Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 06


__ADS_3

"Tapi????" Ucap Rana meragu.


"Tidak ada tapi tapian, kau harus memanggilku Vino, just simple" Vino tersenyum lalu tiba-tiba menguap dan merasa mengantuk sekali. "Kenapa aku memgantuk sekali?" Gumamnya.


"Itu mungkin efek dari obat pereda nyeri yang kau konsumsi tadi, kau istirahat saja, aku akan mengambilkan bantal"


Rana kembali dengan membawa bantal lalu memberikannya pada Vino. Lelaki itupun langsung membaringkan tubuhnya di sofa rumah Rana dan tidak butuhkan waktu lama Vino langsung tertidur.


Malam tiba, tetapi Vino belum juga bangun dari tidurnya padahal sejak tadi sudah ada pria yang mengaku supir Vino datang untuk menjemput tuannya itu. Tetapi karena tidak ingin mengganggu Vino, Rana terpaksa tidak membangunkan lelaki itu.


Rana sibuk di dapur memasak mie instan, perutnya lapar sekali sedangkan dia sedang malas untuk keluar membeli makanan. Setelah matang, Rana menuang mie di mangkuk dan menarik kursi makannya lalu duduk untuk menikmatinya. Aroma mie instan itu membuat Rana tidak sabar untuk memakannya, terlebih lagi dia menambahkan telur, sosis juga sawi, semakin menambah kelezatannya.


Saat sedang sibuk menarik mie yang masih panas itu, tiba-tiba Rana di kejutkan dengan kedatangan Vino. Lelaki itu berdiri di tengah pintu dapur melempar senyumnya ke arah Rana lalu melangkah menghampiri Rana dan menarik kursi lalu duduk. Vino melipat kedua tangannya diatas meja makan.


"Kau ada disini ternyata, aku mencarimu karena ingin berpamitan serta mengucapkan terima kasih karena kau telah mengobati lukaku" Ucap Vino.


"Ah maaf, aku lapar jadi aku memasak di dapur dan sudah sejak tadi ada yang menjemputmu tetapi aku tidak ingin mengganggu tidurmu yang lelap itu jadi ku suruh supirmu untuk menunggumu sampai bangun"


Tiba-tiba Rana mendengar bunyi sesuatu yang terdengar begitu jelas. Vino tersenyum lalu menundukkan kepalanya. "Maaf Rana, sejak tadi aku belum makan jadi cacing di perutku melakukan demo hehehe"


"Aku sedang tidak memasak apapun, kalau kau mau, makan saja ini, aku akan membuatnya lagi" Rana menyodorkan mangkuknya kepada Vino.

__ADS_1


Vino meragu tapi dia memang benar-benar merasa sangat lapar. "Kau yakin???"


"Ya, kalau kau mau makan saja"


Vino pun tersenyum lalu mulai memakan mie milik Rana. Rana hanya menatap lelaki itu dengan heran tetapi ada perasaan tidak enak karena disaat seperti ini dia justru hanya bisa menyajikan makanan instan seperti itu. Akan tetapi Vino tampaknya sangat menikmatinya dan terlihat lapar, dia menikmati atau karena memang lapar Rana tidak tahu.


Setelah menghabiskannya, Vino meminum air yang diberikan Rana sampai habis dan tersenyum lagi. "Thanks ya Rana, mie tadi sangat enak dan perutku sudah kenyang sekarang, kapan-kapan aku harus mengundangmu untuk makan malam dirumahku" Ucap Vino.


Rana terkekeh. "Makan malam di rumahmu??? Aku hanya menyajikan semangkuk mie instant, kurasa itu berlebihan"


"Ini cukup bernilai untukku, oke aku harus pulang sekarang, sekali lagi terima kasih"


Saat awal-awal bertemu dengan Vino, Rana merasa bahwa lelaki itu terlalu sempurna tetapi setelah mengenalnya sejauh ini ternyata Vino begitu baik dan juga ramah. Ternyata Vino ya seperti orang pada umumnya, bahkan lelaki kaya itu mau memakan mie instant dengan lahapnya.


*****


Sesampainya di rumah, Vino sudah di tunggu oleh beberapa orang. Vino masuk ke rumah dan mereka semua mengikuti Vino. Ketakutan terlihat di wajah mereka semua karena sangat jelas terlihat raut muka Vino yang penuh kemarahan.


Vino masuk ke ruang kerjanya dan langsung melempar jasnya ke sofa, juga melonggarkan dasinya.


"Siapa yang tadi memelintir tanganku!!!?" Teriak Vino pada ke lima orang itu.

__ADS_1


Ya mereka adalah orang yang sama yang tadi menghadang Rana di jalan.


"Saya Bos" Ucap seorang dari mereka.


"Kenapa kau melakukannya??? Bukankah aku bilang beri aku pukulan saja tapi kau malah membuat tanganku sekarang cidera" Tiba-tiba saja Vino langsing menghujamkan pukulan di wajah pria itu dengan keras hingga membuatnya hampir jatuh ke lantai.


Pria itu bisa menguasai dirinya, lalu berdiri tegak lagi sambil menundukkan kepalanya. "Saya minta maaf bos, saya tadi terlalu berlebihan, maafkan saya"


Vino duduk di kursi kerjanya lalu membuka laci dan melemparkan segepok uang kepada 5 pria itu.


"Itu bayaran untuk kalian, lain kali ikuti semua perintahku dengan baik dan jangan berbuat sesuka kalian yang justru mencelakai diriku seperti ini, sekarang pergilah....!!!" Teriak Vino, dan kelima pria itu langsung keluar dan meninggalkan ruangan Vino.


Ya, Vino memang sengaja membayar dan menyuruh mereka untuk menghadang Rana. Ini adalah salah satu rencana Vino untuk menjebak Rana, dan dia akhirnya berhasil menjadi pahlawan yang datang untuk menyelamatkan Rana dari para pria bayarannya tersebut. Bahkan Vino memang sengaja menyuruh mereka berlima untuk memukulinya agar rencananya itu terlihat lebih nyata di mata Rana. Tapi sayangnya salah seorang dari mereka justru melakukan kesalahan fatal dengan memelintir tangan Vino yang sekarang justru membuatnya cidera dan tadi terpaksa harus di urut oleh tukang pijat yang sengaja di panggil oleh Rana.


Rana, perempuan yang selama ini sudah lama diincar oleh Vino. Permainannya sudah dia mulai dengan datang ke Bakery milik Rana, mengundang perempuan itu ke pestanya, ajakan kerja sama sampai kejadian tadi sore dia datang untuk menyelamatkan Rana dari para preman itu. Yang tak lain semuanya adalah bagian dari strategi Vino agar bisa mendekati Rana sampai akhirnya nanti perempuan itu akan bisa dengan mudah Vino taklukkan.


Bagi Vino ini baru permulaan, akan ada banyak lagi yang nanti sudah dia siapkan. Jebakannya untuk Rana sudah dia susun jauh-jauh hari, perempuan sangatlah mudah diluluhkan hatinya hanya dengan kelembutan, pengertian serta perhatian dan Vino sudah bersiap untuk melakukan itu semua.


Rana terlihat polos dan pasti akan sangat mudah masuk ke jebakannya tetapi menurut Vino, Rana adalah tipikal perempuan yang tidak suka diperlakukan secara berlebihan, dia lebih suka apa adanya. Vino mengingat bagaimana Rana mengembalikan semua pemberiannya padahal biasanya perempuan akan melahap habis jika ada laki-laki yang memberinya barang-barang mewah, dan ternyata itu tidak berlaku untuk Rana.


Kali ini Vino memang harus memperlakukan Rana secara khusus, harus bisa mengenal dan mengorek semua yang ada didalam hatinya agar bisa dengan mudah memasuki kehidupan Rana. Setelah semuanya sudah berhasil, Vino tinggal melaksanakan tahap yang sudah lama dia inginkan untuk dia lakukan ke Rana. Rana berhak dan harus menerima semuanya nanti.

__ADS_1


__ADS_2