
"Ah terima kasih pak Vitto sudah repot-repot, mari masuk dan duduk di dalam, maaf saya baru bersiap-siap, anda sendiri bisa melihat saya belum memakai dasi dan juga jas, jadi saya harap anda mau menunggu saya sebentar saja baru kita pergi...!"
"Tidak masalah pak, bapak bisa bersiap-siap, saya bisa menunggu....!" Ucap Vitto. Baginya ini kesempatan yang bagus untuk diam-diam mengambil kamera itu saat pak Sony berada di ruang gantinya memakai dasi dan juga jas.
Vitto pun di persilahkan masuk, dan pak Sony mengucap permisi untuk ke ruang ganti yang ada di sebelah kamar mandi, ada pembatas tembok yang memisahkan kamar dan ruang ganti serta kamar mandi. Setelah memastikan Pak Sony masuk ke ruang ganti, Vitto dengan cepat mengambil kamera yang sudah di pasangnya di dekat pintu masuk juga yang ada di kamar. Vitto berhasil mengambil kamera yang ada di dekat pintu, kemudian dengan langkah hati-hati masuk ke kamar, dan menoleh ke penjuru arah memastika aman. Baru setelah itu Vitto mengambil kamera yang dia sembunyikan di dalam vas bunga imitasi. Vitto melihat kamera itu masih menyala, durasi waktunya juga berjalan dengan baik . Dan senyumnya melebar karena artinya semuanya berhasil, dia mendapatkan video Angel dan Pak Sony. Vitto lekas kembali ke ruang depan dan duduk di sofa menunggu Sony lagi. Vitto tidak meletakkan kamera lagi karena di rasa apa yang di dapatkannya semalam sudah cukup.
__ADS_1
Tak lama pak Sony kembali dan dia mengajak Vitto untuk bisa pergi sekarang karena sekretarisnya juga sepertinya sudah menunggu di depan. Mereka berdua pun meninggalkan kamaar. Dan pergi bersama sekretaris pak Sony untuk sarapan bersama di restoran.
*****
Vitto senang mendapati bahwa kerja sama itu berhasil, juga keberhasilannya menjebak Angel. Vitto tidak sabar untuk melihat hasil rekaman itu, dan menjadikannya satu dengan bukti lainnya yang selama ini sudah dia kumpulkan. Setelah kondisinya di rasa pas, dia akan menunjukkan semuanya kepada Vino, lalu berakhirlah kejahatan dan kedok Angel selama ini.
__ADS_1
Vitto turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah sambil berlari menaiki tangga, dia memanggil Rana dengan perasaan senang kemudian mengajak Rana untuk ke kamarnya dan melihat hasil rekaman dari kamera nya.
Vitto mengambil laptopnya dan juga mengambil memori card yang ada di dalam kamera itu, memasukkannya ke card reader dan mulai memutar rekaman itu. Rana juga penasaran dengan hal itu, dia juga terlihat antusias dan melihat ini keraguan dan ketakutannya kemarin pun hilang begitu saja.
Rekaman sudah di putar, Vitto pun mulai sibuk mempercepat rekaman itu, hingga memutar sampai ke jam dimana Angel datang. Tampak Angel dan Pria itu memasuki kamaar, terkihat Angel bermesraan tentu saja, kemudian pria tua itu duduk di atas tempat tidur dan Angel mendekatinya. Adegan itupun di mulai, Angel tampak rakus berciuman dengan Pak Sony membuat Vitto merasa jijik sekali melihatnya. Sementara Rana terperangah dengan apa yang ada di depannya, sebentar lagi pasti mereka akan bercinta. Itulah yang ada di pikiran Rana.
__ADS_1