
Vitto masuk ke kamarnya, dan mendapati Rana sedang tertidur pulas dengan posisi meringkuk seperti bayi dalam kandungan. Vitto tersenyum dan mendekati perempuan yang sangat di cintainya itu. Wajah cantik Rana terlihat teduh dan menenangkan sekali, membuat Vitto tidak berhenti untuk mengagumi Rana. Vitto menunduk dan mencium kening Rana, kemudian pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih badan, hal itu akan membuatnya merasa lebih nyaman sebelum tidur.
Saat Vitto masuk ke kamar mandi, Rana ternyata bangun, dia terjaga ketika tadi Vitto mencium keningnya. Rana duduk dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia menguap tetapi kemudian tersenyum. Dia melihat jam dan ternyata sudah hampir larut karena hampir jam sebelas malam. Rana turun dari tempat tidur, dia harus ke dapur dan mengambilkan Vitto minum juga makanan atau buah, karena bisa jadi lelaki itu belum sempat makan malam, jadi perutnya kosong.
"Eh non Rana??? Kenapa ada disini??? "
Rana terlonjak dan membalikkan badannya mendapati Art berdiri di belakangnya. "Eh Bibi... Ini saya mau membuat minuman untuk Vitto, dia baru pulang kan jadi saya mau membuat jus dan juga membawa makanan, mungkin dia belum makan...! "
"Oh... Saya bantu ya??? Tadi sebenarnya saya juga di minta membawa minum untuk tuan muda, saya baru saja menutup pintu dan hendak mengambil air tapi sudah ada non disini...!"
"Saya mau membuat jus, ada buah apa Bi di kulkas??? " Tanya Rana.
"Ada kiwi dan stroberi... "
Rana tersenyum dan meminta agar di ambilkan kedua buah itu, karena dia akan membuat jus stroberi dan kiwi untuk Vitto. Lelaki itu pasti sangat menyukainya. Rana juga akan membuat salad dengan buah yang ada agar perut Vitto tidak kosong karena di jam segini Vitto jarang mau makan yang berat seperti nasi dan lainnya dan hanya akan memilih makanan yang ringan seperti buah atau dua lembar roti gandum.
Setelah selesai mandi, Vitto keluar dari kamar mandi dan hendak ke ruang ganti nya tetapi dia mengernyit karena di atas tempat tidurnya sudah tidak ada lagi Rana. "Kemana dia??? Mungkin sedang ke toilet di depan, tahu kalau aku sedang di dalam tadi...! " Gumam Vitto sambil tersenyum, dia kemudian ke ruang ganti untuk berganti pakaian sebelum tidur.
"Sudah siap....!!! " Ucap Rana sambil meletakkan potongan buah cherry segar yang sudah dia belah menjadi dua bagian. Salad buatannya sudah selesai dia buat, kemudian dia mengambil nampan, meletakkan semangkuk salad dengan ukuran sedang dan juga dua gelas jus untuknya dan juga Vitto. Rana mengucapkan terima kasih kepada Art yang sudah membantunya membuat jus dan memotong buah untuk salad. Lalu Rana membawanya ke kamar Vitto.
"Eh sudah selesai mandi nya??? " Tanya Rana ketika mendapati Vitto sedang menggosok rambutnya dengan handuk di depan meja rias.
Vitto menoleh dan melempar senyumnya. "Kau darimana sayang??? Aku baru akan mencarimu...! "
"Aku ke dapur mengambil minum untukmu, aku juga sudah membuat salad buah, apa kau sudah makan malam???" Rana meletakkan nampan yang di bawanya ke atas meja.
Vitto meletakkan handuk di atas meja rias dan menghampiri Rana. Vitto mendaratkan kecupan di bibir Rana. "Aku sudah makan malam tadi jam 7, tetapi bagus juga kau membuat salad buah, setidaknya bisa mengganjal perutku, Terima kasih...! " Vitto mengajak Rana untuk duduk dan menikmati salad buah yang terlihat sangat menggoda itu.
"Bagaimana tadi shopiingnya??? Apa saja yang kau beli??? " Tanya Vitto sambil menyuapkan salad ke mulutnya.
"Aku banyak membeli barang, aku sedikit khilaf, banyak baju yang aku beli, karena asanya sudah lama sekali tidak pergi keluar...! Hehehe jangan memarahiku karena aku membeli banyak sekali pakaian dan juga sepatu...! "
Vitto terkekeh. "Kalau kau mau, kau bisa membeli store nya sekalian, aku akan membelikannya untukmu... Tidak masalah jika kau beli banyak mengingat kau sudah lama sekali tidak keluar dari rumah, aku paham sekali sayang... Aku senang melihatmu berbahagia seperti ini...!"
__ADS_1
"Dan bagaimana denganmu hari ini??? " Tanya Rana.
Vitto menjelaskan jika hari ini berjalan dengan baik. Dia bertemu dengan temannya, tujuannya adalah untuk menjelaskan perihal kehebohan yang terjadi kemarin dimana dia memberikan bocoran tentang lamarannya dengan Rana, dan menjelaskan pernikahan yang sudah dalam tahap persiapan. Hal itu di maksudkan agar bisa menjawab berbagai pertanyaan dari para penggemarnya. Tetapi tentu Vitto masih merahasiakan tentang Rana, dan dia hanya ingin meminta doa saja dari para penggemarnya.
"Setidaknya dengan itu aku tidak perlu lagi menjelaskan mengenai kita kepada banyak pihak, itu akan mewakili semuanya...! " Ujar Vitto. "Oh iya, aku tadi di hubungi oleh Edward, besok kau harus datang untuk fitting baju prewed kita lalu hari Kamis kita akan prewed untuk sesi pertama..."
"Benarkah???? "
Vitto menganggukkan kepala nya. "Ya, kita harus segera menyelesaikan setiap tahap persiapan pernikahan kita, aku juga akan menemui Aditya untuk membahas Villa miliknya yang akan kita gunakan nanti, Ariel juga sudah merekomendasikan WO terbaik yang akan menyiapkan segala nya.. Kita akan bertemu dengannya juga nanti...! "
"Ya... Semoga semuanya berjalan dengan lancar...! Ayo habiskan saladnya dan beristirahatlah, kau pasti lelah sekali..!"
"Iya sayang... Aku akan tidur di kamar tamu, kau bisa tidur disini saja, lebih nyaman daripada di kamar tamu.. . ! " Ucap Vitto.
"Tidak, aku akan tidur dikamar tamu saja, masa iya aku mengusir pemiliki kamar...! "
Vitto tertawa mendengar ucapan Rana. Dia akan tidur di kamar tamu dan Rana bisa tidur di kamarnya. Vitto dan Rana sebenarnya sudah mengambil keputusan untuk tidak lagi satu kamar, mereka mencoba menahan diri untuk tidak melakukan hal itu bahkan saat mereka liburan juga kamar mereka terpisah. Jika Rana ingin di temani tidur, Vitto akan menemani nya sampai dia benar-benar tidur kemudian Vitto akan nerpindah ke kamarnya sendiri meninggalkan Rana.
★★★★★
Davica berdiri ketika Vitto datang dan menyapa lelaki itu dengan sopan meskipun tahu bahwa Vitto akan mengabaikannya. Vitto masuk ke ruang kerja nya dan melepaskan jas yang di pakai nya. Senyumnya tersungging dan dia merapikan kemeja yang di pakai nya. Kemeja yang di beli Rana untuknya beberapa waktu yang lalu dan dia baru sempat memakainya sekarang. "Aku terlihat lebih tampan...! " Gumamnya sambil tersenyum. Vitto kemudian duduk di kursi kerja nya dan memulai aktifitasnya seperti biasa.
Beberapa hari yang lalu dia dan Rana sudah melakukan foto prewed untuk sesi pertama dan nanti ada yang sesi kedua. Pernikahannya tinggal beberapa minggu lagi dan Vitto sudah menyerahkan semuanya kepada wedding organizer rekomendasi Ariel, dan Vitto juga sudah menemui Aditya untuk kembali membahas tempat yang akan di gunakan untuk menikah yaitu di villa milik Aditya, yang menjadi impian Rana ingin menikah di tepi pantai. Sementara untuk akad nikah, akan di lakukan pagi hari di sebuah hotel yang tidak jauh dari Villa, Hotel mewah milik Ariel.
Untuk honeymoon Vitto ingin mengajak Rana pergi ke Maldives dan juga Swiss. Ide itu sebenarnya sudah dia pikirkan jauh-jaih hari, mengingat dia tempat itu adalah negara yang begitu cantik dengan suasana yang berbeda, hanya saja Vitto belum merasa yakin. Tetapi saat bertemu Aditya, dia bertanya pada sahabatnya itu kemana dulu ketika pergi untuk honeymoon bersama Cahya, dan Aditya mengatakan jika dia mendapatkan tiket dari kedua orang tua nya untuk pergi ke Maldives. Kemudian menghabiskan waktu selama beberapa hari disana, terlalu indah hingga Aditya tidak mengajak Cahya keluar dari villa. Hal itulah membuat Vitto yakin bahwa Maldives tempat yang cocok untuknya dan juga Rana untuk berbulan madu. Disaat dia merasa yakin, tanpa di duga Aditya lagi-lagi menawarkan hal yang luar biasa kepadanya, yaitu menawarkan untuk pergi juga ke Swiss, disana memiliki pemandangan yang luar biasa juga, bahkan Aditya bersedia untuk memfasilitasi nya dan juga Rana sebuah tempat tinggal di dekat salah satu danau cantik yang ada disana. Aditya ternyata memiliki sebuah rumah di pedesaan Swiss dekat dengan danau Lungernsee, yang dulu sempat di tinggali bersama Cahya selama beberapa bulan. Dan jika Vitto ingin kesana, Aditya siap untuk mengirim supir sehingga bisa mempermudah Vitto dan Rana ketika ingin pergi keluar. Rumah Aditya disana juga dekat dengan berbagai tempat yang terkenal di Swiss sehingga Vitto dan Rana tidak perlu menyewa hotel kecuali saat mereka ingin pergi ke daerah pegunungan bersalju yang terkenal sebagai tempat bermain ski yang terbesar disana. Mendengar itu Vitto juga tertarik dan sepertinya menyenangkan sekali jika bisa mengajak Rana pergi ke dua negara yang memiliki latar belakang berbeda. Dimana yang satu nya di kelilingi oleh laut, yang satu nya di kelilingi oleh pegunungan. Tetapi Vitto tidak akan memberitahu Rana mengenai hal itu dan ingin memberi kejutan untuk perempuan itu nantinya.
Vitto juga sebenarnya dima-diam sudah berdiskusi dengan Papa nya. Dan Papa nya menyerahkan semua pada Vitto karena apapun yang di putuskan Vitto adalah yang terbaik.Mengenai Vino, Vitto belum juga membahas hal itu, ada keraguan di hatinya jika dia membahas itu, ragu bahwa Vino akan menerima itu, jadi mungkin nanti saja ketika mendekati hari H dia akan memberitahu adiknya. Saat ini belumlah tepat untuk mengatakannya. Vitto berharap semua akan berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala sama sekali.
Baru membuka berkas di depannya, ponsel Vitto bergetar, karena beberapa pesan masuk. Vitto lekas membuka nya dan itu pesan dari Edward ternyata. Melihat apa yang di kirim oleh Edward, senyum Vitto langsung menghiasi wajah tampannya. "Wah akhirnya selesai juga...! " Gumam Vitto sambil mengecek satu persatu foto prewed nya bersama dengan Rana kemarin yang di kirim oleh Edward.
__ADS_1
Di akhir pesannya, Edward mengatakan jika dia akan menghubungi Vitto lagi nantinya untuk foto prewed sesi kedua yang akan di lakukan besok lusa. Vitto membalas dan mengucapkan Terima kasih kepada Edward yang juga sudah banyak membantu serta hasil foto nya selalu luar biasa. Vitto kemudian mengirim foto-foto itu pada Rana.
Vitto tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini, dan Vitto selalu bersyukur setiap harinya karena Tuhan sudah mengabulkan semua keinginannya. Rana akhirnya menjadi pelabuhan terakhirnya dan dia akan selalu membahagiakan Rana setiap harinya.
Vitto terlonjak dan terkejut ketika tiba-tiba Vino menyelonong masuk ke ruangannya.
"Morning Vit.....! " Sapa Vino.
"Shiiittt.... Kau membuatku terkejut saja, apa tidak bisa sebelum masuk kau mengetuk pintu dulu, membuatku terkejut saja...! " Gerutu Vitto.
Vino tertawa. "Kenapa??? Ini kantorku, aku bebas keluar masuk kapan saja, lalu kenapa kau memprotes nya...!??? Lagipula ini masih pagi, kenapa kau sudah senyum-senyum menatap layar ponselmu??? Bukannya bekerja...! "
Vitto mengernyit, dan mengunci layar ponselnya kemudian memasukkannya ke saku. "Bukan urusanmu, lagipula aku baru sampai.... Kau ada apa kesini??? " Tanya Vitto ketus.
Vino menarik kursi dan duduk di depan meja kerja Vitto. "Aku datang untuk memberitahumu tentang.....???? " Belum selesai berbicara, mata Vino terfokus kepada pakaian Vitto. "Kemeja mu baru ya??? Aku baru melihat kau memakainya??? " Tanya Vino.
Vitto menundukkan kepala nya dan tersenyum. "Iya, ini kemeja baruku, tunangan ku yang membelikannya untukku.. Bagus kan??? "
"Tunangan mu???? " Gumam Vino. Kemudian dia terdiam, dia mencoba mengingat sesuatu tentang kemeja itu.
Vitto menganggukkan kepala nya. "Kenapa?? Kau iri??? Beli sendiri, kau kan jomblo tidak ada yang akan membelikanmu..! "
__ADS_1
"Kemeja itu?????" Gumam Vino dalam hati dan mulai mengumpulkan ingatannya. Dia seperti tidak asing dengan kemeja itu.