
Pintu ruangan Vino di buka dari luar, Sekretaris Vino masuk saat Vino mengijinkannya. "Permisi Pak... Di luar ada yang ingin menemui bapak, mereka bilang sudah ada janji bertemu bapak... " Ucap sekretaris Vino.
"Ya, aku sudah menunggu mereka, suruh masuk...!"
"Baik Pak.... "
Tak lama dua orang laki-laki masuk ke ruangan Vino. Dia mempersilahkan kedua nya untuk duduk. Mereka berdua menyalami dan memperkenalkan diri pada Vino, dan memberitahu Vino jika mereka di suruh untuk datang kesini. Vino pun mengiyakan, dan memang memerintah untuk di kirimkan dia orang ke kantornya dan menemui nya.
"Aku ingin memberi tugas kepada kalian berdua untuk mengikuti seseorang di setiap aktifitasnya, dan bertemu dengan siapa saja dia.... Dan kalian akan dapatkan bayaran yang besar, jika kalian bisa mengirimiku setiap aktifitas orang itu... Seperti yang sudah aku dan adikku lakukan dimana kami berdua membayar teman-teman kalian untuk mengikuti beberapa orang termasuk ibuku, jadi aku juga ingin kalian melakukan hal yang sama... " Ucap Vino pada kedua orang itu.
"Jikab oleh tahu siapa yang harus kami ikuti pak???"
Vino memberikan sebuah foto pada kedua orang itu. "Nama nya Reino, datanya ada di belakang foto itu, tempat dia kerja sampai rumahnya.... Aku ingin semua informasi apapun tentang dia, siapa saja yang dia temui, dan jika bisa, dapatkan semaksimal mungkin informasi apa yang mereka obrolkan.... Terutama jika itu mengenai istri dan anakku, kalian harus menggali nya lebih dalam tetapi tetap harus berhati-hati... Jangan menimbulkan kecurigaan... "
"Baik Pak.... Kami sudah terbiasa melakukan ini... Anda ingin kapan kami mulai melakukan penyelidikan???"
"Mulai hari ini tidak masalah.. Berpencar lah, ke rumahnya atau ke tempatnya bekerja, jika sudah menemukan, kalian bisa mulai berbagi tugas... Kalau kalian mau, kalian juga bisa menambah satu orang lagi, terserah kalian... Yang terpenting aku bisa dapatkan kemudahan untuk informasi tentang orang ini... Sekecil apapun langsung infokan kepadaku dan dapatkan gambar atau video nya dengan bagus.."
"Baik Pak.. Kami akan memulai nya sekarang juga... "
__ADS_1
Vino menyodorkan amplop berisi uang kepada kedua laki-laki itu. "Dua puluh juta, bagi dua.. Ini bayaran awal kalian, jika kerja kalian bagus, aku akan memberi bonus... Dan ini kartu nama ku, simpan nomor kontak ku untuk melaporkan apapun kepadaku.. Mengerti???"
"Siap pak.... Kami akan mulai bekerja sekarang... "
"Ya, lakukan dengan baik. jangan mengecewakanku, aku sudah memiliki data kalian dari Randy, jadi bekerja lah dengan baik... Dan coba kalian hubungi kontak ku itu, karena aku juga butuh menyimpan kontak kalian... "
Kedua lelaki itu mengangguk, lalu menghubungi Vino dan Vino langsung menyimpan kontaknya. Lalu mereka akan langsung bekerja seperti yang di inginkan oleh Vino. Hal pertama yang mereka akan lakukan adalah mencari keberadaan pria bernama Reino. Kedua nya berpamitan pada Vino dan pergi keluar ruangan Vino.
Pada akhirnya Vino harus memilih jalan ini, untuk memantau pergerakan Reino. Vino tidak ingin kecolongan informasi apapun tentang Reino, juga ingin selangkag lebih maju, sehingga jika ada apa-apa, dia bisa bersiap menghadapi lelaki itu. Reino sudah mengusik ketenangan Arindah dan Naufal selama ini, jadi Vino sangat ingin menghentikan kekonyolan Reino.
****
Malam hari nya, seperti biasa, Vino menjemput Arindah di rumah sakit bersama dengan Naufal. Vino tidak tega jika meninggalkan Naufal di rumah, meskipun ada beberapa pelayanan disana. Tetapi dia akan lebih tenang jika mengajak bocah itu. Sore sepulang kantor, Vino juga langsung menjemput Naufal di rumah mertua nya, mengajak bocah itu pulang dan mengajaknya bermain juga sebelum akhirnya menjemput Arindah di rumah sakit. Vino sangat menikmati perannya sebagai seorang ayah, dan Naufal juga adalah anak yang tidak rewel ataupun nakal. Naufal sangat penurut, manis dan juga penyayang.
"Ya.... " Jawab Naufal sambil menganggukkan kepala nya.
"Good boy.... Anak Papa sangat pintar... " Puji Vino sambil mengusap kepala Naufal yang duduk di sebelahnya.
Hari ini memang pengerjaan untuk membuatkan Naufal Kamar sudah di mulai. Dan hal pertama yang di lakukan adalah membuat pintu penghubung antara kamar Vino dan kamar sebelah yang nanti akan di gunakan sebagai kamar Naufal. Sehingga Vino memilih untuk pindah kamar sementara, karena membuat pintu harus menjebol tembok, yang pastinya akan menimbulkan debu, jadi lebih baik kamarnya di kosongkan sampai pengerjaan dan dekorasi kamar Naufal selesai. Kamar tamu di rumah Vino tidaklah seluas kamarnya, sehingga Vino tidak mau tidur di kamar tamu dan memilih mengungsi dikamar Vitto yang ada di rumah itu. Kamar Vitto luas dan juga hmpir sama dengan kamar Vino, sehingga dia merasa akan nyaman disana. Tempat tidurnya juga lebar, sehingga sangat luas untuk di tempati olehnya, Arindah dan juga Naufal.
__ADS_1
Vino mengemudikan mobilnya dengan santai karena jalanan juga sedikit macet, selain itu dia juga membawa Naufal, sehingga memilih berhati-hati. Dan meminta Arindah agar bersiap saja dan menunnggu, sampai nanti dia datang menjemput. Vino berhenti ketika lampu merah, dan bersamaan dengan itu ponselnya berbunyi. Vino mengangkatnya. "Ya.... Ada apa???" tanya Vino pada orang yang menghubungi nya, dan orang itu adalah orang yang tadi dia siang perintahkan untuk mengawasi Reino.
"Sejak sore tadi saya ssudah membuntuti Reino pak, dan sekarang saya melihatnya datang ke sebuah rumah sakit, tetapi sejak tadi dia tidak keluar dari mobilnya..."
"Rumah sakit???" Vino mengernyit.
"Iya Pak... Di rumah sakit Kasih Bunda.. Dia masih ada di dalam mobil sejak setengah jam yang lalu.... "
"Rumah sakit Kasih Bunda..????" Seru Vino.
"Iya pak... "
"Shiiittt..... Itu rumah sakit tempat istriku bekerja...."
"Jadi istri bapak bekerja di rumah sakit ini..!! Lalu apa yang harus saya lakukan pak??? Apa saya harus langsung menghajarnya???"
"Ah tidak... Jangan-jangan... Awasi saja dia, dan ikuti kemana dia pergi, aku sebentar lagi juga akan sampai disana menjemput istriku..."
"Baik Pak..." Telepon pun di akhiri.
__ADS_1
Vino memukul Kemudi mobilnya dengan perasaan kesal dan marah. Entah untuk tujuan apa Reino datang kesana. Lagi-lagi Vino dibuat kesal oleh ulah Reino. Tidak ingin terjadi masalah, Vino menghubungi bodyguard yang sedang bersama Arindah, agar memastikan Arindah tidak keluar lebih dulu sebelum dia datang. Vino juga sedikit mempercepat laju mobilnya agar sampai di rumah sakit tempat Arindah bekerja. Dia harus memastikan istrinya baik-baik saja dan jangan sampai Reinoenjatuhkan mentalnya yang saat ini juga t idak sedang baik-baik saja, karena Arindah banyak memikirkan hal, apalagiasalab gugatan hal asuh Naufal, sudah membuat Arindah pusing, bingung dan khawatir.
"Breeenggseeeekkk... Mau apa dia ke rumah sakit tempat Arindah bekerja...???" Gumam Vino dalam hati.