Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
271. Memilih Pergi


__ADS_3

Sesaat sebelum mengumpulkan penghuni istana di ruang sidang, raja Graha lebih dulu menemui seorang pria yang diketahui sebagai pelaku pencurian benda pusaka kerajaan itu. Pria itu ditangkap oleh pengawal pribadi raja Graha dan ditahan di suatu tempat tersembunyi. Saat itu raja Graha didampingi Iyaz, Izar dan Hanako.


“ Mengapa Kau mencuri benda pusaka kerajaan itu...?” tanya pengawal raja Graha.


“ Aku lapar dan perlu uang, makanya Aku mencurinya untuk kujual. Nanti uangnya akan kugunakan untuk keperluan sehari-hari...,” sahut pria bernama Gombong itu dengan lancar.


“ Rasanya alasanmu terlalu mengada-ada. Katakan siapa yang menyuruhmu melakukan itu...?” tanya raja Graha.


“ Tak ada yang menyuruh. Aku kerja sendiri dan untuk diriku sendiri...,” sahut Gombong.


Jawaban Gombong sama persis dengan jawaban yang akan diberikan Gayatri kelak.


“ Jawabanmu membuktikan jika Kau mengatakan yang sebaliknya. Karena Kami tau kalo Kamu ga mungkin bekerja sendirian. Apalagi tempat itu hanya bisa dimasuki oleh orang yang memiliki kemampuan khusus. Pasti ada orang lain yang membantumu dan membayarmu dengan mahal...,” kata raja Graha.


Gombong terkejut dan berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya itu dengan menatap kearah lain untuk menghindari tatapan raja Graha. Gombong makin panik saat Graha mengetahui dirinya tak memiliki kemampuan khusus untuk bisa menembus penjagaan pengawal raja Graha yang terkenal hebat dan kuat itu.


“ Katakan sekarang jika Kau ingin keselamatan keluargamu dan kedua orangtuamu terjamin...,” ancam pengawal raja Graha sambil menempelkan belati di leher Gombong hingga membuatnya ketakutan.


Gombong yakin jika dirinya tak akan selamat, namun Gombong berharap raja Graha akan menepati janjinya untuk menjamin keselamatan keluarga kecilnya juga kedua orangtuanya


“ Baik Tuanku, akan Aku katakan siapa dia  tapi tolong jangan lukai keluargaku dan kedua orangtuaku...,” pinta Gombong dengan suara bergetar.


Raja Graha mengangguk lalu Gombong menyebutkan sebuah nama yang membuat semua orang di sana terkejut.


“ Bagaimana bisa dia terlibat...?” tanya raja Graha tak percaya.


Saat Gombong hendak membuka mulut untuk menceritakan semuanya, tiba-tiba sebuah pedang melayang kearah lehernya dan langsung menebas lehernya hingga putus. Darah muncrat dan kepala Gombong pun jatuh menggelinding di tanah hingga membuat semua orang terkejut.


“ Kurang ajar siapa itu ?, kejar dia...!” perintah raja Graha.


“ Baik Tuanku...!” sahut pengawal pribadi raja sebelum menghilang.

__ADS_1


Iyaz, Izar dan Hanako saling menatap dalam diam. Mereka yakin jika pembunuh Gombong adalah seseorang yang memiliki ilmu bela diri yang sangat tinggi karena bisa membunuh dari jarak jauh meski pun saat itu raja Graha dikelilingi oleh pengawal yang tangguh.


Beberapa saat kemudian para pengawal itu kembali dengan tangan kosong karena gagal mengejar


pembunuh Gombong. Raja Graha terlihat kecewa namun ia langsung memerintahkan agar kepala Gombong disimpan untuk diperlihatkan pada Gayatri nanti. Raja Graha ingin melihat reaksi langsung permaisurinya saat orang yang ia percaya untuk mencuri itu telah meninggal dunia. Dan kepala Gombong lah yang dilihat Gayatri sebelum ia jatuh pingsan.


\=====


Gayatri siuman dari pingsannya. Ia menatap ke sekelilingnya dan mendapati nampan berisi kepala Gombong masih ada di sampingnya. Gayatri membuang tatapannya kearah lain sambil memejamkan mata karena ngeri.


Gombong adalah orang kepercayaannya yang selama ini membantunya menyampaikan pesan pada seseorang. Gayatri mencintai pria itu dan ingin membantu pria itu menduduki tahta kerajaan yang kini diduduki Graha. Namun sayang, sebelum niatnya terlaksana Gayatri sudah tertangkap bahkan Gombong pun mati.


Jendela diketuk hingga membuat Gayatri menoleh. Ia terkejut saat melihat sosok pria bertopeng masuk ke dalam kamarnya dan langsung membungkam mulutnya hingga Gayatri tak bisa berteriak minta tolong.


“ Ssstt..., ini Aku...,” bisik pria itu.


“ Kau, kenapa ke sini...?. Bagaimana kalo Kamu tertangkap...?” tanya Gayatri.


“ Aku tetap di sini. Kau pergi lah sendiri, selamatkan dirimu...,” tolak Gayatri hingga membuat pria itu terkejut.


“ Apa Kau lupa pusaka itu ada di tanganku dan sebentar lagi Aku bisa menduduki tahta dan menguasai semuanya. Dan jika saat itu tiba, Kau akan jadi permaisuriku yang juga memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur kerajaan ini...,” kata pria itu mengingatkan hingga membuat Gayatri tersenyum.


Ambisi Gayatri untuk menjadi orang yang berkuasa hampir terwujud. Selama ini Gayatri merasa jika ia hanya sebatas pelengkap untuk Graha. Gayatri jenuh, ia ingin memiliki hak dan kekuasaan penuh untuk mengatur kerajaan. Membayangkan itu membuat Gayatri tersenyum dan mengangguk lalu mengikuti pria itu.


Saat keduanya tiba di luar jendela ternyata pasukan pengawal raja Graha telah mengepung tempat itu. Gayatri dan pria bertopeng itu sangat terkejut hingga mematung di tempat. Yang lebih mengejutkan Hara datang dan menyapa sang ibu.


“ Ibu..., kenapa Bu ?. Aku ga percaya kalo Ibu bisa melakukan ini. Aku datang bersama pengawal untuk mengamankan Ibu dari orang-orang jahat yang mencoba memanfaatkan keadaan, tapi nyatanya Aku malah liat Ibu lagi pelukan sama pria lain dan berusaha kabur...,” kata Hara dengan nada kecewa.


Gayatri tersadar lalu mengurai pelukan pria di sampingnya dan bergegas menghampiri Hara.


“ Hara Sayang, ini ga seperti yang Kamu pikirkan Nak. Ibu melakukan ini karena terdesak. Kau tau sendiri bagaimana Ayahmu memperlakukan Ibu kan...?” tanya Gayatri.

__ADS_1


“ Apa Bu, apa yang Ayah lakukan. Ayah menjaga dan menyayangi Ibu tapi kenapa Ibu malah mengkhianatinya...?” tanya Hara sambil mulai menangis.


“ Sudah cukup, Kita harus pergi sekarang Gayatri. Waktu Kita ga banyak...,” kata pria di samping Gayatri sambil meraih pinggang Gayatri lalu membawanya pergi.


Sambil melompat pria itu juga melemparkan sesuatu kearah pengawal yang mencoba mengejarnya hingga para pengawal terjengkang ke belakang sambil memegangi bagian tubuhnya masing-masing. Hara berhasil menghindar dan jatuh terduduk menyaksikan ibunya lebih memilih pergi bersama pria itu dibanding bertahan di sisinya.


Hara menjerit menyaksikan ibunya dibawa lari oleh pria bertopeng itu. Jeritan Hara mengejutkan Graha dan tiga bersaudara yang tengah berbincang tak jauh dari tempat itu. mereka bergegas mendatangi asal suara dan terkejut saat melihat Hara tengah terduduk dikelilingi pengawal yang semuanya sedang merintih kesakitan karena terluka.


“ Hara, ada apa Nak...?” tanya raja Graha sambil memeluk Hara yang menangis.


“ Keliatannya ada seseorang yang menculik Bu Gayatri...,” kata Izar hingga membuat Graha terkejut lalu menoleh kearah jendela kamar yang terbuka.


“ Bukan Kak, Ibu bukan diculik. Tapi Ibu melarikan diri bersama pria itu...,” sela Hara sambil menangis.


Ucapan Hara mengejutkan semua orang. Graha mengepalkan tangannya lalu memberi kode pada para pengawal pribadinya untuk mengejar Gayatri.


“ Ayah mau kemana...?” tanya Hara saat Graha bangkit.


“ Mengejar Ibumu...,” sahut Graha dingin.


“ Tolong jangan sakiti Ibuku. Tolong ampuni dia Ayah...,” pinta Hara sambil menggenggam tangan sang ayah.


“ Kita bicarakan ini nanti Nak. Yang penting Ayah harus menangkap orang yang telah membawa lari Ibumu itu dulu...,” sahut Graha sambil menepis tangan Hara lalu berlari cepat meninggalkan tempat itu diikuti Iyaz dan Izar.


Hanako pun menghampiri Hara lalu memeluknya erat untuk menenangkan gadis itu. Hara pun kembali menangis.


“ Aku meminta beberapa pengawal berjaga di sini agar Ibuku tetap aman dari jangkauan orang jahat. Tapi nyatanya Ibuku lah penjahat sebenarnya. Ia memilih lari bersama pria itu dan meninggalkan Aku dan Ayahku Kak...,” keluh Hara dalam pelukan Hanako.


“ Bersabar lah Hara. Sebentar lagi semua akan terungkap. Jangan berprasangka buruk padanya sebelum Kamu mengetahui yang sebenarnya...,” bisik Hanako yang diangguki Hara.


\=====

__ADS_1


__ADS_2