
Perasaan takut Tiara sedikit berkurang saat Santoso pulang ke rumah. Aura yang semula mencekam itu perlahan
mencair bahkan hilang sama sekali. Karena merasa jika apa yang dialaminya tadi hanya ilusi, Tiara pun berusaha melupakannya.
Saat malam hari Tiara memutuskan kembali ke kamar. Tiara nampak mematung di diambang pintu kamar sambil berdecak sebal. Rupanya ia lupa menutup gorden jendela dan menyalakan lampu kamar saking takutnya melihat penampakan hantu botak itu tadi.
Sejak keluar dari kamarnya tadi Tiara memang belum masuk lagi ke sana. Semua kegiatan dilakukan di luar kamar.
Apalagi saat itu Tiara sedang menstruasi hingga tak bisa ikut sholat berjamaah seperti biasanya. Tiara hanya duduk di ruang makan saat kedua orangtuanya menunaikan sholat berjamaah.
Perlahan Tiara memberanikan diri masuk ke dalam kamarnya. Ia menekan saklar lampu lalu menutup pintu kamar.
Kemudian Tiara melangkah ke jendela dan menarik gorden jendela. Namun gerakan Tiara seakan terhenti saat melihat sosok hitam botak ada di balik jendela kamarnya seolah melekat erat di kaca jendela. Tiara yakin jika itu bukan lah manusia melainkan hantu karena sosoknya memenuhi ruang jendela dan tak menyisakan secuil tempat pun untuk yang lain. Tiara pun menjerit lalu jatuh pingsan.
\=====
Sejak melihat penampakan hantu berkepala botak itu hidup Tiara mulai dipenuhi ketakutan. Namun bersamaan
dengan itu hati Tiara juga berbunga-bunga karena seorang pria yang selalu datang dalam mimpinya. Menyapanya dan mengikutinya kemana pun Tiara pergi. Dan itu membuat Tiara senang sekaligus bingung.
Sifa adalah teman wanita satu-satunya yang dimiliki Tiara. Hanya Sifa yang Tiara percaya hingga tanpa
ragu Tiara menceritakan apa yang dialaminya belakangan ini. Sifa menyimak cerita Tiara dengan serius hingga keningnya berkerut.
“ Gue bingung Sif...,” kata Tiara di akhir ceritanya.
“ Ya Allah serem banget sih Ti. Gue yakin itu pasti sesuatu yang jahat...,” sahut Sifa.
“ Tapi dia ga nyakitin Gue Sif. Gue malah merasa kalo dia itu sayang sama Gue. Selalu memperlakukan Gue dengan lembut, menemani Gue, dengerin keluhan Gue...,” kata Tiara sambil menerawang jauh.
“ Mmm..., dia ganteng ya...,” tebak Sifa.
“ Banget...,” sahut Tiara malu-malu.
“ Kalian udah ngapain aja di dalam mimpi itu...?” tanya Sifa hati-hati.
“ Kok Lo nanya kaya gitu sih Sif. Emangnya Gue sama dia mau ngapain...?” tanya Tiara tak suka.
__ADS_1
“ Jangan tersinggung dulu Ti. Di dunia nyata aja cewek sama cowok yang sering deketan akhirnya bisa kissing juga. Masa iya Lo sama cowok itu ga ngapa-ngapain. Ga percaya Gue...,” sahut Sifa sebal hingga membuat Tiara tertawa.
“ Gue belum sampe sana Sif. Gue masih nyaman sama keadaan ini...,” kata Tiara di sela tawanya.
“ Jangan terlalu nyaman Ti. Lo harus berobat dan ngusir cowok dalam mimpi Lo itu secepatnya...,” pinta Sifa.
“ Kenapa harus diusir ?. Dia baik kok...,” sahut Tiara.
“ Tapi dia bawa pengaruh buruk buat Lo Tiara...,” kata Sifa.
“ Pengaruh buruk yang mana sih Sif. Gue ngerasa hidup Gue normal, wajar. Gue kenal semua orang yang ada di
sekeliling Gue, bisa melakukan semua hal dengan baik dan ga ada yang aneh sama hidup Gue...,” bantah Tiara.
“ Ada yang aneh sama Lo Tiara...,” kata Sifa tegas hingga membuat Tiara menoleh kearahnya.
“ Apa...?” tanya Tiara.
“ Lo ga punya teman selain Gue. Lo tertutup, ga pernah dengar sapaan orang lain. Lo hanya jalan lurus dan ga pernah menoleh ke kanan dan ke kiri. Dan Lo sering ngomong sendiri...!” sahut Sifa sambil menatap Tiara lekat.
“ Gue ga kaya gitu Sif...!” kata Tiara lantang.
“ Lo emang kaya gitu Ti...!” sahut Sifa tak mau kalah.
Perdebatan Tiara dan Sifa berhenti karena Sifa harus menemui dosen. Sifa pun meninggalkan Tiara di taman
kampus seorang diri. Saat itu lah Tiara melihat jika pria yang selama ini mengikutinya dalam mimpi hadir di sampingnya dan tersenyum mengejek kearahnya.
“ Jadi siapa Lo sebenernya. Kenapa gangguin Gue terus...?” tanya Tiara marah.
“ Aku kekasihmu...,” sahut pria itu sambil tersenyum.
“ Gue ga kenal sama Lo. Ga pernah ada komitmen apa pun diantara Kita. Ga usah ngaku-ngaku Lo...!” kata Tiara gusar.
“ Itu ga perlu. Kehadiranku di sisimu udah lebih dari cukup sebagai bukti kalo Kita ini sepasang kekasih Tiara...,” sahut pria itu sambil mendekat kearah Tiara.
Tiara meradang saat pria itu mendekatinya dan bermaksud menciumnya. Saat itu bertepatan dengan Edo yang datang dan duduk di kursi tak jauh dari Tiara. Dalam penglihatan Edo ia melihat Tiara tengah menatap marah kearahnya sambil mengucap sumpah serapah. Sedangkan Tiara merasa pria dalam mimpinya itu mendekatinya dan hendak menciumnya.
__ADS_1
“ Jangan kurang ajar ya !. Pergi Lo, ngapain di sini. Kalo Lo ga pergi, Gue bakal teriak biar semua orang tau kalo Lo cowok mes*um yang mau ngelecehin Gue...!” kata Tiara lantang sambil menatap marah keaah Edo.
“ Gue bukan cowok mes*um ya. Lagian semua juga liat jarak Gue sama Lo tuh jauh banget. Gimana caranya Gue
mesum sama Lo...!” sahut Edo tak suka.
“ Pergi atau Gue teriak...!” ancam Tiara lantang.
“ Dasar cewek gila...,” sahut Edo sambil berlalu.
Tiara nampak bernafas lega saat pria yang ‘dilihatnya’ itu pergi menjauhinya. Tiara tak menyadari jika ia baru saja memaki Edo yang kebetulan ada di hadapannya. Saat menoleh Tiara sadar jika banyak mata tengah mengawasinya dan menatapnya dengan tatapan aneh.
“ Kenapa mereka ngeliatin Gue kaya gitu sih. Emangnya ada yang salah sama Gue...,” gumam Tiara sambil memperhatikan penampilannya sendiri dari atas kepala hingga ujung kaki termasuk apa yang dipegangnya.
Tiara pun beranjak dari taman karena tak tahan dengan tatapan aneh semua orang yang mengarah padanya. Saat Tiara melewati sekumpulan mahasiswa terdengar kasak kusuk yang lumayan mengganggu pendengarannya.
“ Cewek aneh. Sampe kapan sih dia sadar kalo tingkahnya itu ganggu banget...,” kata seorang mahasiswi sambil menatap sinis kearah Tiara.
“ Iya. Marah-marah ga jelas kaya gitu maksudnya apa coba. Emangnya dia pikir tuh kursi taman punya Nenek moyangnya. Pake ga bolehin orang duduk di sana segala...,” sahut mahasiswi lainnya.
Tiara membulatkan mata tak percaya mendengar ucapan yang tak menyenangkan itu. Ia membalikkan tubuhnya lalu berhenti tepat di depan kerumunan mahasiswi yang sedang membicarakannya itu.
“ Ehm, maaf. Tapi Gue lakuin itu karena dia kurang ajar sama Gue. Kalian liat kan kalo dia mau nyium Gue tadi.
Terus Gue harus diem aja kalo ada cowok yang mau kurang ajar sama Gue...?” tanya Tiara membela diri.
Ucapan Tiara membuat para mahasiswi itu bingung sekaligus terkejut. Bingung karena apa yang diucapkan Tiara tak terjadi, terkejut karena setelah sekian lama berdiam diri akhirnya Tiara mau bicara dengan mereka.
“ Tapi tadi cowok itu ga ngapa-ngapain Lo. Dia aja baru duduk dan Lo marahin dia. Padahal jarak duduk Kalian tuh jauh banget. Gimana caranya dia mau nyium Lo...?” tanya seorang mahasiswi.
“ Apa...?!” tanya Tiara tak percaya.
“ Halu Lo tuh ketinggian Non. Ga ada yang mau nyium Lo ya selama ini, jadi Lo menghayal sendiri deh...,” kata seorang mahasiswi disambut tawa teman-temannya.
Tiara terpaku saat para mahasiwi itu menertawakannya. Beruntung Sifa datang dan langsung membawanya menjauh dari sana.
Bersambung
__ADS_1