Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 288


__ADS_3

Vino sampai di sebuah jalanan yang cukup sepi. Dia tadi sudah menuju ke arah lokasi yang di tunjukkan oleh bodyguard Arindah tetapi ternyata Arindah sudah tidak ada disana dan Vino di beri tahu lagi dimana lokasi Arindah. Maka pergilah dia kesini, jalanan yang cukup membuat Vino terkejut dan bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Vino mencoba menyusuri jalanan itu, dan dari kejauhan dia melihat sebuah mobil berhenti dan ada beberapa orang yang terlihat berdiri di samping mobil itu. Vino mencoba mendekat dan ada lambaian tangan dari seseorang. Info lokasi yang di kirim oleh bodyguard Arindah juga terhenti tepat dimana mobil itu berada. Vino menghentikan mobilnya, dan dia bisa melihat dari kaca mobilnya bahwa itu adalah Arindah yang berdiri di belakang bodyguard nya dan mereka tampak sedang beradu argumen dengan dua orang pria. Melihat itu, Vino lekas keluar mobil dan menghampiri mereka.


"Arindah....!!!" Teriak Vino sambil menyebrangi jalanan yang sepi itu.


"Vino....!!! Arindah langsung berlari menghampiri Vino dan memeluknya. Arindah langsung terisak dan seperti orang yang ketakutan.


" Kau tidak apa-apa???" Tanya Vino.


"Mereka...!" Tangan Arindah menunjuk ke arah kedua lelaki itu sambil terisak. "Aku tidak sengaja menabrak mobil mereka, mereka akan membawaku ke kantor polisi, tetapi malah mereka mengajakku dan Vera ke tempat ini... Vera... Dia sejak tadi berusaha mengajak bernegosiasi tetapi mereka sepertinya mabuk.... Aku takut...!"


Vino langsung mengerti ketakutan Arindah. Dia pun memeluk Arindah dan menghampiri kedua pria itu yang saat ini menatap tajam ke arahnya dan Arindah. "Oke... Tenanglah.. Aku ada disini...!"


Vino menghampiri kedua pria itu dan meminta Vera agar bersama Arindah.


"Ada apa??? Kenapa kalian membawa mereka berdua kesini??? Di tempat gelap dan sepi seperti ini???" Tanya Vino pada kedua lelaki itu.


Kedua lelaki itu justru saling melempar pandangan satu sama lain sambil tersenyum mengejek. "Wah.... Sepertinya kekasihnya datang...???" Ucap salah seorang dari mereka.


"Kenapa kau membawa mereka kesini???" Tanya Vino lagi.


"Kekasihmu itu menabrak mobilku, aku sudah minta ganti rugi tetapi dia bilang permintaan ganti rugiku terlalu mahal, padahal aku hanya meminta 15 juta, mobilku lecet-lecet.. Karena dia tidak mau memberikan ganti rugi, aku berniat membawa nya ke kantor polisi..." Jawab dari salah satu lelaki itu.


"Ada kantor polisi disana, lalu kenapa kau membawa nya kesini???"


"Tiba-tiba saja kami berubah pikiran dan ingin memberi nya pelajaran disini karena menolak untuk memberi uang ganti rugi..." Timpal seorang lagi.


Vino berbalik badan dan berjalan ke arah sisi kanan dan kiri mobil lelaki itu juga mengecek bagian depan. Tidak ada lecet yang berlebihan dan hanya menemukan sedikit goresan disana. Vino pun di buat kesal, tetapi dia mencoba menahan diri. "Ini hanya ada sedikit goresan, tidak butuh uang lebih dari dua juta untuk memoles nya... Lalu kenapa kau sampai meminta ganti rugi sebesar lima belas juta??? Kau ingin memeras nya????" Tanya Vino.


"Aku hanya meminta ganti rugi, apa salahnya???? Dan dia tidak memberikannya, jadi aku membawa nya kesini.."


"Untuk apa????" Sela Vino dengan cepat.


Kedua laki-laki itu tidak menjawab dan malah tertawa. "Apa aku harus menjelaskan padamu apa yang ingin aku lakukan padanya dan temannya itu??? Mereka berdua sangat cantik.. Hahahaha... Aku baru hendak memulai nya dan kau datang merusaknya..."


Vino memalingkan muka merasa jijik dan dia juga bisa mencium bau alkohol dari mulut kedua lelaki itu. Bau alkohol murahan yang membuat Vino muak dan ingin menghajar kedua nya. Vino sangat tahu apa yang kedua lelaki itu rencana kan dengan membawa Arindah dan juga Vera. Hanya saja kedua lelaki bodoh itu tidak tahu siapa Vera sebenarnya, kalaupun dia tidak datang kesini, Vino yakin Vera pasti bisa mengatasi kedua nya.


Vino mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang dari dalam sana. Lalu melempar uang itu di depan kedua lelaki itu. "2 juta sudah lebih dari cukup untuk memoles mobil butut mu ini... Ambil dan pergilah, sebelum aku memberi kalian pelajaran..." Ucap Vino.

__ADS_1


"Aku tidak mau jika hanya 2 juta, aku meminta 15 juta...!"


Vino mendekat ke salah satu dari mereka dan menarik kerahasiaan baju nya. "Aku sudah mencoba berbaik hati dan menahan diri jadi sekarang aku akan memberi kalian pilihan??? Memilih pergi sekarang atau aku yang akan menyeret kalian ke polisi dengan tuduhan pemerasan???? Atau bahkan mungkin aku bisa langsung menghajar kalian disini....???" Ancam Vino.


Bukannya takut, justru satu dari lelaki itu memukul wajah Vino, membuat Vino melepaskan tarikan nya pada kerahasiaan baju lelaki yang satu nya. Vino tersungkur dan mengernyit karena wajahnya di pukul. Hal itu membuat Vino semakin marah. Vino langsung menghajar mereka dan Vera juga membantu nya. Di karenakan kedua laki-laki itu mabuk, baru beberapa kali di pukul oleh Vino dan Vera, kedua nya langsung tersungkur. Mereka juga berusaha bangun dan masuk ke dalam mobil lalu pergi begitu saja tanpa mengambil uang pemberian Vino.


"Dasar pengecut..." Ucap Vino yang kemudian menghampiri Arindah yang masih terlihat ketakutan. Vino pun mengajak Arindah dan Vera untuk masuk ke dalam mobilnya.


Arindah duduk di kursi sebelah kemudian sementara Vera duduk di kursi belakang. Vino juga masuk dan mengambil botol air minum nya kemudian memberikannya kepada Arindah. "Apa mereka melakukan sesuatu pada kalian???" Tanya Vino.


"Tidak pak... Sebisa mungkin saya tadi melindungi Ibu Arindah..." Jawab Vera.


"kerja bagus... Tetapi apa yang sebenarnya terjadi??? Bagaimana bisa kau mengemudikan mobilnya tidak hati-hati Ver??" Tanya Vino lagi pada bodyguard Arindah.


"Sebenarnya, tadi ibu Arindah mengemudikan mobilnya sendiri..." Jawab Vera.


"Loh kok bisa??? Bukankah aku menyuruhmu untuk mengawal Arindah??? Kenapa dia malah mengemudikan mobilnya sendiri???" Tanya Vino heran.


Arindah menutup botol air minum yang tadi di berikan Vino padanya. Arindah kemudian menjelaskan pada Vino jika tadi dia buru-buru untuk menemuinya di restoran. Arindah baru saja keluar dari ruang operasi karena ada pasiennya yang melahirkan sehingga dia telat untuk datang bertemu Vino. Saat keluar dari rumah sakit, dia tidak mendapati Vera karena ternyata Vera sedang keluar untuk membeli makan malam. Karena sudah hampir jam sembilan, Arindah merasa khawatir Vino semakin lama menunggu nya jadi dia terpaksa meninggalkan Vera dan meminta Vera untuk. menyusulnya saja nanti menggunakan taksi. Dan karena buru-buru, Arindah justru menyeremoet mobil kedua laki-laki itu. Sebenarnya tidak terlalu parah tetapi kedua laki-laki itu keluar dan marah-marah, Arinda meminta maaf dan siap mengganti kerusakan akan tetapi mereka menolak dan mengajak Arindah le kantor polisi.


Saat itu ternyata Vera datang karena dia tidak sengaja melihat mobil Arindah berhenti di tepi jalanan. Vera pun menanyakan apa yang terjadi. Arindah pun menjelaskan pada Vera lalu mereka berdua sudah mencoba bernegosiasi dengan laki-laki itu tetapi negosiasi itu gagal karena mereka justru memaksa Arindah untuk ikut mereka ke kantor polisi. Tidak ingin terjadi keributan, Arindah menuruti nya dan Vera juga ikut karena tidak ingin terjadi sesuatu pada Arindah. Di dalam. mobil itu, kedua lelaki itu mulai berceliteh dan meminta uang ganti rugi sebesar 15 juta seperti yang tadi di ucapkan mereka pada Vino. Arindah ingin memberikannya sebenarnya tetapi kedua lelaki itu justru menghentikan mobilnya di jalanan sepi.


"Aku takut..!" Jawab Arindah.


"Bagaimana kalau tidak ada Vera??? Mereka mungkin bisa saja melakukan sesuatu padamu??? Itulah kenapa aku mengirim Vera, agar dia bisa membantumu dan menjagamu.. Oke baiklah, sekarang dimana mobilmu???" Tanya Vino.


"Masih ada di pinggir jalan..." Jawab Arindah.


"Oke... Vera... Aku akan mengantarmu, dan bawa mobil Vera pulang ke rumahmu, dan besok bawa ke bengkel, suruh mereka mengecek dan memoles ulang jika ada goresan..!!" Titah Vino pada Vera.


"Baik pak... Saya akan mengantar bu Arindah pulang dulu.. "


"Tidak perlu, biar aku yang mengantar Arindah, ini sudah malam, kau pulang dan beristirahat saja.."


"Baik pak....!"


Vino menyalakan mobilnya dan pergi untuk menuju tempat mobil Arindah berada.


★★★★★★

__ADS_1


Setelah berpisah dengan Vera, Vino mengemudikan mobil nya untuk mengantar Arindah pulang. Vino saat ini tidak ingin menanyakan tujuan Arindah mengajaknya bertemu tadi setelah melihat kondisi Arindah yang masih syok. Mungkin pembicaraan itu bisa di bahas di lain waktu. Vino tidak ingin membuat Arindah merasa tidak nyaman.


"Vino...?? Aku minta maaf karena tidak menepati janji ku.." Ucap Arindah tiba-tiba.


"Tidak masalah... Kita bisa makan malam lagi kapan-kapan..."


"Kau bisa mencari cafe atau restoran, dan kita bisa berbicara disana sekarang..."


Vino menoleh ke Arindah, lalu melihat jam tangannya. "Ndah... Ini sudah malam, sebentar lagi cafe dan restoran juga pasti akan tutup, kita tidak akan bisa berbicara lama nanti.. Lebih baik aku mengantarmu pulang, kita bisa bicara besok atau lusa lagi... Kau juga pasti masih syok dengan kejadian tadi.."


"Kalau begitu, kita bisa membeli minuman dan berbicara di mobil saja atau kita cari tempat yang nyaman untuk mengobrol... Aku tidak apa-apa kok... Di depan ada coffee shop, kita bisa membeli kopi lalu mengobrol sambil jalan pulang, bagaimana???"


"Baiklah jika itu yang kau inginkan..."


Vino kemudian menghentikanm mobilnya tepat di sebuah coffee shop. Vino bertanya kepada Arindah ingin memesan apa karena dia akan masuk dan membeli nya sementara Arindah bisa duduk dan beristirahat di dalam mobil. Arindah pun mengatakanapa yangi ngin dia minum, dan Vino kemudian keluar untuk membeli minuman itu.


Sampai akhirnya, Vino terlihat keluar dengan membawa dua cup minuman untuknya dan juga untuk Arindah. Vino masuk ke mobil, dan menyodorkan minuman untuk Arindah. "Caramel java chips pesanan mu..." Ucap Vino.


Arindah tersenyum. "Thanks...! Kau membeli apa???" Tanya Arindah.


"Espresso doubleshot... Aku sangat menyukai nya.. Tadi di restoran aku juga memesan ini untuk menunggumu... Kita jalan pulang ya???"


"Aku ingin mengajakmu berbicara jadi bisakah kita mencari tempat yang nyaman untuk berbicara...??? Atau aku mulai berbicara disini saja kali ya??" Ucap Arindah sambil menyeruput minumannya.


"Terserah... Kalau mau bicara disini ya tidak apa-apa.. Memangnya apa yang ingin kau bicarakan???" Tanya Vino.


Arindah terdiam, menatap Vino. Dia mencoba menarik napasnya dan menghela nya. "Ini mengenai pernikahan yang kau inginkan..." Gumam Arindah.


"Pernikahan??? Kau pasti ingin menolaknya kan???" Tanya Vino lagi.


Arindah menggelengkan kepala nya. "Tidak... Aku justru ingin mengatakan iya, aku mau menikah denganmu.."


"Mau????? Kau serius???"


"Iya.... Aku menerima tawaran mu.. Akan tetapi aku ingin membuat perjanjian sebelum menikah dimana aku mau di dalam pernikahan itu harus tidak ada kdrt dan harus saling terbuka... Aku tidak ingin mengalami hal yang sama seperti Rana dulu.. Dan kau juga menginginkan agar kita saling mengenal lebih jauh di pernikahan itu, aku tidak mempermasalahkannya... Kita bsa mencoba itu... Yang aku inginkan hanyalah kau tidak memperlakukanku buruk seperti hal nya apa yang pernah kau lakukan pada Rana, itu saja... Jika kau menyanggupi nya, tentu kita bisa mempersiapkan segala nya mulai sekarang..."


"Kau serius??? Ya ya ya.... Aku akan menyanggupi segala keinginanmu, dan jika perlu aku akan membuat surat perjanjian hitam di atas putih, dan kau bisa mengatakan apa saja yang kau inginkan....! Thanks ya Ndah..." Vino meletakkan kopi nya dan tiba-tiba saja memeluk Arindah dengan perasaan yang bahagia.


"Mulai besok aku akan menyiapkan segala nya, pendaftaran, WO, dan semua nya akan aku siapkan.. Kau jangan khawatirkan apapun... Aku juga akan berbicara dengan orang tua mu... Dan aku pastikan bahwa Reino tidak akan mengganggu mu dan juga Naufal, aku juga akan menyayangi Naufal...." Ujar Vino dengan perasaan yang bahagia dan senyumnya menghiasi wajah tampannya. Dia tidak menyangka jika Arindah mau menerima ajakannya. Dan dia juga akan berusaha melupakan masa lalu nya serta mencoba menerima Arindah dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2