
Keesokan harinya, seperti kemarin, Vino datang ke rumah Rana lagi, ini hari minggu, dia tidak ke kantor. Vino datang pagi sekali untuk menikmati sarapan buatan Rana, selain itu tentu dia sudah punya rencana lain di otaknya untuk melakukan sesuatu lagi kepada Rana. Ini memang harus segera dia lakukan sebelum nanti dia menikahi Rana.
Vino sendiri sebenarnya sudah membuat susunan rencana apa saja yang harus dis lakukan kepada Rana sebelum sampai nanti dia menikahi perempuan itu. Semua sudah terencana dengan baik dan tinggal mengeksekusinya satu persatu.
Pintu dibuka oleh Rana dari dalam, dan Vino langsung tersenyum sumringah menyapa Rana dengan manis seperti biasanya. "Good morning sayang. ..!" Sapa Vino.
"Morning... Kau kesini lagi???" Seru Rana.
"Tentu saja, saralan disini lebih nikmat dibanding harus sarapan sendirian dirumah....!"
Rana menggelenhkan keplaanya lalu tersenyum. Vino selalu saja mencari alasan agar bisa datang menemuinya. Rana memundukan langkahnya dan membiarkan Vino untuk masuk. Karena kebetulan sarapan yang dibuatnya juga sudah siap. Kali ini Rana hanya membuat semankuk oatmeal karena dia tidak tahu jika Vino akan datang. Mengingat ponselnya juga hilang dan Rana belum sempat membeli yang baru.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju dapur. "Semalam harusnya kau bilang jika mau kesini lagi, aku hanya membuat oatmeal dan itu cuma satu mangkuk saja...! Kau ingin makan apa???" Tanya Rana.
"Aku tidak terlalu suka oatmeal...! Apa kau mau membuatkanku sandwich or roti bakar, kurasa itu lebih baik...!" Jawab Vino.
"Roti bakar saja ya? Kalau sandwich bahannya tidak ada, aku belum berbelanja..."
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa....!"
Rana kemudian membuatkan roti bakar untuk kekasihnya itu dan Vino terlihat sabar menunggu. Kurang dari 5 menit Rana sudah menyelesaikannya dan mereka berdua kemudian menimmati sarapan bersama lagi seperti kemarin.
"Sayang...! Setelah menikah nanti, kau kan akan tinggal bersamaku, bagaimana dengan rumahmu ini???" Tanya Vino mulai membuka pembicaraannya.
"Ya mau bagaimana ya harus aku tinggalkan, aku akan ikut kemana pun suamiku pergi...!"
"Nanti kosong berarti??"
"Ya iya kosong, kan setelah menikah kau ingin membawaku...!"
"Disewakan???"
Vino tersenyum dan mengangguk. Lalu menjelaskan kepada Rana bahwa lebih baik rumah disewakan saja agar ada yang mengurusnya daripada harus dibiarkan kosong. Tetapi Rana kemudian menyela, dia takut jika disewakan rumah ini akan diubah nantinya oleh pemilik barunya. Tetapi Vino kembali menerangkan bahwa mereka nanti bisa membuat perjanjian agar si penyewa tidak melakukan perubahan dirumah itu. Vino bisa mengaturnya perjanjian itu karena dia merasa sayang sekali jika rumah peninggalan keluarga Rana ini harus dibiarkan terbengkalai saja ketika nanti Rana sudah menikah dengannya.
Rana terlihat diam dan berpikir lalu membenarkan semua ucapan Vino. Memang sangat disanyangkan jika rumahnya dibiarkan kosong dan tidak ada yang merawatnya. Rana akhirnya mengangguk menyetujui usul Vino. Vino pun tersenyum kemudian menawarkan diri untuk mengurus dan memasang iklan penyewaan rumah itu. Rana nanti tinggal menerima beresnya saja.
__ADS_1
"Iya...! Thanks ya...! Kau memang selalu saja bisa membuat hal yang tidak pernah terpikirkan olehku menjadi hal atau saran yang bagus, kau memang terbaik...!" Puji Rana pada Vino.
Sekali lagi Vino tersenyum bahagia karena dia kembali berhasil membuat Rana kembali terjebak dalam perangkapnya. Ini adalah salah satu rencana Vino untuk menghilangkan rumah Rana sehingga nanti Rana tidak lagi memiliki tempat untuk tinggal dan penderitaan Rana akan semakin bertambah lagi. Tentu saja Vino sudah menyiapkan langkah yang bisa membuat Rana tidak akan pernah menyadari bahwa dia akan kehilangan rumahnya dalam waktu lama. Bagi Vino ini adalah rencana yang sangat mudah untuk di eksekusi.
Setelah rumah, Vino juga sudah menyusun rencana lain untuk membuat tempat usaha Rana tidak lagi beroperasi nantinya. Tidak ada yang sulit bagi Vino, dia bisa menggerakkan banyak anak buahnya untuk melakukan hal-hal licik seperti ini. Vino tahu betul kelemahan Rana, rumah dan tempat usahanya adalah hal yang paling dijaga oleh Rana karena itu memiliki nilai sejarah bagi keluarganya. Dan ketika Rana kehilangan keduanya tentu saja Rana pastilah akan menderita sekali. Lalu Vino akan bisa menikmati kesedihan itu dengan menertawakan Rana.
★★★★★
Dua hari kemudian, Vino menjemput Rana di bakerynya. Vino membawa kabar bahagia untuk Rana bahwa sudah ada yang ingin menyewa rumah Rana. Dan orang itu besok ingin datang dan melihat-lihat rumah Rana, jika cocok dia kan langsung membayarnya. Mendengar itu Rana sangat senang dan besok dia akan bersiap.
"Aku tidak menyangka jika kau akan menemukan penyewa dalam waktu secepat ini...!" Gumam Rana.
"Aku punya banyak koneksi jadi itu sangat mudah, oh iya jika cock dia akan membayar dan lalu menempati rumah itu beberapa hari setelah kita menikah, jadi kau bisa aman untuk berkemas, tetapi sebenarnya berkemas dalam waktu dekat ini juga tidak masalah, barang-barangmu itu bisa kau simpan dirumahku... Um maksud aku rumah kita...! Jadi kau tidak perlu direpotkan dengan bersiap-siap pindahan setelah menikah, dan berfokus saja menjadi istriku karena aku tidak akan bisa membiarkanmu keluar dari rumah dan kamar" Ucap Vino sambil mengedipkan matanya menggoda Rana.
"Vino...! Kau ini, dasar...!" Rana memukul bahu Vino dan wajahnya memerah karena malu dengan apa yang baru saja dikatakan oleh lelaki itu.
Vino tertawa, tetapi dalam hatinya dia tidak berbohong mengenai tidak akan membiarkan Rana keluar dari rumah dan kamar karena dia sudah menyiapkan semuanya dengan baik untuk membuat hidup Rana seperti di penjara. Vino sudah merubah Villa nya menjadi penjara yang baik untuk Rana. Mengelilingi villa itu dengan tembok tinggi dan memasang tralis besi di seluruh jendelanya, bahkan tembok tinggi yang mengelilingi villa itu juga ada kawat berduri diatasnya. Semua dilakukan Vino untuk membatasi pergerakan Rana dan agar perempuan itu juga tidak mudah untuk kabur.
__ADS_1
Tidak akan mudah sekali untuk melewatinya. Semua sudah Vino persiapkan termasuk orang-orang yang akan menjaga villa itu dan 2 pelayan yang bertugas membersihkan rumah dan memasak. Dan meskipun menikahi Rana, Vino sama sekali tidak punya niat untuk melakukan hubungan seperti suami istri. Vino hanya ingin menyiksa Rana, baik secara fisik ataupun bathin. Vino akan membuat Rana sebagai pelampiasan seluruh kemarahan dan dendamnya selama ini yang sudah dia pendam selama bertahun-tahun akibat masalalu yang menyesakkan dada jika Vino mengingatnya. Vino tidak akan pernah bisa mengampuni Rana untuk semua hal itu. Vino juga sudah bersiap bahwa diia tidak akan peduli jika nantinya Rana menangis darah meminta agar dibebaskan. Karena bagi Vino itu tidaklah sebanding dengan apa yang dulu sudah terjadi.