Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 146


__ADS_3

Diam-diam saat Vita sedang ke kamar mandi, Jason mengirim pesan pada Angel bahwa dia sudah berada disini, di tempat tinggal Vita. Jason menyuruh Angek mencari cara agar bisa mendapatkan uang dari Vino karena dia juga butuh uang untuk bersenang-senang disini. Uang Vita sudah menipis dan Jason butuh membeli beberapa botol minuman alkohol yang mahal yang menjadi kesukaannya. Jason tidak mau terlalu berharap bisa menemui Angel, dia harus bisa menahan diri sehingga tidak ada yang memergokinya nanti.


Tak lama setelah mengirim itu, Angel pun mengiyakan, nanti malam dia akan bertemu dengan Vino dan akan meminta uang kepada lelaki itu dengan alasan untuk biaya tambahan membayar DP pernikahan mereka lagi. Uang yang di dapatnya kemarin dari Vino setengahnya sudah dia habiskan dan sisanya sidah dia kirim ke rekening khusus penyimpanan uang mereka selama ini dari hasil memoroti Vino dan juga Vita yang akan mereka gunakan untuk bersenang-senang, membeli rumah dan bisa mereka tinggali saat nanti sudah berhasil dengan misi mereka menghancurkan keluarga Prakarsa.


★★★


"Ahhh akhirnya kau pulang juga....!" Vino menghampiri Vitto yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Kau sudah rapi? Mau kemana malam-malam begini??? Ini sudah hampir jam 9 malam....!"


"Aku akan menemui Angel di apartemennya, untuk membahas rencana persiapan pernikahan kami, kau lama sekali, harusnya sudah tadi aku berangkat, Papa sudah di kamarnya, aku berangkat dulu ya???" Vino menepuk bahu kakaknya kemudian bergegas pergi.


Langkah Vino terhenti ketika Vitto menarik pergelangan tangannya. "Tunggu Vin, aku ingin berbicara denganmu penting....!"


"Bicara apa??? Besok sajalah, Angel sudah menungguku...!" Vino membalikkan tubuhnya dan hendak pergi.


"Ini tentang Mama dan Jason, laki-laki itu ada disini....!"


Vino kembali menoleh ke arah Vitto dan wajahnya langsung berubah terkejut. "What.....???? Darimana kau tahu itu???" Tanya Vino.


"Itulah aku ingin berbicara padamu, ayo ke kamarku, aku ingin menunjukkan sesuatu.....!"


Vino pun mengikuti Vitto di belakang dan menunda lagi untuk bertemu Angel. Mereka berdua masuk ke kamar Vitto, dan Vitto menutup pintu kamarnya, menguncinya dari dalam. Vitto mengambil ponselnya dan menatapnya cukup lama, kemudian terdengar bunyi ponsel dari Vino. Vitto ternyata mengirim foto Jason dan Mamanya pada Vino. Vitto mengirimnya ke Vino agar adiknya itu tidak memegang ponselnya dan Vitto takut Vino melihat chat dari Rana yang ada di ponselnya.

__ADS_1


Vino membuka pesan dari Vittk dan mengernyit karena kakanya mengirim foto padanya yang entah foto apa itu. "Foto apa ini???"


"Lihat dan perhatikan baik-baik, siapa mereka, meskipun dari jauh kalau kau memperbesarnya kau akan mengetahuinya...!" Gumam Vitto.


Vino pun memperbesar foto-foto itu. Benar kata Vitto, setelah di perbesar dia bisa melihat siapa orang-orang yang ada di foto itu. "Ini Jason kan??? Dia menemui Mama???" Tanya Vino.


"Ya....! Aku mendapatkan foto ini dari anak buahku yang aku suruh untuk.mengawasi Mama...! Si brengsek itu datang kesini menemui Mama, mereka masih berhubungan, seperti yang sudah kita duga sebelumnya, bahwa dia hanya membohongi kita lagi dan lagi....!"


Raut kesal diwajah Vitto dann Vino pun terlihat. Bahkan wajah Vino memerah karena marah. "Rasanya ingin sekali aku menghajar Jason.....! Si Brengsek itu rupanya masih belum juga menyerah... Sebenarnya apa yang mereka inginkan...! Shiiittt....!"


"Mungkin Mama sengaja memanggilnya agar menyusulnya kesini, Mama pasti memintanya untuk membantunya, Mama kesulitan meyakinkan kita dan Papa....!" Ujar Vitto.


"Apa menurutmu mereka sedang merencanakan sesuatu????"


Vino tidak berhenti mengumpat Mamanya dan juga Jason. Rasanya dia ingin sekali menghajar keduanya bahkan bisa saja Vino membunuh mereka jika dia mau. 2 manusia itu masih berhubungan dan mereka benar-benar seperti orang yang sudah kehilangan urat malunya.


Vitto memberitahu Vino agar masalah ini tidak di dengar oleh orang lain. Vitto meminta agar ini menjadi rahasia mereka berdua saja dan tidak diberitahu kepada siapapun termasuk Papa mereka sendiri. Ini akan mereka jadikan bukti nanti dipersidangan dan berjaga-jaga. Sebenarnya Vitto sendiri sedikit takut jika Vino menceritakan ini pada Angel, mengingat Vino tidak pernah merahasiakan apapun dari perempuan itu. Jika sampai Angel tahu, maka semuanya akan menjadi berantakan. Itu sebabnya dia meminta Vino agar menjadikan foto ini sebagai rahasia mereka saja.


"Hapus foto itu dari ponselmu Vin, aku tidak mau orang lain melihat itu ada di ponselmu, aku sering melihat ponselmu ada di tangan orang lain...!" Ucap Vitto menyindir Vino, Vino yang sering membiarkan Angel memegang ponselnya.


"Jika kau menyuruhku menghapusnya lalu kenapa kau mengirimnya tadi...!???" Protes Vino.


"Banyak sekali pertanyaanmu, turuti saja keinginanku dan hapus foto itu, aku akan menyimpannya, kjta bisa menggunakannya nanti, dan ingat baik-baik jangan membahas hal ini pada siapapun termasuk pada kekasihmu itu, aku sangat tidak percaya dengan bacotnya....!"

__ADS_1


Vino menatap Vitto dingin tetapi dia menuruti apa yang diinstruksikan oleh kakaknya itu. Vino kemudian menunjukkan pada Vitto layar ponselnya dimana foto itu sudah dia hapus. Vino kemudian berpamitan pada Vitto untuk pergi, dia sudah terlambat sekali untuk menemui Angel.


"Apa kau tidak akan pulang???" Tanya Vitto.


Vino terkekeh. "Ku rasa tidak, jadi kunci saja rumahnya, besok aku akan langsung ke kantor, kita harus berfokus pada rencana kita ke Singapura, kita akan membahasnya besok di kantor dengan Papa...!"


"Cih.... Dasar bajin9an... Yang ada di otakmu hanya s3x dan s3x saja....! Baiklah mita bahas besok, tetapi sekali lagi aku minta, work is work, business is business, jangan pernah membahas itu juga dengan orang luar.... meskilun aku baru dalam di dunia bisnis tetapi aku tahu bahwa kita harus berhati-hati...!"


"Ya ya ya.... Tenang saja... Aku tidak akan memberitahu Angel... Aku mengerti maksudmu... Sudahlah aku pergi....!"


Vino meninggalkan kamar Vitto. Sementara Vitto menutup dan mengunci lagi kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya. Vitto berharap Vino bisa menjaga amanatnya dengan baik dan jangan sampai Angel mengetahui semuanya. Sehingga seluruh rencananya untuk memberi pelajaran dan menjebak serta mengungkap kebusukan Angel berhasil.


Vino sudah pergi, saatnya Vitto untuk menghubungi Rana sebelum tidur. "Hai bumil....!" Sapa Vitto.


"Hai tampan...! Apa kau baru sampai di rumah???"


Vitto mengangguk. "Iya, tetapi tadi aku berbicara sebentar dengan Vino soal foto itu...! Dia marah sepertiku tetapi ya kami mencoba mengabaikan saja, dan akan menjadikan foto itu bukti tambahan di sidang perceraian Papa nanti...!"


"Kalian lebih baik fokus saja dengan pekerjaan dan persidangan nanti, juga rencana untuk membongkar kedok Angel...! Aku mengantuk....!" Ucap Rana seraya menguap.


"Ya sudah kau tidur saja, aku akan menemanimu sampai kau benar-benar terlelap....!"


Vitto kembali menemani Rana sampai perempuan itu tertidur di hadapannya lewat panggilan Video. Rana juga tidak merasa canggung karena mereka sudah begitu dekat dan mengerti satu sama lain.

__ADS_1


★★★


__ADS_2