku membujuknya agar dia tidak mematik harga yang tinggi.. Hahaha Kau tidak cemburu??? Lihatlah para perempuan itu cantik-cantik dan mereka tidak segan mencubit pipi suami mu hingga menggandeng lengannya... "
"Biarkan saja... Pada akhirnya Vitto akan bertekuk di hadapanku saat berada di rumah.. Bahkan dia tidak akan bisa menolakku jika aku yang menggoda nya.. "
"Di iihh... Hahahaha.... " Jeany dan Rana pun tertawa.
Waktu berlalu, satu persatu mulai meninggalkan cafe bakery Rana. Tapi ada juga yang baru datang. Cahya dan yang lainnya juga berpamitan. Tidak lupa Rana memberikan mereka goodie bag berisi kue sebagai ucapan Terima kasih karena sudah menyempatkan untuk datang. Vitto dan Rana juga tentu saja lagi-lagi engucapkan Terima kasih kepada mereka.
Vitto menghampiri salaah satu anak buahnya dan menanyakan mengenai Mama nya dan juga Clara. Mereka mengatakan jika kedua nya sudah sadar. Vitto pun berjalan ke arah gudang untuk menemui kedua nya dan memperingatkan mereka.
Vitto di buka kan pintu oleh anak buahnya kemudian masuk. Dia melempar senyum ketika melihat Mama nya dan juga Clara terikat di sebuah kursi. "Owh sudah bangun ternyata kalian...!" Ucap Vitto.
"Vitto..... Lepaskan Mama... Tolong Vitto... " Teriak Vita.
"Kalian berdua yang kurang ajar, berani sekali datang kesini dan berniat mengacaukan acara istriku.... Dan apa kalian pikir aku bisa sebodoh itu untuk tidak menangkap basah kalian berdua...???" Vitto mendekati Calar. Memandang tajam. penuh nyala kemarahan di mata nya.
"Clara....! Kau akhirnya kembali kesini, dan mencariku... Memangnya apa yang ingin kau dapatkan dariku????" Tanya Vitto. "Ingatlah satu hal, selama ini kau dan aku tidak pernah memiliki hubungan yang berarti selain hanya peIacur dan pelanggan nya. Dan sekarang tidak ada tempat untuk orang sepertimu lagi di hidupku. Jadi percuma saja kau mencariku sekarang dan berharap aku datang lagi padamu, aku tidak akan pernah lagi membutuhkanmu..."
"Aku tidak pernah mencari gara-gara denganmu, tetapi dengan kelicikan mu itu, Bisa-bisa nya kau merencanakan niat jahat seperti itu untuk memisahkan ku dengan istriku dengan cara menyuruh Mama ku menghabisi nya??? Bagaimana bisa kau berpikir sejahat itu????"
Vitto menengok ke belakang dan memberi kode kepada anak buahnya untuk meminta sesuatu. Tak lama pria itu memberikan ponselnya pada Vitto. Vitto melihat ke layar ponsel itu yang memutarkan sebuah video, kemudian menunjukkan pada Clara.
Ternyata di video itu tampak Clara dan Rana berjalan ke belakang area bakery. Video itu di ambil dari kejauhan tetapi hasil rekamannya begitu bagus karena menggunakan ponsel yang memiliki kamera dengan megapixels yang sangat tinggi sampai 200mp, sehingga walaupun di zoom hasilnya tidak pecah dan jelas. Vitto sengaja memberikan ponsel itu pada salah seorang anak buahnya untuk membuat rekaman jika ada orang yang mencurigakan di sekitar Rana.
Setelah berada di belakang area bakery, seorang dari video itu diam-diam mengikuti mereka. Dan bersembunyi untuk merekam, sedangkan yang lainnya juga mengikuti untuk memantau, termasuk Vitto yang sebelumnya di beritahu jika Clara bersama dengan Rana.
Video itu terus merekam Clara dan Rana yang sedang berbicara, hingga nampak lah tangan Clara yang tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menusukkan nya ke perut Rana. Melihat video itu tentu Clara sangatlah terkejut. Ini bisa jadi ancaman untuknya.
__ADS_1
Vitto melempar senyumnya. "Bagaimana???? Aku sangat cerdik bukan??? Aku bisa menggunakan video ini untuk melaporkan mu pada polisi sebagai percobaan pembunuhan terhadap istriku. Maka akan habis riwayatmu detik itu juga.. " Vitto berjalan mengelilingi Clara.
"Aku tidaklah bodoh, sekali lagi aku tegaskan bahwa aku tidaklah bodoh Clara, bahkan aku bisa mengetahui segala tentangmu, seperti apa yang kau makan, yang kau temui di luar sana dan apa yang kau lakukan hanya dalam hitungan menit... Dan rencana busukmu ini sudah aku ketahuilah jauh-jauh hari, sehingga aku bisa menyiapkan penanganan untuk melindungi istriku...! Kau tidak akan bisa menyentuhnya.. Jadi sekali lagi aku peringatkan, jangan pernah mencoba bermain denganku lalu menyiapkan rencana buruk terhadap keluarga ku, karena video ini akan membuatmu berurusan dengan polisi... Bersyukurlah, tadi aku berniat merekam ini melalui sosial mediaku sebagai siaran langsung, dan pasti akan langsung terjadike heboh anies-sandi jika aku melakukannya, kau akan jadi sasaran empuk orang-orang, dan aku juga menghindari berurusan panjang dengan pihak lain, jadi aku hanya merekamnya biasa saja" Ujar Vitto.
"Kali ini aku memaafkanmu, tetapi tidak untuk nanti jika saja aku mengetahui kau berniat jahat terhadap salah satu anggota keluarga ku... Maka tidak ada kata ampun bagimu! Jadi jngan mencoba bermain denganku, atau hidupmu akan hancur berantakan nanti nya.. Lakukan saja pekerjaanmu dengan baik, aku tidak pedulu, karena kau sudah ahli menghancurkan kehidupan rumah tangga orang lain sebelumnya.. Video ini akan selalu aku simpan baik-baik, untuk berjaga-jaga..." Vitto melempar senyum jahatnya pada Clara.
"Brengseeekkk Kau Vit.... Kau mengancamku dengan hal seperti itu... " Ucap Clara dengan penuh emosi.
"Orang seperti mu memang harus di bungkam dengan cara seperti ini, agar kau bisa menyadari kesalahanmu... Pilihannya hanya ada dua, kau ingin bertindak seperti ini lagi kepadaa keluargaku atau tidak??? Jika tidak, kau akan aman, tetapi jika iya, akan berakhir semua kehidupanmu... Pikirkan keputusan yang akankau ambil, karena aku tidak akan melepaskanmu begitu saja nanti nya.. "
"Vitto sayang.... Mama sudah menolak permintaan Clara, jadi lepaskan Mama.. " Rengek Vita.
Vitto langsung melempar pandangan ke arah Mama nya. Marah dan kecewa, itulah yang dirasakan oleh nya saat ini.
"Mama memang menolaknya, tetapi Vittosam a sekali tidak habis pikir, bagaimana bisa Mama menyetujui rencana Clara yang konyol dan tidak berperikemanusiaan seperti itu???? Bagaimana bisa Mama melakukannya???? Kenapa Ma???? Kenapa????" Teriak Vitto.
"Itu karena Mama menyayangimu Vit, Mama tidak mau kau terjebak dalam perangkap perempuan gila harta seperti Rana... "
"Siapa yang gila harta???? Rana atau Mama sendiri!!!!???? Siapa selama ini yang gila harta???" Tanya Vitto dengan suara bergetar menahan semua kemarahannya.
"Bagaimana bisa Mama ingin menghabisi menantu Mama sendiri??? Bagaimana bisa Ma??? Dimana pikiran Mama??? Dimana otak Mama??? Mama saja tidak pernah mengenal bagaimana Rana, lalu kenapa Mama bisa berpikir buruk tentang dia???"
"Bagaimana Mama bisa mengenal Rana, kau saja tidak pernah membiarkan Mama dekat dengannya.. " Sela Vita.
"Itu karena ulah Mama sendiri, Mama sama sekali tidak pernah mau merubah cara berpikir Mama, selalu saja memanfaatkan keadaan untuk keuntungan Mama. Sekarang Mama hitung sudah berapa kali Mama menghancurkan kepercayaan yang aku berikan kepada Mama??? Sudah berapa kali??? Lalu bagaimana aku bisa terus memberikan itu kepada Mama, bukan salahku jika aku selalu saja berpikir buruk terhadap Mama, itu karena ulah Mama sendiri, hilang semua kepercayaanku terhadap Mama... Bahkan aku tidak mau nantinya Mama memanfaatkan kebaikan hati Rana untuk kepentingan Mama sendiri kemudian Rana melawan ku.. Tidak... Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, dan itulah alasanku kenapa aku tidak ingin Mama dekat dengan Rana"
"Dan satu hal yang pasti, aku memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidupku tidaklah main-main... Kenapa harus Rana? Adalah karena dia yang terbaik, persetan dengan masalalu nya yang pernah menikah dengan Vino, aku tidak peduli dengan hal itu, karena aku memandang nya sebagai perempuan yang terbaik dimata ku.. Biasanya seorang laki-laki akan mengatakan bahwa ibu nya adalah wanita yang terbaik dalam hidupnya baru setelah itu istrinya, tetapi dalam kehidupan ku dan juga Vino, Mama bukanlah wanita pertama yang terbaik untuk kami, karena Mama tidak bisa menjadi seperti itu selama ini... Orang sering mengakui bahwa anak yang melawan orang tua nya adalah anak durhaka, tetapi tidak ada satupun yang mengakui bahwa di dunia ini juga ada orang tua yang durhaka kepada anaknya.. " Mata Vitto mulai terlihat berkaca-kaca, menatap wajah Mama nya dengan sedih tetapi juga di lingkupi rasa kekecewaan yang mendalam di hati nya. Kekecewaan karena selama ini dia tidak bisa memiliki seorang ibu yang bisa menjadi pelipur lara nya, menjadi tempatnya mengadu dan berkeluh kesah. Sebesar dan se berkuasa apapun seseorang, dia tetap memiliki sikap rapuh pada kondisi tertentu. Dan yang Vitto rasakan selama ini adalah harus selalu menghadapi kegilaan Mama nya.
Vitto duduk berjongkok dan menatap Mama nya dengan sedih, dia tidak bisa membendung air mata nya. Dan Tangisnya pecah. "Apa sekalipun Mama tidak pernah berpikir bagaimana aku dan Vino menghadapi kerasnya kehidupan selama ini??? Apa Mama juga tidak berpikir bahwa sebenarnya kami berdua merindukan kasih sayang dari seorang ibu?? Meskipun kami terlihat kuat, dan kehidupan kami sempurna tetapi hati seorang anak laki-laki itu tetap terletak pada ibunya... Mereka akan kalah jika sudah berhadapan dengan Ibunya, tetapi lihatlah kami berdua??? Kami terus melawan kejahatan yang di lakukan oleh Ibunya.. Bukankah sangat tidak di benarkan seorang anak membenci wanita yang sudah melahirkan mereka??? Sedangkan kami berdua selalu di harapkan dengan posisi untuk menyadarkan kesalahan Ibunya, tetapi Ibunya tidak pernah sadar, dan selalu membuat ulah memancing kebencian anak-anak nya, lalu dimana hati seorang ibu seperti Mama ini??? Harus bagaimana lagi aku dan Vino untuk bisa membuat Mama sadar akan semua kesalahan Mama selama ini??? Bagaimana Ma???? Oh ya Tuhan....!!" Vitto menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia terisak dengan pedih. Hatinya saat ini benar-benar hancur atas apa yang di lakukan oleh Mama nya.
"Bagaimana bisa Mama ingin membunuh istri ku, menantu Mama sendiri??? Bagaimana??? Apa Mama tidak pernah berpikir bahwa kelak penerus ku akan lahir dari rahim Rana, cucu Mama sendiri.... Sekali saja, apa Mama tidak pernah berpikir dan punya keinginan untuk bahagia bersama anak, menantu dan cucu Mama sendiri suatu saat nanti??? Berpikirlah sekali saja berpikir yang jernih dan jangan selalu berpikir untuk terus mengejar materi dan dunia saja... Yakinlah, itu akan membuat hidup Mama terasa tenang dan bahagia, bahagia yang sesungguhnya." Vitto masih terisak dan dia menyeka kasar air mata nya.
__ADS_1
" Jujur, Vitto sangat lelah sekali dengan semua ini, lelah dengan tingkah dan perbuatan Mama, kapan Mama bisa sadar?? Sadarlah Ma?? Mama ini sudah tua, sebentar lagi aku dan Vino juga akan memiliki anak, lalu bagaimana nanti jika anak-anak kami bertanya tentang Neneknya?? Apa yang harus aku dan Vino katakan??? Apa Mama ingin kami mengatakan pada cucu-cucu Mama tentang keburukan yang selama ini Mama lakukan??? Mama pasti tidak mau itu terjadi kan??? So, please.... Mama berubahlah jadi orang yang baik, isi sisa kehidupan Mama dengan hal positif, dekat lagi dengan Tuhan, Mama ingatlah sudah berapa lama mama meninggalkan Tuhan?? Sudah berapa lama Mama tidak ibadah dan memohon ampun kepada Tuhan. Jika Mama terus seprti ini dan tidak mau berubah, Mama tidak akan punya waktu untuk bertaubat, dan yakinlah yang akan Mama rasakan hanyalah penyesalan.. Tidak akan ada yang mampu menghentikan murka Tuhan kepada Mama... Pilihannya hanya ada pada Mama sendiri, berubah atau tetap memilih seperti ini..." Vitto berdiri dan meninggalkan Mama nya dengan wajah sedih. "Bebaskan mereka berdua.. " Pinta nya pada anak buahnya. Lalu Vitto keluar dari gudang.