Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 50


__ADS_3

"Baru kembali Vit???" Vino mendekati Vitto dan menarik kursi kemudian duduk di kursi makan.


"Ya...! Aku baru kembali, kenapa kalian hanya turun berdua? Dimana Rana???" Tanya Vitto.


"Maybe dia masih tidur, biarkan saja kasihan dia.!" Jawab Vino berbohong, karena dia memang harus menghindarkan Rana dari Vitto.


"Sekarang kau kasihan tetapi kemarin kau membiarkannya jatub ke kolam renang....! Kau ini tidak konsisten sekali...!" Gerutu Vitto.


"Yang kemarin sudah berlalu jangan bahas lagi, aku sudah mengaku salah...!"


Vitto hanya tersemyum tipis. Sebenarnya dia masih belum begitu puas dengan apa yang terjadi antara Vino dan Rana, tetapi sayangnya tiba-tiba saja ada perubahan jadwal mendadak untuk syuting filmnya dan Vito harus pergi siang ini. Dan ini juga tidak pernah terjadi sebelumnya, agak aneh tetapi Vitto tidak punya pilihan lain selain mengikuti, lagipula nanti dia juga akan punya waktu lebih cepat untuk beristirahat setelah kesibukannya. Vitto sudah berencana pergi mendaki gunung lagi jika proses syutingnya sudah selesai.


"Well aku harus pergi siang ini proses syutingku akan di mulai lusa jadi aku harus bersiap pergi ke luar kota malam nanti...!" Ucap Vitto.


Mendengar itu, Vino dan Angel merasa girang dalam hati mereka. Rencana Vino ternyata berhasil, Vino kemarin menghubungi rumah produksi film dimana Vitto akan bermain disana. Dengan keahliannya dan juga modal, Vino berhasil meyakinkan mereka serta berani membayar besar agar film itu diproduksi lebih cepat. Akhirnya Vitto akan pergi juga dari villa ini dimana itu akan menguntungkan Vino dan angel untuk mengurus dan melanjutkan misi mereka pada Rana.


"Kau bilang minggu depan?? Kenapa jadi lusa??" Vino berpura-pura bertanya.


"Aku juga tidak tahu, tapi tidak apa, lebih cepat selesai lebih baik, jadi aku bisa pergi lagi untuk mendaki gunung...!"


"Kau memang orang yang aneh... Senang sekali menghabiskan tenagamu untuk hal melelahkan dan tidak berguna itu...!" Ejek Vino.


"Kau berucap seperti itu karena kau tidak tahu bagaimana kepuasan yang bisa kau rasakan ketika berada di puncak...!"


"Eleh.... Aku akan jauh lebih memilih 5menit berhargaku untuk bisnis dan menghasilkan uang daripada tenaga dan waktuku habis untuk hal tidak berguna itu..."


"Sudahlah habiskan sarapan kalian, jangan berdebat karena perdebatan kalian itu sudah sering sekali aku dengar..." protes Angel.

__ADS_1


Vino dan Vitto saling berpandangan tetapi kemudian mereka membenarkan ucaoan Angel. Memang benar perdebatan ini sudah ratusan kali mereka berdua perdebatkan, Vino yang kekeh dengan pendiriannya begitu juga Vitto dengan pandangannya yang jauh berbeda dengan Vino.


Setelah sarapan, Vitto mengemasi barangnya, dia kembali berniat untuk menemui Rana, tetapi dia tidak mau juga mengganggu waktu istirahat Rana yang sedang sakit. Sejak pertama kali bertemu dengan Rana di pesta Vino beberapa bulan yang lalu, entah kenapa Vitto merasa ada sesuatu yang sangat dia sukai dari Rana. Menurut Vitto Rana adalah gadis yang manis dan terlihat jelas bahwa Rana juga pendiam serta baik hati. Vitto sangat ingin mengenal Rana lebih dekat lagi, hanya saja sepertinya mereka berdua belum mendapatkan waktu yang tepat untuk bisa mengenal lebih jauh lagi. Kemarin ketika Rana jatuh ke kolam renang dan Vitto menolongnya lalu memberi perempuan itu napas buatan sebenarnya ada perasaan senang juga karena Vitto secara tidak langsung seperti mencium bibir Rana, meskipun Vitto tidak ada niat buruk dan pure ingin menolong serta membantu Rana.


Dan mengenai kecurigaannya terhadap Vino, Vitto juga tidak bisa mnegabaikan begitu saja, meskipun sampai detik ini Vitto belum mendapatkan petunjuk apapun. Dan niatnya ingin menemui Rana, selain untuk mengenal lebih dekat perempuan itu, Vitto sendiri ingin mencari petunjuk lain dari Rana tentang Vino. Sayangnya sekarang waktu sedang tidak bersahabat dengannya. Next time Vitto akan mencobanya lagi.


★★★★


Ketika Vitto sudah meninggalkan villa ini dengan membaawa seluruh barangnya, Vino dan Angel memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Rana dan mengerjai perempuan itu lagi. Vino sangat senng semalam bisa melihat ekspresi Rana yang terlihat sedih dan matanya tidak berhenti mengeluarkan airmata ketika dia dan Angel sedang sibuk bercinta. Vino tahu dan yakin bahwa tadi malam Rana pasti sakit hati dan sedih melihatnya melakukan hal itu dengan Angel. Kemudian dia serta Angel saat ini akan melakukannya lagi agar Rana semakin tersiksa bathinnya.


Rana sudah bangun sekitar 15 menit yang lalu tetapi dia memilih diam dan berbaring miring menatap tembok kamar berwarna putih itu. Rana tidur nyenyak sekali tadi, itu terjadi mungkin karena semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena dalam posisi duduk dan terikat, selain itu juga karena dia semalam terus menangis memandangi Vino serta Angel sedang tidur berpelukan setelah percintaan mereka yang membuat Dada Rana sesak.


Rana terus menatap tembok putih itu dalam diam. Dia sudah terlalu banyak menangis disini, dan tidak ada yang bisa dia lakuka untuk melawan Vino, laki-laki yang sampai saat ini masih sangat dia cintai meskipun Vino selalu melukai hatinya. Rana sendiri tidak tahu kenapa dia masih menyimpan oerasaan cinta itu padahal jelas sekali Vino membencinya dan tidak pernah mencintainya. Rana tidak tahu harus melakukan apa untuk pergi dari temlat ini, mungkin dengan itu perasaan ya kepada Vino juga akan menghilang perlahan. Airmata Rana kembali menetes, dia menyekanya dengan cepat.


Sebuah bunyi terdengar dari pintu, Rana langsung menarik selimutnya dan memejamkan matanya, dia tahu pasti akan ada seseorang yang masuk ke kamar ini. Rana kemudian berpura-pura tidur, saat ini dia tidak ingin berbicara dengan siapapun, hatinya masih hancur dengan kejadian malam tadi. Rana merasa sangat tersiksa melihat suami yang sangat dicintainya justru melakukan hubungan badan dengan perempuan lain, itu membuat Rana hancur sekali.


"Mungkin semalam dia tidak bisa tidur hahaha...!" Angel tertawa.


"Sepertinya ini waktu yang tepat untuk membangunkannya dengan cara kita..." Gumam Vino sambil mengedipkan sebelah matanya pada Angel.


Vino menarik pinggang Angel agar mendekat padanya dan mereka mulai berciuman. Sementara Rana masih dalam posisi pura-pura tidur tetapi dia tentu saja mendengar semua ucaoan dari mereka berdua.


Setelah berciuman, Vino dan Angel saling menanggalkan akaian mereka lalu Vino menarik Angel hingga mereka berdua terjatuh diatas tempat tidur Rana. Angel tengkurap diatas tubuh Vino dan mereka saling bertatapan. Vino lalu meraih tangan Angel dan menyentuhkannya ke miliknya yang mengeras, "Kau rasakan itu sayang? Dia begitu keras, dia siap untukmu dan menginginkanmu..." Gumam Vino dengan suara parau.


Angel merasakan milik Vino yang hangat dan berdenyut di tangannya, Vino mendekatkan kepalanya ke arah Angel dan kemudian mencium bibirnya, mereka berciuman sambil bergelut dan saling ingin memiliki, lelaki itu mencium seluruh sisi bibir Angel untuk kemudian lidahnya menguakkan bibir Angel dan menjelajahi mulutnya, bersatu dengan lidah Angel dan saling menggoda di dalam sana.


Ketika Vino mengangkat kepalanya, matanya tampak membara penuh keinginan, "Aku ingin kau menggerakkan tanganmu...!" Pinta Vino.

__ADS_1


Angel yang masih menangkup miliknya yang berdenyut hangat "Aku menginginkanmu sayang..."


Vino kemudian menghela tubuh Angel supaya naik ke atasnya. Dan kemudian mengarahkan tubuh mereka untuk menyatu. Dan pada akhirnya tubuh mereka menyatu, membuat keduanya mengerang. Angel mengeluarkan suara cukup keras agar Rana mendengarnya.


Angel duduk di atas Vino yang berbaring. Tangan lelaki itu di pingangnya, matanya memandanginya dengan penuh keinginan.


"Bergeraklah sayang, mari kita menuju tempat tertinggi itu..."


Angel bergerak, membuat Vino meracau. Gerakan semula pelan sedikit-demi sedikit berubah menjadi cepat, tangan lelaki itu yang mencengkeram kedua pinggangnya membantunya mempercepat gerakannya, membuatnya bergerak semakin cepat. Napasnya tersengal-sengal karena gerakan itu, dan kenikmatan yang menjalarinya membuat seluruh tubuhnya bagaikan tersengat aliran listrik, dia mengerang ketika Vino membantu gerakannya dengan menggerakkan pinggulnya dari bawah, semakin mempertegas penyatuan diri mereka, membuat milik Vino tenggelam lebih dalam di tubuh Angel.


Rana sadar jika kedua orang itu sedang bercinta di sebelahnya, selain suara keduanya yang tengah menikmati aktifitas mereka, tempat tidur juga terasa sedang bergerak. Rana tidak ingin seperti tadi malam yang harus menyaksikan hal memalukan itu, dan sekarang dia harus bertahan dengan keadaannya yang seperti ini, yaitu berpura-pura tidur dan mengabaikan Vino juga Angel.


Melihat tidak ada respon apapun dari Rana yang terbarik miring membelakanginya, tangan kanan Vino meraih rambut Rana yang terikat dan menariknya hingga membuat kepala Rana bergeser karena tarikan itu. Vino menggenggamnya dengan sangat kuat sekali sambil terus meracau keras menikmati gerakan Angel, hal yang sama juga dilakukan oleh Angel.


Vino dan Angel seperti sedang berperang, mereka heboh dengan aktifitasnya untuk memancing Rana agar bangun, sayangnya tidak ada gerakan dari tubuh Rana. Vino pun curiga bahwa Rana sepertinya sengaja melakukan ini dan berusaha mengabaikannya itu sebabnya perempuan itu tidak merespon.


Vino kemudian meminta Angel turun dan berganti posisi gaya anjing. Angel mulai mengatur posisinya dan Vini memberi kode agar Angel mau menggunakn rambut Rana sebagai pegangan, semntara Vino mulai menyatukan miliknya kepada Angel dari belakang. Vino bergerak cepat dan racauan Angel semakin menggila, bahkan Angel tidak sungkan untum meracau di atas telinga Rana. Sayangnya Rana masih tidak bergeming dari posisinya, tetapi Angel dan Vino sangat yakin bahwa Rana pasti mendengar suara juga merasakan gerakan mereka berdua.


Vino terus bergerak dengan kasar lalu kembali meminta Angel agar berada diatasnya lagi. Mereka kembali ke posisi semula dan Angel mulai mengeksplor dirinya dan bergerak sesuai dengan keinginannya sampai puncak itu tiba.


Kemudian puncak itu akhirnya datang juga. Angel meracau. "Im Coming... Im coming..." Teriak Angel, dia kemudian merasakan tubuhnya melayang ketika puncak itu melandanya. Vinl juga menyusulnya di bawahnya, menaikkan pnggulnya dan meledak di dalam diri Angel diiringi racauan dalam penuh kepuasan.


Tubuh Rana jatuh lemas menimpa Vino, dan lelaki itu langsung memeluknya, mengelus punggungnya dengan lembut. Napas mereka terengah dan jantung mereka yang berdebar saling berpadu. Lalu Vino mendongakkan wajah Angel dan menundukkan kepala untuk mengecup lembut bibirnya dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih sayang." bisiknya parau.


Angel tersenyum, lalu merebahkan kepalanya di dada Vino, menikmati debaran jantungnya yang semakin lama semakin tenang. Mereka berdua mengatur napas dan tetap saling berpelukan hingga akhirnya rasa kantuk itu tiba dan mereka pun tidur bersama dengan Rana.

__ADS_1


__ADS_2