Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 305


__ADS_3

"Sayang...!" Panggil Rana, tetapi Vitto hanya diam seperti orang yang sedang melamun. "Sayang...!!" Rana menepuk lengan suaminya itu membuat Vitto terlonjak.


"Eh.... Ada apa???" Tanya Vitto.


"Kok bengong???? Kenapa???? Apa yang kau pikirkan???" Tanya Rana.


"Tidak ada...!" Jawab Vitto.


"Bohong.... Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu??? Hmmmm kau ingin menyembunyikan sesuatu darimu ya??? Kau kan sudah berjanji tidak akan menyembunyikan apapun dariku??? Lalu kenapa sekarang kau ingin berbohong padaku???"


Vitto tersenyum dan memegang pergelangan tangan Rana. "Bukan begitu sayang... Oke aku minta maaf... Aku tadi hanya memikirkan bahwa sepertinya rencana kita untuk memberi hadiah honeymoon pada Vino dan Arindah harus di tunda.. "


Rana mengernyit. "Di tunda??? But why???"

__ADS_1


Vitto menghela napasnya panjang. "Hubungan mereka masih belum bisa di pastikan... Mereka sepertinya masih butuh waktu untuk bisa saling mengenal satu sama lain, ya kau tahu kan mereka menikah karena alasan apa??? Dan meskipun sudah menikah. mereka butuh waktu untuk bisa seperti pasangan pada umumnya..." Ucap Vitto.


"Maksudnya bagaimana???" Tanya Rana lagi karena masih bingung dengan arah pembicaraan suaminya.


"Vino dan Arindah akan berbeda kamar, kemarin lusa Vino menjelaskan padaku jika dia akan tidur beda kamar... Vino akan memberikan kamarnya untuk di tempati Arindah, dan dia akan tidur di kamar lain, dan aku menyarankan agar menggunakan kamar ku saja yang ada disana.. Ya karena kamarku dan kamar Vino adalah kamar yang luas di banding kamar yang lain... Sehingga Arindah bisa nyaman, begitu juga dengan Vino... Jadi mereka masih butuh waktu dan penyesuaian untuk bisa bersatu nanti nya..."


"Arindah yang meminta itu???" Tanya Rana lagi.


Vitto menggelengkan kepala nya. "Tidak... Arindah tidak mengatakan apapun tetapi itu adalah inisiatif Vino sendiri, karena Vino tidak mau nanti nya Arindah jadi tidak nyaman jika tidur dengannya, dia ingin menjaga perasaan Arindah dan tidak ingin di cap memanfaatkan keadaan... Dan meskipun tadi malam mereka satu kamar dan kamarnya di dekorasi, tetapi Vino mengatakan padaku jika dia akan tidur di sofa dan membiarkan Arindah tidur di tempat tidur..."


"Jika seperti itu, ya bagus... Dan tentunya kita harus mendoakan mereka, agar proses penjajakan dan juga pengenalan mereka bisa berjalan dengan lancar sehingga mereka bisa menjadi pasangan yang sesungguhnya... " Gumam Rana.


"Aminn..... "

__ADS_1


★★★★


Vino menatap wajah Arindah yang masih terlelap dalam tidurnya. Vino sudah bangun sejak satu jam yang lalu dan dia tidak bergeming sama sekali, karena tidak tega membangunkan Arindah. Perempuan itu tidur sangat lelap dan begitu cantik. Dan dalam diamnya menatap wajah Arindah. Vino banyak memikirkan berbagai hal. Salah satu nya apa yang tadi malam mereka lakukan. Dimana mereka melakukan sesuatu yang memang sudah jadi hal umum yang di lakukan oleh pasangan suami istri.


Bagi Vino hal seperti itu sering dia lakukan dengan Angel dulu, dan entah kenapa kali ini bersama Arindah, rasanya jadi begitu luar biasa. Vino tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, karena begitu luar biasa nya. Sangat jauh berbeda dengan apa yang dia lakukan dengan Angel dulu. Karena itu di lakukan hanya untuk memuaskan nafsu masing-masing, sedangkan apa yang di lakukannya dengan Arindah adalah sebuah kewajiban dan keharusan, sehingga rasa dan kepuasan yang di dapatkan sangatlah berbeda di bandingkan dengan di lakukan karena nafsu.


Vino mengusap lembut kepala Arindah, walaupun sekarang dia belum bisa mencintai perempuan ini, tetapi jika mereka berdua bisa saling bersikap baik dengan menjalani rumah tangga pada umumnya, tentu tidak akan butuh waktu lama untuk bisa saling mengungkapkan perasaan satu sama lain. Vino juga sangat berharap Arindah bisa kembali mencintai nya lagi seperti dulu. Vino tidak tahu cinta seperti apa yang di miliki Arindah untuknya, sehingga saat ini dia berharap bisa mengetahui bagaimana Arindah ketika mencintai seseorang. Kebaikan Arindah dari dulu sampai saat ini tetap tidak berubah.


Arindah juga masih suka bercanda, sedangkan Vino adalah orang yang kaku, cuek dan juga dingin. Hubungannya dengan Angel, telah membuat Vino banyak merubah pribadi nya yang asli, karena dulu Vino juga sebenarnya sangat suka bercanda dan mudah bergaul. Akan tetapi karena Angel memiliki sikap yang angkuh dan tidak dingin, sehingga Vino ikut bersikap seperti itu.


Vino benar-benar tidak bergerak, karena lengannya masih di gunakan Arindah sebagai bantal. Selain itu, mereka berdua tidak mengenakan apapun di balik selimut. Arindah berbaring miring, dan wajahnya tepat berada di hadapan Vino sambil meringkuk. Ada perasaan menyesal di hati Vino, karena besok dia harus kembali ke kantor. Dan dia juga harus check out siang ini dan membawa Arindah pulang. Tetapi sebelumnya, dia harus menjemput Naufal di rumah orang tua Arindah sekaligus membawa pakaian-pakaian kedua nya yang masih berada disana. Dan Vino juga tidak sempat berpikir untuk merencanakan bulan madu nya bersama Arindah, karena memang dia tidak menyangka jika Arindah akan membuat keputusan seperti ini, dan sejak awal Vino ingin membuat Arindah nyaman serta tidak ingin memaksakan kehendaknya.


Tetapi nyata nya keadaan sangat berbeda 180° dari bayangannya. Dan Vino masih tidak percaya jika semalam dia dan Arindah sudah melakukan nya. Vino senyum-senyum saat mengingat apa yang terjadi semalam. Dan perasaannya sampai saat ini masih berbunga-bunga. Saat ini dia sudah memiliki seorang istri yang bisa memuaskan hasrat biologisnya tanpa harus mengkhawatirkan apapun setelah melakukannya. Dia tidak lagi akan berzina dengan perempuan yang bukan istrinya seperti dulu saat dengan Angel. Selain suami, saat ini dia juga seorang ayah dari anak kecil yang tampan dan sangat menggemaskan. Meskipun Naufal bukan anak kandung, akan tetapi sejak awal bertemu dengannya, Vino langsung menyukai dan menyayangi nya. Mungkin karena inilah, pernikahannya dengan Arindah membuatnya bisa langsung menjalin kedekatan emosional dengan Naufal.

__ADS_1


Vino kembali tersenyum, dan ada sesuatu saat ini yang mendorongnya untuk mencium bibir Arindah. Vino pun perlahan mendekatkan wajahnya di wajah Arindah dan ingin memberikan sebuah kecupan di bibir istrinya itu. Perlahan semakin dekat dan semakin dekat. Beberapa detik kemudian, Arindah tiba-tiba membuka matanya. Mereka berdua saling bertatapan, dan refleks Arindah mendorong Vino cukup keras sambil berteriak histeris. "Aaaaarrrrgggghhhhh....!!!" Teriaknya sambil mendorong Vino cukup keras hingga Vino terjatuh dari tempat tidur, karena memang posisi tidur mereka tidak berada tepat di tengah, dan Vino agak ke pinggir sambil berbaring miring menatap Arindah. Sehingga jika terdorong sangat keras, Vino akan langsung terjatuh.


__ADS_2