
Bayangan hitam yang menghadang itu perlahan menampakkan wujudnya secara utuh hingga membuat paa arwah yang tersandera ketakutan. Mereka terlihat panik. Bahkan salah satu diantaranya mengingatkan Faiq dan keluarganya agar segera pergi dari tempat itu.
“ Pergi lah, tinggalkan tempat ini...!” kata suara arwah seorang pria tua yang tadi siang dilihat Hanako.
“ Kami ga akan pergi sebelum menyelamatkan Kalian...,” sahut Fatur.
“ Jangan gegabah, tinggalkan Kami cepat. Kami ga mau Kalian juga jadi korban karena Kalian orang baik...,” kata arwah pria tua itu.
“ Alhamdulillah, terima kasih karena Kalian menganggap Kami orang baik. Tapi Kami memang tak akan pergi sebelum berhasil membebaskan Kalian...,” sahut Faiq sambil tersenyum.
Mendengar percakapan Fatur dan Faiq dengan arwah pria tua tahanannya membuat makhluk hitam besar berwujud
gorila besar itu nampak marah. Ia menggeram lalu melangkah kearah para tahanannya lalu menghempaskan mereka dengan pukulan yang sangat keras hingga membuat para arwah menjerit kesakitan.
“ Diam atau Kuhabisi Kalian...!” ancam gorila besar itu dengan marah.
Melihat apa yang dilakukan makhluk besar itu membuat Faiq marah lalu merangsek maju kearah makhluk itu.
Gorila besar itu nampaknya tak siap menghadapi serangan dadakan dari Faiq, karenanya tubuhnya pun terpental beberapa meter hingga menimbulkan suara berdebum yang sangat keras.
“ Berhenti mengganggu mereka !. Jika Kamu berani, hadapi Aku...!” kata Faiq lantang.
Iyaz dan Izar pun berdiri di belakang sang ayah hingga membuat nyali gorila besar itu menciut. Tapi dengan sombongnya ia tertawa seolah menantang Faiq dan keluarganya itu.
“ Kenapa harus beramai-ramai seperti ini. Manusia rendah seperti Kalian hanya berani main keroyokan ya...,” ejek gorila besar itu.
“ Wajar Kami keroyokan karena tubuh Kami jauh lebih kecil darimu. Tapi kalo Kau yang besar itu menganiaya Kami yang kecil itu baru aneh namanya...,” sahut Izar sambil mencibir.
Mendengar ucapan Izar membuat makhluk itu membulatkan matanya karena marah. Lalu ia mendengus sekali lagi dan melompat kearah Faiq dan kedua anaknya itu. Perkelahian sengit pun tak terhindarkan. Jeritan para arwah yang ketakutan pun membuat suasana makin mencekam. Hanako pun merapat kearah sang opa karena menyadari jika tatapan makhluk itu selama perkelahian berlangsung terus mengarah padanya seolah sedang
mengincarnya.
“ Kamu baik-baik aja Nak...?” tanya Fatur.
“ Aku baik-baik aja Opa, hanya ga nyaman sama tatapan makhluk itu...,” sahut Hanako.
__ADS_1
“ Pakai ini supaya dia ga bisa menyentuhmu...,” kata Fatur sambil menutupi tubuh Hanako dengan kain besar yang dibawanya.
“ Ini apa Opa...?” tanya Hanako tak mengerti.
“ Itu sorban milik Opa Darius, sering dipake buat sholat berjamaah di masjid saat Subuh dan Isya. Opa nemuin itu di lemari dan ga sengaja kebawa waktu Papamu jemput Opa tadi...,” sahut Fatur sambil tersenyum.
“ Masya Allah, apa boleh Aku menyimpannya Opa...?” tanya Hanako dengan mata berkaca-kaca.
“ Boleh Nak...,” sahut Fatur sambil mengusap kepala Hanako dengan sayang.
Sementara itu perkelahian antara gorila besar dengan Faiq, Iyaz dan Izar pun berlangsung seru. Sudah bisa dipastikan kemenangan ada di pihak Faiq, Iyaz dan Izar. Makhluk hitam besar itu pun sekali lagi terbanting ke tanah hingga menimbulkan suara berdebum yang keras dan menggetarkan tanah di sekitarnya.
Merasa dirinya diambang kekalahan, makhluk itu dengan cepat bergerak kearah Hanako dan bermaksud menyandera Hanako. Tapi dengan sigap Hanako berkelit dan Fatur pun meraih tangan Hanako lalu membawanya menjauh. Melihat hal itu makhluk itu makin marah apalagi Faiq, Iyaz dan Izar kini kembali mengepungnya.
Iyaz dan Izar mengeluarkan bubuk kayu kamper yang mereka bawa lalu mereka berlari mengelilingi makhluk itu
sambil menaburkan bubuk kayu kamper kearah mahluk itu. Jeritan pun terdengar saat bubuk kayu kamper yang telah diruqyah itu mengenai kulit wajah, tangan, tubuh dan kaki gorila besar itu. Tubuh makhluk itu kembali tersungkur ke tanah dengan luka menganga di sekujur tubuhnya.
Lalu Faiq maju dengan sebotol air di tangannya. Dengan tenang Faiq memercikkan air itu ke sekeliling gorila besar
Setelah api padam terlihat seonggok daging menghitam sebesar kepalan tangan orang dewasa. Perlahan gumpalan daging itu hancur lalu menjadi abu yang kemudian terbang tertiup angin malam. Semua menghela nafas lega melihatnya. Namun sebuah teriakan lantang terdengar dan mengejutkan semua orang.
“ Apa yang Kalian lakukan di sini...?!” tanya seorang pria yang dikenali Izar sebagai ketua RT di wilayah pemukiman itu.
“ Kami ga lagi ngapa-ngapain Pak. Bapak sendiri ngapain di sini...?” tanya Izar sambil mengerutkan keningnya saat melihat penampila pak RT bernama Jamin yang sedikit aneh itu.
Saat itu Jamin mengenakan pakaian pangsi serba hitam dengan ikat kepala berwarna merah menyala. Di tangannya juga nampak sebilah golok dengan gagang berwarna merah. Nampaknya Jamin baru saja melakukan ritual karena aura hitam yang menyelimutinya sangat pekat.
“ Saya pengurus di sini jadi Saya berhak memantau daerah sini. Sedang Kalian siapa dan ada keperluan apa malam-malam begini di tempat ini. Padahal kan tempat ini udah dipasangi garis polisi, itu artinya ga ada seorang pun yang boleh melintas...,” kata Jamin tegas.
“ Baik, urusan Kami udah selesai kok. Jadi Kami akan angkat kaki dari sini...,” sahut Izar sambil memberi kode pada keluarganya untuk segera masuk ke dalam mobil.
Kemudian Izar pun mulai melangkah menuju mobilnya. Jamin menatap kelimaya dengan tatapan curiga kemudian menoleh kearah runtuhan pohon besar dan wajahnya terlihat sangat terkejut. Lalu Jamin bergegas menghampiri pohon besar seperti mencari sesuatu. Kemudian ia menjerit marah seolah telah kehilangan sesuatu.
“ Kurang ajar, siapa yang berani melakukan ini...?!” kata Jamin marah sambil menyabetkan goloknya begitu saja hingga menimbulkan sinar kemerahan disertai angin panas yang menyapu ke sembarang arah.
__ADS_1
Faiq dan keluarganya yang bersiap masuk ke dalam mobil pun mengurungkan niatnya saat mendengar deru angin yang ditimbulkan oleh sabetan golok Jamin mengenai salah satu arwah yang masih ada di sana hingga sang arwah menjerit kesakitan.
“ Jadi dia orangnya Om...,” kata Faiq.
“ Betul Nak. Ayo Kita tuntaskan sekarang...,” sahut Fatur yang diangguki Faiq.
Mendengar ucapan Fatur dan Faiq membuat Iyaz, Izar dan Hanako mengangguk lalu kembali berdiri siaga di samping mobil. Sedangkan di depan sana Jamin masih menyabetkan goloknya hingga membuat suasana di tempat itu dipenuhi jeritan para arwah yang terluka.
“ Hentikan aksi konyolmu itu...!” kata Faiq lantang hingga membuat Jamin terkejut lalu menghentikan aksinya.
Kini Jamin dan Faiq saling berhadapan dengan posisi Jamin yang menggenggam golok yang nampak meneteskan cairan kehitaman pertanda ia baru saja berhasil melukai sesuatu.
“ Jadi Kalian yang bikin ritualku berantakan...,” kata Jamin sinis.
“ Ya. Dan Kami sudah berhasil mengalahkan makhluk sembahanmu itu...,” sahut Faiq tegas sambil menunjuk ke tanah yang menghitam dimana makhluk hitam besar seperti gorila itu mati terbakar.
Ucapan Faiq membuat Jamin terkejut. Ia menatap kearah tanah yang menghitam itu sambil menggeram marah.
“ Lancang sekali Kalian. Mengapa Kalian mengganggu kesenanganku...?” tanya Jamin.
“ Kesenangan yang Kau bilang itu merugikan banyak orang. Kau adalah seorang pemimpin tapi Kau tega menjadikan warga yang Kau pimpin itu sebagai tumbal. Dasar manusia jahat berhati iblis...,” maki Faiq kesal.
Jamin tertawa mendengar makian Faiq. la nampak mendengus sekali lagi lalu menyerang Faiq dengan brutal.
Gerakannya sangat cepat hingga membuat Iyaz dan Izar cemas lalu keduanya turun tangan membantu sang ayah.
“ Biar Kami aja Yah...,” kata Iyaz.
“ Baik lah Nak. Ayah percaya sama Kalian...,” sahut Faiq lalu mundur dari arena pertempuran itu.
Kini pertempuran terjadi antara Iyaz dan Izar melawan Jamin si ketua RT yang berhati iblis. Namun nampaknya Jamin bukan lah tandingan Iyaz dan Izar. Dalam beberapa menit terlihat jika Jamin mulai terdesak. Dan itu membuat Iyaz dan Izar senang namun keduanya tetap bersikap waspada.
Hanako nampak menggelengkan kepalanya karena harus menyaksikan dua kali pertempuran keluarganya dalam waktu yang berdekatan. Yaitu pertempuran melawan makhluk mirip gorila dan sekarang melawan dukun berkedok ketua RT.
\=====
__ADS_1