Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
158. Siapa ?


__ADS_3

Viona pun memberi semangat pada Katrina agar melupakan perasaannya pada Suraj yang bertepuk sebelah tangan itu. Hingga akhirnya Katrina berhasil move on dan melupakan rasa cintanya pada Suraj.


Katrina mulai dekat dengan pria lain sesama karyawan di kantor yang sama. Hubungan Katrina dan pria bernama Soni itu nampaknya makin serius. Hal itu terbukti dengan berhembus kabar tentang rencana pertunangan keduanya. Dan Viona ada di deretan orang yang mensuport pertunangan Katrina dan Soni.


Pesta pertunangan Katrina dan Soni digelar dengan mewah dengan mengundang semua karyawan di kantor itu. Hal itu dilakukan sebagai usaha Soni untuk mengumumkan pada khalayak ramai jika Katrina adalah miliknya dan calon istrinya. Ucapan Soni kala itu seperti ditujukan pada seseorang karena terlihat Katrina yang berdiri gelisah di samping Soni.


“ Acara malam ini juga menjadi simbol sekaligus pengumuman bahwa Katrina adalah milik Saya, calon Istri Saya.


Jadi ga ada seorang pun yang berhak mengganggunya apalagi menyentuhnya, siapa pun itu...,” kata Soni tegas sambil menatap penuh cinta kearah Katrina.


Suara sorak sorai pun terdengar saat Soni usai mengumumkan kepemilikannya itu hingga membuat wajah Katrina


merona karena malu sekaligus bahagia. Tak sengaja Viona menoleh kearah Suraj dan  melihat sepasang mata Suraj menatap penuh makna kearah pasangan yang berbahagia itu.


Seminggu setelah pertunangan, Katrina ditemukan pingsan di gudang. Semua karyawan tak mengerti bagaimana bisa Katrina terperangkap di gudang itu. Saat ditemukan Katrina terlihat linglung. Namun Soni langsung membawanya pergi dan tak membiarkan para karyawan bertanya lebih jauh pada tunangannya itu tentang apa yang telah terjadi.


Hingga berita besar yang menghebohkan kantor itu pun terdengar dan menggemparkan seantero kantor. Pernikahan Katrina dan Soni yang rencananya akan digelar sebulan lagi tiba-tiba terancam batal tanpa sebab. Soni dan Katrina memutuskan tak lagi melanjutkan mimpi indah mereka karena hal besar yang sengaja disembunyikan.


Pembatalan pernikahan itu membuat Katrina terpuruk. Apalagi sebagai wanita tentu Katrina lah yang paling


dirugikan. Tak sanggup menghadapi rasa malu, Katrina pun mulai mengucilkan diri dan menjaga jarak dengan rekan sejawat. Viona yang berusaha menghibur pun tak mendapat akses dari Katrina untuk mendekatinya. Hingga hari dimana seharusnya jadi hari paling bahagia untuk Katrina menjadi hari tragis untuknya. Katrina ditemukan tewas mengenaskan di rumah kontrakannya.


Viona menghela nafas panjang saat suara Suraj mengejutkannya.


“ Kenapa Kamu ngeliatin Saya kaya gitu Viona...?” tanya Suraj tak suka.


“ Eh, maaf Pak. Saya ga bermaksud berbuat begitu. Saya cuma teringat sama Katrina saat melihat Bapak tadi...,” sahut Viona hingga membuat Suraj terkejut.


Menyadari dirinya keceplosan bicara membuat Viona gugup lalu menutup mulutnya dengan telapak tangannya sambil menatap Suraj. Sedangkan Suraj balik menatap tak suka kearahnya.

__ADS_1


“ Jangan bilang Kamu menganggap Saya terlibat dengan kematian Katrina ya Vi...,” kata Suraj.


“ Saya ga berpikir kaya gitu Pak...,” sahut Viona cepat.


“ Bagus. Saya paling ga suka sama perempuan yang melakukan sesuatu hanya untuk mencari perhatian Saya. Karena buat Saya Kalian itu ga penting...,” kata Suraj dingin sambil berlalu.


Viona mengelus dada saat Suraj melewatinya begitu saja. Ia hampir mengira Suraj akan memukulnya tadi karena melihat tatapan Suraj yang nampak sangat tak bersahabat itu.


“ Huufftt..., untung lah...,” gumam Viona sambil menghela nafas lega.


Di kejauhan diam-diam Hanako memperhatikan interaksi Viona dan Suraj tadi. Hanako mengerutkan keningnya karena melihat makhluk halus berwujud wanita cantik itu kembali menampakkan diri  saat Suraj mendekati Viona tadi. Makhluk halus itu seolah sedang berusaha melindungi Viona dari tangan Suraj yang terkenal membenci wanita itu.


“ Penasaran, tapi ga sekarang...,” gumam Hanako lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


\=====


Hanako sedang ada di suatu tempat yang asing. Saat mengedarkan pandangannya Hanako mengerti jika kini ia tengah berada di sebuah kota mati karena hanya ada bangunan tua yang sebagian telah runtuh di sekitarnya. Hanako melangkah perlahan menyusuri kota mati itu dengan hati-hati.


Dari tempatnya berdiri Hanako melihat ada lubang yang cukup besar di sebuah dinding. Hanako mengarahkan wanita itu untuk masuk ke dalam lubang itu, namun nampaknya wanita itu tak mengerti atau bahkan tak mendengar suaranya.


“ Di belakangmu ada lubang, masuk lah ke sana. Sembunyi di sana cepat...!” kata Hanako gusar.


“ Dia pasti datang, sebentar lagi dia datang. Dimana Aku harus sembunyi...,” keluh wanita itu sambil menatap ke kanan dan ke kiri.


“ Sembunyi di dinding itu, cepat lah...,” kata Hanako gemas.


Tapi nampaknya wanita itu memang tak mendengar suara Hanako sama sekali. Hingga akhirnya suara derap kaki hewan mendekat kearah mereka. Hanako dan wanita itu pun sama-sama terkejut saat melihat penampakan makhluk setengah manusia setengah hewan di hadapan mereka.


Di depan sana terlihat sosok manusia yang mulai dari perut ke bawah memiliki tubuh seekor banteng berkaki empat

__ADS_1


tengah berdiri gagah sambil menghadap kearah mereka. Hanako berusaha menelan salivanya dengan sulit. Ia terkejut bukan main hingga tak sanggup untuk bicara. Sedangkan wanita cantik yang tadi tengah berusaha mencari tempat sembunyi itu nampak gemetar ketakutan.


“ Kau tak akan bisa lari lagi. Menyerah lah dan ikut lah bersamaku. Menjadi abdi setiaku selamanya itu sangat menguntungkan untukmu...,” kata makhluk berkepala manusia dengan tanduk bantengnya yang melengkung itu.


“ Aku ga mau ikut dan jadi budak iblis sepertimu...,” sahut wanita cantik itu sambil beringsut mundur.


“ Ha ha ha..., meski pun Kamu menolak tapi iiwamu terlanjur digadaikan padaku. Jadi kemana pun Kau pergi suatu saat pasti akan kembali padaku...,” kata makhluk itu.


“ Ga mungkin. Aku berkuasa penuh atas diriku. Siapa yang telah lancang menggadaikan jiwaku...?” tanya wanita cantiik itu putus asa.


“ Seseorang yang sangat Kau cintai...,” sahut makhluk itu sambil tersenyum sinis.


“ Seseorang yang sangat Aku cintai, siapa maksudmu...?” tanya wanita itu sambil melangkah mundur.


“ Coba Kau terka sendiri...,” sahut makhluk itu sambil merangsek maju mendekati wanita itu.


Dengan tubuh gemetar wanita itu terus mundur dan terhenti saat tubuhnya membentur sesuatu. Wanita cantik itu


menoleh dan tersenyum saat melihat lubang besar di belakangnya. Merasa jika itu adalah kesempatan emas untuknya, wanita itu pun melompat masuk ke dalam lubang itu dan menghilang di sana.


Makhluk itu nampak murka saat melihat tubuh wanita itu masuk ke dalam lubang dan menghilang di sana. Ia mendongakkan kepalanya sambil menjerit menatap langit seolah mengungkapkan rasa kecewanya saat melihat mangsanya hilang begitu saja.


Sesaat kemudian makhluk itu pun membalikkan tubuhnya lalu pergi meninggalkan tempat itu. Namun beberapa saat kemudian langkah makhluk itu terhenti. Kemudian ia menoleh kearah Hanako seolah makhluk itu tersadar jika ada Hanako di sana dan tengah mengamatinya.


Mereka saling menatap sejenak seolah sedang mengukur kekuatan masing-masing. Setelahnya makhluk itu kembali melanjutkan langkahnya dan hilang ditelan kegelapan malam.


Hanako pun tersentak lalu membuka matanya dan duduk di atas tempat tidur. Ia mencoba mengingat mimpi yang baru saja ia alami.


“ Siapa dia, apa yang dia cari. Siapa cewek cantik itu...?” tanya Hanako dalam hati.

__ADS_1


Hanako menoleh kearah jendela saat didengarnya adzan Subuh berkumandang di kejauhan. Hanako pun bergegas turun dari tempat tidur, lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu dan segera menunaikan sholat Subuh.


\=====


__ADS_2