Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 109


__ADS_3

Papanya menggeleng. "Itu adalah hak kalian untuk meluapkan segalanya, mungkin dengan itu perasaan kalian menjadi lebih baik, hanya saja pesan Papa pada kalian adalah jangan pernah membenci Mama kalian, cukup benci saja sikap dan sifat buruknya, karena bagaimana pun dia adalah orang yang melahirkan kalian tetap hormati dia sebagai Ibu kalian...!"


Vino tersenyum. "Vino tahu Pa....! Papa benar, perasaan Vino memang sedikit lebih baik setelah melakukan itu pada Mama, setidaknya dia sekarang bisa memahami kemarahanku dan juga Vitto....! Tapi...??? Vino ingin menanyakan satu hal lagi tetapi Papa harus menjawabnya dengan jujur...!"


"Apa yang ingin kau tanyakan Vin???" Tanya Papanya balik.


"Apa Papa masih mencintai Mama? Dan apakah Papa merasa terpaksa ketika aku dan Vitto meminta Papa menceraikan Mama???"


Sejenak Papa Vino pun terdiam mendengar pertanyaan dari putra keduanya itu. Dia menggelengkan kepalanya. Mencintai istrinya yang sudah melukai hatinya? Dia sudah tidak memiliki itu sama sekali. Baginya keluarganya sudah hancur ketika istrinya mulai bermain api dibelakangnya. Pengkhianatan semacam itu tidak bisa diterima, sedangkan fakta-fakta yang ada semakin membuatnya merasa pernikahannya sudah semakin hancur saja. Selama ini dia bertahan tentu untuk Vitto dan Vino, kedua anaknya yang masih tersisa. Kekhawatirannya selama ini adalah mengenai hubungan Vino dan Angel. Vino sangat mencintai Angel dan dia tahu sekali bahkan akan sangat sulit untuk memisahkan keduanya. Itulah kenapa dia selalu berharap bahwa Vino tidak akan terpengaruh oleh kebusukan Angel, sayangnya Vino terpengaruh dalam hal pembalasan dendamnya pada Rana, meskipun selebihnya tidak.


"Semua sudah berakhir ketika Mamamu memutuskan untuk mengkhianati pernikahannya, bagi Papa itu sudah berakhir. Papa menyetujui usulanmu dan Vitto, ya karena pilihan kalian tepat dan Mama kalian juga ada disini, waktunya tepat sekali...! Papa sudah kehilangan Vania dan tidak bisa membahagiakannya, saat ini Papa hanya memiliki kalian berdua saja jadi Papa ingin melihat kalian bahagia dengan kehidupan kalian....!" Ucap Papa Vino.


"Aku dan Vitto juga ingin Papa bahagia dan lepas dari belenggu Mama, Papa jangan khawatir, meskipun kami berdua laki-laki tetapi kami akan menjaga dan akan terus membahagiakan Papa...!" Vino tersenyum menatap Papanya dalam.


Sebagai seorang anak tentu Vitto dan Vino ingin selalu membahagiakan orang tuanya terutama Papanya karena selama ini Papanya sudah berjuang sendiri untuk kehidupan mereka berdua. Mamanya sudah menghancurkan segalanya, keluarga hampir berantakan tetapi atas kerja keras Vino dan Vitto semua kembali membaik. Vino mengurus bsinis dan Vitto yang menguatkan papa mereka.

__ADS_1


★★★


Selesai mandi, Vitto kekuar kamarnya menuju dapur untuk membuat makan siang. Dia lapar tetapi tidak ingin membangunkan Rana. Mungkin Rana masih mengantuk setelah semalam berada di pesawat dan tidak bisa tidur nyenyak. Atau mungkin Rana merasa mengantuk sekali karena kehamilannya.


Vitto mengambil beberapa bahan makanan, seperti sayur, jamur dan juga sosis. Dia akan menumisnya sederhana saja, dan akan memakannya dengan nasi. Vitto tidak terlalu ahli dalam memasak tetapi jika hanya sekedar membuat tumisan sederhana, dia bisa melakukannya. Vitto mengambil sebuah bawang bombay dan ingin mengupasnya tetapi dia mengernyit karena teringat satu hal. Tadi dia langsung pulang begitu saja dari kantor Vino padahal seharusnya dia pergi ke kantor Aditya lebih dulu untuk meminta bantuan temannya itu lagi mengenai rencananya untuk membeli apartemen atau rumah untuk Rana. Vitto mengambil ponselnya yang ada di saku celananya dan mencari kontak Aditya.


Di deringan ke empat akhirnya Aditya mengangkatnya. "Halo Vit....!" Jawab Aditya.


Vitto tersenyum. "Ya Dit...! Sorry kalau ganggu..."


"Thanks buat pesawatnya, perjalananku kemarin sangat lancar sekali...! Sebenarnya tadi aku ingin mampir ke kantormu tetapi aku lupa dan baru sadar ketika sampai di apartemen... Hahaha!"


"Ke kantorku??? Hmmm... Untung kau lupa, karena aku sekarang tidak berada di kantor, aku mengajak istri dan anak-anakku ke puncak di perkebunan Teh milik Mama, kami akan menginap beberapa hari disana. Memangnya ada perlu apa kau ingin datang ke kantor???" Tanya Aditya.


"Ah aku akan datang kapan-kapan saja kalau gitu, aku ingin bertemu denganmu untuk meminta bantuanmu, kau dulu pernah bercerita padaku kalau kau punya sahabat yang punya banyak perumahan dan juga hotel, aku ingin bertemu dengannya langsung, aku ingin membeli rumah atau apartemen atau apalah untuk di tinggali oleh Rana...!"

__ADS_1


"Oh iya, namanya Ariel Harsya dia pemilik Eerma's Group, dia biada menangani hal itu, aku juga sering meminta bantuannya mengurus pembangunan villa ku di Bali, dia punya pekerja-pekerja hebat untuk menangani hal itu...! Aku bisa menghubunginya jika kau ingin memintanya mengurus hal itu...!"


"Iya jika kau tidak keberatan membantuku... Hehehe ku harap kau tidak bosan karena aku merepotkanmu...!" Ucap Vitto sambil terkekeh.


"Hahaha selow saja Vit, eh tapi jika kau tidak sibuk kau bisa datang kesini bersama Rana, sekaligus liburan, ada banyak kamar di villaku, kebetulan Ariel juga akan sampai disini sebentar lagi, putrinya merengek meminta diantar kesini untuk bertemu dengan Kyra dan Kyros, dan dia akan menginap juga, jadi kau bisa mengobrol dengannya nanti, kesini saja ajak Rana, jangan terus-terusan mengurungnya di apartemenmu, kau bisa tenang dengan privasimu, disini tidak akan ada yang mengganggumu...! Bagaimana???"


Vitto terdiam dan berpikir tidak ada salahnya juga mengajak Rana keluar untuk jalan-jalan. Lagipula yang dia tahu Aditya memang suka mengkoleksi tempat bagus dan sangat menjaga privasinya. Rana juga pasti akan senang bertemu dan berbicara dengan istri Aditya apalagi bertemu dengan kedua anak Aditya yang kembar dan menggemaskan itu. "Itu ide yang bagus, baiklah aku akan kesana sore nanti, Rana pasti senang karena kemarin aku mengatakan padanya bahwa kau punya anak kembar yang menggemaskan dan dia ingin bertemu, tetapi agak sorean dikit ya Dit aku datangnya, karena aku sudah ada janji dengan dokter untuk memeriksa Rana!"


"Memangnya Rana sakit???" Tanya Aditya.


Vitto terkekeh. "Ceritanya panjang, aku akan menceritakannya nanti, oke kalau gitu have fun dengan kegiatanmu disana, salam untuk Cahya dan si kembar yang menggemaskan itu ya???" Ucap Vitto.


"Oke.... Akan ku sampaikan, aku akan menunggumu, nanti ku kirim alamatnya, dan saat Ariel sampai aku akan menyampaikan permintaanmu yang ingin bertemu dengannya, salam juga untuk Rana...!"


"Ya, thanks Dit...!" Vitto kemudian menutup panggilannya. Dia tersenyum, Aditya memang benar bahwa dia memang harus mengajak Rana keluar dari apartemen agar Rana bisa mendapat hiburan di luar. Kasihan juga Rana jika harus terus-terusan disini.

__ADS_1


__ADS_2