Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 148


__ADS_3

Vitto menghela napasnya dari mulutnya seraya menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya. Seharian ini dia disibukkan dengan persiapan berkas-berkas untuk ke Singapura. Pagintadi dia meeting dengan Papanya, Vino serta staff lainnya membahas hal itu. Setelah itu Vitto harus mempelajari dengan baik seluruh berkas-berkas itu. Ini pertama kali baginya dan dia tidak ingin membuat kesalahan sama sekali, selain untuk perusahaan ini juga jalan untuk menjebak Angel.


Hari ini benar-benar melelahkan sekali bagi Vitto. Tetapi dia juga masih memiliki kesibukkan lainnya seperti segera mengambil seluruh barangnya di apartemen. Juga pindahan ke tempat tinggal barunya dan Rana. Ya, beberapa hari ini dia harus bersamaan menyelesaikan segalanya. Mungkin dia akan merasa lega ketika semuanya beres tepat waktu, juga persidangan perceraian kedua orang tuanya juga berjalan baik sesuai rencana.


Terlalu banyak masalah yang terjadi secara bersamaan, masalah Vino dan Rana yang sudah berakhir dengan penuh emosi serta airmata, tetapi setelah itu berakhir Rana justru dihadapkan dengan kehamilannya. Sampai saat ini Vitto masih harus menjaga semua itu dari orang luar untuk memastikan keamanan Rana. Disisi lain justru masalah baru dikeluarganya kembali memanas. Masalah Vino dan Rana menjadi merambat ketika sebuah fakta membuat Vitto sangat terkejut serta tidak menyangka dengan hal itu. Sekarang justru semua itu menjadi saling berkaitan dan semakin rumit ketika Mamanya kembali lagi setelah sekian lama, juga Angel yang semakin menggila dengan kebohongannya pada Vino.


Ponsel Vitto berdering, sebuah pesan masuk. Pesan dari Ariel. Lelaki itu memberotahu Vitto jika besok siang rumah itu sudah bisa ditempati oleh Rana. Seluruh furnitur sudah terpasang 80% sisanya akan diselesaikan besok pagi, dan siang sudah bisa ditempati.


"Ah selesai sedikit lebih cepat, ku pikir baru bisa ditempati lusa....!" Gumam Vitto.


Vitto kemudian membalas pesan Ariel dengan mengatakan terima kasih dan dia akan memberitahu Rana agar besok bisa bersiap untuk pindah.


Vitto laluenghubungi Rana melalui panggilan video. Selai untuk memberitahu Rana mengenai hal itu, Vitto sendiri sangat merindukan Rana dan ingin melihat wajahnya.


Cukup lama panggilan itu tidak diangkat. Entah kemana Rana tetapi Vitto berpikir mungkin Rana sedang melakukan sesuatu atau membantu Cahya. Vitto tidak melanjutkan lagi dan meletakkan ponselnya di meja. Rana mungkin masih sibuk dan dia akan menghubunginya lagi nanti. Sekarang dia harus bersiap untuk pulang dan ke apartemennya mengemasi barang-barang. Meskipun ini baru jam 3 sore dan belum waktunya untuk pulang, tetapi Vitto akan meminta ijin Vino agar dia bisa pulang lebih dulu. Vitto beranjak dari kursinya, dan memakai jas nya kemudian pergi meninggalkan ruangannya menuju ruangan Vino.


Ditempat lain, Rana keluar dari kamar mandi, dia baru selesai mandi, setelah menemani Cahya bermain bersama dengan si kembar. Rana sangat senang bisa tinggal disini karena semua orang yang ada disini sangatlah baik. Cahya dan juga Mama Aditya sangat welcome kepada Rana. Mereka selalu mengobrol berbagai hal disela-sela kesibukan mengurus anak-anak yang menggemaskan itu. Kyros Kyra juga sangat dekat dengan Rana dan selalu merayu Rana agar mau membuatkan kue untuk mereka. Rana tidak bisa menolak hal itu, dan dia akan langsung membuatnya, meskipun saat pagi mereka sudah memintanya, jika sore mereka meminta lagi, Rana akan membuatnya tanpa menolak.


Rana duduk di meja rias dan menggisok rambutnya yang basah dengan handuk. Ponselnya berkedip, dia mengambilnya dan menemukan Vitto tadi menghubunginya. "Dia menelepon??? Tetapi ini masih jam kantor? Apa ada sesuatu yang penting ya???" Gumam Rana.


Rana berdiri dan lekas membuka lemari untuk mengganti pakaiannya dan nanti dia akan menghubungi Vitto. Rana takut sesuatu telah terjadi sehingga membuat Vitto tadi menghubunginya. Tidak biasanya Vitto menghubunginya ketika masih jam kantor, lelaki itu hanya akan mengirim pesan saja, tetapi kali ini Vitto menghubunginya lewat panggilan video.

__ADS_1


Vitto mengetuk pintu ruangan Vino tak lama suara dari dalam mempersilahkannya untuk masuk.


"Kenapa Vit? Apa ada yang tidak kau mengerti dengan berkas-berkas itu???" Tanya Vino.


"Ah tidak, aku sudah mempelajari semuanya, aku datang untuk mengatakan jika sekarang aku harus pergi, ada urusan, aku harus menemui Raymon managerku, masalah pekerjaan...! Tidak apa-apa kan aku pulang lebih dulu???" Tanya Vitto. Dia berbohong tentu saja, karena dia tidak bisa mengatakan alasan sebenarnya pada Vino.


Vino tersenyum. "Pergilah jika kau sudah menyelesaikan tugasmu disini, aku akan pulang dengan Papa...!"


"Oke... Thanks Vin...! Pa, Vitto pergi dulu...!"


Saat hendak meninggalkan ruangan Vino, ponsel Vitto berbunyi dan itu panggilang video dari Rana. Vitto mengernyit, bisa-bisanya Rana menghubungi ketika dia masih bersama Vino. Vitto pun langsung menutup panggilan itu.


"Nanti saja, kalau begitu aku permisi....!"


Vitto bergegas keluar dari ruangan Vino. Dia mempercepat langkahnya menuju lift. Ponselnya berdering lagi tetapi Vitto mengabaikannya dan akan berbicara dengan Rana nanti saja ketika sudah keluar dari kantor.


Vitto pun sampai di parkir dan langsung masuk ke mobilnya. Dia kemudian mengambil ponselnya lagi dan menghubungi Rana. "Kau ini kenapa terus menghubungiku? Kangen ya???? Aku tadi sedang di ruangan Vino...!"


"Diruangan Vino???? Sorry sorry.... Aku tidak tahu... Tadi kau dulu yang menghubungi, aku sedang mandi jadi tidak mengangkatnya....! Ada apa???" Tanya Rana.


"Besok siang kau sudah bisa menempati rumahnya...!"

__ADS_1


"Besok siang???"


"Iya, Ariel tadi memberitahuku, dan sekarang aku akan ke apartemen dan mengemasi barang-barang kita yang masih ada disana, oh iya beritahu Mario agar menyusulku dan membantuku... Kau disana saja dan tidak perlu ikut, Tania akan tetap bersamamu disana, Mario saja yang pergi menyusulku...!" Ujar Vitto.


"Iya bawel....!"


Vitto terkekeh. "Aku akan menghubungimu nanti saat berada di kamarmu di apartemen, barang apa saja milikmu yang tertinggal disana....!"


"Beberpaa pakaian, buku dan eh lupa, ya suah kau nanti video call saja....!"


"Baiklah bumil cerewet....! Ya sudah aku harus segera mengemudi menuju apartemen...!" Vitto menutup panggilannya kemudian meninggalkan area perkantoran Vino.


Bersamaan dengan mobil Vitto yang keluar area perkantoran Vino, sebuah mobil berwarna hitam masuk.


"Kita akan memulainya.... Kau harus benar-benar terlihat senatural mungkin sayang....!" Ucap Jason pada Vita yang ada di sampingnya.


"Aku akan melakukannya, kau juga harus bersiap merekam semuanya....!" Ujar Vita.


Jason dan Vita akan mulai melakukan rencana pertama mereka. Target mereka adalah Vino dan Papanya setelah itu baru Vitto. Mereka menyewa mobil untuk bepergian, mengingat mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli mobil. Lagipula mereka juga tidak akan tinggal lama disini, setelah misis mereka selesai untuk mendapatkan uang dari Vino dan Vitto, mereka akan pergi lagi ke luar negeri seperti sebelumnya.


Sekarang mereka akan menunggu Vino keluar dari kantornya, dan memulai aksi mereka.

__ADS_1


__ADS_2