Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
164. Rahasia Katrina


__ADS_3

Setelah membicarakan tujuan kedatangan Faiq dan Fatur, Hanako pun memberi tahu sesuatu kepada Viona hingga


membuatnya terkejut.


“ Mmm..., sebenarnya selama ini Bu Viona juga diikuti oleh sosok hantu cantik yang mengaku jika dia adalah teman baik Bu Viona...,” kata Hanako hati-hati.


“ Sosok hantu cantik...?” tanya Viona terkejut.


“ Iya Bu. Dia juga ada di sini sekarang, tepatnya di belakang Bu Viona...,” sahut Hanako sambil tersenyum.


“ Bagaimana ciri-cirinya...?” tanya Viona penasaran.


Hanako menoleh kearah Faiq seolah memintanya untuk menjelaskan detail penampakan hantu Katrina. Faiq yang mengerti jika Hanako tak ingin kelebihannya diketahui oleh Viona pun mengangguk tanda setuju.


“ Cantik, berkulit putih, matanya agak sipit dan rambutnya lurus. Saat ini dia pake baju setelan rok selutut dan blouse warna biru...,” kata Faiq sambil menatap hantu Katrina yang tengah berdiri di belakang Viona.


Mendengar capan Faiq membuat Viona tersentak lalu menangis. Ia tahu hantu siapa yang dimaksud oleh Faiq.


“ Katrina..., dia Katrina...,” kata Viona sambil menangis.


“ Iya Bu, namanya Katrina...,” sahut Hanako sambil mengusap pundak Viona untuk menenangkannya.


“ Dia meninggal dunia di hari dimana seharusnya jadi hari bahagianya...,” kata Viona sambil terisak.


“ Keliatannya ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, makanya dia selalu mengikuti Kamu Viona...,” kata Fatur.


“ Mungkin Opa. Karena beberapa hari terakhir sebelum meninggal dunia Katrina sempat depresi. Kalo Saya jadi dia mungkin Saya udah bunuh diri karena ga kuat nanggung malu Opa...,” sahut Viona.


“ Memangnya ada masalah apa sampe dia harus depresi...?” tanya Faiq.


“ Dia dan tunangannya yang juga karyawan kantor ini mendadak membatalkan rencana pernikahan mereka. Ga ada yang tau apa penyebabnya. Padahal sebulan sebelumnya mereka baru aja menggelar pesta pertunangan yang mewah dengan mengundang banyak teman sekantor. Saya mengerti kenapa Katrina sedepresi itu, apalagi dia kan wanita. Pasti kerugian lebih besar berada di pihak Katrina. Dan hari dimana seharusnya jadi hari pernikahannya Katrina dan Soni, justu jadi hari berkabung karena Katrina ditemukan tewas di rumah kontrakannya dalam keadaan mengenaskan Om...,” sahut Viona sedih.


“ Mengenaskan bagaimana...?” tanya Faiq.


“ Dadanya terkoyak seolah tertembus benda tajam atau pisau gitu, tapi benda yang diduga jadi penyebab kematiannya itu ga ditemukan di sana. Kata team forensik, wajah Katrina juga menampilkan ketakutan yang amat sangat seolah ia baru aja ngeliat hantu atau seseorang yang mungkin dia kenal. Makanya Polisi bekerja extra waktu itu karena yakin jika Katrina meninggal karena dibunuh oleh orang yang dia kenal. Sayangnya ga ada sidik jari orang lain yang tertinggal di sana hingga sedikit menyulitkan Polisi...,” sahut Viona.


“ Nampaknya..., maaf kalo Saya harus jujur...,” kata Fatur ragu.


“ Gapapa Opa, bilang aja. Saya janji akan simpan rahasia ini...,” sahut Viona cepat.

__ADS_1


Fatur menatap hantu Katrina sesaat untuk memastikan jika hal yang akan ia sampaikan pada Viona mendapat ijin dari pemiliknya. Hantu Katrina menganggukkan kepalanya pertanda ia tak keberatan jika Fatur menceritakan kondisi terakhirnya pada Viona.


“ Saat meninggal Katrina tengah hamil beberapa minggu...,” kata Fatur hati-hati hingga mengejutkan Viona.


“ Ha..., hamil. Katrina hamil...?” tanya Viona gugup sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.


“ Betul. Mungkin ini ada hubungannya dengan penyebab pembatalan pernikahan Katrina dengan tunangannya itu...,” sahut Fatur.


Viona tersentak lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Ia tak menyangka jika sahabat cantiknya itu hamil sebelum menikah.


“ Harusnya dia menikah supaya kehamilannya bisa segera dipertanggung jawabkan...,” sela Hanako.


“ Tapi sayangnya Katrina hamil bukan karena dihamili oleh tunangannya itu Nak. Buktinya tunangannya itu membatalkan pernikahan mereka. Mungkin dia tau kalo Katrina hamil oleh pria lain...,” kata Faiq.


“ Apa...?!” tanya Hanako dan Viona bersamaan.


“ Maksud Om, Katrina batal menikah karena Soni tau jika Katrina dihamili laki-laki lain...?” tanya Viona.


“ Dilecehkan tepatnya. Soni tau jika Katrina telah dilecehkan oleh pria lain dan hamil. Dia ga bisa terima itu makanya dia membatalkan rencana pernikahan mereka...,” sahut Faiq tegas.


Viona membulatkan matanya karena tak percaya mendengar kenyataan pahit yang menimpa Katrina.


\=====


Melihat Viona yang tampak kacau itu membuat Hanako tak enak hati. Ia merasa jika kehadiran Papa dan opanya telah membuka luka lama Viona.


“ Maafkan jika kehadiran Papa dan Opa Saya bikin Bu Viona terluka...,” kata Hanako.


“ Gapapa Hanako. Saya justru berterima kasih karena akhirnya Saya tau yang sebenarnya. Hanya saja Saya penasaran siapa yang telah melecehkan Katrina dan dimana. Padahal seinget Saya Soni selalu mengantar dan menjemput Katrina tiap hari...,” kata Viona.


“ Aku dilecehkan di kantor ini setelah pesta pertunanganku Hanako. Di gudang itu, hari dimana Aku ditemukan pingsan oleh OB...,” kata hantu Katrina tiba-tiba.


Hanako terkejut lalu mengangguk. Ia mendekati Viona lalu duduk di hadapannya.


“ Mmm..., kata Opa Saya Katrina dilecehkan saat dia ditemukan pingsan di gudang setelah pesta pertunangan itu Bu...,” kata Hanako hati-hati.


“ Hari itu...?” tanya Viona tak percaya dan diangguki oleh Hanako.


“ Tentang siapa pelakunya Katrina juga ga tau Bu...,” kata Hanako cepat sebelum Viona bertanya lebih lanjut tentang siapa pelaku pelecehan yang telah merusak masa depan Katrina.

__ADS_1


Viona menganggukkan kepalanya, karena baginya mendengar rahasia Katrina saja sudah membuatnya pusing. Dan Viona tak terlalu ingin tahu siapa pria yang telah melecehkan Katrina dulu.


\=====


Suraj sedang membaringkan tubuhnya saat suara gaduh itu membangunkannya.


“ Bangun bocah tengik...!” kata sebuah suara yang tak asing untuk Suraj.


Di samping tempat tidur sosok makhluk berkepala manusia dan bertubuh banteng nampak berdiri sambil berkacak pinggang.


“ Apalagi Eyang, tolong ijinkan Aku istirahat sebentar. Badanku sakit semua karena ulah Eyang kemarin...,” sahut Suraj dengan enggan.


“ Apa maksudmu Suraj. Kau sedang mengajari Aku hah...?!” tanya makhluk jadi-jadian itu dengan marah.


“ Bukan Eyang. Baik lah Aku bangun, ada apa Eyang...?” tanya Suraj sambil mengucek matanya.


“ Aku sudah menemukan siapa wanita persembahan berikutnya...,” sahut makhluk itu.


“ Oh ya, siapa...?” tanya Suraj sambil menghela nafas lega karena akhirnya sang eyang menemukan apa yang


diinginkannya tanpa harus melibatkannya.


“ Namanya Hanako...,” sahut makhluk itu sambil tersenyum.


“ Hanako...?!” tanya Suraj sambil membelalakkan matanya.


“ Iya, kenapa memangnya...?” tanya makhluk itu sambil menatap Suraj.


“ Jangan dia Eyang, Kumohon...,” pinta Suraj sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di atas kepala.


“ Tapi Aku mau dia, karena hanya dia yang cocok dan memenuhi syarat. Bahkan Aku belum pernah menemukan persembahan yang seistimewa dia...,” sahut makhluk itu sambil membalikkan tubuhnya dan bersiap pergi.


“ Jangan dia karena Aku mencintainya Eyang...!” kata Suraj lantang hingga membuat langkah makhluk jadi-jadian itu terhenti.


“ Cinta, lupakan tentang cinta. Ingat keabadian dan kekayaan yang Kau peroleh kelak Suraj...,” sahut makhluk itu sinis.


“ Tapi Aku telah mengabdikan diriku padamu selama bertahun-tahun Eyang. Bahkan Aku membiarkan orang yang Aku cintai menjadi persembahan untuk memenuhi tuntutanmu dulu. Apakah tak ada kompensasi untukku setelah apa yang Aku lakukan selama ini untukmu...?” tanya Suraj gusar.


“ Kau mau berhitung denganku Suraj...?” tanya makhluk itu tak suka.

__ADS_1


Suraj terdiam hingga makhluk berkepala manusia dan bertubuh banteng itu lenyap dari hadapannya. Suraj mengusap wajahnya dengan kasar karena merasa lelah terus menjadi kacung yang memenuhi semua kebutuhan sang kakek selama ini.


\=====


__ADS_2