Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 237


__ADS_3

Binar kebahagiaan terlihat di wajah Vitto dan Rana, begitu juga di rasakan oleh Jeany dan Edward. Rana masih belum bisa mempercayai jika Vitto melamarnya dengan cara yang begitu manis. Suasana yang sangat mendukung dengan di hiasi matahari terbenam. Rana melihat ke arah cincin yang ada di jari manisnya. Cincin itu sangat indah berhias butiran-butiran permata dan sangat pas di jarinya. Satu langkah lagi hubungannya dengan Vitto semakin dekat dengan pernikahan yang akan mereka segera lakukan. Dan di tempat yang sangat indah ini lagi tentu nya.


Di tengah kebahagiaan Vitto dan Rana, Edward sibuk dengan kameranya dan mengatur keduanya untuk mengambil beberapa foto dengan berbagai sudut yang cantik. Edward juga akan mengambil foto siluet keduanya ketika matahari terbenam. Itu akan terlihat sangat cantik sekali.


Vitto dan Rana tentu tidak akan melewatkan moment itu. Mereka mengikuti arahan dari Edward untuk mendapatkan foto-foto yang bagus.






Setelah berfoto dan ber jalan-jalan sebentar. Vitto mulai merasa lapar dan dia mengajak Rana, Jeany dan Edward untuk mencari restoran terdekat. Edward pun menyarankan agar mereka ke restoran hotel saja, disana makanannya enak. Vitto setuju dan dia harus berganti pakaian dulu, begitu juga dengan Rana, karena pakaian mereka tadi terkena air laut dan juga sedikit kotor.


"Rana.... Bagaimana perasaanmu???" Tanya Jeany. Saat ini Jeany sedang berada di dalam kamar Rana. Rana sudah selesai mengganti pakaiannya kemudian duduk di depan meja rias nya sambil menyisir rambutnya.


Rana menoleh ke belakang. "Aku masih mencoba menerka dengan apa yang tadi terjadi, aku benar-benar tidak menyangka Vitto melakukan itu padaku, dia sangat manis dan malu-malu, kau pasti bisa melihatnya kan???"


Jeany tertawa. "Hahaha iya... Itu artinya dia benar-benar sepenuh hati denganmu, aku berdoa semoga rencana pernikahan kalian berjalan lancar dan tidak ada yang mencoba merusak kebahagiaan kalian..!"


"Amin.... Aku berharap ini menjadi awal yang baik dan menjadi pernikahan yang sesungguhnya untukku...! Tidak ada lagi hal buruk yang akan menimpaku...!"


"Aku bisa melihat ketulusan Vitto, tidak ada sesuatu yang mengganjal yang selama ini aku lihat darinya, berbeda dengan ketika aku melihat Vino pertama kalinya, feeling mufti langsung mengatakan bahwa dia memiliki sesuatu yang coba dia sembunyikan, dan ternyata benar, dia tidak sebaik yang kita pikirkan, semua itu berbanding terbalik dengan Vitto, dibalik penampilannya yang terlihat dingin dan angkuh, ternyata dia adalah laki-laki tulus dan sangat bucin padamu hahaha...!" Jeany kembali tertawa, Rana juga tertawa mendengar ucapan Jeany. Kemudian dia lekas mengajak Jeany keluar karena jika terlalu lama, yang ada para laki-laki akan menggurutu

__ADS_1


Benar saja ketika mereka berdua keluar, Vitto langsung menggerutu kepada Rana. Kemudian berangkatlah mereka menuju restoran.


•••^^^•••


Akhirnya Vitto dan Rana kembali lagi ke villa setelah makan malam bersama dengan Jeany dan juga Edward. Vitto sudah menawari kedua nya agar menginap sekalian di villa tetapi mereka berdua menolak dan akan kembali ke hotel karena besok Edward ada pekerjaan jadi dia dan Jeany harus segera pulang. Dalam obrolan di restoran, Vitto dan Rana juga membahas mengenai persiapan pre wedding dengan Edward. Baik Rana dan Vitto sudah memiliki gambaran tersendiri untuk foto pre wedding mereka. Vitto meminta bantuan Edward agar bisa merekomendasikan tempat yang bagus untuk melakukan foto pre wedding itu. Edward pun menyanggupi dan akan membantu Vitto dengan baik. Sementara untuk tanggal pernikahan Vitto akan berdiskusi dengan Rana lagi dan juga Papa nya. Yang pasti pernikahan itu akan di lakukan bulan depan. Semakin cepat, itu akan semakin baik.


Rana merasa lelah sekali dan dia langsung duduk di sofa di susul oleh Vitto. Rana menyandarkan kepala nya di dada Vitto dan lelaki itu memeluknya. "Apa hari ini kau merasa senang???" Tanya Vitto.


"Kenapa kau bertanya seperti itu??? Tentu saja aku merasa senang dan sangat bahagia sekali... Ini sama sekali tidak ada di bayanganku...! " Gumam Rana.


"Aku akan melakukan apapun untukmu, karena aku sangat mencintaimu, itu adalah fakta nya...!"


"Aku percaya... Sekali lagi Terima kasih karena kau mau mencintaiku dan menerima segala kekuranganku, aku tidak tahu harus bagaimana membalas semua kebaikanmu selama ini, terlalu banyak hal baik yang aku dapatkan selama ini...!"


"Aku mengantuk sekali...!" Gumam Rana.


Vitto melepaskan pelukannya dan menatap mata perempuan yang sangat di cintainya itu. "Baiklah, masuk ke kamarmu, bantai pakaian tidurmu lalu tidur, besok kita harus menikmati liburan kita dengan baik...!"


Rana menganggukkan kepala nya. "Baiklah aku akan ke kamar dan beristirahat..! " Rana kemudian berdiri dan mendaratkan kecupan di bibir Vitto kemudian pergi meninggalkan lelaki itu dan masuk ke kamarnya.Vitto juga berdiri dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Vitto mengganti pakaiannya sebelum dia mencuci wajahnya dan pergi beristirahat. Seperti yang di rasakan oleh Rana, Vitto juga merasa bahagia dan bersyukur sekali karena hari ini berjalan sesuai dengan rencana nya. Dia bisa melihat binar kebahagiaan di wajah Rana bahkan ketika tadi dia ingin memasangkan cincin di jari manis perempuan itu, mata Rana berkaca-kaca karena terharu dan sempat meneteskan airmata nya. Vitto selalu berjanji dalam hatinya bahwa dia akan membahagiakan Rana, memberikan apa yang belum pernah Rana rasakan selama ini. Rana menginginkan dia menjadi istri yang baik yang bisa membuat suaminya bahagia juga membuat dirinya sendiri merasa nyaman dalam perlindungan suami. Dan Vitto akan memberikan yang erbaik untuk Rana dan juga anak-anak mereka nanti nya.


Setelah mencuci wajahnya, Vitto keluar dari kamar mandi dan duduk di atas tempat tidurnya. Senyum sumringah nya tidak lepas dari wajahnya sejak tadi. Dia jadi terbayangkan akan bagaimana nanti pernikahannya dengan Rana. Dia ingin pernikahan itu menjadi pernikahan yang luar biasa sehingga dia tidak akan bisa melupakan moment itu seumur hidupnya, begitu juga dengan Rana. Di tengah lamunannya, ponsel Vitto berbunyi dan banyak pesan masuk. Dia kemudian membuka nya dan itu pesan dari Edward yang sepertinya mengirim foto sore tadi.


Benar saja, Edward sudah mengirim foto-foto itu dengan baik. "Manis sekali...!" Gumam Vitto.

__ADS_1


Vitto mendapati sebuah foto dimana tangannya memegang tangan Rana yang sudah di hiasi cincin darinya. Vitto ingin sekali membagi kebahagiaannya dengan para penggemarnya. Dan dia akan mengupload foto itu di laman media sosialnya.



..."She Said Yes... ❤💍 Thanks God..."...


Begitu tulis Vitto di caption, kemudian dia mengupload nya. Hanya satu foto saja, dia masih enggan untuk mempublikasi hubungannya dengan Rana, dia akan berusaha menjaga itu hingga hari pernikahan tiba. Setelah memposting foto itu, Vitto meletakkan ponselnya dan berbaring kemudian tidur.


***


Vino sedang duduk di kursi kerja nya, dia sibuk dengan pekerjaannya yang harus dia selesaikan agar pekanbaru depan semua sudah siap untuk di presentasikan dengan klien. Di ruang kerja itu juga ada Papa nya yang juga sibuk membaca buku. Vino dan Papa nya sedang berada di ruang kerja dan perpustakaan yang ada di rumah mereka.


Fokus Vino teralihkan ketika melihat ponselnya berkedip, ada sebuah notifikasi masuk. Dia mengambil ponsel itu dan mengernyit ketika mendaoati notifikasi bahwa Vitto mempostong sesuatu di salah satu sosial media kakaknya itu. Penasaran Vino membuka nya dan berapa terkejutnya dia mendapati Vitto mem-posting foto tangan laki-laki dan perempuan yang berpegangan, terlebih lagi dengan caption yang di tulis oleh Vitto menandakan bahwa telah terjadi sesuatu dengan kakaknya dan perempuan itu. Vino teringat dengan sertifikat pembelian cincin berlian yang di temukannya kemarin di mobil Vitto. "Jadi benar dia akan melamar seorang perempuan??? Dan dia sudah melakukannya???" Gumam Vino. "Tetapi siapa kekasih si brengseek itu...???" Gumamnya lagi.


"Papa...!" Panggil Vino. Papa nya langsung menoleh ke arahnya.


Vino berdiri menghampiri Papa nya. "Lihatlah putramu yang konyol ini, dia melamar seorang perempuan dan tidak memberitahu kita... Apa Papa tahu siapa perempuan ini???" Tanya Vino.


Papa nya langsung menggelengkan kepala nya meskipun sebenarnya dia tahu siapa perempuan itu dan Vitto sudah memberitahunya jika hari ini akan melamar Rana.


"Papa bohong, masa tidak tahu siapa kekasih Vitto???"


"Tidak tahu Vino, kakakmu tidak pernah membahas mengenai perempuan yang di sukai nya, mungkin itu hanya kebutuhan film terbaru nya saja... "


"Tetapi kemarin aku menemukan sumertifikat pembelian cincin berlian di mobilnya, ku rasa bukan kebutuhan promosi film Pa... Baiklah kalau Papa tidak tahu, aku akan mencari tahu sendiri... Besok aku pasti langsung bisa menemukan siapa kekasih si brengseek Vitto itu..! "

__ADS_1


__ADS_2