Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
60. Hilang


__ADS_3

Suami Siti mendekat kearah Ubay dan coba membujuknya namun gagal. Bahkan Ubay menangis karena tak mau dipisahkan dengan ibunya. Siti pun menangis menyadari cinta suaminya tak lagi ada untuknya karena sang suami bersikeras memisahkan dirinya dengan anak semata wayangnya itu.


“ Ya udah, Kita ga jadi pergi. Bapak bakal tinggal di sini sama Ubay...,” kata suami Siti pasrah.


“ Gimana pekerjaanmu kalo Kamu tinggal di sini. Bukannya jarak ke sana tambah jauh nanti...?” tanya Siti.


“ Gapapa, Aku emang ngajuin cuti beberapa hari khusus buat nemuin Kalian...,” sahut suami Siti hingga membuat Siti dan Ubay tersenyum.


Sejak hari itu mereka kembali tinggal bersama bak keluarga harmonis selama beberapa waktu. Ubay mulai dekat dengan ayahnya dan Siti bahagia karena bisa berkumpul bersama anak dan suaminya. Meski pun Siti kecewa karena sikap suaminya tak lagi hangat padanya, tapi Siti maklum. Siti mengira jarak lah yang menjadi penyebab rasa cinta itu ‘hilang’ dari dalam hati suaminya.


Siti menjalankan tugasnya sebagai ibu dengan baik. Tiap hari ia menyiapkan makanan untuk keluarga kecilnya itu. Sedangkan suaminya akan mengajak Ubay bermain sambil menunggu makanan siap dihidangkan. Namun kebahagiaan Siti belum lengkap karena ia tak lagi bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri. Bukan karena Siti tak mau, tapi karena suaminya lah yang menolak kehadirannya. Jika Siti bertanya apa salahnya, maka sang suami hanya diam dan berlalu.


“ Ada apa sebenarnya Kang. Kenapa Aku merasa kalo Kamu semakin jauh dan enggan menyentuhku...,” gumam Siti sambil menitikkan air mata.


Siti tak ingin memperbesar masalah yang ada diantara dia dan suaminya. Siti berharap dengan kebersamaan mereka, lambat laun perasaan cinta suaminya itu akan kembali tumbuh dan bersemi. Namun perkiraan Siti salah besar.


Suatu hari Siti tak melihat suami dan anaknya meski pun ia telah lama menunggu. Siti pun mencari anak dan suaminya itu ke berbagai tempat yang biasa didatangi oleh mereka. Hingga tengah hari Siti tak juga berhasil menjumpai mereka. Orang-orang yang ia tanyai pun tak tahu dimana suami dan anaknya berada. Karena lelah mencari, Siti pun duduk di bawah pohon flamboyan. Ia menatap langit yang sudah berwarna kemerahan pertanda senja telah tiba.


Tiba-tiba Siti tersentak saat teringat niat suaminya dulu. Siti pun berlari cepat menuju ke rumah untuk mengecek keberadaan suami dan anaknya. Saat tiba di rumah Siti pun terkejut. Ia tak melihat suami dan anaknya di sana. Ia hanya menjumpai sepucuk surat yang ditinggalkan suaminya di bawah pintu. Saat membaca isi surat itu Siti pun menjerit histeris dan menangis. Ternyata suaminya telah membawa anak semata wayangnya pergi jauh tanpa memberi tahukan alamat yang jelas. Siti berlari ke sana kemari mencari anaknya seperti orang g*la.


Sejak saat itu kehidupan Siti makin menyedihkan. Setiap hari ia berkelana sambil memanggil nama anaknya dan bertanya pada setiap orang yang ia jumpai tentang keberadaan anaknya itu. Siti bahkan tak makan berhari-hari karena terus mencari anaknya. Siti juga tak mau lagi pulang ke rumah pohonnya itu karena ia selalu teringat kebersamaan dengan Ubay jika ia pulang ke sana. Karenanya Siti memilih tinggal di bawah pohon tepat dimana rumah pohonnya berada.


Kondisi Siti makin memprihatinkan. Hingga salah seorang warga bernama Karmila pun turun tangan membantu Siti. Ia mengarahkan Siti agar mau kembali hidup normal seperti dulu.


“ Jangan-jangan Ubay malah lari ketakutan melihat keadaan Ibunya yang seperti ini...,” kata Karmila.

__ADS_1


“ Kenapa dia harus lari...?” tanya Siti.


“ Karena Ibunya berpenampilan seperti orang ga waras. Mungkin juga Ubay malu mengakui Kamu sebagai Ibunya karena penampilanmu ini...,” sahut Karmila hingga mengejutkan Siti.


Siti menatap dirinya sendiri. Lusuh, kusut, kotor dan bau. Kemudian Siti menatap Karmila yang terlihat bersih, rapi dan wangi. Siti pun tersenyum sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh baju yang dipakai Karmila.


“ Ini cantik, bagus...,” puji Siti.


“ Apa Kamu mau pakai baju kaya gini...?” tanya Karmila hati-hati.


“ Apa setelah Aku pake baju kaya gini Anakku akan mengenali Aku...?” tanya Siti dengan mata berkaca-kaca.


“ Tentu saja. Bahkan Ubay akan langsung memelukmu dengan erat dan ga mau pisah lagi...,” sahut Karmila antusias.


“ Baiklah. Aku mau ikuti semua yang Kamu katakan...,” kata Siti malu-malu.


Hingga suatu hari Siti bertemu dengan seorang pria muda bernama Hasman. Siti yakin jika Hasman adalah anaknya yang hilang. Namun Hasman menolak karena ia merasa tak mengenal Siti.


“ Orangtuaku adalah orang kaya dan sekarang tinggal di kota. Aku ga mungkin punya Ibu lain selain dia. Apalagi keadaanmu seperti ini, tak punya rumah dan hanya jadi perawat di panti jompo. Tak mungkin Ayahku punya Istri sepertimu...,” kata Hasman waktu itu.


Siti hanya tersenyum mendengar ucapan Hasman. Siti tak mempermasalahkan Hasman yang tak mengenalinya lagi. Yang penting bagi Siti adalah ia bisa bertemu anaknya sebelum ia meninggal dunia.


Siti selalu mengawasi kehidupan Hasman dari jauh. Hasman membeli sebidang tanah dan membangun rumah di atas tanah itu. Hasman juga membuka usaha pengolahan kayu dan memiliki beberapa orang karyawan. Dalam sekejap saja Hasman terkenal di wilayah itu sebagai seorang pengusaha kayu yang sukses hingga menarik minat para pemilik modal untuk bekerja sama dengannya.


Diantara salah seorang rekan bisnisnya ada seorang pria berwarga negara asing yang bernama Scoot. Ia memiliki seoran putri bernama Desiree. Rupanya Hasman dan Desiree saling tertarik dan jatuh hati. Mereka menjalin hubungan diam-diam karena Scoot tak suka jika anaknya menjalin hubungan dengan orang pribumi. Selain itu Desiree juga telah dijodohkan dengan pria lain yang juga memiliki kewarga negaraan yang sama dengan Scoot.

__ADS_1


Hubungan Hasman dan Desiree didukung oleh karyawan Hasman. Mereka kerap kali menyembunyikan Desiree agar orang suruhan Scoot tak bisa menemukannya seperti hari itu.


“ Nona Desiree ga pernah datang ke sini lagi Tuan. Kan Tuan Scoot yang melarang...,” kata karyawan Hasman.


“ Tapi Aku liat dia berjalan kearah sini tadi...,” sahut orang suruhan tuan Scoot.


“ Di sini kan banyak rumah, mungkin aja Nona Desiree pergi ke tempat lain atau ke rumah temannya...,” sahut


karyawan Hasman.


“ Baik lah. Tapi kalo Kami menemukan Nona Desiree di sekitar sini, Kalian akan tanggung akibatnya...,” ancam orang suruhan tuan Scoot sambil berlalu.


Sesaat kemudian Desiree keluar dari tempat persembunyiannya. Ia nampak ketakutan begitu pula karyawan Hasman.


“ Kami ga akan bisa menyembunyikan Nona lagi di sini. Kami khawatir orang suruhan Tuan Scoot akan membunuh Kami dan Pak Hasman...,” kata karyawan Hasman panik.


“ Sebaiknya Nona jangan ke sini lagi dan ikuti saja keinginan Papa Nona. Toh dia hanya akan mengawinkan Nona dengan pria pilihannya itu meski pun Kita sudah menjalin hubungan sekian lama. Saya ga mungkin membahayakan semua orang hanya karena cinta yang tak direstui ini. Maafkan Saya, Kita akhiri semuanya sekarang...,” kata Hasman.


Desiree nampak shock karena tak lagi mendapat dukungan dari siapa pun. Apalagi Hasman juga terlihat pasrah dan tak ingin lagi memperjuangkannya. Desiree pun pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur.


Beberapa minggu kemudian beredar kabar jika Desiree akan menikah dengan pria pilihan ayahnya. Keluarga


besar Scoot nampak sibuk mempersiapkan pernikahan Desiree. Saat itu lah keluarga Scoot gempar karena tak menjumpai Desiree di kamarnya. Desiree dinyatakan hilang sehari sebelum hari pernikahannya.


Semua mata tertuju pada Hasman yang dituding sebagai penyebab menghilangnya Desiree dari rumah orangtuanya. Hasman menolak dijadikan tersangka karena dia memang tak terlibat dengan menghilangnya Desiree.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2