Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
101. Tania..


__ADS_3

.


Perbincangan mereka terhenti sejenak saat Faiq menatap ke sudut ruangan dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan semua orang kecuali Hanako dan Heru.


“ Sekarang dia ada di sudut sana lagi memperhatikan Kita...,” kata Faiq.


“ Hah, yang bener Om...?” tanya Madani panik.


“ Iya...,” sahut Faiq sambil menganggguk.


“ Kenapa Lo yang panik sih Dan. Biasanya kan si Wina yang panik...,” sindir Bobi.


“ Bukan gitu Bob. Abisnya Om Faiq ini kok bisa sesantai itu ngomongnya. Padahal kan ini lagi ngebahas hantu lho Bob. Hantu...!” kata Madani dengan menekankan kata hantu.


Melihat tingkah Madani membuat semua orang yang ada di ruangan itu pun tertawa. Sedangkan Madani nampak salah tingkah. Tapi tawa mereka terhenti saat Faiq memberi isyarat agar mereka berhenti tertawa karena hantu Tania nampak tak suka melihat mereka tertawa.


“ Sssttt...,” kata Faiq sambil menyilangkan telunjuknya di depan bibirnya.


“ Kenapa Om...?” tanya Bobi.


“ Tania ga suka Kalian tertawa, itu seperti Kita lagi ngejek dia dan bahagia di atas penderitaannya...,” sahut Faiq.


“ Bisa tolong tanyain apa maunya Tania itu Mas Faiq. Biar dia ga usah ganggu karyawan Saya lagi...,” kata Gofar setengah berbisik.


“ Ada pesan yang ingin dia sampaikan Pak, tapi sulit karena dia juga ga tau caranya...,” sahut Faiq.


“ Jadi gimana dong Mas Faiq...?” tanya Gofar.


“ Kalo Pak Gofar ga keberatan, Saya akan meruqyah toko ini besok. Gimana...?” tanya Faiq.


“ Boleh Mas, Saya setuju...,” sahut Gofar.


“ Ok, kalo gitu Kita bubar sekarang sebelum hantu Tania ngamuk dan nunjukin eksistensinya sama Kalian. Saya khawatir Kalian ga bakal sanggup menghadapi amukan hantu Tania nanti...,” kata Faiq sambil melangkah cepat menuju pintu toko diikuti Hanako dan Heru.

__ADS_1


Mendengar ucapan Faiq membuat Gofar dan tiga karyawannya panik. Mereka pun berjalan cepat menuju pintu keluar. Namun terlambat, hantu Tania terlanjur menghadang Wina lalu masuk ke dalam tubuhnya.


Sedangkan Wina yang berjalan persis di depan Bobi dan Madani terkejut saat melihat penampakan hantu Tania tepat di depan wajahnya. Saking terkejutnya Wina mematung di tempat dan kesempatan itu digunakan oleh hantu Tania untuk masuk ke dalam tubuh Wina. Tubuh Wina pun menegang sesaat lalu bergetar hebat hingga membuat Bobi dan Madani yang berada di belakangnya pun bingung.


“ Kenapa Lo Win, kedinginan ya...?” gurau Madani.


Tak ada jawaban karena sesaat kemudian tubuh Wina terjengkang ke belakang dengan mata mendelik ke atas. Beruntung Bobi dan Madani sigap menahan tubuh Wina agar tak jatuh membentur lantai.


“ Wina...!” panggil Bobi dan Madani bersamaan hingga mengejutkan Faiq, Hanako, Heru dan Gofar.


Keempatnya menoleh kearah Wina yang terkulai lemah sambil bersandar pada Bobi dan Madani dengan mata mendelik ke atas. Tiba-tiba terdengar jeritan dan tangisan dari mulut Wina. Gofar dan Bobi saling menatap karena yakin suara yang keluar dari mulut Wina bukan suara milik Wina tapi suara almarhumah Tania.


“ Baringkan dia di sana...!” kata Faiq sambil melangkah cepat menuju meja tempat karyawan biasa berkumpul.


Bobi dan Madani pun bergegas membaringkan tubuh Wina di atas meja. Wina berusaha berontak bahkan meracau


dengan kalimat yang sulit dimengerti. Gofar pun turun tangan membantu memegangi tangan Wina yang terus menjerit dan mengamuk itu.


Seperti biasa, Faiq meminjam tangan Hanako untuk mendeteksi keberadaan makhluk halus dalam tubuh Wina.


" Mana Gue tau...," sahut Bobi cepat.


" Itu karena Bang Faiq sama Wina kan bukan muhrim. Kalo sama Hanako kan masih ada hubungan darah makanya boleh bersentuhan, sekaligus Hanako jadi mediator antara Bang Faiq sama Wina...," kata Heru menjelaskan.


" Oh gitu ya Om. Maaf kalo kebanyakan nanya...," sahut Madani salah tingkah.


" Gapapa, santai aja. Sebaiknya Kita bantu dengan berdzikir supaya proses ruqyah Wina berjalan lancar...," kata Heru sambil tersenyum karena tahu jika Madani sangat menyukai anak gadisnya itu.


" Baik Om...," sahut Madani dan Bobi bersamaan.


Kemudian mereka mulai berdzikir sambil terus memegangi kaki dan tangan Wina. Sedangkan Faiq dan Hanako nampak fokus memediasi arwah Tania. Saat itu lah Faiq dan Hanako bisa melihat kilasan peristiwa yang terjadi hingga menyebabkan arwah Tania belum mau pergi meninggalkan dunia ini.


Tania sedang berada di depan mesin hitung saat sebuah suara mengejutkannya. Rupanya manager toko yang bernama Irwandi sedang memarahi rekan kerja Tania yang bernama Meila. Dan itu dilakukan di gudang yang berada di samping meja kasir. Karena situasi toko sedang tak terlalu ramai, maka Tania bisa mendengar ucapan Irwandi dan Meila.

__ADS_1


“ Kamu ceroboh banget ya Mei...!” kata Irwandi sambil menatap tajam kearah Meila.


“ Maafin Saya Pak, Saya ga sengaja...,” sahut Meila sambil menunduk.


" Ga sengaja gimana sih Mei...?" tanya Irwandi.


" Bapak ga percaya sama Saya...? tanya Meila.


“ Bukan gitu Mei. Tapi kalo kaya gini caranya Saya yang bakal kena tegur sama owner mini market ini Meila. Dan yang terburuk, Saya bakal didepak dari sini tanpa pesangon. Saya ga mau itu Mei...,” kata Irwandi gusar.


“ Kalo gitu. Bapak kan bisa bikin sesuatu supaya kesannya bukan Bapak atau Saya yang melakukan kesalahan ini. Bisa kan Sayang...,” sahut Meila manja.


Mendengar ucapan Meila membuat Tania terkejut. Ia tak menyangka jika Meila dan Irwandi memiliki hubungan khusus selain antara karyawati dengan manager toko. Tania memberanikan diri mengintip apa yang Irwandi dan Meila lakukan karena tak terdengar lagi suara perdebatan mereka.


Tania membulatkan matanya saat melihat Ivan dan Meila sedang berciuman di dalam gudang. Tania gemetar karena terpaksa menyaksikan perbuatan tak layak sang manager toko yang merupakan pria beristri itu dengan rekan kerjanya. Tania menggelengkan kepala lalu membalikkan tubuhnya untuk kembali ke meja kasir. Sayangnya gerakan Tania diketahui oleh Irwandi dan Meila.


“ Singkirkan dia sebelum berulah Sayang...,” pinta Meila.


“ Siap Sayangku. Aku juga ga mau dia membocorkan hubungan Kita ini sama orang lain...,” sahut Irwandi sambil


tersenyum.


Tania kembali ke meja kasir dengan lutut gemetar. Tania berniat menutup rapat cerita perselingkuhan Irwandi dengan Meila. Namun saat melihat Meila yang baru saja keluar dari gudang sambil merapikan pakaiannya, Tania pun terkejut.


" Kenapa ngeliatin Gue kaya gitu...?" tanya Meila ketus.


" Siapa yang ngeliatin Lo sih Mei. Gue cuma mau bilang kalo lipstik Lo berantakan tuh...," sahut Tania.


" Maksud Lo apaan sih Tan...?" tanya Meila tak suka.


Tania menghela nafas panjang lalu menyerahkan cermin kecil yang dibawanya kepada Meila.


" Lipstik Lo belepotan Mei. Emang Lo ga malu ya kalo diliat konsumen nanti...," kata Tania sambil melangkah menuju toilet.

__ADS_1


Meila menatap pantulan wajahnya di cermin milik Tania, Ialu merapikan lipstiknya sambil menggerutu. Sedangkan Tania nampak tertawa puas di dalam toilet tanpa sadar jika sikap keingintahuannya yang besar tadi telah membuat bencana untuknya.


\=====


__ADS_2