Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 233


__ADS_3

"Keputusan apa yang di buat oleh Rana?" Tanya Vino mendekati Kakak dan Papa nya.


Vitto melirik ke arah Papa nya. "Rana membuat keputusan untuk menjadikan Vitto sebagai BA dari Bakery nya yang akan di buka nanti...! Bukankah itu keputusan yang bagus??? Kau pasti tahu Vin bahwa Vitto memiliki banyak penggemas dan itu bisa berpengaruh untuk perkembangan Bakery Rana yang sempat berhebti beroperasi...!" Jawab Papa Vitto berbohong.


"Kapan Bakery Rana akan siap untuk di buka???" Tanya Vino.


"Masih akhir bulan depan...!" Sahut Vitto.


"Masih lama, lalu kenapa kau sudah membahasnya????" Tanya Vino laagi seolah tidak puas dengan jawaban Vitto.


"Aku membahasnya karena aku ingin memberitahu Papa jika Rana memintaku untuk menjadi Brand Ambasador dari Bakery miliknya, memangnya ada yang salah??? Kau ini selalu saja berprasangka buruk terhadapku... Kau mau pergi sekarang atau tidak??? Jika tidak aku akan pulang sekarang...!" Ancam Vitto.


"Kau seperti anak kecil, bisa mu hanya mengancam... Ayo pergi sekarang...!" Ujar Vino dengan suara yang terdengar kesal.


Vitto berdiri dan berpamitan pada Papa nya. Vitto berjalan di belakang Vino, dan sempat menoleh ke belakang melempar senyumnya pada sang Papa. Ada sedikit kelegaan di hatinya karena Vino seperti nya tidak mendengarkan obrolannya dengan Papa nya tadi. Vitto tidak mau apa yang menjadi rencana nya nanti dengan Rana justru di rusak oleh Vino. Untuk saat ini dia tidak mau memberitahu Vino dulu dan akan menunggu ketika sudah mendekati hari H.


"Bawa mobilmu saja... Mobilku sedang ada di bengkel, aku tadi di antar oleh supir dari kantor...!" Ucap Vino.


Vitto menghela napasnya, pantas saja tadi tidak ada suara dari mobil Vino saat adiknya itu datang, ternyata Vino di antar oleh mobil kantor. Beruntung juga, Papa nya bisa langsung mengatakan hal lain untuk menjawab pertanyaan Vino.


Vitto masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Vino yang langsung duduk di kursi penumpang depan. Vitto mengemudikan mobilnya keluar dari halaman rumah Vino. Vitto melirik ke arah adiknya yang menatap ke depan tanpa ekspresi, membuat Vitto hanya melempar senyumnya. Vino akhir-akhir ini pasti merasakan banyak hal yang melukai hati nya. Papa nya bilang jika beberapa kali dia mendapati Vino sedang diam dan melamun dalam waktu yang cukup lama dan entag apa yang sedang mengganggu pikirannya, mungkin Vino sedang mengingat Angel dan juga semua pengkhianatan yang di lakukan oleh perempuan itu.


"Vin... Kenapa kau ingin sekali menemui Angel sejak dia di tahan kemarin??? Apa yang ingin kau bicarakan dengannya???" Tanya Vitto mencoba menyadarkan Vino dari lamunan nya.


"Aku hanya ingin menemui nya saja dan melihatnya..."

__ADS_1


"Kau masih merindukannya???" Tanya Vitto lagi.


Vino terkekeh. "Aku??? Masih mencintai nya??? Tentu saja tidak, saat ini aku sedang berusaha melupakan semua nya. Bagaimana perjalananmu kemarin??? Apa semua nya baik-baik saja dan lancar???" Vino balik bertanya.


"Semuanya berjalan lancar, seperti janji mu padaku bahwa kau akan mengijinkanku untuk berlibur selama beberapa hari setelah kepulanganku baru setelah itu aku akan kembali ke kantor, jadi aku akan pergi liburan untuk beberapa hari ke depan...!"


"Kau akan liburan??? Kemana kau akan pergi? Dan kapan???"


"Aku akan ke puncak, lusa aku pergi..!"


Vino menoleh. "Ke puncak?? Kenapa kau pergi kesana???"


"Ingin saja...!" Jawab Vitto singkat. Dia memilih berbohong lagi dan tidak ingin Vino menggagalkan rencana nya.


Vitto masih mengemudikan mobilnya dengan laju pelan dan tidak terlalu buru-buru. Hingga tiba-tiba ponsel Vino berbunyi karena ada pesan yang masuk, membuat lelaki itu menundukkan kepala nya mengambil ponselnya. Dan disaat itu dia mendapati kaki nya menginjak sesuatu berwarna hitam, dan itu adalah sebuah kertas. Vino lekas membungkuk mengambil kertas hitam yang di injaknya.


Vino mengangkat punggungnya dan membuka kertas yang terlipat itu kemudian membacanya. "Sertificate The Golden Jewelry??" Ucap Vino heran. "Ladies Diamond Ring???" Gumam Vino lagi.


Mendengar itu, sontak saja Vitto terkejut dan menoleh ke samping, ke arah Vino dan mendapati adiknya sedang memegang sertifikat pembelian cincin berlian yang akan dia berikan pada Rana. Dia tidak tahu bahwa sertifikat itu terjatuh.. Dengan cepat, Vitto langsung merebut sertifikat itu dari tangan Vino.


Terkejut, Vino langsung menatap Vitto dengan tatapan curiga. Dia juga melihat Vitto memasukkan kertas itu ke dalam saku nya. "Itu sertifikat pembelian cincin milik siapa???" Tanya Vino menilisik.


Vitto terkekeh. "Ah tidak...." Jawabnya.


Vino melihat gelagat aneh Vitto. Kakaknya itu pasti sedang menyembunyikan sesuatu darinya. "Kau membeli cincin untuk seorang perempuan???"

__ADS_1


"Itu milik temanku...!" Vitto menjawab cepat.


Vino tentu saja tidak bisa percaya begitu saja. "Kalau itu milik temanmu, kenapa sikapmu aneh??? Kau merebutnya dengan kasar dariku, padahal kau bisa meminta dengan halus padaku... Apa kau pikir aku anak kecil yang bisa mudah kau bodohi???"


Vitto menoleh ke Vino tetapi hanya sedtik kemudian kembali berfokus pada jalanan lagi. "Kau bertanya, aku menjawab..!"


Vino menggeleng-gelengkan kepala nya dan tertawa mengejek Vitto. "Jawablah pedtanyaanku dengan jujur??? Kau membeli cincin itu untuk siapa???"


"Apa kau memiliki kekasih??? Siapa kekasihmu??? Apa aku mengenalnya???" Tanya Vino lagi tetapi Vitto memilih tidak menjawabnya.


"Berlian di toko itu sangat mahal karena jenis-jenisnya langkah, dan ku rasa jika kau membeli nya dan akan memberikannya oada seseorang, orang itu oastilah bukan orang yang biasa. Kau membeli untuk siapa Vit???" Vino memaksa seperti biasanya.


"Bukan urusanmu Vin, sudahlah...!" Gerutu Vitto.


"Kekasihmu ya??? Siapa??? Siapa kekasihmu??? Kenapa tidak mengenalkannya padaku??? Apa kau akan melamarnya??? Kapan???" Vino terus bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.


"Ya.... Aku akan melamar kekasihku, akan ku beritahu jika lamaranku di terima olehnya, sekarang diamlah dan janagn banyak bertanya, karena kita sudah sampai kantor polisi...!"


Vino tertawa dan nanti dia harus mendapat jawaban siapa sebenarnya kekasih kakaknya itu.


Vitto memasuki area parkir kantor polisi, memarkir mobilnya kemudian mengajak Vino turun. Mereka memasuki kantor polisi dan mengatakan kepada petugas tujuan mereka datang. Vitto dan Vino menunggu karena Angel akan segera di panggil.


Disisi lain, Angel duduk bersimpuh dengan pandangan kosong ke tembok. Matanya sembab dan lingkar matanya menghitam, seperti tidak tidur selama beberapa hari. Tentu saja tidak tidur, bagaimana bisa todur, sedangkan penjara ini sangat sempit dan banyak nyamuknya. Angel mengutuk apa yang sudah di lakukan Vino kepada nya.


"Ibu Angel....! Ada yang datang menyambabgi Anda, silakan keluar dan tenui dia Ucap seorang oetugas kemudian membuka gembok ruangan yang di tempati Angel, dan perempuan itu keluar.Angek berharap itu Jason atau Mama nya yang datang untuk membebaskannya dari neraka ini.

__ADS_1


__ADS_2