Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 371 SANNE AURELLIE PRAKARSA


__ADS_3

1 tahun kemudian........


Vitto menggenggam jemari Rana. Istrinya menahan sakit yang luar biasa dan saat ini sedang berada di dalam ruang bersalin. Rana sudah mulai kontraksi sejak sore tadi, dan Vitto bergegas membawa nya ke rumah sakit. Ini lebih cepat dari prediksi dokter, sehingga Vitto sangat panik, karena Rana di jadwalkan melahirkan sekitar dua minggu lagi. Vitto dan Rana mengira bahwa mulas yang dirasakannya bukan pertanda akan melahirkan, melainkan kan hal yang biasa terjadi, tetapi Rana beberapa menit sekali pergi ke kamar mandi dan mulas itu semakin menjadi-jadi. Vitto akhirnya membawa Rana ke rumah sakit dan menghubungi Arindah yang ternyata berada di rumah. Arindah pun bergegas ke rumah sakit untuk menangani dan membantu Rana melahirkan.


Kebahagiaan Rana dan Vitto semakin bertambah tatkala sembilan bukan yang lalu Rana di nyatakan positif hamil. Setelah menunggu sekitar setengah tahun, akhirnya Rana mendapat kabar bahagia itu. Mereka begitu bahagia sekali, dan kondisi kesehatan Rana juga bayi nya sangat baik. Bahkan setiap bulan, Vitto selalu mengajak Rana untuk pergi dan jalan-jalan ke luar negeri. Vitto ingin mengajarkan anaknya sejak masih di kandungan agar bisa menikmati waktu untuk bersenang-senang dan menjelajahi setiap sudut negara di dunia ini sehingga nanti memiliki hobi seperti dirinya yang senang pergi menjelajah setiap negara mencari sesuatu yang menarik. Tetapi menginjak usia kehamilan 7 bulan, Vitto tidak lagi mengajak Rana jalan-jakan sampai luar negeri, karena merasa kasihan istrinya yang harus membawa perut sebesar itu.


Vitto mengajak Rana pergi ke berbagai negara, dari yang hanya negara tetangga, hingga ke negara yang ada di paling ujung utara, yaitu Finladia untuk bisa melihat aurora yang hanya bisa di temukan di dua tempat saja, salah satu nya disana dan yang satu nya di ujung bumi bagian selatan. Tetapi tentu yang bisa di kunjungi adalah yang di bagian utara. Vitto benar-benar memanjakan Rana selama istrinya itu hamil hingga akan melahirkan. Sebisa mungkin dia ingin Rana bahagia. Selain melihat aurora, mereka juga menaiki kapal khusus yang berlayar di tengah lautan es, lalu berenang di laut artikel dengan pakaian khusus. Hingga bermain salju. Semua nya sangat menyenangkan sekali. Baby moon yang luar biasa untuk Rana.


















Kebahagiaan itu bertambah ketika mereka memutuskan melakukan gender reveal dan mengetahui jenis kelamin bayi yang di kandung Rana adalah bayi perempuan. Sama seperti yang selama ini di inginkan oleh Vitto. Dan Vitto ingin sekali selalu memanjakan Rana. Rela bangun tengah malam dan merasakan untuk Rana ketika Rana merasa lapar atau saat sedang menginginkan sesuatu, Vitto rela pergi mencarinya meskipun tahu itu akan sangat sulit sekali. Pernah suatu malam, Rana terbangun dan menginginkan satu makanan, dan itu membuat Vitto kebingungan mencari nya. Lalu ketika dia sudah berkeliling selama berjam-jam dan menemukannya, dia membawa makanan itu pulang, tetapi saat sampai di rumah, Rana justru terlelap dan tidak mau bangun. Vitto merasa kesal sekali sebenarnya tetapi dia tentu tidak bisa memarahi istrinya. Dan keesokan hari nya Rana merasa kasihan kepada Vitto dan menanyakan dimana makanan itu, Vitto menyimpannya di kulkas, dan saat Rana menginginkannya lagi pagi hari nya, Vitto menghangatkan nya di microwave. Rana memakannya dengan lahap sekali.


Rana juga pernah meminta kepada Vitto agar dia bisa di ajak jalan-jalan dengan menaiki motor. Dan bukan motor biasa tetapi motor sport. Vitto pun mengabulkan nya. Uniknya Rana ingin dia yang mengendarai nya sendiri. Sontak mendengar itu Vitto langsung panik dan tidak mengijinkannya. Rana terus memaksa dan membuat Vitto tidak bisa menolak. Tetapi kenyataannya Rana memang bisa mengendarai motor itu. Rana mengatakan jika dia senang dengan motor, dulu ketika masih kuliah, dia sering pergi touring dengan teman-teman nya sehingga bukan perkara yang sulit untuk mengemudikan motor.





__ADS_1








Di tengah kesibukan nya mengurus bakery nya, Rana juga tetap memperhatikan kesehatannya juga bayi nya. Dia selalu rutin mengikuti kelas khusus ibu hamil. Setiap weekend dia pasti pergi untuk mengikuti senam hingga yoga hamil.




"Kita lahirkan bayi kita ke dunia, kau sudah menyiapkan nama yang bagus untuknya, jadi kau kau harus bertahan dari rasa sakit ini oke...????" Ucap Vitto memberi semangat ke Rana. Vitto mengecup kening istri nga yang berkeringat. Rana menganggukkan kepala nya. Vitto tersenyum. "Tarik napas dari hidung keluarkan dari mulut...!!!! Bertahanlah... "


"Rana.... Ini waktu nya....!!!! Aku akan membimbingmu dan membantumu, rilexs, berusahalah semampumu untuk membuat bayimu keluar, jangan terlalu lemah dan berlebihan, juga jangan mengangkat pinggul mulai, itu bisa membuat robekan yang besar... Kau mengerti???" Tanya Arindah.


Rana menganggukkan kepala nya. "Ya... fiiuuuuhhh...!!!"


"Baguslah.... Ada Vitto di sebelahmu, dia akan menguatkanmu.... "


Akhirnya proses melahirkan Rana di lakukan. Semua sudah di cek dan hasilnya sangat bagus. Tidak di temukan kendala apapun. Sehingga Arindah memutuskan untuk di lakukan secara normal. Selama proses itu, Vitto terus menggenggam tangan Rana, mengucapkan sesuatu untuk membuat istrinya semangat dan tidak menyerah. Vitto juga terus mengecup dahi Rana sebagai ungkapan cinta nya kepada istrinya. Hati Vitto begitu sakit ketika melihat perjuangan dan kesakitan Rana selama proses ini. Tega tidak tega, Vitto harus melihat istrinya merasa kesakitan yang luar biasa. Tetapi ini memang yang terjadi pada setiap perempuan yang akan melahirkan bayi.


Arindah dan perawat langsung memotong tali pusarnya membersihkannya sebelum di berikan kepada ibunya untuk di susuui.


Vitto memeluk Rana dan menangis haru saat itu juga ketika mendengar tangisan Sanne yang begitu keras memekikkan telinga. Vitto menciumi Rana dan mengucapkan Terima kasih atas perjuangan istrinya selama sembilan bulan ini. Melihat berapa luar biasa nya Rana, Vitto berjanji dia akan terus menjaga Rana dan putri nya dengan baik. Kebahagiaan seorang wanita adalah ketika dia di perlakukan seperti seorang RATU oleh suami nya. Dan Vitto akan selalu memperlakukan Rana seperti itu, apalagi setelah melihat perjuangan Rana hari ini.


"Vitto... Ini bayimu..." Arindah memberikan Sanne kepada Vitto. "Lakukan kewajibanmu sebagai seorang Ayah kepada anaknya untuk pertama kali nya, sebelum kemudian di berikan kepada ibunya untuk menyusu.. " Ucap Arindah.


Vitto berdiri dan menerima bayi mungilnya sambil tersenyum dl bercampur tangisan haru. Sanne begitu cantik, putih dan sekilas wajah nya mirip dengan nya. Vitto menganggap bayi nya dengan kedua tangan nya. Dengan suara bergetar dia mengumandangkan adzan di telinga Sanne. Beberapa kali suara Vitto terhenti, tetapi dia harus menyelesaikannya agar putri nya bisa segera menyusu pada Rana.


Vitto kemudian memberikan Sanne pada Arindah lagi dan Arindah mengatur posisi Sanne bisa nyaman di dada Rana. Bayi itu dalam posisi tengkurao dan mencoba mencari putiing sussu Ibunya, setelah menemukan nya dia langsung menghisap nya. Rana melihat ke atas, tersenyum ke arah Vitto dan Arindah. Vitto kembali membungkuk dan mencium kening Rana penuh rasa bahagia.


Setelah di rasa cukup, Arindah mengambil Sanne dan memberikannya padamu aperawat untuk di urus, sedangkan Vitto di minta keluar karena Rana juga harus di urus sebelum nanti di bawah ke ruang perawatan.




★★★★★


Beberapa hari kemudian......


Rana sudah di ijinkan pulang dari rumah sakit sejak kemarin. Vitto membawa Ran pulang ke rumah supernova. Sebelumnya mereka memang sudah tinggal di rumah Vitto tetapi terkadang juga ke supernova. Dan Vitto memilih kembali ke supernova karena rumahnya sedang di renovasi, dia ingin membuat kamar untuk Sanne. Sehingga untuk saat ini, rumah Supernova lebih nyaman untuk mereka tinggali.


Sanne sudah mendapatkan begitu banyak hadiah sesaat setelah lahir. Banyak orang bahagia atas kelahiran Sanne. Bahkan Vitto dan Rana juga mendapatkan hadiah-hadiah itu dari penggemar Vitto.

__ADS_1


Dan hari ini Jeany datang bersama Edward membawa hadiah juga untuk Sanne. Jeany sudah menikah dengan Edward sekitar setengah tahun yang lalu, dimana Edward mengungkapkan perasaan yang selama ini di pendam nya kepada Jeany. Ketika Jeany menerima nya, tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk Edward memutuskan untuk menikahi Jeany. Dia datang kerumah orang tua Jeany dan langsung melamarnya sehingga hanya dalam waktu satu bulan pernikahan mereka di siapkan. Dan Jeany saat ini sudah hamil sekitar 9 minggu. Rana merasa bahagia sekali dengan pernikahan sahabatnya dan Sanne juga akan memiliki teman sebaya nanti nya.


Jeany merasa bahagia juga karena dia akhirnya memiliki keponakan yang cantik, lucu dan begitu menggemaskan. Membuat Jeany enggan pulang dari rumah Rana sampai sore hari dia disana, membantu Rana mengurus dan menggendong Sanne. Tetapi karena sudah jam tiga, Edward tetap memaksa istrinya pulang dan besok bisa datang lagi kesini. Akhirnya Jeany pun berpamitan pulang padaRana, Vitto dan Sanne.


***


Selang setengah jam setelah kepulangan Jeany, dan Edward. Justru datang Vino, Arindah dan juga Naufal. Lagi-lagi mereka datang membawa banyak hadiah untuk bayi kecil menggemaskan itu. Bahkan Arindah bilang jika Naufal sendiri yang memilih hadiah yang akan di berikan kepada adik kecil nya itu. Naufal sangat senang sekali saat tahu bahwa dia akan memiliki adik. Dan Naufal sering meminta di antar ke rumah Vitto setiap seminggu sekali hanya untuk bertemu Rana dan mengusap perut Rana. Hal itu membuat hubungan Rana dan Naufal serta Vitto begitu dekat.


"Mana adik..!!??" Tanya Naufal dengan polosnya pada Vitto.


"Kau mencari adikmu??? Tunggu sebentar ya??? Dia baru saja selesai mandi dan sedang memakai baju.. " Jawab Vitto. Dan Naufal menganggukkan kepala nya.


Vitto mempersilahkan Vino dan Arindah duduk. Menunggu Rana yang masih mengurus Sanne.


"Kau dari kantor???" Tanya Vitto pada adiknya.


"Ya, tadi Arindah dan Naufal juga ikut ke kantor.. Arindah sedang tidak praktek, jadi aku mengajaknya ke kantor.. " Jawab Vino.


"Papa baru saja menghubungiku, dia ingin sekali pulang dan melihat cucu nya, aku bilang tidak perlu karena pasti nanti aku akan mengajak Sanne kesana jika usia Sanne sudah cukup untuk bisa di ajak pergi jauh.. Hanya saja Papa memaksa dan tidak bisa jika harus menunggu sampai berbulan-bulan.." Ujar Vitto.


Vino tersenyum. "Biarkan saja jika ingin kesini, lagipula kondisi Papa sudah sangat baik kan??? Dia pasti ingin mencium dan menggendong Sanne... Suruh saja mencari waktu pas untuk datang...!! Kita tidak bisa menghalangi seorang kakek untuk melihat cucu nya.. "


"Kau benar, aku tidak bisa menghalangi seorang kakek menemui Cucunya, aku akan mengijinkan Papa datang.. "


Rana akhirnya keluar dari kamar membawa Sanne yang sudah rapi dan semakin cantik setelah di mandikan. Arindah berdiri dan menggendong Sanne. Rana pun memilih duduk di sebelah Vitto sementara Naufal meminta Mama nya agar duduk juga sehingga dia bisa melihat wajah adik nya. Naufal langsung menciumi pili Sanne, terlihat begitu gemas.


"Lihatlah... Dia begitu menyukai bayi, lalu kapan kalian akan membuatkannya adik..???" Tanya Vitto.


Vino melempar senyum. "Tidak untuk sekarang... Aku masih ingin menghabiskan waktu ku dengannya dulu sebelum nanti membagi nya dengan adiknya, lagipula sekrang dia sudah punya adik, jadi sepertinya aku akan menunda lagi ya mungkin sekitar dua tahun lagi.. Aku juga masih ingin pacaran dan berduaan dengan Arindah... Hahaha.."


Vitto ikut tertawa. "Oke baiklah.... Sebenarnya Naufal hanya alasanmu saja, padahal kau sebenarnya masih ingin bermanja-manja dengan Arindah dan belum rela jika Arindah nanti membagi cintamu dengan bayi kalian... Aku mengerti. Kalau begitu Biarkan dulu Naufal memberikan cinta nya untuk Sanne lebih dulu sebelum nanti memiliki adik sendiri... "


Tiba-tiba ponsel Vitto berbunyi dan dia mendapat panggilan lagi dari keamanan perumahan ini. "Iya Pak... Siapa lagi yang datang??? Hehehe.. " Ucap Vitto langsung to the point. Karena memang akhir-akhir ini banyak yang datang ke rumah ini untuk menengok putri nya.


Terdengar tawa dari security itu. "Ini pak Vitto, ada seorang ibu-ibu yang datang untuk bisa di ijinkan masuk ke dalam, dia bilang ibu anda, nama nya bu Vita... Dia tadi sepertinya naik taksi dan sekarang taksi nya sudah pergi...Ucap Security itu.


"Mama...???? Dia turun dari taksi???" Tanya Vitto lagi untuk memperjelas. Ucapan itu membuat Vino, Arindah dan Rana langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Vitto.


"Iya Pak... dia bilang dia adalah Mama Anda.. Bagaimana?? Apakah boleh masuk???"


Vitto terdiam dan memandangi Vino dan Rana bergantian. Dia bingung harus bagaimana. Selama ini dia dan Vino sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan Mama nya sejak kejadian yang lalu dimana Mama mereka berniat menghabisi nyawa Rana dan bekerja sama dengan Clara. Vitto tidak pernah bisa memaafkan hal itu karena baginya itu sudah sangat keterlaluan. Dan setelahnya Vitto memang masih mengawasi Mama nya untuk beberapa bulan tetapi setelah merasa tidak ada sesuatu yang mencurigakan, Vitto berhenti untuk melakukan nya. Lalu dia dan Vino tidak tahu lagi bagaimana kabar Mama nya, dan apa saja yang di lakukannya. Mereka berdua benar-benar memutuskan untuk tidak peduli, meski sebelumnya diam-diam masih memanatau tetapi kejadian hari itu di bakery Rana membuat kedua nya murka dan memutuskan semua nya untuk tidak lagi mempedulikan Mama mereka karena percuma tidak ada hal yang bisa di ubah dari Mama nya.


Dan terakhir Vitto pernah di beritahu oleh salah seorang fans nya yang mengatakan jika Mama Vitto pernah mengikuti pameran karya seni di salah satu kota. Fans nya saat itu menjadi Eo di acara itu sehingga tahu bahwa Mama Vitto ternyata ikut terlibat di pameran itu sebagai salah satu peserta yang mengikuti pameran. Hasil lukisannya sangat bagus-bagus dan banyak orang yang tertarik membeli lukisannya. Mendengar itu Vitto merasa senang sebenarnya, karena Mama nya sepertinya melakukan sesuatu yang positif. Mungkin karena dia harus tetap bertahan untuk hidup dan uang hasil penjualan rumah itu pasti lama-kelamaan akan habis jika dia tidak memutar otak untuk melakukan sesuatu yang bisa mendapatkan uang. Dan Mama Vitto memang sejak dulu memiliki hobi melukis dan hasil lukisannya sangat bagus. Wajar jika akhirnya keahlian nya itu di manfaatkan dan bisa menghasilkan uang.


Sementara diam-diam Vino juga pernah mendatangi pameran itu, sametelah Vitto menceritakan kepada nya. Vino mengawasi Mama nya dari kejauhan. Dan memang dia melihat perubahan dari Mama nya. Badan nya terlihat kurus dan dia terlihat tidak seperti sebelumnya. Sangat jauh dari sebelum nya. Mama nya terlihat menjadi orang yang lebih tenang, dan banyak tersenyum. Hal itu membuat Vino memiliki keyakinan bahwa Mama nya mungkin sudah mulai berubah. Tetapi Vino tidak mau terlalu berharap, karena Mama nya tidak mudah di tebak.


Walaupun dia begitu marah dengan Mama nya, tetapi Vitto tetaplah seorang anak yang sangat menghormati wanita yang melahirkannya itu. Dan melihat betapa sulitnya perjuangan seorang Rana melahirkan Sanne kemarin, membuat hati Vitto tiba-tiba teringat dengan Mama nya lagi.


"Tidak Pak... Jangan ijinkan dia masuk.. Suruh pulang saja.. " Ucap Vitto. Dan setelah itu dia meletakkan ponselnya di meja.


Rana memegang pundak suami nya. Membuat lelaki itu menoleh dan tersenyum ke arahnya. "Kenapa kau menghalangi seorang nenek yang ingin bertemu dengan cucu nya??? Bukankah tadi aku mendengar kau berkata bahwa kau tidak bisa menghalangi kakeknya datang untuk bertemu dengan bayi kita lalu kenapa kau tidak melakukan hal yang sama pada nenek Sanne???" Tanya Rana.

__ADS_1


__ADS_2