Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 129


__ADS_3

Refleks Rana langsung membungkuk bersembunyi di belakang jok penumpang disamping kursi supir dan menyembunyikan wajahnya takut jika Angel melihatnya. Mungkin inilah alasan dari Mario menyuruhnya untuk segera kembali ke mobil karena dia dan Tania tahu jika di supermarket itu ada Angel.


"Kenapa kau menatapku seperti itu???" Tanya Angel ketus pada Mario.


Mario hanya diam kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain dan tetap berdiri di tempat yang sama. Angel kemudian membuka pintu mobilnya dan langsung masuk begitu saja. Mobil Angel meninggalkan area parkir supermarket itu. Mario pun bernapas lega karena dia sama sekali tidak menyangka jika Angel memarkir mobilnya tepat di samping mobil milik Vitto dan Rana juga ada di dalamnya. Tetapi beruntungnya mobil tuannya itu dilengkapi dengan kaca film yang tidak tembus pandang dari luar. Seolah semua sudah dipersiapkan dengan baik oleh Vitto.


Rana kembali ke posisi duduknya semula, dia mendengar suara mobil disampingnya pergi dan ternyata Angel juga sudah tidak ada disana. Ini sangat menyebalkan, waktu belanja yang harusnya menyenangkan menjadi berantakan. Rana membuka kaca pintu mobil dan memanggil Mario.


"Apa karena kau melihat Angel tadi jadi kau mengajakku kesini???" Tanya Rana.


"Iya nona Rana...! Tania tidak sengaja melihatnya tadi...!" Jawab Mario.


"Dia sudah pergi, bolehkah aku masuk lagi??? Aku akan memakai masker dan kacamata....!"


Mario terdiam sejenak, dia terlihat berpikir kemudian mengiyakan permintaan Rana. Rana pun memakai masker dan kacamata, kemudian keluar mobil dan berjalan masuk lagi ke supermarket untuk mencari Tania dan supir yang masih di dalam.


Mario membantu Rana menemukan Tania, mereka ternyata sudah hendak mengantri untuk membayar, Rana pun lekas menghampiri Tania. "Dia sudah pergi dari sini...! Kerja yang bagus, wajar jika Vitto mempercayakan pengamananku pada kau dan Mario" Gumam Rana.


Tania tersenyum. "Syukurlah nona Angel hanya sebentar saja....!"


"Kau sudah mengambil semuanya???" Tanya Rana lagi.

__ADS_1


"Ya, sudah nona Rana...!"


"Thanks....!" Rana tersenyum.


Setelah mengantri dan membayar pesanan, Rana dan yang lainnya membawa belanjaannya ke mobil. Belanjaan cukup banyak karena Rana sengaja berbelanja untuk beberapa minggu agar tidak perlu kembali lagi. Walaupun menyebalkan karena ada Angel, Rana mencoba legowo. Yang tidak habis pikir adalah kota ini begitu luas dan atmda ratusan supermarket tetapi kenapa dia harus bertemu dengan Angel disini.


Hari ini memang sangat panas sekali, Rana merasa haus dan dia meminta supir agar nanti berhenti di coffee shop terdekat untuk membeli minuman. Supirnya mengangguk dan mengatakan jika ada coffee shop terkenal beberapa meter lagi. Tania langsung berjaga dan menawarkan diri agar dia saja yang membeli sementara Rana menunggu di mobil saja dan tidak keluar. Rana mengangguk, dia memang harus menurut saja meskipun sebenarnya dia juga ingin duduk bersantai diluar menikmati minuman faforitnya. Mobil berhenti di area parkir, Rana memberi beberapa lembar uang pecahan seratus ribu, dan meminta Tania membelikan minuman untuknya juga untuk supir, Mario dan Tania sendiri.


Mario juga membawa motornya masuk ke area coffee shop itu. Baru berhenti, ponselnya berbunyi dan itu adalah panggilan dari Vitto. Bergegas dia mengangkatnya.


"Halo...! Apa Rana sudah selesai berbelanja???" Tanya Vitto di ujung telepon.


"Sudah tuan...! Kami sedang dalam perjalanan pulang, tetapi Nona Rana meminta berhenti di Starb*cks, Tania baru saja keluar dari mobil dan masuk...!" Ucap Mario.


"Baik Tuan Vitto, sebenarnya tadi saya ingin memberi tahu tuan tapi belum sempat, kebetulan tuan menelepon....!"


Vitto tampak mengernyit. "Memberitahu apa??? Semua baik-baik saja kan???" Tanya Vitto penasaran.


"Saat di supermarket tadi, kami melihat ada nona Angel disana juga sedang berbelanja...!"


Vitto terbelalak matanya. "Kalian bertemu dengan Angel????"

__ADS_1


"Kami bertemu tetapi nona Angel tidak melihat nona Rana, karena Tania yang mengetahuinya lebih awal jadi saya segera mengamankan nona Rana, mengajaknya kembali ke mobil....!"


Terdengar suara helaan napas Vitto yang panjang menandakan bahwa lelaki itu merada sangat lega. "Baguslah kalian langsung bergerak cepat, katakan pada Tania dan supir agar langsung membawa Rana pulang, jangan berhenti kemana-mana, kalau belum makan siang, lebih baik pesan saja seperti biasanya....!"


"Baik tuan...!"


Vitto menutup panggilannya. Dia mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hampir saja Angel bertemu dengan Rana, jika sampai bertemu Vitto tidak bisa menjamin bahwa Angel akan bersikap acuh. Perempuan itu bisa saja melakukan hal konyol seperti sebelumnya, mengingat tabiat Angel yang agak gila dan nekat.


****


Tania akhirnya kembali dengan menenteng minuman pesanan Rana. Dia masuk mobil dan memberikannya pada Rana. Perempuan itu mengucapkan terima kasih pada Tania dan langsung menyeruput minuman faforitnya. Mobil pun kembali jalan.


"Nona Rana, Tuan Vitto menyuruh kita untuk langsung pulang...!" Ucap Tania.


Rana tersenyum. "Iya kita memang akan langsung pulang, kita makan siang di rumah saja, kau pesankan makanan dari luar saja, dari restoran biasanya..!"


"Baik nona....!"


★★★★


Vino sudah memesan makanan dan Angel belum juga tiba tetapi perempuan itu mengatakan akan tiba sebentar lagi. Vino akan mulai membahas persiapan untuk pertunangan dan pernikahan mereka nanti. Vino tidak ingin lama-lama, dia berencana untuk melaksanakan pernikahan itu paling lambat 3 bulan ke depan. Meskipun tidak ingin terlalu lama, tetapi Vino ingin pernikahannya disiapkan secara baik dan sangat matang, sehingga saat hari H pernikahannya menjadi hari yang luar biasa untuknya juga para tamu undangan.

__ADS_1


Ini adalah pernikahan kedua untuk Vino setelah sebelumnya menikahi Rana secara resmi dan berakhir dengan perceraian karena ternyata Rana dan keluarganya bukan penyebab dari kematian Vania. Pernukahannya dengan Rana adalah pernikahan karena dendam tetapi sebagai manusia biasa, terkadang ada rasa penyesalan di hati Vino sudah memperlakukan Rana dengan sangat buruk saat itu. Bahkan Vino juga sudah meninggalkan trauma berat pada Rana setelah memaksa perempuan itu untuk memenuhi nafsunya. Itu juga pasti menjadi alasan kuat Rana akhirnya kabur, menghilang sampai sekarang. Selain mahkota Rana yang direbut paksa olehnya, Vino juga sudah menghilangkan banyak hal dari Rana, rumah dan juga tempat usaha yang dimiliki Rana. Tetapi Vino yakin bahwa semua itu pasti sudah dikembalikan oleh Papanya pada Rana, rumah dan juga tempat usahanya, hanya satu mungkin yang tidak bisa kembali adalah mahkota Rana. Itu sudah terjadi dan Vino juga tidak bisa melakukan apapun untuk mengembalikannya, saat ini Rana pasti sudah bahagia dengan kehidupannya juga sudah menerima banyak uang kompensasi dari Papanya.


"Aku akhir-akhir ini selalu saja memikirkan perempuan itu, kenapa juga rasa penyesalan itu sering muncul padahal sudah seharusnya aku tidak perlu menyesal karena dulu dia istriku, dan sekarang dia pasti juga sudah berfoya-foya dengan uang yang diberikan Papa, dia pasti juga sudah dibangunkan tempat usaha baru dan juga rumah.... Ya, setidaknya kemarin aku mendapatkan apa yang seharusnya kudapatkan darinya, dan aku masih mengingat rasanya....! Dia hanya bongkahan kerikil yang sama sekali tidak berguna lagi untukku..." Gumam Vino dalam hati sambil tersenyum.


__ADS_2