Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 168


__ADS_3

Di tempat lain, Vita akan memulai rencananya. Cukup banyak wartawan yang berkumpul. Vita juga sudah bersama dengan pengacaranya membawa sebuah laptop juga.


Semua di awali dengan curhatan Vita mengenai permasalahannya dimana dia di ceraikan begitu saja oleh suaminya dan baru saja menghadiri sidang pertamanya, yaitu mediasi tetapi itu berakhir gagal karena suaminya masih tetap dengan keputusannya. Terlebih lagi kedua anaknya yaitu Vitto Prakarsa, aktor yang saat ini terkenal dan di gandrungi banyak orang, juga putra keduanya yaitu Vino Prakarsa, Ceo dari Prakarsa Corporate, keduanya justru mendukung penuh perceraian ini.


Vita mulai terisak pedih. Menceritakan bagaimana dia ingin sekali mempertahankan rumah tangganya tetapi anggota keluarganya tidak ada satupun yang mendukungnya. Mereka justru terus menyalakannya padahal dia sudah meminta maaf pada mereka jika seandainya dia memiliki salah. Akan tetapi mereka tidak mau sama sekali memaafkannya.


Vita juga mulai menceritakan mengenai pengusiran yang dilakukan oleh kedua putranya kepadanya, beberapa waktu yang lalu saat dia datang ke kantor Vino dan ke apartemen tempat tinggal Vitto. Dimana kedua putranya itu bersikap acuh dan kasar bahkan membuat dirinya jatuh karena di dorong oleh mereka.


Pengacara Vita kemudian menunjukkan rekaman saat Vita mendatangi kantor Vino dan mengalami perlakuan tidak mengenakan dari putra keduanya itu. Rekaman itu di putar dan Vita masih tampak sesenggukkan dengan sedih juga kecewa. Vita sendiri sangat menyayangkan kejadian itu bisa terjadi.


Video itu diputar sampai selesai, kemudian beralih ke suara rekaman saat Vita datang ke apartemen Vitto. Bagaimana jeritan Vita dan segala ucapan Vitto ketika itu yang menyuruhnya agar segera pergi dari apartemen itu, dan beberapa perdebatan lainnya yang terjadi saat itu.


Setelah 2 rekaman di putar. Vita terus berakting menangis untuk menarik perhatian dari orang-orang yang nanti melihat berita ini.


"Kedua putraku sudah berubah.... Mereka sekarang begitu jahat kepadaku, ibunya sendiri, sembilan bulan aku mengandung mereka, melahirkan bertaruh nyawa tetapi lihatlah perlakuan mereka terhadapku....! Setelah kejadian itu aku juga harus pergi ke rumah sakit untuk visum, karena Vitto sempat menendangku...!" Ujar Vita masih dengan akting menangisnya yang begitu ahli hingga seperti orang yang benar-bebar teraniaya.


"Kami memiliki hasil visumnya dari rumah sakit...!" Sahut pengacara Vita seraya menunjukkan beberapa foto dan hasil visum Vita dari rumah sakit.


Foto lebam di daerah perut Vita. Ya, tetapi itu sebenarnya bukanlah akibat tendangan Vitto, melainkan luka tendangan yang dibuat oleh Jason, sengaja dibuat agar Vita bisa peegi ke rumah sakit dan meminta di visum. Seluruh rencana itu tentu saja sudah Vita dan Jason rencanakan dengan baik agar terlihat sangat nyata.


Vita terus mengungkaokan kesedihannya, dan mengatakan bahwa sebagai seorang ibu, dia harus tetap memberi maaf kepada anak-anaknya jika suatu hari mereka beredua datang kepadanya. Vita akan dengan senang hati memaafkan. Saat ini dia merasa benar-benar kecewa sekali kepada Vitti dan juga Vino. Suaminya telah mempengaruhi keduanya agar membencinya, padahal seharusnya sebagai seorang kepala keluarga, suaminya bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya.


Beberapa wartawan pun menanyakan berbagai hal kepada Vita, dan Vita menjawabnya tetap dengan aktingnya seolah tersakiti dan sedih sekali.

__ADS_1


★★★★★


"Ahhh akhirnya selesai juga....!" Ujar Rana dengan senyum sumringah.


"Kau membuat Marshmallow nya kapan??? Bukankah itu butuh waktu lama???"


"Aku membuatnya semalam..!" Ujar Rana kemudian Rana mengajak Vitto membawa kue-kue yang sudah dibuatnya an di kemas dengan baik ke lantai satu, memberikannya pada Mario agar bisa segera di antar ke rumah Cahya dan lainnya sebelum hari semakin gelap.


Vitto membawa semua box kue itu dan turun bersama dengan Rana. Memerintahkan Mario bodyguard Rana yang laki-laki untuk mengantar semuanya ke rumah Cahya dan Chitra sedangkan untuk Elea, Ariel dan Ibunya Cahya, Vitto menyuruh Tania bodyguard perempuan Rana. Tak lupa Vitto menyuruh mereka untuk menutup garasi dan menguncinya saja, sementara dia akan disini bersama Rana dan tidak akan keluar.


Vitto dan Rana kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu penghubung garasi setelah menyerahkan kue-kue itu pada bodyguard mereka.


"Aku mandi dulu ya...!" Gumam Vitto.


"Iya, mandi lah dulu...!"


"Menginap??? Kau tidak pulang? Bagaimana jika Vino mencarimu???"


"Vino dan Papa sudah pulang, jadi aku bebas, ya sudah aku mandi dulu...."


Rana tersenyum. "Mandilah... Aku siapkan pakaianmu, dan juga akan menyiapkan makanan, kau pasti lapar...!"


"Tidak perlu, kau pasti lelah seharian di dapur, kasihan bayimu, aku akan membuat makan sendiri, aku sedang ingin makan nasi goreng, kau istirahat saja... Aku akan membuatnya nanti...!"

__ADS_1


"Iya... Terserah kau saja....! Aku siapkan pakaianmu dulu setelah itu aku juga ingin mandi....!" Gumam Rana.


★★★★★


Setelah makan malam, Vitto dan Rana memilih untuk mengobrol di kamar Rana. Vitto dengan baik menawarkan diri untuk memijat kaki Rana, karena perempuan itu mengeluh lelah karena kesibukannya seharian ini. Rana menolak tetapi Vitto terus memaksa dan membuatnya menyerah dengan keinginan Vitto. Membiarkan Vitto memijat kaki nya.


"Apa kau merasa kesepian disini saat aku meninggalkanmu pulang???" Tanya Vitto.


"Ya.... Jika merasa mengantuk aku akan tidur, tetapi jika tidak mengantuk aku akan mengobrol dengan Tania, aku senang dia terkadang memilih tidak oulang dan menginap disini...!" Jawab Rana.


"Baguslah, setidaknya kau tidak merasa kesepian.... Tetapi kau bisa tenang, aku akan siap menemanimu mengobrol sampai malam ke depannya....!"


"Bagaimana? Kau sudah mengatur janji dengan Arindah???"


"Sudah... Tadi aku mengiriminya pesan dan dia memintamu datang lagi seperti sebelumnya, di jam 4 hari senin nanti....!" Jawab Vitto.


"Baiklah... Berikan aku nomor ponsel Arindah, aku juga ingin bberkonsultasi dengannya untuk beberapa hal...!"


"Aku akan memberikannya nanti...!"


Rana kemudian meminta Vitto berhenti memijatnya. Rana kemudian menyalakan televisi dan ingin menonton serial Vitto. Vitto hanya tertawa mendengar itu tetapi kemudian dia membiarkan dan akan menemani Rana menonton. Rana mengkoneksikan ponselnya dengan televisi dan mencari serial yang di bintangi oleh Vitto.


Rana dan Vitto duduk berdampingan, punggung mereka bersandar di tempat tidur. Vitto memeluk Rana, sedangkan kepala Rana bersandar di dada Vitto dengan nyaman.

__ADS_1


Mereka berdua menikmati tontonan mereka dan sesekali Rana menggoda Vitto dengan mengekuarkan lelucon sindirian mengenai akting Vitto di televisi. Juga bagaimana Vitto berakting romantis yang membuat siapa saja meleleh melihatnya. Vitto hanya tertawa dan terkadang tersenyum malu, karena candaan Rana terhadapnya.


Malam pun semakin larut, Rana dan Vitto baru menonton beberaoa episode tetapi Rana sejak tadi smterus menguap hingga akhirnya Rana tertidur di pelukan Vitto. Menunggu Rana benar-benar pulas, baru Vitto perlahan bergerak membaringkan Rana di tempat tidur. Vitto hendak meninggalkan Rana dengan melepas pelukan perempuan itu di pinggangnya tetapi pelukan Rana begitu kuat seolah tidak ingin Vitto berada jauh atau pergi. Vitto sendiri sudah sangat mengantuk, tetapi tidak ada pilihan lain, selain dia juga berbaring di sebelah Rana dan tidur bersama perempuan itu malam ini.


__ADS_2