
Vitto mengemudikan mobilnya menuju sebuah restoran untuk melakukan meeting. Setelah itu dia harus pulang ke rumahnya. Vitto sudah mengatakan kepada Rana, bahwa beberapa hari ini dia tidak bisa menemui Rana untuk sementara waktu, berjaga-jaga takut Vino menbgirim orang untuk membuntutinya. Tetapi Vitto bisa menjamin keamanan Rana, karena di luar unit apartemen itu sudah ada yang menjaga. Keamana Rana menjadi hal utama yang dilakukan Vitto dan Papanya. Segala kebutuhan juga sudah terlengkapi untuk satu minggu, dimana kulkas sudah terisi full oleh berbagai bahan makanan, sehingga Rana juga tidak perlu panik.
Vitto memutuskan untuk menghubungi Rana dan memberitahu jika Vino sudah menerima surat itu. "Hai Ran....!!??" Sapa Vitto ketika panggilannya di angkat oleh Rana.
"Iya....!" Jawab Rana.
"Apa kau baik-baik saja???"
"Aku baik-baik saja, ada apa???" Tanya Rana.
"Vino sudah menerima surat itu, dan dia berkelit di depanku dan Papa, tapi aku rasa dia juga sudah menyiapkan sesuatu, mungkin dia akan memintamu kembali, I dont know Papa yang lebih tahu, but kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun, orang-orangku akan menjagamu disana juga aku sudah mengirim beberapa orang untuk mengawasi Vino di rumah, papa juga ada disana, dia akan terus mengabariku, jadi tenangkan dirimu, jangan khawatirkan apapun, dan perceraianmu akan berjalan sesuai keinginanmu, satu hal lagi ketika nanti sidang perceraian mu berlangsung, kau sudah tahu kan apa yang harus kau lakukan?? Pengacaramu juga sudah mengerti dengan tugas mereka selain membelamu mereka juga akan membantumu saat kau keluar dari persidangan, so jangan khawatirkan apapun...!"
Rana tersenyum. "Iya, aku mengerti, dan aku sangat percaya dengan rencanamu, sekali lagi terima kasih atas bantuannya...!"
"Iya sama-sama, oke sudah dulu ya? Aku sedang ada di jalan dan aku akan meeting, kau jaga dirimu baik-baik, jangan lupa makan? Setelah kondisi aman aku akan segera menemuimu... Bye...!" Vitto kemudian menutup teleponnya.
__ADS_1
Dalam beberapa hari ke depan, dia harus menahan kerinduannya untuk tidak bertemu dengan Rana. Selama beberapa hari ini dia selalu menghabiskan waktu dengan perempuan itu, mengobrol, memasak bersama dan makan bersama. Hari-hari yang sangat menyenangkan bagi Vitto ketika bisa dekat dengan Rana.
Sementara itu, Vino berpamitan pada Papanya untuk ke kamar dengan alasan ingin beristirahat. Tetapi tentu ini bukan waktunya untuk beristirahat, dia akan menyusun rencana untuk mencari keberadaan Rana. Perempuan itu pastilah ada di suatu tempat, kemarin dia pasti bersembunyi. Karena merasa memiliki kebebasan, Rana langsung mengambil keputusan untuk menggugat cerai, tetapi Vino menganggap itu adalah tindakan bodoh yang dilakukan oleh Rana, karena justru hal itu justru bisa memancingnya untuk kembali menemukan Rana.
Rana sepertinya terlalu menganggap dia bodoh, seharusnya jika ingin lari darinya, lebih baik Rana berdiam diri dan terus sembunyi, bukannya malah melakukan hal ini. Bagi Vino ini adalah suatu kemudahan untuknya bisa kembali menangkap Rana. Menjadikannya tawanan dan akan menyiksanya lebih parah dari yang sebelumnya sebagai hukuman karena Rana berani kabur darinya.
Vino naik ke kamarnya dan langsung menghubungi anak buahnya yang kemarin dia beri tugas untuk mencari Rana. Kali ini dia akan menyuruh orang itu lagi untuk mencari petunjuk keberadaan Rana. Dimana tempat persembunyian dari rana. Dan akan lebih bagus jika Rana ditemukan lebih awal sebelum proses persidangan itu, sehingga dia bisa menekan Rana dan mencabut gugatannya.
"Hallo....!!!!" Ucap Vino.
"Sesuatu telah terjadi, si bodoh Rana itu menggugat cerai diriku, aku minta kau periksa rumah Rana yang sekarang masih dihuni oleh penyewanya, tanyakan kepadanya apakah Rana pernah datang kesana atau tidak? Juga aku minta kau pantau serta cari tahu keberadaan Jeany, serta bagaimana kondiainya sekarang, karena bisa jadi Jeany yang sudah membantu Rana sehingga berani melakukan ini padaku, cari info detail tentang Jeany, keluarganya, jika perlu kau bisa juga mengeceknya ke reatoran milik Jeany, infokan apapun yang kau ketahui kepadaku??? Mengerti????"
"Siap bis, saya akan lakukan yang bos perintahkan dan akan selalu mengabari Bos...!" Jawab Orang itu.
"Bagus.... Lakukan sekarang juga, dan ingat, berhati-hatilah jangan sampai teledor seperti sebelumnya, kau juga jangan datang ke rumahku karena saat ini ada Papa disini, jika ada hal yang penting hubungi aku lebih dulu dan aku akan menemuimu, jangan datang ke kantor atau ke rumah ...!" Vino kemudian menutup teleponnya.
__ADS_1
Kali ini Vino menghubungi Angel dan langsung menceritakan segalanya kepada kekasihnya itu. Vino juga harus meminta pendapatnya bagaimana nanti jika dia berhasil menemukan Rana. Dan apa yang harus dilakukannya serta dimana dia harus menyembunyiman Rana, mengingat saat ini Papanya ada disini. Ini akan menjadi lebih sulit karena bukanlah hal yang mudah untuk menyembunyikan sesuatu yang besar dari Papanya.
Angel pun akan memikirkan itu serta akan membantu Vino untuk mencari tempat untuk Rana. Menyembunyikan perempuan itu allu kembali menyiksanya. Angel meminta Vino agar tenang, dan memikirkan dengan baik bagaimana cara mempertahankan Rana dan tidak melepaskannya begitu saja, karena dendamnya belum sepenuhnya dia lakukan pada Rana.
★★★
Beberapa hari kemudian, Vino datang ke sebuah cafe untuk menemui orang suruhannya yang akan melaporkan perkembangan penyelidikannya mencari keberadaan Rana. Orang itu kemudian menjelaskan semuanya kepada Vino bahwa dia sama sekali tidak bisa melacak keberadaan Rana. Dia sudah datang ke rumah Rana dan menanyakan apakah Rana pernah kesana atau tidak dan jawabannya tidak pernah sama sekali. Kemudian mengenai Jeany, dia mengatakan kepada Vino bahwa sampai saat ini Jeany masih berada di luar negeri untuk berobat, keluarganya juga berada disana dan tidak pernah pulang ataulun mengunjungi restoran mikik mereka. Yang artinya Rana tidak mungkin bersama mereka dan dalam perlindungan mereka. Mendengar semua laporan itu, Vino sangat kesal sekali. Ternyata Rana lebih cerdik dari dugaannya.
"Hanya ada satu cara bos untuk menangkap Rana!" Ucap orang itu.
"Apa???" Tanya Vino.
"Kita hanya akan bisa menemukan persembunyian Rana setelah sidang itu, dia pasti akan datang, dan bos juga harus datang, kami akan menunggu diluar, setelah selesai kami akan mengikuti kemana Rana pergi, dari situlah kita akan bisa menemukan persembunyiannya ....!"
"Kau benar, aku sebelumnya juga sudah berpikir kesana tetaoi aku berharap kita bisa menangkao Rana lebih dulu sebelum persidangan itu dimulai, tetapi keadaannya seperti ini jadi tidak ada pilihan lain selalin melakukan itu, baiklah lakukannitu dengan hati&hati, juga peringatkan anak buahmu, jangan sampai ini tercium oleh Papaku, itu berbahaya sekali... Mengerti...??"
__ADS_1
Orang itu mengangguk dan akan melakukan segala cara untuk menemuka keberadaan Rana.