
★★★★
Sementara itu, sepulang dari kantor, Davica masuk ke sebuah restoran. Dia sedang ada janji untuk bertemu dengan teman baiknya. Sudah lama tidak bertemu, dan temannya ini sudah berjasa memberitahunya tentang lowongan pekerjaan di Prakarsa Corporate. Dan sekarang dia sudah bekerja. Sebagai ucapan terima kasihnya, Davica mengajak temannya untuk makan. Davica terjebak macet sebentar dan temannya ternyata sudah sampai lebih dulu. Davica lekas turun dari mobilnya dan mempercepat langkahnya masuk ke dalam restoran.
"Hai Ngel.....!!!!" Sapa Davica dan menghampiri Angel yang sedang duduk sendirian.
Angel tersenyum kemudian berdiri dan cipika-cipiki dengan Davica. "Hai Dave...!"
"Sorry sorry macet....!” Davica dan Angel pun duduk.
Davica memanggil pelayan dan memesan makanan setelah itu dia mengobrol dengan Angel. Davica sudah mendengar jika sebentar lagi Angel akan menikah dengan Vino, dan Davica senang sekali mendengar kabar itu. Angel memang cantik, dan siapa pun lelaki yang melihat Angel akan mengakui hal itu. Vino sangat cocok untuk menjadi suami Angel, Vino tampan, berkharisma, sedangkan Angel cantik, cerdas dan luar biasa.
"Bagaimana enjoy bekerja disana???" Tanya Angel.
Davica terkekeh. "Lumayan...!"
__ADS_1
"Enak jadi sekretaris Vitto????"
"Dia sangat menyebalkan sekali, aku sudah satu bulan menjadi sekretarisnya tetapi dia sama sekali tidak pernah mengajakku berbicara dan bersikap dingin, aslinya sangat menyebalkan, padahal setiap di televisi dia terlihat ramah...!" Gerutu Davica.
"Dia memang seperti itu, apalagi jika melihatku, entah apa yang membuatnya begitu membenciku....! Tetapi aneh juga kenapa dia tidak mengajakmu bicara? Apa kau sempat melakukan kesalahan kepadanya???" Tanya Angel.
"Sepertinya dia masih marah kepadaku atas kejadian dulu....!"
Angel mengernyit. "Marah??? Kejadian apa???" Tanya Angel penasaran.
"Hahaha serius...! Bagaimana bisa kau menolak Vitto???" Tanya Angel lagi.
"Dia bukan tipe ku dulu, agak cupu, sangat berbeda jauh dengan yang sekarang, dan aku tidak tahu jika dia anak dari konglomerat, tahu gitu aku tidak akan menolaknya... Hahaha tapi sekarang dia benar-benar menyebalkan, semarah itu padaku...!"
"Tapi seorang Davica apakah sesulit itu untuk menaklukkan laki-laki??? Kau bahkan jauh lebih cantik daripada mantan-mantan Vitto, harusnya kau bisa mengambil hatinya...!"
__ADS_1
"Aku sedang berusaha.... Tetapi sepertinya dia sudah memiliki kekasih....!" Gumam Davica.
"Darimana kau tahu??? Vino bilang jika kakaknya tidak sedang dengan siapa pun akhir-akhir ini...!" Ujar Angel.
Davica kembali menceritakan kepada Angel bahwa dia sering mendapati Vitto sedang berbicara begitu manis di telepon, memanggil sayang. Dan raut wajah Vitto selalu sumringah. Itu sering sekali Davica lihat. Dan Davica juga pernah melihat Vitto beberapa kali di kirimi makan siang oleh seseorang, entah itu dari siapa tetapi cukup sering. Karena hal itu lah Davica mengasumsikan bahwa Vitto sepertinya menjalin hubungan dengan seseorang. "Aku penasaran sih secantik apa kekasih Vitto itu??? Jika tidak secantik aku, hmmm aku akan menggeser posisinya hahaha..!" Davica tertawa.
Angel tampak berpikir. Dia jadi penasaran, karena sepanjang yang dia tahu, Vitto saat ini sedang tidak tertarik menjalin hubungan dengan perempuan. Bahkan kalaupun ada gosip tentang kedekatan Vitto dengan seseorang, itu hanyalab gosip tanpa kebenaran, dan akan berlalu begitu saja karena Vitto tidak mau berkomitmen. Tetapi mungkin nanti Angel akan menanyakan hal ini kepada Vino, karena bisa saja Vino tahu mengenai hal ini, sedang dekat dengan siapa Vitto sekarang.
★★★★
Vitto mengendarai mobilnya menuju rumah Rana. Dia sudah membeli semua yang diinginkan Rana dan hari juga sudah mulai menggelap, dia harus segera sampai rumah dan bertemu dengan Rana. Vitto sudah sangat merindukannya. Rana sudah seperti obsesi tersendiri bagi Vitto. Mereka selalu berbagi banyak hal setiap berada di rumah, banyak megobrolkan berbagai hal menarik dan keduanya nyambung.
Vitto menghentikan mobilnya ketika lampu hijau berganti dengan lampu merah, tepat di persimpangan arah tempat tinggal Rana. Tanpa di duga, sebuah mobil juga berhenti tepat di belakang mobil Vitto. Itu adalah mobil Davica.
Davica langsing menyadari bahwa mobil di depannya adalah mobil Vitto. "Itu kan mobil Vitto??? Mau kemana? Ini kan bukan arah ke rumahnya???" Gumam Davica, dia merasa heran karena dia tahu dimana tempat tinggal Vitto setelah melihat kehebohan yang terjadi dengan keluarga Vitto beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
Lampu kemabli berubah ke warna hijau, mobil Vitto pun melaju lagi dan insting penasaran pun muncul di benak Davica. Akhirnya Davica memutuskan untuk mengikuti Vitto. Tidak terlalu dekat agar tidak ketahuan oleh Vitto.