
Rana duduk di kursi santai yang ada di tepi kolam renang bersama dengan Vitto. Dia akhirnya keluar kamar setelah memastikan jika Vino sudah pergi dari villa. Tadi sebenarnya Rana sudah keluar dari kamar tetapi di halangi oleh Tania dan di suruh masuk kembali karena ada Vino yang tiba-tiba datang ke Villa dan sedang di tangani oleh Vitto. Rana terkejut mendengar Vino datang tetapi dia sangat berharap Vino tidak berulah di hari yang istimewa ini, karena Ana ingin acaranya dengan Vitto berjalan lancar.
"Tadi Vino datang kesini, untuk apa??? Bukankah acara kita masih dia jam lagi??" Tanya Rana.
"Aku juga terkejut dengan kedatangannya, tetapi aku sudah
h menyuruh Mario mengantarnya ke hotel, dan sudah menipu nya..!"
__ADS_1
"Menipu nya??? Maksudnya apa???" Tanya Rana lagi.
"Aku sangat tahu jika kedatangannya kesini adalah untuk bertemu denganmu, dan entah apa yang dia pikirkan atau rencana kan, aku tidak mau mengambil resiko jadi aku katakan padanya jika kau tidak bersamaku tetapi berada di hotel... Dan dia langsung kesana... "
"Memangnya mau apa lagi sih??? Kurasa dia datang dan memberi selamat saja itu sudah cukup tanpa perlu memikirkan hal yang justru akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik.."
Vitto tersenyum. "Semoga dia hanya berniat memberi selamat sama dan tidak membuat kegaduhan... Aku sudah memerintahkan Mario dan Tania agar nanti saat acara berlangsung, mereka bisa mengawasi gerak-gerik Vino untuk meminimalisir hal yang mungkin saja bisa dilakukan oleh Vino, tetapi semoga tidak...!" Ucap Vitto pada Rana.
__ADS_1
"Sayang..!" Panggil Vitto dengan suara lembut, tetapi tatapannya tertuju pada orang-orang yang sedang berlalu lalang di bawah menyiapkan segala keperluan pesta nanti.
"Iya.!" Jawab Rana.
"Sepulang dari honeymoon nanti, tidak apa-apa kan jika Papa tinggal bersama kita??? Aku merasa kasihan dengan Papa jika dia terus di diamkan oleh Vitto di rumah... Papa pasti sangat kesulitan jika sikap Vino terus saja seperti itu. Kau pasti tahu jika Papa butuh tempat yang nyaman untuk membantunya bisa semakin sehat lagi setiap harinya..!"
"Tentu saja tidak masalah.. Papa bisa tinggal bersama kita, aku sebelumnya juga berpikir seperti itu dan baru akan membahasnya denganmu nanti jika acara kita sudah selesai, tetapi ternyata kau sudah membahas nya lebih dulu... Bagus dan aku setuju sekali jika Papa bersama kita, aku juga merasa kasihan dengan Pala, karena membela kita, dia jadi bermasalah dengan Vino..!"
__ADS_1
"Aku senang kau setuju, nanti aku akan berbicara dengan Papa agar setelah acara ini, Papa bisa pulang dan langsung tinggal di rumah kita, itupun jika Vino masih bersikap seperti sebelumnya... " Ujar Vitto
Sebagai seorang anak, tentu Vitto merasa tidak tega melihat Papa nya di diamkan oleh Vino sudah selama berhari-hari. Seharusnya Vino bisa bersikap lebih bijak, karena hal itu tidaklah sepenuhnya salah Papa nya. Papa nya hanya ingin membela sesuatu yang di anggap nya benar. Akan tapi Vino justru marah dan sama sekali tidak mau bicara dengan Papa nya. Vitto merasa di balik sikap tenang Papa nya sekarang, pasti menyimpan kesedihan. Vino memang benar-benar sangat keterlaluan sekali sikapnya. Vino sama sekali tidak mau merubah tabiatnya yang selalu menilai sesuatu dengan emosi memuncak, padahal semua bisa di bahasa dengan baik-baik.