Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
295. Menghalangi


__ADS_3

# Assalamualaikum readers terlove... Menanggapi pertanyaan tentang bab yang telat up atau ga lengkap. Di sini Author cuma mau bilang sekali lagi bahwa hal itu udah jadi kebijakan pihak MT / NT. Insya Allah Author tetap kirim 3 bab tiap hari\, jadi mohon bersabar yaa... Kalo ada pertanyaan serupa ( mohon maaf ) Author ga akan jawab yaa... BTW makasih atas suportnya readersku\, Love U all... #


\=====


Mama Nuara kembali menjerit saat tangan Adam yang dialiri tenaga dalam milik Iyaz dan Izar menyentuh perutnya. Adam sempat ingin menarik tangannya karena iba melihat kondisi istrinya. Namun ia urungkan saat Iyaz dan Izar memaksa tangannya untuk tetap bertahan di atas perut sang istri.


Sementara itu Fatur, Faiq, Nando dan Dewi memperkeras bacaan dzikir mereka hingga membuat mama Nuara menggelepar kesakitan seperti ikan yang terjatuh di daratan.


Jeritan sang mama membuat Nuara panik dan bergegas memakai gamis pemberian Iyaz. Saat bercermin, Nuara pun tersenyum melihat pantulan wajahnya yang nampak berbinar.


“ Kok bisa-bisanya Mas Iyaz tau ukuran baju yang Aku pake. Dan warna ini juga cocok sama warna kulitku. Gamis yang bagus, pas banget sama Aku...,” gumam Nuara sambil mengusap gaun pemberian Iyaz dengan lembut.


Nuara pun memutar tubuhnya sekali lagi sambil mengamati pantulan dirinya di cermin.


Nuara tersadar saat kembali mendengar jeritan sang mama. Ia pun membuka pintu kamar mandi dan bergegas keluar. Ia melihat semua orang sedang fokus berdzikir sedangkan Iyaz dan Izar nampak berdiri di belakang papanya sambil menempelkan telapak tangan mereka ke tubuh sang papa.


Dengan ragu Nuara mendekat kearah sang mama, namun Iyaz melirik kearahnya sambil menggeleng pertanda ia harus menjauh dari sang mama. Nuara mengangguk lalu duduk di samping Dewi dan mulai berdzikir.


Tak lama kemudian mama Nuara mengeluarkan suara aneh yang mendirikan bulu kuduk. Dia tertawa dengan suara yang bukan miliknya sambil membulatkan matanya lalu melirik ke kanan dan ke kiri seolah sedang mencari sesuatu. Suara aneh itu berubah menjadi tawa menyeramkan saat makhluk dalm tubuh mama Nuara melihat sosok Nuara sedang duduk di sofa.


Sadar jika Nuara lah yang diinginkan oleh makhluk di dalam tubuh mama Nuara, Fatur dan Faiq pun berdiri di depan Nuara untuk menghalangi tatapan makhluk itu. Tentu saja itu membuat makhluk dalam tubuh mama Nuara marah.


Sebelum mama Nuara beranjak dari duduknya untuk mendekati Nuara, tangan Iyaz dan Izar pun makin kuat menempel di pundak Adam. Semula Adam terlihat sedikit goyah karena merasa iba melihat istrinya yang kesakitan. Namun suport dari semua orang membuatnya kuat dan melanjutkan menyadarkan sang istri. sedangkan di sudut lainnya Faiq menoleh kearah Nando lalu menyuruhnya agar membantu sang mama.


“ Kamu bisa bantu orangtua Kamu sekarang Nak...,” kata Faiq sambil menepuk pundak Nando.


“ Baik Pak...,” sahut Nando antusias lalu segera menghampiri Adam dan membantunya memegangi sang mama yang nampak meronta dan ingin menyerang Nuara.

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh mama Nuara berdiri. Matanya menatap nanar kearah Adam dan Nuara bergantian. Kedua tangannya yang terkembang nampak siap mencakar siapa pun. Khawatir jika tangan itu akan melukai orang lain, Izar meraih selimut yang tergeletak di tempat tidur lalu mengikat tubuh mama Nuara dengan erat.


“ Lepaskan Aku...!” kata mama Nuara marah sambil terus berontak.


“ Katakan siapa Kamu dan apa maumu...!” kata Iyaz sambil menatap lekat sang mama mertua.


“ Aku mau dia dan dia...!” sahut mama Nuara sambil menunjuk Nuara dan Adam dengan ujung dagunya.


“ Kenapa harus mereka...?” tanya Izar.


“ Mereka telah membuat Tuanku sakit hati dan malu. Karena itu lah mereka harus mati. Dan Kalian, jangan berpikir untuk mengusirku apalagi membunuhku. Karena aku ga akan pergi sebelum membawa mereka berdua atau salah satu diantara mereka...,” kata mama Nuara galak.


Semua orang terkejut mendengar pengakuan makhluk dalam tubuh mama Nuara. Bahkan Adam menoleh kearah Nuara yang terlihat memucat.


“ Aku ga akan membiarkanmu mengambil mereka karena mereka adalah keluargaku...,” kata Iyaz.


Tiba-tiba mama Nuara menyentak tangannya yang terikat selimut dengan kasar hingga selimut itu koyak. Lalu mama Nuara melompat menerjang Adam yang masih terpaku takjub karena melihat istrinya yang berubah menjadi monster yang menakutkan.


“ Awas Om...!” kata Izar sambil menarik tubuh Adam hingga keduanya terpelanting ke lantai.


“ Astagfirullah...,” gumam Adam lalu menoleh kearah Izar.


“ Om gapapa kan...?” tanya Izar sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Adam.


“ Gapapa Nak, makasih ya...,” sahut Adam sambil tersenyum lalu menyambut uluran tangan Izar.


Mama Nuara nampak kesal karena gagal menyerang Adam. Kini tatapannya beralih kepada Nuara yang duduk di sofa dengan gemetar. Meski pun terhalang tubuh Faiq dan Fatur, namun makhluk dalam tubuh mama Nuara masih bisa melihat Nuara dengan jelas.

__ADS_1


Kemudian mama Nuara mencoba menyerang Nuara. Namun Faiq dan Fatur menghadang serangan makhluk itu dan membuatnya tersungkur jatuh dengan wajah mencium lantai lebih dulu. Mama Nuara bangkit dengan cepat dan kembali menyerang Nuara dari arah yang berbeda. Dewi yang duduk di samping Nuara pun bergeser menjauh sambil mengingatkan Nuara agar menjauh. Namun sayangnya kaki Nuara seolah membeku di tempat dan tak bisa bergerak kemana pun.


“ Lari Nuara...!” kata Dewi.


“ Kakiku ga bisa bergerak Tante, gimana nih...,” sahut Nuara panik.


Tante Nuara pun ikut panik. Ia berusaha menggapai tangan Nuara namun dicegah oleh Nando.


“ Jangan Tante. Lebih baik Tante di sini aja daripada jadi sasaran makhluk itu...,” kata Nando sambil membawa Dewi menjauh.


“ Tapi kasian Kakakmu Nando...,” sahut Dewi.


“ Tenang aja Tante. Kakak ga sendirian kok, ada Mas Iyaz yang bakal jagain dia dan melindungi dia dari serangan makhluk itu...,” kata Nando sambil menunjuk Iyaz yang sedang bergerak menuju Nuara.


Dewi pun mengangguk tanda setuju lalu ikut menjauh bersama Nando.


Melihat serangan sang mama yang tertuju kearahnya membuat Nuara gemetar ketakutan. Ia bahkan menutupi wajahnya karena tak sanggup membayangkan rasa sakit yang akan ia rasakan saat serangan makhluk itu mengenai tubuhnya. Tapi Nuara merasa ada seseorang yang menghalangi serangan makhluk itu hingga Nuara selamat dari bahaya. Saat Nuara membuka matanya ia melihat Iyaz tengah berdiri di depannya sambil menatap lekat kearahnya.


“ Mas Iyaz...,” panggil Nuara lirih.


“ Kamu gapapa kan...?” tanya Iyaz.


“ Aku gapapa, tapi Kamu...,” ucapan Nuara terputus saat Iyaz memotong cepat.


“ Alhamdulillah Aku baik-baik aja...,” kata Iyaz cepat sambil menoleh ke belakangnya dimana mama Nuara jatuh tersungkur di lantai.


\=====

__ADS_1


__ADS_2