
Faiq dan Izar menyudahi penglihatan mereka dan saling menatap sejenak. Keduanya mengerti jika apa yang dilihat Mikaila selama ini adalah hantu Scholer beserta istri dan dua anak tirinya. Rupanya setelah bertahun-tahun hantu Scholer berhasil bertemu dengan hantu Burna. Dan sejak saat itu hantu Scholer beserta istri dan dua anaknya selalu mengikuti hantu Burna kemana pun dia pergi.
Sedangkan hantu Jumirah telah disempurnakan oleh keluarganya beberapa tahun yang lalu hingga tak lagi terlihat di samping Burna.
Awalnya keluarga Jumirah mendatangi rumah Scholer untuk mencari tahu tentang keberadaan Jumirah. Namun mereka terkejut saat melihat rumah Scholer hanya tinggal puing yang menghitam. Warga yang melihat dua orang pria berdiri di depan puing rumah Scholer pun datang menghampiri.
“ Maaf, Kalian siapa ya. Mau apa ke sini...?” tanya warga.
“ Kami saudaranya Jumirah yang kerja di sini Pak. Saya Pamannya dan ini Adiknya Jumirah. Kami ke sini mau mencari Jumirah karena udah berbulan-bulan ga pulang ke rumah. Padahal dia pamit pergi sebentar karena mau menemui anak majikannya yang pernah diasuhnya itu Pak...,” sahut paman Jumirah.
“ Iya betul Pak. Tapi sampe ke sini kok Kami liat rumah majikannya Jumirah udah tinggal puing kaya gini. Apa yang terjadi sebenernya Pak, kemana Kakak Saya...?” tanya adik Jumirah hampir menangis.
“ Rumah Pak Scholer kebakaran Mas. Ga ada satu pun yang tersisa. Saat warga berdatangan api udah berokobar dan melahap semuanya. Kami ga menyelamatkan apa pun atau siapa pun dalam peristiwa kebakaran itu...,” sahut warga.
“ Apa Kakak Saya jadi korban dan ikut terbakar bersama rumah ini Pak...?” tanya adik Jumirah.
“ Mungkin aja, kami ga tau pasti. Soalnya setau Kami rumah ini dalam keadaan kosong karena ditinggal Pak Scholer dan keluarganya. Saat itu mereka tengah berwisata ke suatu tempat dan warga tak melihat kedatangannya...,” sahut salah satu warga.
“ Gitu ya...,” kata paman Jumirah dengan wajah khawatir.
“ Tapi beberapa orang pernah ngeliat hantu bule yang ditebak sebagai hantunya Pak Scholer di sekitar rumah ini Pak...,” kata warga hingga mengejutkan paman dan adik Jumirah.
“ Hantu Bule...?” tanya paman dan adik Jumirah bersamaan.
“ Iya Pak. Tapi Saya pribadi sih belum pernag ngeliat. Mudah-mudahan ga pernah...,” sahut warga sambil bergidik.
“ Kalo gitu Kami permisi pulang dulu ya Pak. Makasih infonya...,” kata Paman Jumirah.
__ADS_1
“ Iya sama-sama Pak. Hati-hati di jalan ya...,” sahut warga sambil melepas kepergian paman dan adik Jumirah dengan tatapan iba.
Paman dan adik Jumirah pulang ke kampung dan menceritakan semuanya dengan gamblang. Ibu Jumirah yang mulai renta itu pun menjerit dan menangis mendapati kenyataan anak perempuannya terperangkap dalam api dan meninggal dunia.
“ Jangan kaya gini Mbok, siapa tau Mbak Jum selamat dan ada di suatu tempat...,” kata adik Jumirah menenangkan sang ibu.
“ Betul Mbok. Siapa tau juga Jumirah malah udah nikah sama orang kota...,” hibur kakak Jumirah.
“ Ga mungkin. Perasaanku bilang kalo Jum udah mati. Dia pasti juga jadi korban kebakaran itu...,” sahut ibu Jumirah sedih.
Semua orang terdiam mendengar ucapan ibu Jumirah karena mereka hapal betul jika apa yang diucapkan wanitu renta itu selalu terbukti dan tepat. Mungkin karena usia yang sepuh ditambah insting yang kuat membuat ucapannya selalu didengar oleh keluarga besarnya.
“ Jadi Mbok maunya gimana...?” tanya kakak Jumirah.
“ Bikin tahlilan dan kirim doa untuk Jumirah. Kasian kalo arwahnya masih penasaran, Jumirah juga pasti menderita. Kita bisa bantu Jumirah menemukan jalan pulang menuju Allah dengan doa. Semoga dia tenang di sana...,” sahut ibu Jumirah sambil mengusap air matanya yang mengalir tiba-tiba.
“ Aamiin..., baik Mbok...,” sahut kakak Jumirah.
Saat itu arwah Jumirah tengah duduk menemani arwah Burna. Mereka sedang menatap ke rumah ibu Burna yang belum mengetahui kematian Burna. Terlihat ibu Burna tengah menggendong seorang bayi sambil menyuapinya. Sang ibu terlihat bahagia dan itu membuat perasaan Burna terluka.
“ Ibu sama sekali ga ingat Aku Bi. Buktinya dia masih bisa tertawa melihat anaknya itu...,” kata arwah Burna sedih.
“ Ibumu kan ga tau kalo Kamu udah meninggal...,” sahut arwah Jumirah mengingatkan.
“ Apa dia ga nyari Aku. Dia juga ga pernah berusaha nemuin Aku di rumah Papa...,” kata arwah Burna.
“ Sebenarnya Ibumu juga rindu sama Kamu. Tapi Suami barunya melarang Ibumu pergi menjengukmu...,” sahut arwah Jumirah.
__ADS_1
“ Aku ga percaya...,” kata arwah Burna.
“ Kamu harus percaya karena Bibi pernah bicara sama Ibumu sebelum mendatangi rumah Pak Scholer dulu. Sekarang dengarkan baik-baik...,” sahut arwah Jumirah.
Arwah Burna dan Jumirah pun menajamkan pendengaran mereka untuk mendengar kalimat yang diucapkan ibu Burna.
“ Gimana kabar Kakakmu sekarang ya Nak. Semoga dia baik-baik aja di sana. Ibu kangen dan pengen ketemu sama dia tapi Ayahmu melarang Ibu ke sana. Cepat besar ya Nak. Nanti Ibu bawa Kamu nemuin Kakak Jesline ya...,” kata Tika setengah menggumam sambil menciumi bayinya.
Sang bayi nampak melonjak senang dalam gendongan Tika seolah mengerti apa yang diucapkan sang ibu. Melihat hal itu membuat Burna tersenyum bahagia. Apalagi saat sang ibu dan bayi dalam gendongannya menoleh kearahnya dan Jumirah seolah bisa melihat keberadaan mereka membuat arwah Burna melonjak kegirangan.
Namun kegembiraan awah Burna memudar saat ia menoleh ke sampingnya dan melihat kondisi arwah Jumirah yang terlihat tak baik-baik saja.
“ Bibi kenapa, apa yang terjadi...?” tanya arwah Burna panik.
“ Bibi ga tau, tapi ini terasa sejuk dan menenangkan...,” sahut arwah Jumirah.
“ Sejuk menenangkan gimana sih Bi. Kok tubuh Bibi jadi kaya gini...?” tanya arwah Burna panik.
Saat itu arwah Jumirah terlihat bercahaya dan perlahan melayang menjauhi arwah Burna. Kemudian ia melesat cepat ke atas lalu kembali lagi menemui arwah Burna.
“ Aku harus pergi Sayang, ada doa yang mengalir untukku yang dikirimkan oleh keluargaku. Ini membuat jalanku terbuka. Dan Aku terpanggil ke sana. Maafkan Aku karena ga bisa menemanimu lagi Nak...,” kata arwah Jumirah sambil menggenggam erat jemari Burna.
“ Jangan Bi, Aku ga punya siapa-siapa lagi selain Bi Jum. Tolong jangan tinggalin Aku sendirian di sini...,” kata arwah Burna sambil menangis.
“ Ga bisa Nak, tarikan ini sangat kuat dan Aku ga bisa melawan takdir. Semoga Kamu segera menemukan seseorang yang bisa membantumu kembali pada Tuhanmu...,” kata arwah Jumirah lirih lalu perlahan melayang di atas tubuh Burna.
Arwah Burna nampak menangis saat arwah Jumirah tertarik ke atas. Ia mengira arwah Jumirah akan kembali seperti tadi, tapi nyatanya arwah Jumirah tak pernah kembali hingga detik ini. Arwah Burna menunggu dan terus mencari keberadaan arwah Jumirah tanpa letih hingga ia bertemu gadis cilik bernama Mikaila yang kemudian menjadi teman dekatnya.
__ADS_1
Saat pertama kali melihat Mikaila, arwah Burna sangat tertarik. Apalagi saat mengetahui jika nasib Mikaila sama dengannya yang keberadaannya juga tak diakui oleh ayah kandungnya membuat arwah Burna bertahan menemaninya selama empat tahun lebih. Dan kini nampaknya arwah Burna harus mencari teman lain karena Mikaila tak memerlukannya lagi.
\=====