Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
285. Kembaran


__ADS_3

Suara itu makin jelas seolah berada dekat dengan Iyaz dan Nuara. Keduanya pun mau tak mau saling menatap untuk memastikan jika suara itu memang benar ada.


“ Maaf Pak, apa Pak Iyaz dengar suara itu...?” tanya Nuara.


“ Iya, Saya dengar...,” sahut Iyaz.


“ Itu..., kayanya Saya kenal suara itu...,” kata Nuara ragu.


“ Oh ya, suara siapa...?” tanya Iyaz sambil tetap menatap kearah pintu lift.


Tak ada sahutan dari Nuara dan itu membuat Iyaz bingung lalu menoleh kearah gadis itu. Iyaz hanya menghela nafas panjang melihat kondisi Nuara yang saat itu berdiri mematung dengan wajah pucat dan kedua bola mata yang memutih.


“ Siapa Kamu, apa maumu...?” tanya Iyaz sambil menatap Nuara yang tengah kerasukan itu.


“ Saya Nadifa..., tolong Saya...,” sahut hantu wanita yang merasuki Nuara.


“ Insya Allah Aku akan membantumu. Tapi sekarang keluar dulu dari tubuh gadis itu, kasian dia...,” pinta Iyaz.


“ Sejak lama Aku ingin bersamanya dan selalu mengikutinya kemana pun dia pergi...,” sahut hantu wanita itu.


“ Jadi asalmu bukan dari sini ya. Karena seingatku gedung ini telah dinetralisir sejak lama...,” kata Iyaz.


“ Iya, Aku bukan penghuni asli gedung ini. Aku mengikuti gadis ini masuk ke sini...,” sahut hantu wanita itu.


Iyaz nampak termangu sesaat. Kini ia mengerti mengapa kantor jadi terasa horror sejak digelar test calon karyawan baru. Rupanya salah satu calon karyawan ada yang diikuti oleh makhluk halus. Dan suara makhluk itu juga yang didengar Iyaz, Izar dan Hanako di lift waktu itu.


“ Keluar lah sekarang...,” kata Iyaz lagi.

__ADS_1


Hantu wanita itu mengangguk lalu keluar perlahan meninggalkan tubuh Nuara tepat dengan saat terbukanya pintu lift. Tubuh Nuara sedikit limbung namun Iyaz tak berbuat apa-apa. Ia hanya menatap Nuara sekilas lalu memanggil seorang karyawati yang kebetulan melintas di depan lift untuk membantu Nuara.


“ Tolong bantu dia, keliatannya dia sakit...,” kata Iyaz.


“ Baik Pak...,” sahut karyawati itu lalu memapah Nuara keluar dari lift dan membawanya menuju klinik yang ada diarea perusahaan.


Iyaz hanya menatap Nuara dan karyawati itu menjauh darinya. Sesaat kemudian Iyaz melangkah menuju ke parkiran dimana hantu wanita itu menunggu persis di samping motornya.


“ Kau lagi...,” kata Iyaz sambil mulai menstarter motornya.


“ Nuara adalah kembaranku...,” kata hantu wanita itu tiba-tiba hingga mengejutkan Iyaz.


Iyaz menunda kepergiannya dan memutuskan mendengarkan penuturan hantu wanita bernama Nadifa itu. Iyaz tetap bertengger di atas motornya sambil berusaha mencerna apa yang diucapkan hantu Nadifa.


“ Nuara dan Aku lahir saat kedua orangtuaku hidup susah. Saat itu Ayahku baru saja diPHK oleh kantornya sedangkan Ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Begitu lahir Kami langsung dipisahkan karena orangtuaku ga sanggup membesarkan Kami berdua. Akhirnya Aku lah yang harus mengalah. Aku diberikan pada pasangan Suami Istri yang belum dikaruniai


anak setelah lama menikah...,” kata hantu Nadifa mengawali ceritanya.


“ Awalnya Aku bahagia. Ayah angkatku seorang supir dan Ibu angkatku adalah seorang pedagang makanan ringan di sebuah Sekolah Dasar. Namun semua berubah sejak Aku bertemu Nuaa. Dulu Aku pernah melihat Nuara saat Aku sedang membantu Ibuku berjualan. Aku bingung saat melihat wajah Kami begitu mirip. Saat aku tanyakan pada Ibuku, dia nampak panik dan berusaha menghindari pertanyaanku. Selalu begitu hingga Aku pun bosan bertanya padanya mengapa wajahku dan Nuara begitu mirip...,” kata hantu Nadifa sedih.


“ Jadi Kalian pernah bertemu, bagaimana reaksinya Nuara saat melihatmu pertama kali...?” tanya Iyaz.


“ Dia kaget dan bingung. Nuara bahkan menyentuh wajah dan rambutku. Aku senang saat Nuara melakukan itu. Aku merasa dekat seolah telah lama mengenalnya. Tapi moment itu berakhir saat Ayah angkatku datang dan memarahiku karena tak membantu Ibuku. Ayah angkatku itu sering mengatai Aku dan memaki Aku sebagai anak tak tahu diuntung, menyusahkan dan pembawa sial. Nuara yang saat itu masih ada di sana pun ikut mendengarnya


dan bersedih melihat Aku diperlakukan dengan kasar. Nuara mengajakku lari dan tinggal bersamanya tapi Aku menolak. Biar pun ayah angkatku kasar tapi Aku menyayanginya. Aku juga khawatir pada nasib Ibu angkatku jika Aku lari nanti...,” kata hantu Nadifa.


Iyaz nampak mengepalkan tangannya membayangkan penderitaan Nadifa semasa hidupnya. Iyaz pun menoleh kearah lain supaya hantu Nadifa tak melihat bagaimana wajahnya saat ini. Kemudian hantu Nadifa terdiam sambil menunduk seolah enggan melanjutkan ceritanya. Iayaz pun menghela nafas panjang sebelum menelusuri kisah hidup Nadifa selanjutnya.

__ADS_1


Nadifa remaja harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya. Saat itu Nadifa akhirnya tahu jika ia hanyalah anak angkat dari orangtuanya. Nadifa kecewa dan marah pada orangtua kandungnya yang telah membuangnya dan memberikannya pada pasangan suami istri itu. Diam-diam Nadifa mencari alamat rumah kedua orangtua kandungnya dan menyaksikan Nuara hidup serba berkecukupan bersama orangtua kandung dan adik mereka. Nadifa marah dan bertekad akan membuat kedua orangtuanya menyesal namun niat Nadifa tak pernah terwujud.


Saat lulus Sekolah Menengah Atas, Nadifa melihat jika Nuara disambut hangat oleh kedua orangtuanya. Bahkan mereka merayakan kelulusan Nuara dengan makan malam bersama di sebuah restoran mewah. Saat itu tak sengaja Nuara melihat Nadifa dan mengajaknya masuk untuk menemui kedua orangtua mereka. Reaksi mengejutkan pun ditunjukkan oleh kedua orangtua mereka.


“ Sayang, Kamu ngajak siapa...?” tanya sang ibu.


“ Ini teman yang Aku bilang mirip sama Aku Ma. Namanya Nadifa...,” sahut Nuara sambil memperkenalkan Nadifa.


Kedua orangtua mereka nampak terkejut dan membeku di tempat. Keduanya tak menyangka akan bertemu putri mereka lagi setelah delapan belas tahun tak bersua. Sang Ibu bangkit dan hendak memeluk Nadifa tapi tiba-tiba suara ayah angkat Nadifa membuyarkan semua.


Di depan banyak orang termasuk kedua orangtua kandungnya tangan Nadifa ditarik dengan kasar meninggalkan restoran itu. Ibu Nuara menjerit melihat anaknya diperlakukan dengan kasar. Ia meminta ayah Nuara melakukan sesuatu agar Nadifa bisa selamat dan kembali berkumpul bersama mereka.


Sementara itu Nadifa nampak menangis keras saat ayah angkatnya terus menariknya lalu memaksanya masuk ke dalam mobil. Setelahnya Nadifa dibawa ke sebuah club malam.


“ Tempat apa ini Yah, kenapa Kita ke sini...?” tanya Nadifa.


“ Di sini lah Kau harus bekerja dan menghasilkan uang. Tau dirilah sedikit Nadifa. Masa Aku membesarkanmu tanpa


mendapat keuntungan sama sekali. Selama ini Aku dan Istriku membesarkanmu dan merawatmu, maka sekarang waktunya Kamu membalas budi baik Kami itu...,” sahut ayah angkat Nadifa sambil tersenyum penuh makna.


Nadifa terkejut saat mengetahuidirinya akan dijual pada seorang pria. Ia berusaha melarikan diri dan berhasil.  Nadifa lari menuju ke rumah orangtua kandungnya untuk sembunyi. Sayangnya saat itu mereka belum kembali dan Nadifa terpaksa mencari tempat persembunyian lain.


Saat menyusuri jalan itu lah Nadifa tertangkap dan dibawa kembali ke club malam. Nadifa yang malang itu pun akhirnya menjadi salah satu wanita penghibur dengan tarif yang lumayan mahal sekali kencan. Sedangkan di luar sana Nuara dan kedua oangtuanya terus mencari keberadaan Nadifa. Mereka juga melaporkan hilangnya Nadifa pada pihak kepolisian.


“ Tolong beritahu mereka kalo Aku udah ga ada lagi di dunia ini. Aku udah meninggal dunia sejak beberapa bulan yang lalu...,” kata hantu Nadifa.


“ Bagaimana Kamu bisa meninggal...?” tanya Iyaz penasaran.

__ADS_1


Hantu Nadifa nampak menghela nafas panjang sebelum menceritakan penyebab kematiannya.


Bersambung


__ADS_2