Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
167. Hantu Dalam Goa


__ADS_3

Suraj melangkah cepat menuju sebuah goa yang ia yakini sebagai tempat Burhan menyembunyikan Hanako. Fatur dan Faiq tetap mengikuti langkah Suraj sambil terus berdzikir.


Saat mereka tiba di depan goa, terlihat Burhan tengah mempersiapkan sesajen di halaman depan pintu goa. Sedangkan Hanako nampak duduk mematung di mulut goa tanpa bicara atau pun bergerak. Mengetahui jika Hanako ada dalam pengaruh ilmu sirep sang kakek, Suraj pun menoleh kearah Fatur dan Faiq.


“ Hanako masih terhipnotis oleh ilmu Kakekku. Aku akan melepaskan buhul ilmu itu. Tapi Aku mohon ijin dari


Kalian karena Aku terpaksa menyentuh Hanako untuk membebaskannya...,” kata Suraj.


“ Menyentuh di bagian mana...?” tanya Faiq cepat.


“ Bagian punggung, langsung di kulit dan tanpa perantara...,” sahut Suraj.


“ Dasar iblis. Kau pikir Aku percaya pada bualanmu itu. Jangan mimpi Aku akan membiarkanmu menyentuhnya dengan alasan klasik itu...!” kata Faiq marah sambil menampar Suraj.


Suraj tak terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan Faiq. la hanya tersenyum sambil menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat tamparan Faiq tadi. Sikap Suraj membuat Faiq kesal dan hampir memukulnya lagi namun Fatur segera melerai keduanya.


“ Biar Aku yang lakukan. Kau bukan muhrimnya. Dalam agama Kami dilarang saling menyentuh antara pria dan wanita yang bukan mahrom, apalagi jika sentuhan itu menimbulkan syahwat. Bagaimana pun secara etika menyentuh punggung seorang gadis yang tak punya hubungan darah denganmu tanpa perantara apa pun bukan hal yang patut dilakukan oleh orang yang berpendidikan tinggi sepertimu...,” sindir Fatur sambil menatap tajam kearah Suraj.


“ Tapi Aku tak berniat melecehkannya, Aku hanya ingin menolongnya...,” bantah Suraj tak mau kalah.


“ Kau pikir Kami tak mampu melepaskan Hanako. Lihat dan perhatikan baik-baik...,” kata Fatur sambil melangkah mendekati Hanako.


Suraj menahan nafas saat melihat Fatur berjalan santai mendekati Hanako karena khawatir Burhan melihatnya dan


menggagalkan niatnya itu. Sedangkan tak jauh dari Hanako terlihat Burhan yang sedang sibuk menggaris-garis tanah seperti sedang membuat pola tertentu.


Setelah tiba di hadapan Hanako, Fatur nampak mengusap wajah Hanako sambil meniup puncak kepala Hanako. Sesaat kemudian Hanako tersadar dan mendongak menatap wajah sang opa. Fatur menyilangkan jari telunjuknya ke depan bibir lalu memberi kode agar Hanako mengikutinya dan meninggalkan sorban penutup kepalanya di sana untuk mengelabui Burhan.


Fatur menggandeng tangan Hanako dan berhasil membawanya menjauh dari mulut goa. Kemudian Faiq menyambutnya dengan pelukan dan ucapan hamdalah karena Hanako kembali dengan selamat. Sedangkan Suraj nampak menganga tak percaya melihat Fatur berhasil membebaskan Hanako dari jerat ilmu milik kakeknya itu.


“ Kenapa Aku bisa ada di sana Pa...?” tanya Hanako.


“ Panjang ceritanya Nak. Tapi berterima kasih lah padanya karena dia yang menunjukkan Kami jalan menuju tempat ini. Karena tanpa bantuannya, mungkin Kami sulit menyelamatkanmu secepat ini...,” sahut Faiq sambil menunjuk kearah Suraj.

__ADS_1


Hanako terdiam sejenak lalu mengangguk. Ia melangkah mendekati Suraj yang nampak gugup itu.


“ Makasih Pak Suraj, maafkan sikap Saya tadi...,” kata Hanako dengan tulus.


“ Iya, sama-sama Hanako. Saya maklum kenapa Kamu bersikap begitu kok...,” sahut Suraj sambil tersenyum.


Hanako terpaku sesaat melihat senyum Suraj yang belum pernah dilihatnya selama ia bekerja di kantor itu. Tiba-tiba terdengar jeritan dan makian dari depan goa hingga mengejutkan mereka. Rupanya Burhan baru saja tersadar jika Hanako tak ada lagi di mulut goa.


“ Sia*an. Siapa yang telah berani mengambil dia...?!” kata Burhan lantang.


Burhan pun mengamuk dan kembali melancarkan serangan berupa gelombang panas yang disertai percikan api. Dalam sekejap serangan mengandung api itu berhasil membakar pepohonan yang ada di sekitar goa hingga suasana di sekitar goa tampak terang benderang dan terasa sangat panas.


Dengan tumbang dan terbakarnya pepohonan di sekitar goa membuat arah pandangan menjadi lebih luas. Dan Burhan bisa melihat kehadiran Faiq, Fatur dan Suraj yang nampak berdiri melindungi Hanako.


“ Di sana Kalian rupanya...,” kata Burhan lalu segera menyerang tanpa ampun.


Kali ini serangan Burhan mengarah pada Suraj yang dianggapnya sebagai pengkhianat karena berada di pihak lawan. Suraj yang tak menyangka jika dirinya diserang oleh sang kakek pun nampak terkejut dan sedikit kewalahan menghadapi serangan itu.


Faiq dan Fatur pun bergerak membantu. Sedangkan Hanako bergerak menjauhi arena pertempuran karena tak kuasa menahan rasa panas yang makin menyiksanya tiap kali ia berada dekat dengan Burhan. Kini Burhan menghadapi tiga orang itu sekaligus. Nampaknya Burhan ingin segera mengakhiri pertempuran itu karena berkali-kali ia mendongak ke langit seolah khawatir kehabisan waktu. Menyadari hal itu membuat Fatur dan Faiq saling melirik sambil tersenyum.


“ Iya Om...,” sahut Faiq.


Dari kejauhan Hanako juga melihat Burhan berkali-kali melihat ke langit. Ia pun paham jika Burhan sedang diburu


waktu. Hanako mengamati sekelilingnya mencoba mencari titik kelemahan ritual yang akan digelar oleh Burhan. Langkah kaki Hanako membawanya ke dalam goa. Di sana Hanako melihat penampakan hantu wanita-wanita yang telah menjadi tumbal dari ilmu sesat Burhan. Jasad para hantu wanita itu tertanam di dinding goa dengan berbagai posisi yang mengenaskan hingga membuat Hanako iba sekaligus marah.


“ Jangan ke sini Nak, pergi lah. Tempat ini terlalu berbahaya untukmu...!” kata seorang hantu wanita berkebaya yang tak lain adalah Surti, ibu kandung Suraj.


“ Gapapa Bu, Aku memang sengaja datang ke sini karena Aku ingin menyudahi semuanya...,” sahut Hanako sambil tersenyum.


“ Menyudahi semuanya, apa Kau yakin ?. Aku justru melihatmu sebagai calon tumbal selanjutnya...,” kata hantu wanita lain.


“ Awalnya memang begitu. Tapi Papa dan Opaku ada di luar sana sedang bertempur melawan siluman banteng itu...,” sahut Hanako.

__ADS_1


“ Semoga mereka bisa mengalahkan iblis itu...,” kata para hantu wanita yang ada di dinding goa saling bersahutan.


“ Aamiin. Sekarang bisa kan Kalian membantuku, beritahu Aku apa kelemahan iblis itu...,” pinta Hanako.


Kembali hantu wanita-wanita itu bicara saling bersahutan karena merasa heran dengan keberanian Hanako masuk ke dalam goa itu tanpa persiapan apa pun.


“ Itu sama aja mengantar nyawa sia-sia...,” kata salah satu hantu wanita itu.


“ Betul...,” sahut beberapa hantu bersamaan.


“ Sama seperti Kalian, Aku dibawa paksa ke sini. Jadi wajar kan kalo Aku ga punya persiapan...,” kata Hanako sambil cemberut hingga membuat hantu Surti tersenyum.


Namun senyum Surti memudar saat mendengar  Suraj masuk ke dalam goa sambil memanggil nama Hanako.


“ Hanako ngapain Kamu di sini...?!” tanya Suraj cemas.


“ Saya lagi nyari kelemahan ritual yang bakal digelar oleh siluman itu Pak...,” sahut Hanako.


“ Tapi Kamu harusnya ga masuk ke sini Hanako. Di sini jauh lebih bahaya untuk Kamu...,” kata Suraj gusar sambil menatap para hantu yang tertanam di dinding goa dengan perasaan tak nyaman.


Melihat sikap Suraj pada gadis di hadapannya membuat Surti mengerti jika Suraj memiliki perasaan khusus pada Hanako. Surti pun tersenyum bahagia karena bisa melihat Suraj hidup normal layaknya manusia yang memiliki hati dan cinta. Surti pun mengatakan sesuatu yang membuat Hanako menoleh kearahnya.


“ Ambil keris yang tertancap di dada wanita itu. Lalu goreskan sedikit saja di tubuh siluman itu. Dia ga akan bertahan dan mati...,” kata hantu Surti sambil menunjuk mayat wanita yang terikat di dinding dengan posisi terbalik dan nyaris telan*ang.


Hanako mengangguk lalu mendekati mayat wanita yang telah membusuk dan mengeluarkan belatung itu. Lalu dengan kekuatan penuh Hanako menarik paksa keris itu dengan kedua tangannya sambil berdzikir.


“ Bismillahirrohmaanirrohiim..., Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adziim..., Allahu Akbar...!” kata Hanako lantang.


Keris berhasil diraih, namun dinding goa bergetar hebat saat Hanako berdzikir hingga membuat para hantu itu menjerit ketakutan. Jeritan para hantu wanita itu membuat suasana goa menjadi gaduh.


“ Bawa dia keluar Suraj...!” kata hantu Surti lantang.


Tersadar dengan kondisi goa yang nyaris runtuh juga tersentak karena mendengar perintah ibunya membuat Suraj refleks menarik tangan Hanako dan membawanya keluar dari goa. Suara runtuhnya goa membuat Faiq, Fatur dan Burhan terkejut lalu berhenti sesaat. Mereka melihat Suraj sedang melindungi Hanako dari serpihan dinding goa yang hancur itu dengan tubuhnya. Hanako sendiri nampak menunduk sambil menggenggam keris di tangannya.

__ADS_1


\=====


__ADS_2