
"Rana....! Naik dan masuklah ke dalam sebentar, Vino melakukan panggilan video....!" Teriak Vitto dengan cepat.
"Apa...???" Tetapi Rana langsung tersadar dan bergegas naik.
"Hati-hati... Kau bisa terpeleset....!"
Rana mengangguk dan dia meraih handuk yang ada di sebelah Vitto kemudian berjalan masuk ke dalam ke arah dapur. Sementara Vino tidak berhenti menghubungi Vitto, dan Vitto memastikan keadaan aman lebih dulu. Vitto berjalan menuju gazebo kecil disisi kanan kolam lalu duduk disana dan baru menjawab panggilan Vino.
"Woe.... Apa kau tidak waras? Kenapa lama sekali mengangkatnya....!" Seru Vino dengan cepat dan ekspresi ya terlihat kesal dan marah.
"Ada apa??? Apa kau merindukanku sampai kau melakukan panggilan video seperti ini???" Ucap Vitto dengan santainya tetapi matanya terfokus pada seseorang yang bergelayutan di samping Vino. Siapa lagi jika bukan Angel, perempuan licik itu ternyata sudah kembali dari Singapura.
"Kenapa tubuhmu basah kuyup, kau sedang dimana sekarang?????" Tanya Vino.
Vitto mengubah kamera depan ponselnya ke kamera belakang dan menggerakkannya ke kanan serta ke kiri, sehingga Vino bisa melihat apa yang ada di sekitarnya.
"Kau liburan???" Tanya Vino.
Vitto kembali mengubah kamera ponselnya ke kamera depan lagi. "Ya.... Dan kau memang baj*ngan, mengganggu waktu santaiku saja... Ada apa???"
"Kau liburan dimana???" Vino balik bertanya bukan menjawab pertanyaan Vitto.
__ADS_1
"Kau tidak perlu tahu aku ada dimana, kau memang baj*ngan, villa seindah itu kau rusak begitu saja, entah untuk tujuan apa, kau memang tidak waras, lihatlah aku sekarang, harus meminjam villa temanku untuk liburan, sekarang katakan ada apa kau menghubungiku???"
"Oke oke, aku akan merenov nya lagi dan mengembalikannya seperti semula...!" Gerutu Vino. Kemudian dia menjelaskan ke Vitto bahwa besok dia akan pergi selama seminggu ke luar negeri dan meminta Vitto agar pulang untuk menemani Papanya di rumah. Vino pun menanyakan akan kesanggupan dari Vitto.
Vitto mengiyakan, karena memang besok dia pulang, tetapi saat sore hari. "Kau berangkat jam berapa???" Tanya Vitto.
"Siang, tidak apa jika kau pulang sore, Papa juga ada dikantor, aku hanya minta kau bisa menemaninya mengobrol...!"
"Aku tahu apa yang harus ku lakukan.... Ngomong-ngomong akan kemana kau pergi dan untuk keperluan apa???" Tanya Vitto lagi.
Vino melempar senyumnya, dia mengatakan bahwa dia akan oergi liburan bersama Angel ke Yunani. Sementara Vitto mengernyit dan sudah bisa menebak bahwa adiknya itu pasti akan pergi bersama Angel.
Disisi lain, wajah Angel langsung berubah kesal dan marah setelah mendengar ucapan Vitto. Kakak Vino itu memang sejak dulu tidak pernah menyukainya dan setiap bertemu selalu saja dia mengatakan hal buruk dan menyakitkan padanya. Melihat kekesalan Angel, Vino langsung menenangkan kekasihnya itu, dan tidak perlu memasukkan ke dalam hati setiap perkataan Vitto, karena Vitto berucap seperti itu tidak hanya pada Angel saja tetapi juga sering mencela dirinya.
Angel selalu saja sakit hati setiap mengingat kebencian Vitto selama ini kepada dirinya. Rasanya ingin sekali membalas semua penghinaan Vitto itu. Tetapi sampai sekarang dia belum bisa menemukan caranya karena Vitto adalah laki-laki yang cerdik sehingga tidak akan mudah untuk dijebak atau dihasut. Hanya saja Angel tidak akan pernah bisa memaafkan dengan mudah kesalahan dan penghinaan Vitto terhadapnya. Cepat atau lamabat dia akan melakukan pembalasan itu dan Vitto akan murka setelahnya.
Vitto berdiri dari gazebo dan memanggil Rana agar kembali lagi. Rana menghampirinya dan menanyakan perihal Vino yang tadi menghubunginya. Rana mendapatkan penjeleasan dari Vitto bahwa Vino besok akan pergi ke luar negeri kemudian memintanya untuk menjaga sang Papa. Sebuah ide tiba-tiba muncul di kepala Vitto dimana dia akan menjemput Papanya dan akan meminta sang Papa untuk tinggal dirumahnya selama Vino pergi. Tidak hanya Papanya, dia juga akan membawa Rana kesana sehingga Rana akan merasa lebih baik juga karena di rumah Vitto juga ada fasilitas lengkap seperti kolam renang dan taman kecil di belakang rumah. Rana bisa bersantai dan menghabiskan waktunya.
"Bagaimana???" Tanya Vitto.
Rana terdiam, berpikir kemudian mengangguk. "Baiklah.... Tapi itu akan aman untuk kita kan???" Tanya Rana balik.
__ADS_1
"Tentu saja, akan ada penjaga disana, dan siapapun tidak bisa masuk dengan mudah... Alasannya kenapa selama ini aku tidak membawamu kesana adalah karena aku takut Vino tiba-tiba datang, jika aku menyuruh penjaga menolaknya masuk itu akan mencurigakan, tetapi Vino sekarang pergi, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak mengajakmu kesana, aku yakin dalam beberapa hari kau pasti sudah bisa berenang, ayo kita lanjut lagi...!"
Rana mengangguk. Mereka berdua masuk lagi ke dalam kolam renang. Vitto langsng melompat begitu saja sedangkan Rana memilih turun perlahan. Vitto kembali mengajari Rana, dan mereka sesekali tertawa bersama. Rana juga terlihat bahagia sekali bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Vitto. Lelaki baik itu selalu berusaha memhuatnya tersenyum dengan setiap perbuatan, ucapan dan tingkah lakunya.
Setelah merasa lelah, Rana mengajak Vitto ke ujung kolam renang untuk.melihat sungai mengalir di bawahnya. Kolam renang itu memang di design infinity pool sehingga mereka bisa langsung melihat ke bawah. Rana masih meminta Vitto untuk memeganginya, jadi Vitto memeluk Rana dari belakang dan mendorong tubuh Rana ke depan. Sampai di tepian mereka berdiri dengan posisi yang sama. Rana di depan dan Vitto masih memeluknya dari belakang. Keduanya bak seperti sepasang kekasih.
Dalam diam melihat oemandangan di depan dan di bawah mereka. Vitto justru sibuk dengan aktifitasnya mencuri pandang pada Rana. Lirikan matanya tidak mau lepas dari samping wajah Rana. Siluet Rana terlihat sangat cantik dan dia sangat menyukainya.
"Vitto....!" Panggil Rana tetapi lelaki itu tidak bergeming dan hanya menatapnya. Rana menoleh dan mendapati Vitto memandanginya sambil tersenyum.
"Vitto...!" Panggil Rana lagi sambil menjentikkan jarinya membuat Vitto akhirnya terlonjak.
"Ya...!" Jawab Vitto terbata.
"Kau kenapa???"
"Ah tidak.... Aku hanya tersihir saja, kau cantik sekali ketika serius menatap lurus, aku suka...!"
Rana terdiam mendengar itu. Tetapi tiba-tiba saja Vitto memegang kedua bahunya dan menatapnya dalam-dalam. "Rana....! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tetapi ku harap kau tidak membenciku setelah ini, aku harap kau mau mengerti...!" Gumam Vitto.
Rana mengernyit. "Mengatakan apa???"
__ADS_1