Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 159


__ADS_3

Davica masuk ke ruangan Vitto, dan dia terkejut ketika melihat siapa yang duduk disana. Ekspresi Vitto juga tidak kalah terkejutnya melihat siapa yang masuk. Untuk meyakinkan bahwa apa benar itu adalah sekretarisnya, Vitto pun mencoba memperjelas pada Monica, dan Monica mengatakan jika Davica adalah sekretaris Vitto.


"Davica...! Silakan perkenalkan diri anda pada Pak Vitto....!" Ucap Monica.


Davica melempar senyumnya dan membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam kemudian mulai memperkenalkan dirinya dan menyalami Vitto. "Perkenalkan saya Davica Agreya, anda bisa memanggil saya Davi atau Dev, terserah bapak, umur saya 26 tahun dan bulan depan 27 tahun, saya akan membantu pekerjaan anda dan saya akan berusaha dengan baik saat melakukannya, semoga anda menyukai cara kerja saya...!" Ucap Davica.


Vitto hanya terdiam menerima uluran tangan Davica. Meskioun tanpa memperkenalkan diri, Vitto sudah tahu siapa perempuan yang di depannya itu, begitu juga dengan Davica sendiri yang tau siapa Vitto. Bukan karena Vitto seorang aktor, jauh sebelum itu, Davica sudah mengenal Vitto.


"Pak Vitto...!" Panggil Monica.


Vitto melepaskan tangannya dari tangan Davica dan memandang ke arah Monica. "Ya...!"


Monica tersenyum. "Karena ini hari pertama Davica disini, saya harus memberinya beberapa berkas untuk dipelajari selama 3 hari ke depan, setelah itu dia akan sepenuhnya membantu bapak setelah bapak juga kembali dari Singapura...!"


Vitto mengangguk. "Baiklah...!" Jawab Vitto pelan.


Monica pun mengajak Davica keluar dari ruangan Vitto. Sementara itu Vitto masih tidak menyangka jika dia bertemu lagi dengan Davica bahkan sekarang setiap hari dia harus berhadaapan dan berinteraksi dengan perempuan itu. Jika dia tahu mmbahwa Davica akan menjadi sekretarisnya mungkin dia akan meminta Vino untuk mengganti dengan yang lain saja.

__ADS_1


"Ah ya, mungkin aku harus bertemu dengan Vino dan meminta yang lain saja, dan biarkan dia pindah ke lainnya atau menukar dengan sekretaris direktur lain!" Gumam Vitto kemudian beranjak dari kursinya dan akan menemui Vino untuk mendiskusikan ini dengan Vino.


Vitto tidak ingin berurusan lagi dengan Davica. Vitto masih ingat bagaimana perempuan itu dulu sudah mempermalukannya dan menolak cintanya dengan cara yang membuat Vitto merasa tidak memiliki harga diri ketika itu.


Pertemuan pertamanya dengan Danica adalah ketika perempuan itu berada di London dimana Davica adalah sahabat dari salah satu teman perempuan Vitto. Pertemuan pertama itu membuat Vitto langsung jatuh hati pada Davica. Vitto berusaha mendekati Davica, meminta kontaknya pada temannya dan setelah Davica kembali kesini, Vitto tetap berusaha menjalin hubungan baik dan berkomunikasi dengan perempuan itu secara intens. Davica tahu jika Vitto menyukainya karena itu bisa dilihat dari cara Vitto mendekatinya. Dan Davica juga merespon baik apa yang dilakukan Vitto kepadanya.


Sayangnya saat Vitto kembali kesini dan mengajaknya bertemu. Vitto sudah menyiapkan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada Davica, tetapi suatu hal besar terjadi dimana Davica ternyata menolak cinta Vitto. Sebenarnya Vitto tidak masalah jika ditolak tetapi penolakan Davica saat itu membuat Vitto marah, kesal dan juga malu. Davica menolak Vitto mentah-mentah dan juga menghinanya dengan mengatakan bahwa dia tidak mau menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak berguna seperti Vitto, karena Vitto tidak bisa menghidupi dirinya sendiri dan hanya menggantungkan uang dari orangtuanya. Davica ingin laki-laki yang mandiri dan pekerja keras, bukan seperti Vitto yang dianggapnya lemah.


Saat itu tentu saja Vitto marah sekali, karena semua yang dikatakan oleh Davica itu hanya sebuah alasan yang tidak masuk akal dan dibuat-buat untuk menolaknya. Kecewa marah dan kesal sekali, dia benar-benar di permalukan karena saat menolak, Davica bersuara cukup keras mengatakan semua itu sehingga membuat orang disekitar mengarahkan pandangannya pada mereka.


Setelah kejadian itu, Vitto mendapat informasi jika sebenarnya itu adalah cara yang sering Davica lakukan untuk menolak para laki-laki yang menyukainya yang dianggap kurang memiliki banyak uang karena Davica tidak bisa meminta banyak uang dari laki-laki itu. Saat itu memang Vitto tidak pernah mengatakan perihal siapa keluarganya sebenarnya dan itu cukup menguntungkan bagi Vitto, karena dia bisa melihat kebenaran dan ketulusan dari seseorang. Itu juga yang menjadi alasan kenapa selama ini Vitto sangat menjaga privasi dari keluarganya, bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui jika dia adalah putra pertama dari Andri Prakarsa dan juga Kakak seorang Arvini Prakarsa si pewaris dari kerajaan bisnis Prakarsa Corporate. Vitto memilih jalannya sendiri dalam karirnya dan tidak masuk ke dalam lingkup bisnis keluarganya lebih jauh, dan lebih memilih untuk berkarir dibidang lain. Meskipun dia menggunakan nama belakang keluarganya tetapi orang tidak akan menyadari bahwa dia adalah bagian dari keluarga Prakarsa yang terkenal dengan bisnisnya itu.


Membayangkan bekerja dengan orang seperti Davica membuat Vitto tidak nyaman. Ya, seseorang mungkin sudah dan bisa berubah, tetapi tetap saja Vitto tidak bisa melakukan ini. Bukan dendam tetapi Vitto hanya tidak suka saja.


Vitto mengetuk ruangan Vino dan masuk. Ternyata Vino sendirian di ruangan itu, Papanya sedang meeting dengan dewan direksi.


Vino tersenyum meminta agar kakaknya itu duduk. "Bagaimana kau menyukai sekretaris yang aku kirim untukmu???" Tanya Vino.

__ADS_1


"Itulah yang ingin aku bahas denganmu, bisakah kau mencari yang lainnya, aku kurang srek saja....!"


Vino mengernyit. "Kurang srek??? Apa maksudmu???"


"Ya kurang srek saja, cari saja yang lain atau kalau perlu aku tidak usah menggunakan sekretaris...!"


"Ayolah Vit, dia sanga berpengalaman dan hasil testnya juga bagus dari kandidat lainnya, dia sudah dua kali menjadi sekretaris di perusahaan besar lalu apa masalahnya??? Dia cantik juga pintar, lalu jika kau tidak menggunakan sekretaris kau akan kesulitan, aku memberimu jabatan yang cukup tinggi, artinya aku mempercayai mu dan tugasmu juga akan semakin berat Vit... Sudahlah...!"


"Aku tidak suka dengannya... Cari saja yang lainnya yang hasil testnya di bawah dia....!" Ucap Vitto lagi.


"Bagaimana bisa Vit??? Kau ini, jangan merubah sesuatu yang sudah paten disini, kau pikir perusahaan ini main-main??? Setiap perekrutan staff selalu ada aturannya dan lainnya itu tidak bisa diganggu gugat...!"


"Ya sudah, kalau begitu tukar saja dia dengan Monica, biar dia saja yang jadi sekretarisku atau tukar dengan sekretaris dari direktur lainnya...!"


Vino menggeleng. "Mana bisa main tukar menukar begitu saja, kau ini tinggal terima beres saja kok banyak sekali maunya, dia belum bekerja sama denganmu, kalau sudah, kau pasti akan menyukainya, jalani saja dulu, belum apa-apa kau sudah protes duluan....!"


Vitto menatap jengkel Vino, kemudian berdiri tanpa mengatakan apapun langsung pergi begitu saja meninggalkan ruangan Vino. Saat keluar dari ruangan Vino, Vitto berpapasan dengan Davica dan Monica. Tetapi Vitto langsung berlalu begitu saja.

__ADS_1


Sementara itu, Davica mengangguk menunjukkan rasa hormatnya pada Vitto. Davica tersenyum karena rasa kagumnya pada Vitto, ada penyesalan dihatinya pernah menghina laki-laki itu, yang ternyata beberapa tahun terakhir ini Vitto menjadi seseorang yang banyak di kagumi orang, Vitto terkenal dan banyak sekali penghargaan yang diraihnya menjadi Aktor besar. Penggemarnya juga banyak sekali, di tambah lagi sekarang Vitto juga bekerja di perusahaan milik keluarganya. Favica tidak menyangka jika Vitto ternyata putra sulung dari pemilik perusahaan besar seperti ini, jika saja tahu mungkin dulu dia tidak akan menolaknya ketika Vitto mengyngkapkan cinta padanya. Ya, mungkin ini jalan dari Tuhan untuknya bisa meminta maaf pada Vitto dan mungkin nanti dia bisa mendekati laki-laki itu lagi. Dengan pesonanya, laki-laki manapun tidak akan bisa menolaknya untuk dekat dengannya.


__ADS_2