
Setelah mengambil bungkusan tanah dari tangan Ari, Fatur meminta Bintang dan kelima temannya untuk pulang ke
rumah masing-masing.
“ Sampe rumah Kalian harus mandi wajib. Jaga sholat lima waktu dan jangan lupa dzikir. Insya Allah itu bisa menangkal pengaruh negatif yang ada di lahan kosong itu...,” kata Fatur.
“ Jadi hantu-hantu di tanah kosong itu ga bakal ngikutin Kami kan Opa...?” tanya Ari cemas.
“ Insya Allah ga, asal Kalian lakukan apa yang Saya sarankan tadi...,” sahut Fatur sambil tersenyum.
“ Baik Opa. Sekarang Kami pamit dulu...,” kata Bintang sambil mencium punggung tangan Fatur dan Faiq dengan khidmat diikuti kelima temannya.
“ Hati-hati di jalan dan jangan ulangi lagi kebiasaan Kalian uji nyali itu. Memang seru dan memacu adrenalin. Tapi Kalian ga akan tau efek apa yang bakal Kalian rasakan nanti. Apalagi kalo makhluk halus yang Kalian tantang itu marah dan dendam. Ga kebayang gimana sulitnya Kalian menjalani hidup Kalian kalo diikuti sama mereka...,” kata Faiq.
“ Iya Om, makasih...,” sahut Bintang dan kelima temannya bersamaan.
Kemudian Bintang menghampiri Izar dan menjabat tangannya sambil tersenyum. Izar pun menyambut hangat jabatan tangan Bintang dan kelima temannya. Setelahnya Bintang menghampiri Hanako dan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
“ Aku pulang dulu Hanako. Semua ini ga kaya yang Kamu bayangin lho. Aku ga pernah ngajak teman-temanku untuk pergi ke sana dan ngelakuin hal bodoh itu. Aku juga baru tau pas sampe di sana...,” kata Bintang dengan suara pelan.
“ Itu bukan urusanku, Kamu ga harus jelasin apa pun sama Aku Bintang...,” sahut Hanako sambil melengos.
“ Tapi Aku ga mau Kamu salah paham dan menilai Aku sebagai cowok yang ga punya prinsip Hanako...,” kata Bintang lagi.
“ Apa penilaianku penting untuk Kamu Bintang...?” tanya Hanako tak mengerti.
“ Sangat, karena Aku mau bisa terus berhubungan denganmu. Entah sebagai teman atau hanya sekedar orang yang lewat. Atau bahkan lebih...,” sahut Bintang tegas sambil menatap Hanako.
Ucapan Bintang membuat wajah Hanako memerah dan jantungnya berdetak lebih cepat. Izar yang tak sengaja mendengar ucapan Bintang pun nampak tersenyum melihat sikap Hanako yang gugup itu.
Setelah berpamitan, Bintang dan kelima temannya pun melangkah keluar. Bintang masih menoleh kearah Hanako dan tersenyum sebelum melajukan motornya meninggalkan kafe Matahari.
“ Ehm..., udah jauh orangnya Ci...,” goda Izar.
“ Iya udah tau. Draipada sibuk ngurusin Aku, kenapa Kamu ga nyoba bujuk Tante Kun di luar sana Zar...,” sahut Hanako cuek.
__ADS_1
“ Ck, itu lagi sih Ci...,” kata Izar kesal hingga membuat Hanako tertawa.
\=====
Fatur dan Faiq memutuskan kembali ke lahan kosong itu untuk mengembalikan tanah yang diambil Ari tadi. Selain itu mereka juga ingin membantu ketiga hantu karyawan SPBU yang masih ‘tergantung’ di dunia ini karena mati penasaran.
Saat tiba di lahan kosong itu suasana sekitarnya nampak sepi. Fatur dan Faiq berjalan memimpin sedang Hanako dan Izar mengikuti di belakang mereka. Kemudian Faiq mengeluarkan bungkusan tanah yang diambil Ari, membuka bungkusnya lalu menaburkan tanah itu ke sembarang arah.
“ Aku kembalikan tanah ini, jadi Kalian jangan mengganggu Anak itu ya...,” kata Faiq.
Usai Faiq mengatakan itu angin pun berhembus, sejuk dan harum. Faiq tersenyum dan mengangguk. Kemudian Fatur memberi kode pada Izar dan Hanako agar mulai waspada. Keduanya mengangguk dan mulai fokus berdzikir.
Faiq melihat tiga hantu karyawan SPBU melayang mendekat kearah mereka. Ada dua orang laki-laki dan satu perempuan. Ketiganya terlihat sangat mengenaskan hingga membuat Faiq dan keluarganya iba.
“ Apa yang terjadi...?” tanya Faiq.
Bukannya menjawab, salah satu hantu menunjuk kearah runtuhan bangunan. Tiba-tiba terpampang jelas semua urutan peristiwa penyebab kematiannya dan kedua temannya itu.
Tiga orang karyawan itu bernama Aldi, Beatrix dan Chandra. Aldi dan Chandra bertugas melayani pembeli di mesin
Malam itu ketiganya bertugas di shift yang sama. Shift mereka mulai pada pukul sembilan malam dan berakhir pukul lima pagi. Saat itu jam menunjukkan pukul sebelas malam, suasana SPBU nampak sepi. Security yang bertugas kebetulan pamit keluar sebentar karena harus mengurus keluarganya yang sedang sakit.
Tiba-tiba sebuah mobil dan beberapa motor nampak memasuki area SPBU. Aldi yang bertugas di mesin SPBU pun menyambut kehadiran mereka dengan ramah. Pengendara mobil turun lalu minta Aldi mengisi penuh tangki mobilnya. Beberapa pengendara motor di belakangnya juga meminta hal yang sama.
Aldi sempat was-was melihat penampilan para konsumen yang terlihat sangar itu. Apalagi saat bicara mereka
terdengar meracau tak jelas. Dari situ Aldi tahu jika pria-pria di depannyanbaru saja mengonsumsi minuman keras.
“ Sepi banget sih nih SPBU...,” kata salah seorang pria basa basi sambil mengamati penjuru SPBU.
“ Lama banget sih Mas ngisinya, buruan woiii...!” hardik salah seorang pria sambil memukul kepala Aldi.
“ Iya, maaf Pak...,” sahut Aldi.
Tiba-tiba ekor mata Aldi melihat salah seorang dari pria-pria itu mengeluarkan rokok dan mulai menyalakan pemantik api.
__ADS_1
“ Maaf Pak, jangan ngerokok di sini. Bahaya...,” kata Aldi mengingatkan.
“ Gue mau ngerokok sekarang, apa masalah Lo...?” tanya pria itu cuek.
“ Tapi jangan di sini Pak, silakan di luar sana ya. Tolong lah Pak, ini bahaya buat Kita...,” kata Aldi menghiba.
“ Gue ga peduli...!” sahut pria itu sambil mulai menyalakan pemantik api.
Melihat hal itu Aldi pun menghentikan pekerjaannya dan langsung menghampiri pria itu lalu merebut pemantik api milik pria itu. Pria itu terlihat marah lalu memukuli Aldi. Dibantu teman-temannya pria itu mengeroyok Aldi yang berteriak minta ampun. Chandra yang baru saja keluar dari toilet pun terkejut saat melihat temannya dipukuli.
“ Stop..., apa-apaan ini...?” tanya Chandra sambil berusaha melerai.
Para pria yang terlanjur mengamuk itu pun langsung balik menyerang Chandra dan memukulinya. Kini Aldi dan Chandra jadi bulan-bulanan para pria mabuk itu. Dari dalam mini market Beatrix yang menyaksikan kronologi kejadian itu nampak gemetar ketakutan. Ia pun menghubungi polisi dengan ponselnya. Sayangnya saat ia sedang bicara dengan polisi, salah seorang pria itu melihatnya dan langsung mengejarnya.
Beatrix pun lari menyelamatkan diri dengan cara masuk ke ruang karyawan. Ia mengunci pintu dan sembunyi di sana sambil terus bicara dengan polisi. Tiba-tiba pintu berhasil didobrak. Beatrix tak bisa lari lagi. Ia terperangkap di sana dan menjadi korban pelecehan dari pria yang memburunya tadi. Pria itu mengga*gahi Beatrix dengan brutal hingga Beatrix jatuh pingsan. Sebelum pingsan Beatrix menjerit sekeras-kerasnya.
Jeritan Beatrix terdengar hingga keluar dimana Aldi dan Chandra berada. Keduanya terkejut karena tak menyangka jika Beatrix akan mengalami kejadian yang paling tak diinginkan. Aldi dan Chandra pun melawan sekuat tenaga namun sayangnya mereka kalah jumlah sejak awal. Keduanya jatuh terkapar persis di samping mesin SPBU.
Pria yang tadi melecehkan Beatrix nampak melangkah keluar sambil menarik resleting celananya. Senyum iblis nampak di wajahnya hingga membuat Aldi dan Chandra marah. Keduanya menyerang pria itu dengan sisa tenaga yang mereka miliki hingga pria itu jatuh terjengkang.
“ Sia*an. Habisi mereka...!” kata pria itu sambil meludahi Aldi dan Chandra.
Tanpa membuang waktu para pria itu mulai menghancurkan apa saja yang mereka temui. Sebelum meninggalkan SPBU itu salah seorang diantara mereka melemparkan puntung rokok kearah mesin SPBU.
Tetesan bahan bakar yang jatuh tercecer saat Aldi dipukul ketika sedang menjalankan tugasnya pun terbakar. Api merambat dengan cepat dan membakar semuanya. Beatrix yang pingsan di dalam ruang karyawan pun tak bisa menyelamatkan diri. Ia ikut terbakar hidup-hidup bersama Aldi dan Chandra yang tergeletak pingsan di dekat mesin
SPBU.
“ Inna Lillahi wainna ilaihi rojiuun...,” kata Faiq dan keluarganya bersamaan.
“ Ya Allah..., kejam banget sih mereka...,” kata Hanako dengan suara tercekat dan mata berkaca-kaca.
Fatur dan Faiq nampak menghela nafas panjang. Mereka saling menatap sejenak kemudian mengangguk. Nampaknya mereka memiliki rencana tersendiri untuk membantu Aldi, Beatrix dan Chandra.
Bersambung
__ADS_1