Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 232


__ADS_3

"Kalian akan menikah bulan depan???" Tanya Cahya seraya menatap Rana.


Rana melempar senyumnya kemudian menganggukkan kepala nya.


Semua orang tersenyum bahagia melihat jawaban Rana yang menganggukkan kepala nya seolah membenarkan ucapan Vitto bahwa mereka akan menikah. Cahya langsung memeluk Rana kemudian bergantian dengan Elea dan juga Chitra. Sementara Aditya dan Randy menyalami Vitto, mengucapkan selamat atas apa yang akan Vitto lakukan dengan Rana.


"Nah ini dia yang kita tunggu, kalian akhirnya akan menikah juga...! Segala permasalahan sudah terlewati dan saatnya menyongsong bahagia.... Congratulations guys....!" Ujar Aditya.


"Thanks Dit... Dan thanks juga untuk kalian semua, aku dan Rana berharap kalian mau memberikan doa kalian untuk kami berdua agar rencana ini berjalan dengan lancar sampai hari H tiba nanti...!" Ucap Vitto.


"Tentu saja, kita akan mendoakan kalian, niat baik memang tidak boleh di tunda, harus segera di lakukan...!" Randy menimpali.


Vitto mengajak Aditya dan Randy untuk mengobrol di ruang keluarga yang ada di bawah, membiarkan para perempuan mengobrol di ruang tamu. Vitto hendak menurunkan Louis dari gendongannya tetapi bayi laki-laki itu menolak dan tetap ingin Vitto menggendonganya. Akhirnya Vitto membawa Louis bersamanya juga Aditya dan Randy ke bawah.


Sampai di ruang keluarga, Vitto mempersilahkan Aditya dan Randy dudum. Vitto juga duduk di sofa dengan masih menggendong Louis.


"Jadi tepatnya kapan kau berencana menikah dengan Rana???" Tanya Aditya.


"Bulan depan Dit, untuk tanggalnya sebenarnya belum tahu, dan kebetulan kau disini, aku sebenarnya ingin menghubungimu hehehe...!"


"Ada apa memangnya Vit???" Tanya Aditya lagi.


"Rana memberitahuku tadi jika dia merasa bosan di rumah terus, dan memintaku agar segera membawa nya pergi liburan, jadi seperti rencana awal kemarin bahwa aku ingin mengajaknya ke villa mu, jika tidak ada halangan kami akan pergi besok lusa..!"

__ADS_1


Aditya tersenyum. "Astaga itu.. Ku pikir apa, ya sudah kalian berangkat saja besok lusa, nanti aku akan menghubungi penjaga yang ada disana agar menyiapkan kamar untuk kalian, apa kau akan melanjutkan rencana mu melamar Rana disana???"


Vitto mengangguk. "Ya tentu saja, besok aku akan mencari cincin untuk melamarnya, dan lusa aku akan langsung melakukannya...!"


Aditya kembali tersenyum kemudian menceritakan keoada Randy bahwa Vitto akan melamar Rana di Villa miliknya yang ada di Bali. Lamaran itu akan di lakukan di pantai saat matahari terbenam.


Mendengar itu, Randy mengacungkan jempol pada Vitto karena itu adalah ide yang sangat bagus sekali. Suasana pantai di villa Aditya sangatlah cantik dan sangat cocok jika di gunakan untuk hal yang romantis seperti itu. Randy yakin bahwa Rana akan sangat menyukai nya dan tidak akan melupakan moment itu.


"Dit... Jika boleh lagi aku meminta, aku ingin menyewa villa mu juga untuk acara pernikahanku dengan Rana, karena Rana punya impian menikah di tepi pantai dan ku rasa tempat itu juga cocok... Bagaimana?? Boleh atau tidak???" Tanya Vitto.


"Apa...??? Kau juga ingin menikah disana??? Wow... Tentu saja boleh Vit... Kenapa kau harus menyewa, aku akan senang hati memberimu ijin untuk melakukannya...!"


Vitto menggelengkan kepala nya. "Aku akan menyewa nya Dit, aku tidak mau yang gratisan, apa kata orang nanti jika tahu bahwa seorang Vitto Prakarsa melakukan pernikahan di tempat temannya dan gratisan, tidak... Tidak.... Aku akan tetap membayar sewa villa mu, termasuk juga untuk acara besok lusa... Kau tidak boleh menolaknya...! Aku sudah seering sekali merepotkanmu dan aku tidak mau selalu melakukannya...!"


"Oke... Aku tidak masalah jika kau ingin memberikan uang sewa untuk hal itu... Padahal sebenarnya aku ingin memberi fasilitas itu secara percuma sebagai hadiah untukmu dan Rana... Tapi jika kau menolaknya tidak masalah.. Berikan aku uang sewa berapapun yang ingin kau berikan... Aku akan menerima nya dengan senang hati...!"


"Oke... Kita deal??? Randy jadi saksi nya...!" Ucap Vitto dan dia menyalami Aditya.


×***×


Keesokan harinya...


Vitto mendatangi kediaman Vino untuk menemui sang adik. Mereka sudah mengatur janji untuk datang ke kantor polisi lalu bertemu dengan Angel. Ada banyak hal yang sebenarnya ingin Vino sampaikan kepada perempuan yang pernah mengisi hati nya selama bertahun-tahun itu.

__ADS_1


Vitto datang setelah tadi dia ke toko perhiasan untuk membeli cincin yang akan dia gunakan untuk melamar Rana besok. Cincin itu sangat cantik berhias dengan butiran-butiran berlian berwarna putih. Vitto yakin Rana akan sangat bahagia sekali nanti nya. Vitto juga sudah mengatur rencana dengan Edward. Beruntungnya Vitto karena Edward sedang free dan tidak ada janji untuk melakukan pemotretan dengan orang lain. Edward siap melakukan tugasnya untuk mengabadikan moment yang luar biasa besok. Edward merasa senang dengan rencana Vitto melamar dan akan segera menikahi Rana. Hal yang sama juga di sambut antusias oleh Jeany. Bahkan Jeany juga akan membantu Vitto untuk beberapa hal nanti nya seperti menyiapkan bucket bunga untuk Rana.


"Sore Pa....!" Sapa Vitto ketika dia masuk ke rumah Vino dan mendapati Papa nya duduk di sofa menikmati teh.


Papa Vitto tersenyum. "Hai Vit... Kau sudah datang saja... Vino masih di jalan, sebentar lagi dia pasti akan sampai, duduklah...!"


Vitto duduk dan melempar senyum kepada sang Papa. "Bagaimana kabar Papa???" Tanya Vitto.


"Ya seperti biasa nya Vit... Bagaimana denganmu sendiri? Apa syutingmu lancar kemarin???"


"Lancar Pa, semua berjalan dengan baim... Oh iya Vitto ingin memberitahu bahwa besok aku dan juga Rana akan pergi liburan, dia bilang dia bosan dan butuh keluar untuk healing hahaha..."


"Baguslah... Kau memang harus mengajaknya keluar sekali-kali... Kasihan dia jika harus kau kurung di dalam rumah terus menerus...!"


"Sebenarnya besok selain liburan, aku juga ingin melamarnya, dia setuju untuk menikah dan kami merencanakannya bulan depan, bagaimana menurut Papa???" Vitto bertanya mencoba untuk mendapatkan persetujuan serta saran dari Papa nya.


"Bulan depan?? Kalian akan melakukannya lebih ceoat dari yang Papa minta kemarin!???"


Vitto menganggukkan kepala nya. "Iya... Rana meminta agar itu segera di lakukan, dia tidak mau jika ada sesuatu yang bisa saja merusak hubungan kami di tengah jalan, aku mengerti sekali ketakutannya jadi aku menyanggupi nya...!"


"Bagus sekali kau melakukan itu, lebih cepat akan lebih baik, dan Rana mengambil keputusan yang sangat baik...!" Ucap Papa Vitto.


"Rana mengambil keputusan yang sangat baik???" Sahut Vino dari pintu kemudian berjalan menghampiri Vitto dan Papa nya. Sementara Vitto dan Papa nya di buat terkejut oleh kedatangan Vino yang tiba-tiba dan masuk begitu saja. Vitto mengernyit dan jangan-jangan adiknya itu mendengar semua obrolannya dengan Papa nya.

__ADS_1


"Gawat...!" Gumam Vitto dalam hati.


__ADS_2