Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 230


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.......


Mobil Rana yang di kendarai oleh Mario masuk ke garasi. Pintu mobil terbuka dan Vitto keluar dari dalam mobil. Senyum Vitto merekah, akhirnya dia bisa kembali lagi ke rumah. Dia sudah sangat merindukan Rana, dan ingin segera memeluk perempuan yang sangat di cintai nya itu.


Selama dia pergi ada beberapa hal yang sudah terjadi. Dimana dia sudah mendapat kabar jika Jason dan Shabella sudah di tangkap dan akan menyusul Angel di penjara. Mereka sedang dalam proses di pulangkan kesini. Bagi Vitto itu adalah kabar yang sangat baik, kehancuran dari ke tiga orang itu akan di mulai. Mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang sudah mereka lakukan selama ini.


Vitto membuka pintu penghubung antara bagasi dan ruang keluarga dan dia mendapati Rana berdiri di depan pintu, tersenyum lebar menyambutnya. "Welcome home baby...!" Uvap Rana sambil merenggangkan kedua lengannya.


Vitto tersenyum dan mendekati perempuan itu kemudian memeluknya sambil menciumi pucuk kepala Rana. "Aku sangat merindukanmu...!! Bagaimana denganmu??" Tanya Vitto.


"Aku juga merindukanmu tetapi sedikit lebih banyak dari pada kau merindukan aku...!" Ujar Rana yang membuat Vitto tergelak.


"Maaf Tuan, harus saya letakkan dimana tas anda ini???" Tanya Mario yang menentrng tas carrier milik Vitto.


"Bawa ke kamarku saja...!"


"Baik Tuan...!" Mario kemudian membawa tas Vitto serta beberapa barang naik ke lantai tiga dimana kamar Vitto berada.


Sementara itu Vitto mengajak Rana duduk di sofa. Dia ingin beristirahat sebentar. Rana mengambilkan minum dari kulkas dan memberikannya pada Vitto.


"Bagaimana keadaanmu??? Apa semua nya baik-baik saja???" Tanya Vitto.


"Aku baik, seperti yang kau lihat sekarang...! Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Rana.


"Aku tidak baik sebenarnya..!" Jawab Vitto.


Rana menggerutkan dahi nya. "Tidak baik??? Kenapa???"

__ADS_1


"Itu karena aku....??? Sangat merindukanmu dan ingin menciummu...!" Vitto menarik Rana ke dalam pelukannya dan mengecup bibir Rana.


Rana mencubit pinggang Vitto. "Kau ini... Nanti kalau Mario melihat bagaimana??? Sekarang lebih baik kau mandi, makan lalu istirahat, kau pasti lelah...!"


"Aku lapar...!" Gumam Vitto sambil memeluk Rana.


Senyum Rana tersungging. "Ya sudah, kalau kau lapar lebih baik makan lebih dulu, aku menyiapkan makanan kesukaanmu di bantu oleh Bibi tadi...!"


"Kau memasak??? Kenapa? Aku kan menyuruhmu beristirahat...!"


"Amu bilang aku di bantu oleh bibi, aku hanya memasak saja sedangkan memotong sayuran dan lainnya di kerjakan oleh Bibi, ayo kita ke atas...!"


Rana dan Vitto beranjak dari sofa dan naik ke lantai 2 dimana ruang makan berada disana. Sampai di ruang makan, Vitto langsung bisa mencium bau harum dari masakan yang Rana buat. Vitto menoleh ke Rana dan perempuan itu tersenyum. "Aku tahu ini bau apa???" Gumam Vitto.


"Aku tahu kau menyukai nya saat aku pertama kali membuatnya, aku juga membuat sambal yang cocok untuk di makan dengan itu serta tempe goreng dan juga ikan goreng, enak sekali....!"


"Ohh ya Ampun kau memang calon istriku yang terbaik...!" Puji Vitto.


"Sayang...!" Panggil Vitto dengan suara lembut.


Rana menyendokkan makanan ke mulutnya dan tersenyum pada lelaki itu. "Ya???" Jawabnya sambil mengunyah.


"Aku tahu kau kemarin berbohong soal alasanmu mengganti nomor kontakmu, sekarang katakan kenapa kau melakukannya???"


"Mario yang tadi memberitahu mu ya????" Rana mencoba menebak.


"Dia tidak memberitahu alasannya dan memintaku menanyakannya langsung padamu...!"

__ADS_1


Rana tersenyum, meletakkan sendok di atas piring dan meminum air yang ada di depannya, kemudian menatap Vitto. "Vino... Dia menghubungiku berkali-kali.."


"Vino???? Dia menghubungimu???"


Rana mengangguk. "Aku tidak tahu bagaimana dia bisa mendapatkan kontakku, aku sudah memblokirnya tetapi aku mendapati ada nomor baru lagi yang menghubungiku, aku mengabaikannya tetapi aku tidak bisa melakukan itu terus menerus, dan takut dia bisa melacakku hanya dengan menggunakan nomor kontakku jadi aku meminta Mario membeli yang baru...!"


"Kau tahu darimana jika itu Vino yang menghubungimu???" Tanya Vitto lagi.


"Sebenarnya yang pertama itu dia menghubungimu lewat panggilan Video dan aku tidak sengaja mengangkatnya, aku pikir itu dirimu tetapi ternyata Vino, aku langsung saja mematikannya dan dia terus saja menghubungiku...!"


Vitto mengernyit. "Anak itu benar-benar....! Kau mengambil langkah yang bagus dengan segera menganti nomor konyakmu, aku juga harus mengingatkanmu agar jangan mengaktifkan lokasi di ponselmu jika tidak sedang urgent, itu yang selama ini aku lakukan, matikan saja...!''


Rana mengangguk. Mereka kemudian melanjutkan makan lagi. Setelah itu Vitto ke kamarnya untuk bersih-bersih diri sementara Rana menyiapkan pakaian untuk Vitto.


******


Vitto mengusap-usap rambutnya dengan handuk ketika dia keluar dari kamar mandi. Dia sudah terlihat segar dan sudah bercukur membuatnya terlihat lebih rapi. Kemudian mendapati pakaiannya sudah ada di atas tempat tidur. Rana sudah menyiapkan itu untuknya. Vitto mengambilnya dan lekas memakai nya.


Setelah berpakaian, Vitto berdiri di depan meja rias dan menyisir rambutnya ke belakang sekena nya. Ketukan pintu mengalihkannya. Rana masuk membawa es sirup yang tadi masih tersisa di pitcher juga camilan di piring. "Kau sudah segar dan tampan...!" Puji Rana sambil meletakkan nampan di atas meja.


"Aku selalu tampan, kau saja yang jarang menyadari nya..." Sela Vitto kemudian menghampiri Rana dan duduk di sofa di samping Rana.


Rana mendekat ke Vitto dan menyandarkan kepala nya di dada laki-laki itu. "Sayang...! Kalau kau tidak ada pekerjaan lagi, apa tidak lebih baik kita pergi liburan secepatnya... Aku bosan sekali selama kau pergi kemarin, aku juga sudah sehat, tidak masalah jika kita pergi liburan, lagi pula aku tidak ingin kemana-mana, aku rasa di villa saja cukup, Cahya sudah memberitahu ku dan mengirim foto villa nya memang sangat cantik seperti yang kau ceritakan, ku rasa itu sudah cukup untuk membuatku merasa lebih baik..." Ujar Rana.


"Sebenarnya aku sudah bilang pada Vino bahwa aku tidak akan langsung ke kantor setelah kembali, dan dia tidak masalah... Kalau kau memang ingin kita pergi liburan, tidak masalah... Bagaimana kalau lusa???" Tanya Vitto.


"Ide bagus, tetapi kau harus menghubungi Aditya dulu, takutnya Villa nya ada yang memakai...!"

__ADS_1


"Aku akan menghubungi nya nanti...!" Ucap Vitto kemudian mempererat pelukannya pada Rana dan mengecupi kepala perempuan itu.


Jika lusa dia pergi liburan bersama Rana, artinya besok Vitto harus sudah memberli cincin untuk dia gunakan melamar Rana disana. Dia juga harus menghubungi Edward dan meminta bantuan laki-laki itu agar jadi fotografer untuk merekam dan memotret moment dia melamar Rana. Vitto sebenarnya sudah terbayangkan akan melamar seperti apa jadi semua hanya tinggal eksekusi dan membeli cincin untuk Rana. Vitto ingin ini jadi awal yang baik menuju pernikahan mereka nanti. Vitto juga belum memberitahu Papa nya rencana pernikahannya dengan Rana yang akan lebih cepat dari keinginan sebelumnya, karena Rana yang meminta nya.


__ADS_2