
Tiarania atau biasa dipanggil Tiara adalah gadis yatim piatu yang diadopsi oleh keluarga sederhana. Mereka adalah pasangan suami istri yang telah lama menikah namun tak juga mempunyai keturunan. Tiarania diadopsi saat ia berusia sepuluh tahun
.Ayah angkatnya bernama Santoso dan ibu angkatnya bernama Yamini. Santoso dan Yamini sangat menyayangi Tiara dan memperlakukannya dengan baik.
“ Kami memang bukan orang kaya, tapi percayalah kalo Kami akan menjadi orangtua yang baik untukmu...,” kata Santoso sambil menggamit tangan Tiara dan membawanya masuk ke dalam rumah.
“ Kita akan jadi keluarga yang bahagia dan saling menyayangi nanti...,” kata Yamini menambahkan.
“ Iya Om, Tante. Makasih...,” sahut Tiara malu-malu hingga membuat Santoso dan Yamini tertawa.
“ Jangan panggil Om dan tante dong. Panggil Ayah dan ibu. Iya kan Bu...?” tanya Santoso sambil menatap Yamini.
“ Betul Ayah...,” sahut Yamini sambil tersenyum.
Tiara pun menatap Santoso dan Yamini bergantian kemudian dengan lirih ia memanggil orangtua angkatnya dengan panggilan yang mereka minta tadi.
“ Ayah..., Ibu...,” panggil Tiara dengan suara bergetar.
“ Iya Nak...,” sahut Santoso dan Yamini bersamaan lalu memeluk Tiara erat.
Demikian lah ingatan Tiara saat ia pertama kali menginjakkan kaki di rumah orangtua angkatnya itu.
Kehidupan Tiara terasa sempurna saat ia masuk ke dalam keluarga Santoso. Ia merasa dicintai dengan tulus oleh
kedua orangtua angkatnya itu. Hingga suatu hari adik laki-laki Yamini yang bernama Todi datang dan tinggal bersama mereka. Sejak saat itu lah semuanya berubah. Keadaan menjadi mencekam dan menakutkan untuk Tiara karena Todi jelas-jelas memperlihatkan rasa tak sukanya terhadap Tiara.
“ Jadi karena Anak ini Kakak ga lagi memberi uang saku untukku...?” tanya Todi ketus.
“ Ayo lah Tod. Kamu udah dewasa. Udah seharusnya Kamu kerja untuk membiayai hidupmu dan bukannya menggantungkan hidupmu kepada Kami...,” sahut Yamini sambil mengusak rambut Todi dengan lembut.
“ Tapi Aku masih butuh perhatian Kakak...,” protes Todi tak mau kalah.
“ Udah jangan ngambek. Lagian Kamu ga malu ya bersaing sama Tiara. Dia hanya Anak kecil dan dia lebih butuh perhatian Kami dibanding Kamu...,” sahut Yamini sambil berlalu.
Todi berdecak sebal lalu mendekati Tiara yang saat itu sedang mengerjakan PRnya. Dengan kesal ia menumpahkan air ke atas buku Tiara hingga Tiara terkejut. Saat Tiara mendongak ia melihat wajah garang Todi yang menatap benci kearahnya.
__ADS_1
“ Kenapa Om, apa salahku. Kenapa Om merusak buku Prku...?” tanya Tiara tak mengerti.
“ Aku benci Kau. Gara-gara Kau, Kakakku ga lagi memberiku uang. Padahal dulu mereka selalu memenuhi keinginanku. Tapi sejak Kau datang dan masuk ke keluarga ini, mereka tak peduli lagi padaku...,” sahut Todi kesal.
“ Maafkan Aku. Tapi...,” ucapan Tiara terputus saat Todi menjambak rambutnya.
“ Diam dan jangan berani mengadu atau Kubunuh Kau...,” ancam Todi hingga membuat Tiara terdiam.
Kemudian Todi meninggalkan Tiara yang gemetar ketakutan. Yamini yang baru saja keluar dari kamar tak sengaja menoleh kearah Tiara yang mematung di depan meja belajarnya.
“ Kamu kenapa Nak...?” tanya Yamini.
“ Oh, i..., ini buku Prku ketumpahan air Bu...,” sahut Tiara gugup.
“ Kamu ceroboh banget sih Nak. Cepat beresin dan salin Prmu di buku lainnya ya. Kalo udah Kamu tidur, ini udah jam sebelas malam lho. Jangan sampe kesiangan besok...,” kata Yamini sambil mengusap kepala Tiara dengan sayang.
“ Iya Bu...,” sahut Tiara.
Tiara bergegas mematuhi permintaan Yamini. Setelahnya Tiara kembali ke kamar dan mengunci pintu rapat-rapat. Hal yang tak pernah ia lakukan namun kini harus jadi kebiasaan karena ia takut Todi akan membuktikan ancamannya tadi.
“ Jangan kaya gitu Yah. Maafin Todi ya, mungkin dia hanya iri aja...,” kata Yamini.
“ Apa maksudmu...?” tanya Santoso tak mengerti.
“ Bukannya Kita selalu memenuhi keinginannya selama ini. Mungkin dia merasa Kita tak lagi peduli sama dia sejak Kita punya Tiara. Dan itu bikin Todi marah...,” sahut Yamini.
“ Todi itu laki-laki dewasa Bu. Udah bukan tanggung jawab Kita lagi menafkahi dia. Harusnya dia mulai kerja dan menafkahi dirinya sendiri dan bukan malah jadi benalu di rumah ini...,” kata Santoso gusar.
“ Iya. Makanya sabar dulu dong Yah. Kasih Aku kesempatan buat jelasin ini sama Todi...,” pinta Yamini.
“ Ga perlu Bu. Terus terang Aku juga ga nyaman ngeliat tingkahnya selama tinggal di sini. Apalagi Tiara juga mulai besar. Aku khawatir Todi akan melakukan hal yang ga pantas nanti mengingat mereka ga punya hubungan darah sama sekali. Jadi keputusanku udah bulat. Silakan suruh Todi keluar dari rumah ini secepatnya...,” kata Santoso.
Yamini terduduk pasrah. Ia menyayangi Todi namun ia juga tak suka cara Todi memperlakukan Tiara. Selama ini Yamini berharap Todi mau berubah dan perlahan bisa menyayangi Tiara sebagai keponakannya. Namun nampaknya keinginan Yamini hanya sekedar angan-angan. Bahkan Todi berani menyakiti Tiara tepat di depan matanya.
Hari ini Yamini melihat Todi sedang memarahi Tiara lalu merampas uang milik Tiara dari dalam tasnya. Saat Tiara ingin merebut kembali uangnya, Todi malah mendorongnya hingga Tiara tersungkur jatuh membentur lantai. Tak cukup sampai di situ, Todi juga menjambak rambut Tiara dengan kasar hingga beberapa helai rambut Tiara rontok. Tiara menangis karena tak kuasa menahan sakit.
__ADS_1
Saat itu lah Santoso yang baru saja pulang dari kantor pun terkejut melihat Todi tengah menganiaya Tiara. Ia langsung memukul Todi dan mengusirnya keluar dari rumah. Yamini tak bisa berbuat apa-apa karena dalam hal ini Todi terbukti bersalah.
“ Jadi begini sikapnya sama Kamu Tiara. Dia menyakitimu, tapi kenapa Kamu ga pernah bilang sama Ayah...?!” tanya Santoso murka.
“ Ayah..., maaf...,” sahut Tiara mulai terisak.
“ Apa Kamu ga tau Bu...?” tanya Santoso sambil menatap Yamini lekat.
Yamini nampak bingung. Ia tahu jika Todi tak menyukai Tiara tapi ia tak pernah tahu jika Todi berani menyakiti Tiara.
“ Ibu ga tau apa-apa Yah. Jangan marahin Ibu...,” kata Tiara cepat.
“ Usir dia dari sini atau Aku terpaksa lapor Polisi karena dia telah berani melukai Tiara...,” kata Santoso sambil menatap tajam kearah Yamini.
“ Iya Yah. Aku bakal suruh dia pergi besok...,” sahut Yamini lirih.
Akhirnya dengan berat hati Todi keluar dari rumah itu keesokan harinya. Todi sengaja datang saat Santoso tak ada di rumah. Todi memohon pada Yamini agar mau memaafkannya dan memberinya kesempatan namun Yamini menolak.
“ Ini bukan rumahku Todi, ini rumah Suamiku. Kamu udah berani menyakiti Anak Kami dan itu artinya Kamu harus
pergi...,” kata Yamini tegas.
“ Dia itu bukan siapa-siapa Kak. Kalian ga punya hubungan darah sama sekali. Masa Kalian tega ngusir Aku demi orang kaya gitu...,” protes Todi.
“ Cukup Todi. Ucapanmu itu malah mengingatkan Aku jika Aku hanya wanita mandul yang ga bisa melahirkan Anak
untuk Suamiku. Mas Santoso benar, Kamu emang ga punya hati. Pergi Kamu dari sini, pergiii...!” kata Yamini marah.
“ Bukan itu maksudku Kak. Maafkan Aku...,” sahut Todi.
“ Pergiii...!, keluar dari sini sekarang...!” kata Yamini lantang sambil melempar benda yang terjangkau oleh tangannya kearah Todi.
Todi pun terpaksa menuruti permintaan Yamini. Ia pergi meninggalkan rumah itu dengan membawa dendam kepada Tiara. Todi berniat menyakiti Tiara dan merebut kembali perhatian Yamini dan Santoso kelak.
\=====
__ADS_1