Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 140


__ADS_3

Ketukan pintu membuat Vino terbuyarkan dari kebingungannya melihat gaun tidur di tangannya itu. Dia menoleh dan berjalan menuju pintu untuk membukanya. Vitto berdiri di depan pintu menatapnya. Vitto melirik ke bawah melihat Vino memegang sesuatu. "Apa yang kau pegang itu???" Tanya Vitto kemudian merebut gaun berwarna putih itu.


Vitto mengangkatnya dan mengernyit karena ternyata yang di pegangnya adalah gaun satin putih seperti gaun tidur milik perempuan. "Apa kau sudah gila membawa gaun milik Angel kesini? Kau memakainya saat tidur atau kau memeluknya lalu membayangkannya bahwa kau memeluknya??? Kau memang tidak waras....!" Vitto mencela Vino sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Vino mentoyor kening Vitto. "Sembarangan...! Memangnya kau pikir aku akan c*li dengan gaun milik Angel, jika aku menginginkannya aku bisa langsung memuaskan nafsuku dengan langsung berhubungan badan dengannya, lagipula itu bukan milik Angel, dan aku juga tidak membawanya, aku menemukannya diantara tumpukan handuk!"


Detik itu juga, Vitto terdiam dan ingat jika Rana pernah menginap dan tidur di kamar ini. Bisa jadi gaun ini adalah milik Rana. Gawat, bagaimana bisa Rana meninggalkan bajunya di kamar ini.


Vino kembali mentoyor kepala Vitto saat kakaknya itu terdiam menatap gaun itu. "Woeeee.....! Itu gaun tidur siapa???? Dari ekspresimu sepertinya kau sedang mengingat sesuatu ya??? Wuiiihhh Vitto Prakarsa si aktor tampan di negara ini yang super cuek dan tidak pernah mau dekat dengan perempuan ternyata membawa kekasihnya ke rumah ini... Siapa perempuan itu??? Ayo katakan???"


"Diamlah... Cepat mandi dan gosoklah gigimu, mulutmu bau sekali....!" Ujar Vitto kesal.


Vitto hendak berbalik badan tetapi tangan Vino justru menahannya. Vitto manatap tajam serta penuh kekesalan pada Vino. Sementara adiknya itu justru menertawakannya. "Kau ketahuan.... Ternyata kau sama brengseknya sepertiku hahahaha.... Kurasa perempuan itu polos sehingga mau denganmu hahahaha, katakan padaku siapa perempuan pemilik gaun tidur ini??? Dan sudah kau apakan saja dia di dalam kamar ini???"


"Diamlah....!" Vitto mendorong Vino lalu melengis pergi meninggalakan adiknya itu yang masih menertawakannya.


Ketika di kamar, Vitto mencari ponselnya dan lekas menghubungi Rana untuk menanyakan perihal gaun itu. Vitto juga teringat, bahwa dia pernah melihat Rana menggunakan gaun itu. Dan tidak salah lagi, ini pastilah milik Rana. Tetapi kenapa bisa Rana teledor meninggalkan bajunya disini dan dia tidak mengatakan apapun, atau mengingatnya.


Rana baru saja selesai mandi. Dia menggosok rambutnya dengan handuk. Benar kata Vitto, dia bangun sedikit terlambat dari biasanya. Rana duduk di depan meja rias dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Ponselnya berdering, Rana meletakkan hairdryer di meja dan mengambil ponselnya. Senyumnya melebar karena Vitto menghubunginya lagi melalui panggilan video.


"Morning Vit...!" Sapa Rana.


"Rambutmu masih basah dan kau masih menggunakan handuk kimono, kau habis mandi ya???"

__ADS_1


"Iya... Sudah tahu kenapa tanya???" Gerutu Rana.


Vitto tertawa. "Salah deh... Btw ada yang ingin aku tanyakan padamu???"


"Bertanya tentang apa???"


"Apa ini milikmu????" Vitto mengubah kamera depan menjadi kamera belakang , dimana gaun tidur putih milik Rana dia letakkan disana.


"Astaga.... Itu punyaku, kamu menemukannya dimana???"


Vitto kemudian menceritakan jika baju itu ditemukan oleh Vino diantara tumpukan handuk. Mendengar itu tentu saja Rana sangat terkejut dan merasa sangat bersalah sekali. Dia sangat ceroboh dan membuat Vitto dalam masalah. Rana lekas meminta maaf pada lelaki itu atas kecerobohannya. Sebenarnya saat berkemas, Rana sempat teringat apakah dia sudah memasukkan gaun itu ke dalam kopernya atau tidak, tetapi dia tidak mengeceknya lagi dan berpikir mungkin sudah dan terselip. Tetapi dia juga tidak mengecek lagi saat sampai di apartemen, ternyata dugaannya benar, gaun itu masih tertinggal. Tana mengucapkan lagi permintaan maafnya pada Vitto. Lelaki itu pun menjalasakan bahwa tidak ada masalah yang terlalu serius mengenai baju itu. Vino juga tidak curiga, justru Vino merasa itu lucu dan menganggap Vitto sedang menjalin hubungan dengan seseorang.


"Sudahlah jangan khawatirkan apapun, lebih baik kau ganti pakaian dan temui Cahya, tidak enak jika kau terlambat bergabung bersama mereka... Siang nanti aku akan kesana, tetapi aku tidak bisa memastikan jam berapa karena Vino dan Papa ada disini, juga nanti aku ada janji bertemu Ariel....!" Ujar Vitto.


"Iya... Sekali lagi aku minta maaf, dan sampai jumpa nanti....!"


Vitto duduk di ruang makan bersama Papanya. Mereka belum memulai sarapan karena masih menunggu Vino yang belum keluar dari kamar. Vitto mengobrol dengan Papanya mengenai pekerjaan dan hal lainnya hingga akhirnya Vino pun keluar dari kamar, dan bergabung bersama mereka.


"Pagi Pa....!" Sapa Vino seraya menarik kursi dan duduk.


"Pagi Vin....!"


Vino mengarahkan pandangannya ke arah Vitto sambil senyum-senyum dan mengedipkan matanya menggoda kakaknya. Vitto mengabaikannya dan tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


Art datang membawa nampan berisi jus dan meletakkannya diatas meja, di depan Vitto, Vino dan Papanya.


"Bi....!" Vino memanggil Art itu.


"Iya den...!"


"Siapa perempuan yang kemarin menginap disini??? Bibi kan selalu ada dirumah, pasti tahu kan??? Siapa perempuan itu? Apa dia sesama artis atau model????" Tanya Vino.


Art itu melirik ke Vitto yang langsung memberi kode agar diam dan tidak mengatakan apapun pada Vino. Art Vitto itu hanya melempar senyum dan berpamitan untuk kembali ke dapur.


Papa Vino dan Vitto pun terlihat terkejut dengan pernyataan Vino. Darimana putranya itu tahu mengenai perempuan yang menginao disini, jangan-jangan Vino mengetahui tentang Rana. "Kau kenapa bertanya seperti itu Vin???" Tanya Papa Vino penasaran.


Vino kembali tertawa. "Itu Pa, tadi aku menemukan gaun tidur seorang perempuan di kkamar yang aku temoati, gaun itu aku temukan di tumpukan handuk....! Jadi pasti ada seseorang yang pernah tidur dikamar itu, dan itu adalah perempuan artinya Vitto mengajak perempuan menginap di rumahnya hahaha...!"


Papa Vino dan Vitto pun mencuri pandang ke arah Vitto. Vitto pun memejamkan matanya menandakan bahwa apa yang dikatakan Vino benar adanya. Membuatnya mengerti bahwa itu pasti milik Rana. "Ya sudah Vin, biarkan saja, itu bagus karena itu artinya kakakmu sudah mulai membuka diri, tidak masalah, kau juga sering membawa Angel pulang kan....???" Ujar Papa Vino.


"Iya Pa, aku menganggap ini menarik saja, Ya Papa sendiri tahu bahwa selama ini Vitto tertutup sekali mengenai perempuan... Hehe...!"


"Diamlah.... Habiskan sarapanmu dan berhenti mengejekku...!" Vitto berucap kesal tetapi Vino masih terus saja menertawakannya..


Vitto kemudian memberitahu Papanya dan Vino bahwa siang nanti dia akan pergi untuk pemotretan. Tentu saja Vitto harus berbohong, dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya tentang kemana dia akan pergi nanti. Vino tidak mempermasalahkan hal itu karena dia akan disini saja untuk menemani Papanya. Vitto bisa pergi dengan tenang. Vitto sendiri masih belum bisa menjelaskan pada Papanya mengenai apa yang kemarin Mamanya lakukan saat dia kembali dari rumah Vino. Vitto juga belum mengatakan jika dia mengajak Rana meninggalkan apartemen dan akan pindah ke tempat baru.


*****

__ADS_1


Jason sudah mendarat dengan selamat, dan dia juga sudah mendapatkan alamat dari tempat tinggal Vita. Dia akan mulai menjalankan tugas yang di berikan oleh Mamanya dengan memanfaatkan Vita untuk kesekian kalinya. Ini harus berhasil dan dia akan mendapatkan keuntungan nantinya. Walauoun sebenarnya dia meragu dan takut ini justru membuat semuanya menjadi berantakan tetapi Jason mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya pasti akan berjalan sesuai dengan rencana.


Tugas yang diberikan oleh Mamanya memang sangat mudah dan Jason yakin Vita akan sangat menurut kepdanya. Hanya saja ini akan berhubungan dengan nama baik serta akan membar habis kemarahan dari Vino dan Vitto. Akan menyenangkan juga menonton ini nantinya dan memanfaatkan hal itu untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dari kedua saudara itu. Jason harus melakukan tugasnya dengan sangat baik nantinya.


__ADS_2