Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
252. Istri Surya ?


__ADS_3

Pelukan Hanako dan Pandu pun terurai saat mendengar Pita dan suaminya datang. Tak lama kemudian Iyaz dan Izar ikut bergabung hingga membuat suasana rumah itu menjadi lebih ramai.


“ Gimana kalo Kita ke rumah tetangga sekarang aja Mas...?” tanya Hanako.


“ Lho, katanya mau beli sesuatu dulu buat hantaran...,” sahut Pandu.


“ Kebetulan Pita bawa kue banyak nih Mas. Gapapa kan kalo kuenya Aku bagiin ke tetangga Pit...?” tanya Hanako.


“ Gapapa Hana. Aku kan beli kue itu untuk Kamu, jadi terserah Kamu mau diapain tuh kue...,” sahut Pita sambil tersenyum.


Kemudian Pandu mengajak Hanako dan keempat tamunya pergi menemui tetangga. Hanya tetangga yang letak rumahnya persis berdekatan dengan rumah Pandu yang mereka kunjungi yaitu rumah Haji Salim, Tante Vena, Vincent dan Pak Surya.


Pandu menyapa Surya yang kebetulan baru saja pulang dari kantor. Saat itu Surya sedang menurunkan beberapa barang dari bagasi mobil. Pandu pun bergerak membantu hingga membuat Surya tak enak hati.


“ Makasih lho Mas Pandu, jadi ngerepotin...,” kata Surya.


“ Gapapa Pak...,” sahut Pandu sambil tersenyum.


“ Ini darimana mau kemana...?” tanya Surya basa-basi.


“ Dari rumah Pak Haji Salim. Oh iya Pak, kenalin ini keluarga Saya. Ini Hanako Istri Saya, Adik Saya dan Suaminya, juga sepupu Istri Saya...,” kata Pandu.


“ Wah senangnya kumpul kaya gini. Apa kabar, Saya Surya...,” sapa Surya dengan ramah sambil mengulurkan tangannya.


Ramdan, Iyaz dan Izar pun menyambut uluran tangan Surya, sedangkan Hanako dan Pita hanya menangkupkan kedua telapak tangan mereka di depan dada sambil tersenyum sebagai salam perkenalan.


“ Sepi nih Pak, kemana yang lain...?” tanya Pandu basa-basi.


“ Lagi ga ada orang di rumah Mas Pandu. Biasa lah, ini kan weekend. Jadi Anak-anak ga ada yang di rumah termasuk ART...,” sahut Surya.


“ Oh gitu. Kalo gitu Kami permisi dulu ya Pak...,” kata Pandu yang diangguki Surya.


Surya melepas kepergian Pandu sambil tersenyum.  Diam-diam Surya mengamati Hanako dan Pita dengan intens hingga membuat Pita risih. Pita sadar sedang diamati oleh Surya saat tak sengaja menoleh kearah tangga dan melihat sosok wanita di sana.


“ Ayo Sayang, kok malah bengong di sini...,” kata Ramdan sambil menggandeng tangan Pita.


Setelah kembali ke rumah, mereka pun melanjutkan perbincangan mereka yang tertunda tadi sambil menikmati makanan ringan dan segelas kopi.

__ADS_1


“ Pak Surya itu aneh ya Mas...,” kata Pita tiba-tiba.


“ Aneh kenapa...?” tanya Pandu.


“ Katanya tadi kan lagi ga ada orang di rumah, tapi Aku jelas-jelas ngeliat ada perempuan lagi berdiri di tangga di dalam rumahnya...,” sahut Pita.


Jawaban Pita membuat semua orang mengerutkan keningnya. Sedangkan Pita nampak merengut kesal.


“ Darimana Kamu tau kalo di dalam rumahnya ada tangga...?” tanya Pandu.


“ Kan keliatan jelas tadi. Emang kalian ga ada yang ngeliat...?” tanya Pita bingung.


“ Sayang. Pak Surya belum buka pintu rumahnya sama sekali tadi, gimana Kamu bisa tau kalo ada tangga di dalam


rumahnya. Rumahnya juga kan cuma satu lantai, jadi mana mungkin ada tangga segala...,” kata Ramdan sambil menatap Pita dengan lembut.


Mendengar ucapan suaminya membuat Pita terkejut lalu menatap ke sekelilingnya. Hanako, Iyaz dan Izar pun saling menatap karena mengerti apa yang dialami Pita.


“ Udah gapapa. Sekarang sebaiknya Kakak wudhu dulu ya biar lebih tenang...,” saran Iyaz.


“ Ok deh, ayo Pa...,” sahut Pita sambil menggamit lengan suaminya.


“ Keliatannya itu arwah penasaran yang mungkin berkaitan dengan Pak Surya...,” sahut Izar.


“ Maksud Lo, Pak Surya itu penjahat...?” tanya Pandu.


“ Belum tentu Mas, Kita ga bisa gegabah nuduh orang kaya gitu. Perlu pendalaman dan penyelidikan dulu baru bisa menjudge Pak Surya terlibat atau ga...,” sahut Izar.


“ Mungkin itu arwah Istrinya Pak Surya...,” kata Hanako tiba-tiba.


“ Kok Kamu bisa nebak gitu Ci...?” tanya Iyaz.


“ Soalnya kata Mas Pandu, Pak Surya udah lama ga tinggal sama Istrinya. Tadi Aku dengar dari Tante Vena kalo Istri Pak Surya hilang gitu aja tanpa jejak. Bisa paham kan kemana arahnya...?” tanya Hanako yang diangguki Iyaz dan Izar.


“ Masuk akal, tapi belum pasti...,” sahut Iyaz.


Kemudian mereka mengganti topik pembicaraan saat Pita dan Ramdan kembali. Mereka tak ingin membuat Pita takut jika membicarakan seuatu yang berkaitan dengan makhluk ghaib.

__ADS_1


“ Kapan ngadain tasyakuran rumah baru Hana...?” tanya Pita.


“ Insya Allah Minggu depan. Kamu datang ya Pit, jangan lupa ajak si kecil ya Bang...,” pinta Hanako.


“ Siap Bu...,” sahut Pita mantap yang diangguki suaminya.


“ Kalian juga datang ya...,” kata Hanako sambil menatap si kembar.


“ Insya Allah...,” sahut Iyaz dan Izar bersamaan.


\=====


Sementara itu Surya memasuki rumahnya dengan santai. Kemudian ia menyalakan lampu di seluruh ruangan hingga rumah menjadi terang benderang.


Surya pun meletakkan barang yang ia keluarkan dari bagasi mobil tadi di dapur. Saat itu lah Surya dikejutkan dengan penampakan bayangan perempuan yang berdiri sambil menunduk di sudut dapur.


“ Astaghfirullah aladziim...,” kata Surya sambil menepuk-nepuk dadanya untuk menetralisir rasa terkejutnya.


Surya menatap sudut dapur dimana sosok perempuan itu berdiri tadi dan berjalan mendekati tempat itu.


“ Bertahun-tahun Aku tinggal di sini ga pernah ada kejadian mistis kaya gini. Tapi sejak Istriku ga di rumah Aku malah sering ngeliat hantu...,” gumam Surya sambil mengusap tengkuknya yang terasa menebal.


Setelah memastikan tak ada lagi penampakan di dapur, Surya melanjutkan langkahnya menuju kamar utama. Lagi-lagi ia dibuat terkejut saat melintasi ruang tengah. Surya melihat sosok wanita tengah duduk di atas sofa sambil menonton televisi. Padahal Surya ingat betul jika ia belum menyalakan televisi sejak ia masuk ke rumah tadi.


“ Apalagi sih ini...,” gumam Surya kesal lalu melangkah cepat menuju meja dimana remote control televisi berada.


Surya meraih remote control itu lalu menekan tombol off. Setelahnya ia menoleh kearah perempuan yang ia yakini bukan manusia itu untuk menegurnya. Namun mulut Surya seakan terkunci saat melihat sosok itu yang ternyata adalah istrinya, wanita yang telah lama menghilang dari hidupnya itu nampak duduk sambil menatap lekat kearah Surya.


“ Tina..., Kamu pulang...?” tanya Surya dengan suara tercekat.


Kemudian Surya mengulurkan tangannya lalu memeluk Tina dengan erat. Rasa rindu yang membuncah di hatinya karena lama tak bertemu sang istri pun ia lampiaskan. Ia bahkan menitikkan air mata saking bahagianya.


“ Tina Sayang, Kamu dariman aja. Kenapa baru pulang...?” tanya Surya sambil mengurai pelukannya lalu menciumi wajah Tina bertubi-tubi.


Tak ada reaksi. Tina haya membeku di tempatnya sambil menatap kosong ke depan.


“ Aku ga marah Sayang. Lupakan semuanya ya, Aku udah maafin Kamu. Kita lanjutkan lagi mimpi Kita untuk membesarkan Anak-anak. Kamu mau kan Sayang...?” tanya Surya.

__ADS_1


Mendengar kata ‘anak-anak’ membuat Tina tersentak dan menoleh kearah Surya hingga membuat Surya terkejut bukan kepalang. Saat itu Surya melihat wajah Tina nampak pucat dengan bola mata berwarna hitam gelap. Surya pun mematung dengan mulut menganga tanpa bisa berkata-kata.


Bersambung


__ADS_2