Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 235


__ADS_3

"Apa kalian pikir aku akan takut??? Tidak sama sekali... Aku tahu Vin, kau pasti sangat hancur sekali saat mengetahui aku mempermainkanmu, dan disaat itulah aku merasa sangat puas sekali melihatmu menderita.. Hahaha..." Ucap Angel seraya tertawa mengejek Angel.


"Kau bodoh, itu memang fakta.. Kau begitu tergila-gila denganku dan tidak pernah menggunakan otakmu, bahkan ketika ada perempuan yang benar-benar tulus mencintaimu, kau justru menutup mata dan hatimu, kau menuruti segala keinginanku bahkan untuk menyiksa perempuan itu secara fisik dan bathin, hahaha kau juga memperkoosa nya lalu dia hamil kau malah menceraikannya, bodoh sekali benar-benar bodoh... Hahaha"


Vino kembali menggmepalkan kedua telaoak tangannya, wajahnya memerah menahan kemarahan pada Angel yang saat ini justru menertawakannya. Angel terus tertawa hingga dia mengeluarjan airmata karena terlalu berlebihan menertawakan Vino. "Sungguh perempuan yang malang, aku ingin membuat Vitto lumpuh, dia justru yang memakan pie itu, dan bayi nya meninggal, bayimu meninggal Vino hahahaha..."


"Kau memang ibliis berbalut kecantikan, membuat semua orang salah menilaimu, mereka tertipu dengan kecantikanmu padahal hatimu sangat busuk...!" Geram Vino.


Angel masih tertawa, baginya kemarahan Vino seperti ini adalah hiburan tersendiri untuknya. Sementara itu Vitto mendekat ke Vino dan mengajak adiknya untuk pulang, karena akan percuma saja disini, Angel itu tidak memiliki hati ataupun perasaan. Angel juga tidak akan pernah menyesali perbuatannya jadi semua akan terasa percuma saja.


Vino membenarkan ucapan Vitto, memang tidak ada guna nya jika harus berdebat dengan Angel. Perempuan itu sudah tertutup mata dan hati nya. Tidak ada sama sekali penyesalan di diri Angel. Vino berjanji pada diri nya sendiri bahwa Angel dan keluarga nya harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Angel, Jason dan Shabella adalah sumber masalah terbesar yang menghancurkan keluarga Vino selama ini. Mereka adalah iblis berwujud manusia yang tidak memiliki hati nurani dan hanya mengandalkan dendam kesumat.


Vino dan Vitto pun mengakhiri kunjungannya, mereka berdua pergi meninggalkan Angel. Sementara Angel kembali berulah dengan mengatai Vino bodoh dan Vino memilih mengabaikannya. Mereka berdua langsung keluar untuk pulang.


"Dia sama sekali tidak memiliki perasaan.... Entah kenapa aku bisa terjebak dengan wanita ular seperti dia...!" Gerutu Vino di dalam mobil. Dia dan Vitto saat ini dalam perjalanan pulang.


"Sampai kapan kau akan terus menggerutu, itu sudah berlalu, dan tidak ada guna nya juga kau mengatakan hal itu, penyesalan itu selalu di akhir, kalau di awal itu pendaftaran, jadi sudahlah jangan terlalu kau pikirkan..! Dulu aku sudah sering mengatakan padamu bahwa jangan terlalu mempercayai Angel, tetapi kau memang batu, kau tidak pernah mau mendengarkanku... Sekarang inilah yang harus kau tuai, mau tidak mau kau harus menikmatinya...!" Ujar Vitto.


"Aku hanya ingin melihat penyesalannya tetapi dia sama sekali tidak menyesali nya, padahal jika dia menyesal atau meminta maaf mungkin aku akan sedikit lebih lega..!" Vino menimpali.


Vitto terkekeh. "Hati manusia seperti Angel itu terbuat dari batu, hidupnya hanya di penuhi kedengkian, dia seperti iblis, mana mungkin dia akan melakukan hal terhormat seperti menyesal atau sekedar meminta maaf... Itu tidak akan pernah mungkin selagi Tuhan belum memberi nya hidayah...!"


"Ini adalah karma yang harus aku terima atas perbuatan burukku kepada Rana dulu.... Aku sudah menyia-nyiakannya dan bahkan sampai sekarang dia tidak mau menemuiku... Ah ya Tuhan....!"

__ADS_1


Vitto melirik ke arah Vino dan dia tidak bereaksi apapun ketika adiknya itu mulai membahas tentang Rana. Vitto malas jika harus beradu argumen mengenai Rana dengan Vino. Itu di lakukannya juga untuk menghindari berbohong lebih banyak pada Vino tentang Rana.


*****


Keesokan harinya.....


Vitto dan Rana sampai di villa milik Aditya. Mereka di sambut oleh penjaga Villa yang setiap hari bekerja membersihkan villa itu. Rana dan Vitto di antar masuk ke dalam dan di tunjukkan beberapa ruangan serta kamar mereka. Rana menempati kamar utama sementara Vitto ada di kamar biasa.


Metika masuk Rana sudah di hadapkan dengan suasana yang begitu nyaman di dalam villa itu. Luas dan sepertinya memang sengaja di buat untuk bisa menikmati quality time bersama keluarga. Ruang keluarga yang luas dengan sofa-sofa panjang.



Terpampang juga foto keluarga dari Aditya dan Cahya, serta beberapa frame foto Kyra dan Kyros juga yang ada di meja. Pemandangan di belakang villa juga terlihat sangat cantik.


Vitto tersenyum menyalami dengan sopan lalu mengucapkan terima kasih. Begitu juga dengan Rana. Kemudian penjaga villa itu berpamitan dan meninggalkan villa.


Rana tersenyum untuk bisa bergegas membawa kopernya ke kamar dan dia ingin segera berlari keluar untuk melihat apa saja yang ada disana. "Aku ingin ke belakang... Tetapi aku akan meletakkan kopernya di dalam dulu...!" Ucapnya lalu berbalik badan setengah berlari masuk ke kamar. Sedangkan Vitto hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia menyadari jika wajar Rana bersikap seperti itu, kebahagiaan di wajah perempuan itu terlihat jelas, sangat excited dengan liburan ini, seperti hal nya yang pernah terjadi ketika liburan di villa Aditya yang ada di puncak.


Rana membuka pintu belakang, dan dia berdiri memandang lurus ke depan. Di lihatnya laut biru di ujung, serta luasnya halaman belakang villa itu, ada beberapa anak tangga menurun dengan beberapa gazebo disana. Sedangkan tepat di depannya ada infinity pool yang cukup besar memanjang dengan sedikit sudut. Birunya kolam renang juga sama dengan birunya laut serta langit siang ini. Semua kontras dan menambah keindahan yang ada. Berjejer kursi santai yang bisa di gunakan untuk berjemur atau sekedar bersantai menikmati luas dan indahnya lautan yang ada di belakang.



__ADS_1



Dua lengan memeluk Rana dari belakang dan mencium leher Rana. Rana tersenyum karena itu adalah Vitto. "Bagaimana??? Kau menyukai nya???" Bisik Vitto di telinga Rana.


Rana menganggyk, tangannya memegang lengan Vitto yang melingkar di perutnya. "Ini sangatlah indah.... Aku tidak akan pernah merasa bosan disini....!"


"Jika kau menyukai nya, aku akan menghubungi Ariel, agar dia membantuku untuk membangun villa seperti ini, sehingga kita bisa memiliki villa sendiri untuk liburang bersama keluarga kita nanti...!"


"Menghubungi Ariel??" Tanya Rana.


"Iya... Aditya bilang padaku bahwa villa ini di kerjakan oleh perusahaan kontraktor milik Ariel, arsiteknya juga adalah kenalan Ariel yang sudah biasa menangani pembangunan hotel, resort ataupun villa milik Ariel, jadi di jamin tidak kaleng-kaleng dan sangat profesional, bahkan Ariel juga yang merekomendasikan tempat inj untuk bisa di bangun sebuah villa...!" Ujar Vitto.


"Kenapa kita harus memiliki atau membangun villa baru?? Kita bisa menyewa nya ketika ingin liburan???"


"Untuk investasi sayang...! Investasi tanah dan bangunan itu tidak akan pernah rugi, setiap tahun harga nya naik jadi keuntungan akan berkali-kali lipat... Kalaupun tidak ingin membangun, kita bisa membeli yang sudah jadi, aku akan berdiskusi dengan Ariel mengenai hal itu, dan kau bisa memilih mana yang kau sukai...!" Ucap Vitto menjelaskan, dan dia kembali mencium pipi Rana.


"Terserah kau saja....! Aku ingin ke pantai, kita kesana ya???" Ajak Rana.


"Jangan sekarang... Nanti sore saja, ini terlalu panas, aku sedang tidak ingin membuat kulitku semakin menghitam lagi, kita berenang saja bagaimana???"


Rana membalikkan badannya dan tersenyum lebar. ''Ya, kita berenang... Tetapi kita harus mengganti pakaian kita...!"


Vitto menyibak rambut Rana yang menghalangi wajah perempuan itu karena di terpa angin. Sebuah kecupan dari Vitto mendarat lembut di bibir Rana. "Baiklah... Ganti pakaianmu dan kita berenang...!"

__ADS_1


Rana masuk lagi ke dalam villa, sementara Vitto mengambil ponselnya dan mengirimi Edward pesan, menyurub Edward dan Jeany agar bersiap dan datang jam empat sore nanti untuk persiapan melamar Rana. Karena Edward smdan Jeany ternyata sudah sampai dulu, sejak pagi tadi dan mereka menginap di hotel yang todak jauh dari villa ini. Mereka berdua akan membantu Vitto menyiapkan kejutan lamaran untuk Rana.


__ADS_2