Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 98


__ADS_3

"Rana...!! Masuklah ke air, melihat sunset disini lebih seru....!!" Teriak Vitto yang saat ini berada di kolam renang.


Rana menggeleng. "Aku disini saja, aku tidak bisa berenang...!"


"Ayolah, kau bisa berjalan di dalam air, atau aku akan membantumu, tidak perlu berenang....!"


Rana masih menggeleng, dan dia akan melihat matahari terbenam di tempatnya berbaring saja saat ini. Merasa gemas, Vitto naik ke tepian kolam renang menghampiri Rana. Dia mengulurkan tangannya. "Jangan takut, aku bersamamu, kau juga sudah memakai swimsuit, ayo...! Kau tidak akan tenggelam...!"


Rana meragu tetapi dia kemudian menerima uluran tangan Vitto, dan bangkit dari tempat dia berbaring. Rana kemudian melepaskan jubah mandi yang dipakainya. Vitto tersenyum, kemudian dia kembali memegang jemari Rana dan mengajaknya masuk ke dalam kolam renang. Vitto turun lebih dulu kemudian memegan jemari Rana lagi dan Rana menyusulnya.


"Kau tidak tenggelam kan??? Hehehe.... Ayo kita ke ujung sana, berdiri dan menikmati pemandangannya....!"


Vitto dan Rana berjalan di dalam air menuju pinggiran infinty pool raksasa itu. Vitto memegang punggung Rana dan mereka berjalan pelan, mengingat Rana tidak bisa berenang. "Kapan-kapan aku akan mengajarimu berenang, kau mau kan???" Tanya Vitto.


"Tapi jangan di kolam dimana Vino melemparku, aku trauma sekali....!"


Vitto tertawa. "Hahaha aku juga tidak berniat untuk kesana lagi, tempat itu sudah menjadi penjara, Vino emmang brengs*k dia merubah tempat seindah itu menjadi rumah tahanan, tidak ada sirkulasi udara yang baik sama sekali... Padahal dulu sangat nyaman sekali...!" Vitto mulai menggerutu.

__ADS_1


Sampailah mereka di tepian infinity pool itu. Benar kata Vitto, pemandangan memang terlihat lebih cantik ketika berada disini. Rana berdiri, dia hanya diam dan takjub dengan pemandangan di depan matanya. Vitto berdiri di sampingnya, dan laki-laki itu juga melakukan hal yang sama sepertinya..


Vitto melirik ke arah Rana yang disampingnya. Vitto tersenyum melihat raut kebahagiaan di wajah Rana. Hal sederhana seperti ini ternyata mampu mengalihkan Rana dari kesusahan hatinya saat ini. Entah sudah berapa banyak kesabaran yg Rana miliki sehingga sampai sejauh ini dia masih bisa bertahan dengan keadaannya. Semakin hari Vitto semakin meyakinkan dirinya untuk bisa membahagiakan Rana, hal yang tidak bisa diberikan oleh Vino. Meskipun Vitto tahu bahwa jauh didalam hati Rana, perempuan itu masih mencintai Vino walaupun Rana berusaha mengelaknya. Tetapi Vitto menganggapnya itu wajar mengingat Vino sebelumnya sudah memperlakukan Rana dengan baik untuk menjebaknya, dan pada akhirnya sikap asli Vino muncul sata mereka menikah. Perasaan Rana pasti tumbuh ketika itu, dan butuh waktu juga untuk menghilangkannya, Vitto hanya butuh kesabaran juga untuk meyakinkan Rana bahwa dia sangat mencintai perempuan itu.


"Vitto...!" Panggil Rana.


Vitto terlonjak, lamunannya terbuyarkan dengan cepat dia tersenyum kepada Rana. "Ya...???"


"Tadi kau bilang kau akan mengajariku berenang, kau akan mengajariku dimana??"


"Ah iya... Dimana ya??? Dirumahku? Itu tidak mungkin, kalau Vino tiba-tiba datang, hancurlah usaha kita hahaha, di kolam renang umum? Tidak mungkin juga... Aku punya apartemen semuanya tidak memiliki kolam renang...!"


"Tenang saja, jika aku sudah berjanji, artinya aku akan menepatinya, aku akan mencari cara agar aku bisa mengajarimu berenang....!"


Mendengar itu, Rana menjadi tertawa. "Aku bercanda....!!! Aku akan belajar berenang ketika nanti aku sudah melahirkan saja... Sekarang katakan padaku, apa serunya mendaki gunung? Kau sudah menaklukkan begitu banyak gunung yang ada di berbagai dunia...! Rasanya bagaimana???"


Vitto meleipat kedua tangannya dan menumpukannya di atas tepian kolam renang. Matanya menatap lurus ke depan. "Rasanya bagaimana??? Itu pertanyaan yang sering sekali aku dengar, tetapi ketika aku menjawab bahwa itu menyenangkan dan punya kepuasan tersendiri, orang itu pasti akan membantah bahwa itu hanya membuang-buang waktu saja dan melelahkan, seperti yang sering Vino katakan padaku hahahha"

__ADS_1


Rana menoleh dan mendongak ke arah Vitto. Matahari sudah makin tenggelam, dan siluet Vitto terlihat begitu tampan sekali. Lelaki itu penuh tawa dan sangat menyenangkan. Rana tidak pernah merasa bosan jika mengobrol dengannya, karena selalu ada hal menarik yang bisa mereka bahas.


"Tapi...!??? Jika kau bertanya seperti itu, jawabanku hanya satu, sebagai pembuktiannya suatu hari kau harus merasakan bagaimana serunya mendaki gunung dan segala lelah serta penatmu akan hilang seketika saat kau berada di puncak...! Kau sangat suka pemandangan disini bukan? Pemandangan di gunung akan jauh lebih indah daripada disini!" Lanjut Vitto lagi.


"Aku rasa aku juga ingin mencobanya, andai saja aku tidak hamil pasti aku akan memaksamu mengajakku... Tapi kau harus berjanji lagi setelah aku melahirkan nanti, kau harus mengajakku mendaki...!"


"Baiklah...! Aku akan mencari gunung yang tidak terlalu ekstrem untuk pendaki pemula sepertimu....!"


"Kau memang terbaik....!" Puji Rana, dan dia kemudian menghadap ke samping dan memeluk Vitto sebagai ungkapan kebahagiaannya karena Vitto sudah banyak sekali membantunya melewati masa sulitnya.


Vitto membalas pelukan Rana. Mengusap lembut punggung perempuan itu. Dalam hatinya dia sudah berjanji bahwa dia akan selalu membahagiakan Rana. Dan suatu saat Rana harus mengetahui perasaannya yang sebenanrnya. Dia bisa melengkapi kebahagiaan Rana, dan begitu juga dengan Rana yang bisa melengkapi kebahagiaannya kemudian mereka bisa membangun rumah tangga yang juga bahagia.


Ditengah dia sedang berpelukan dengan Rana, Vitto melihat di kejauhan ada seseorang yang sangat dikenalnya sedang berdiri memandangi senja yang sedang berganti. Meski dari samping dan dari kejauhan, Vitto bisa memastikan siapa orang itu. "Jason....!!" Gumam Vitto pelan.


Baru saja Vitto menutup mulutnya, tiba-tiba saja di sisi kiri Jason muncul seseorang dari dalam air. Seorang perempuan, Vitto sempat mengira itu adalah sang Mama tetapi Vitto benar-benar terkejut dibuatnya karena bukan Mamanya melainkan itu adalah Angel. Angel muncul dari dalam air dan Jason menoleh ke arahnya, mereka kemudian saling melempar senyum dan tak lama setelah itu tubuh keduanya mendekat. Angel melingkarkan kedua tangannya di leher Jason dan mereka berciuman.


Rana yang tadi mendengar Vitto mengucapkan nama Jason pun merasa penasaran dan dia melepaskan pelukannya pada lelaki itu untuk menoleh tetapi dengan cepat Vitto menahannya.

__ADS_1


"Jangan Rana....! Ada Angel...! Shiiitt..... Kenapa kita hars bertemu dengannya lagi, sebelum mereka menyadari keberadaan kita, lebih baik kita segera pergi...!" Ujar Vitto.


Rana mengernyit dan dia masih bingung dengan apa yang terjadi serta dimaksud oleh Vitto. Tetapi kemudian Vitto memintanya agar tetap menghadap ke sisi kanan saja. Vitto juga berganti posisi saat ini, posisi dibelakang Rana tetapi tetap menghadap ke kanan, membelakangi Angel dan Jason. Bukan hanya Rana, Vitto sendiri masih bingung dengan apa yang dilihatnya, tetapi mereka harus lekas pergi dari tempat ini, atau semuanya akan sia-sia jika ketahuan oleh Angel.


__ADS_2