
"10 hari dari sekarang???" Tanya Vitto memastikan.
"Ya....! Kau tidak bisa hadir ya??? Katanya kau akan langsung terbang ke Swiss dari Maldives???"
"Jika seperti itu, aku akan menunda keberangkatan ku ke Swiss, dan akan pulang untuk menghadiri pernikahanmu dengan Arindah... Aku akan berbicara dengan Aditya nanti.."
"Kau akan datang??? Dan menunda keberangkatan mu ke Swiss???"
"Ya.... Aku sudah berbicara dengan Ramah, dan dia tidak mempermasalahkannya... Adikku akan menikah, jadi aku tidak boleh melewatkan moment itu... Apa lagi pernikahan pertama mu, kau tidak mengundangku... Tetapi tunggu dulu, di pernikahanmu kali ini kau akan mengundangku kan???"
"Anjiiiirrr..... Tentu saja aku akan mengundangmu... Brengseekk..." Gerutu Vino.
Vitto tergelak dan tertawa. "Hahahah jika seperti itu aku akan pulang untuk menghadiri pernikahanmu... Well, sekali lagi congratulations...."
__ADS_1
Vino tersenyum. "Iya, thanks... Aku akan menunggu kedatanganmu.."
"Semoga persiapanmu lancar sampai hari H.... Dan jangan kebanyakan suudzon pada Papa, dia sangat menyayangimu, dan akan selalu mendukung niat baikmu... Wajar jika tadi dia banyak bertanya karena dia terkejut dan penasaran, tetapi aku sudah menjelaskan segala nya dan dia akan mengantarmu besok melamar Arindah.... Oke, aku tutup dulu panggilan nya, kau lanjutkan saja berbagai persiapan yang harus kau lakukan.. Salam untuk Arindah.."
"Oke thanks... enjoy your day... " Ucap Vino dan Vitto mengakhiri panggilannya.
Vitto merasa senang sekali karena akhirnya Vino membuat keputusan yang baik untuk menikahi Arindah. Dan Arindah juga bisa mewujudkan keinginannya sejak dulu yang ingin bersama Vino. Vitto tidak tahu apa yang akan terjadi nanti nya, tetapi dia berharap mereka berdua bisa saling jatuh cinta nanti nya dan pernikahan ini bisa membuat mereka bahagia. Vino bisa menjadi laki-laki bertanggung jawab, dan perlahan bisa menghilangkan keegoisan dan keras kepala nya, mengingat Arindah adalah perempuan yang lemah lembut, sehingga sikap yang bertolak belakang itu, bisa menutupi satu sama lain dan saling melengkapi.
*****
"Maaf bos... Seorang perempuan tiba-tiba datang dan memaksa ikut..."
"Dan kenapa kalian dengan mudahnya mengijinkannya ikut????" Teriak Reino lagi.
__ADS_1
"Maaf bos... Kami pikir itu kesempatan juga untuk kami bisa mendapatkan dua perempuan sekaligus... Tetapi saat kami berhenti, seorang laki-laki datang menghampiri dan merusak segala nya..."
"Laki-laki???"
"Iya bos, dia sepertinya pria yang kaya raya, terlihat dari mobil yang di kendarai nya"
"Laki-laki kaya raya??? Bagaimana ciri-ciri nya???"
"Dia putih, tampan, tinggi nya hampir sama dengan tinggi bos"
"Vino??? Tidak salah lagi itu pasti si brengsek Vino.... Aaarrrggghhhh.... Kenapa kalian bodoh sekali..??? Melawan satu laki-laki saja tidak becus, aku sudah memberi kalian kebebasan untuk memperkosa Arindah, dan memberi perempuan itu pelajaran tapi kalian malah tidak becus melakukannya..."
"Laki-laki itu melempar uang kepada kami dan meminta kami pergi, tetapi kami menolak dan hendak menghajar dia, akan tetapi saat kami ingin mengeroyok nya, perempuan yang bersama Arindah itu juga membantu lelaki itu, sehingga terjadi duel satu persatu, kami tidak menyangka jika perempuan itu ternyata jago silat... Kami kewalahan dan langsung pergi...."
__ADS_1
Dengan penuh emosi, Reino menghujam kan pukulan di wajah kedua lelaki itu. "Bodoh.... Teledor.... Itu artinya kalian sudah di bodohi oleh Arindah, dia pasti langsung menghubungi Vino... Dan perempuan yang ikut bersama kalian dan Arindah mungkin sajaada hubungannya dengan Vino... Aaarrrggghhhh......"