Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 53


__ADS_3

Rana memundurkan langkahnya ketika Vino mendekat dengan senyum anehnya. "Appppaaaa... Yang ingin kau lakukan Vino...!" Suara Rana terbata, dan dahinya mengeluarkan keringat dingin.


Vino terus mendekat sambil tersenyum. "Kenapa kau ketakutan seperti itu? Bukankah kau bilang aku harus melakukan tanggung jawabku sebagai suamimu??? Sekarang sepertinya aku berpikir bahwa aku harus melakukannya, kau istriku kan???" Gumam Vino.


"Jangan mendekat....!!" Seru Rana panik.


Rana terus mundur hingga akhirnya batas itu ada. Punggung Rana sudah menyentuh tembok kamar mandi dan Vino terus melangkah pelan mendekatinya. "Kenapa aku tidak boleh mendekat...?? Kau istriku dan aku suamimu yang akan memenuhi tanggung jawabnya, aku sudah lama tidak bercinta dengan perawan, pertama kali aku melakukannya dengan Angel saat kami masih SMA, dan itu lama sekali jadi aku sangat merindukan hal itu terjadi lagi, sekarang aku akan melakukannya padamu wahai istriku yang bodoh...!" Ujar Vino.


Mendengar itu Rana semakin ketakutan. Dia tidak bisa melakukan itu dalam keadaan tertekan seperti ini. Rana tahu Vino adalah suaminya tetapi kenyataan bahwa lelaki itu telah mengkhianatinya dan memiliki hubungan dengan wanita lain membuat Rana enggan jika harus berbagi.


"Jangan Vino.... Jangan lakukan itu, aku minta maaf jika kau tersinggung dengan ucapanku, aku tidak akan mengatakannya lagi, tapi please jangan lakukan itu padaku....!"


Vino tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan Rana. Dia akhirnya berhasil membuat perempuan itu menyerah. Lagipula dari awal Vino juga tidak tertarik sama sekali dengan Rana. Dia kali ini hanya mencoba untuk mengerjai perempuan itu dan sangat menyenangkan melihat Rana ketakutan.


"Kenapa??? Kau sendiri yang tadi menantangku untuk melakukannya dan sekarang kau memohon kepadaku, dasar perempuan bodoh...! Jika kau tidak mau melakukannya, maka lakukan apa yang aku minta, sekarang mandi dan biarkan aku tetap disini... Jangan membantahku kalau tidak aku akan langsung memperk0samu, dan kau pasti akan sangat menyesal jika aku melakukan itu...! Mengerti...!!!!" Ancam Vino.


Rana terlihat takut dan dia benar-benar tidak ingin jika Vino melakukan itu padanya dalam kondisi seperti ini. Vino tidak mencintainya dan sudah pasti jika lelaki itu melakukannya adalah karena ingin menyakitinya bukan karena benar-benar melakukannya sebagai seorang suami. Rana tidak bisa jika alasannya seperti itu.

__ADS_1


Dengan berat hati, Rana pun mengabulkan keinginan Vino. Satu persatu Rana menanggalkan pakaiannya, dan dia berusaha menutupi bagian-bagian sensitifnya dengan kedua tangannya dan menutup pahanya rapat-rapat. Tubuh Rana mulai diguyur oleh air dari shower, sementara Vino berdiri saja dan memperhatikan Rana dalam diam. Rana harus menyelesaikan mandina dengan cepat, dia benar-benar merasa tidak nyaman karena harus dilihat oleh Vino. Suami yang sangat membencinya. Rana bergegas menekan sabun cair dari botolnya dan membelakangi Vino.


"Pakai sabun itu dan menghadaplah ke arahku, jangan membelakangiku seperti itu, kau tidak aku bisa saja menyerangmu dari belakang...!" Ucal Vino mengancam.


Mendengar itu, Rana langsung berbalik badan dan menuruti permintaan Vino. Dia benar-benar tidak nyaman sekali tetapi dia takut jika Vino benar-benar mau melakukan pemaksaan itu padanya. Ditengah guyuran air shower Rana diam-diam menangis, sekali lagi menyadari bahwa Vino kembali mempermainkannya dan kali ini Vino semakin menggila. Rana benar-benar malu meskipun kenyataannya Vino adalah suaminya. Laki-laki ini sungguh keterlaluan sekali.


Vino hanya melempar senyum dan terus memandangi Rana yang terlihat ketakutan. Vino juga menyadari bahwa Rana saat ini sedang menangis. Ini yang Vino sukai, melihat Rana menangis dan tersakiti, membuatnya merasa sangat puas sekali.


Rana akhirnya selesai dan langsung meraih jubah mandi yanv terlipat di belakang Vino. Dia lekas memakainya dan pergi keluar kamar mandi untuk mengambil pakaiannya karena tadi Vino memaksanya masuk sehingga dia tidak sempat mengambil pakaian ganti.


Saat Rana keluar dari kamar mandi, Vino tidak mengikutinya dan masih menunggunya karena Vino tahu Rana pasti nanti akan kembali lagi kesini. Rana tidak punya pilihan lain selain mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi. Vino juga sudah mengunci pintu kamar jadi Rana tidak akan bisa keluar.


Vino bisa melakukan ini karena Angel tidak ada disini, karena jika ada Angel tentu perempuan itu akan menolak idenya mentah-mentah.


Benar saja, Rana kembali masuk ke dalam kamar mandi, tadi dia berusaha keluar dari kamar diam-diam tetapi gagal karena ternyata Vino mengunci kamar ini. "Lelaki itu memang sudah tidak waras...!" Gumam Rana dalam hati.


Saat masuk ke kamar mandi, Rana langsung disambut senyum manis Vino. "Kau mau pergi ya???" Tanya Vino mengejek, kemudian tawanya kembali menggema di dalam kamar mandi itu.

__ADS_1


"Jangan kau kira aku bodoh Rana, kau tidak akan bisa lepas dariku begitu saja...! Ceoat ganti pakaianmu disini...!" Teriak Vino lagi.


"Vino mnag tidak waras, untuk apa dia melakukan ini padaku, apa yang akan dia peroleh, dasar laki-laki gila...!" Gerutu Rana dalam hati.


Tetapi Rana tentu tidak ingin membuat Vino marah lagi. Dengan perasaan campur aduk, Rana pun terpaksa mengganti pakaiannya di depan lelaki itu. Dia melakukannya dengan cepat agar bisa terhindar dari tatapan mengejek Vino. Setelah selesai Rana pun keluar dan Vino kini mengikutinya.


Ini sudah larut dan Rana enggan berdebat atau melihat kegilaan lelaki ini, dia pun langsung berbaring di tempat tidur dan menarik slimutnya. Vino berdiri dan terus memandangi Rana. "Aku sudah menuruti semua keinginanmy jadi sekarang kau bisa pergi dari kamar ini, aku ingin tidur nyenyak, dan besok kau bisa kembali menyiksaku atau mempermalukan diriku lagi..." Gumam Rana.


Kali ini Vino tidak menjawab dan hanya teraenyum memandangi Rana. Vino kemudian menarik kursi di depan meja rias dan duduk menghadap Rana. Vino terus menatapnya. Rana mengernyit, entah apa lagi yang ingin dilakukan lelaki ini padanya.


"Kenapa kau malah duduk disini? Apa kau tidak ingin tidur? Ini sudah malam, Angel pasti menunggumu...!" Seru Rana jengkel.


"Angel sudah pulang, dan kau jangan banyak bicara, kalau ingin tidur, tidur saja, bukankah tadi aku sudah bilang bahwa aku ingin mengawasimu karena aku takut kau hunuh diri....!" Ucap Vini.


"Aku tidak akan melakukan hal serendah itu, jadi kau jangan khawatir, cepat pergi...!"


Vino melotot menatap Rana tajam. "Kau berani mengusirku dari kamar ini? Ini rumah milikku jadi kenapa aku harus pergi dari tempat ini, jangan menentangku lagi atau akau benar-benar akan memperk*samu...! Kau mau nanti aku melakukannya??? Ha???" Teriak Vino.

__ADS_1


★★★★★


__ADS_2